
Theon ingin keluar dari ruang rawat inap untuk menenangkan diri. Setidaknya dirinya tidak terlalu memikirkan Rena yang sedang di rawat di kamar ini. Rena juga terlihat tertidur, mungkin karena efek bius yang dihasilkan karena para dokter menjahit luka Rena agar tidak terlalu kesakitan.
“Bagaimana mungkin seorang dewi bisa terluka dengan mudah seperti itu? Apalagi dengan manusia rendahan. Tidak, maksudku luka ini sungguh nyata, tapi aku tidak selemah itu sampai pingsan di rumah sakit.”
Theon yang hendak mendorong pintu kamar rumah sakit, dirinya langsung berbalik badan dengan perasaan terkejut. Tentunya, yang dia kejutkan adalah Rena yang duduk di ranjang rumah sakit seolah tidak terjadi apa-apa, meskipun lehernya dipenuhi oleh perban.
Dengan wajah yang sinis, Theon menghampiri Rena. Memang hatinya benar-benar tenang ketika ternyata Rena langsung siuman dalam sekejap. Mungkin jika bukan karen Rena adalah seorang dewi, Rena tidak akan mungkin langsung bangun dan memberitahu Theon bahwa dirinya tidak apa-apa. Setidaknya mungkin jika itu adalah manusia biasa, maka Rena akan bangun esok pagi.
“Kau membuatku cemas, jangan merasa sok kuat.” Katanya dengan begitu sinis sebelum melanjutkan ucapannya, “Bagaimana lukamu?”
Rena melirik ke bawah, dia menyentuh leher yang diperban dengan jahitan yang masih begitu baru sehingga tidak di sarankan untuk tidak terlalu banyak bergerak. Meskipun begitu, dia sedikit malu di depan Theon yang mana seharusnya dirinya yang seorang dewi tidak selemah ini. “Aku meminta maaf sekaligus berterima kasih. Tampaknya aku benar-benar dewi yang sangat lemah.”
“Itu serangan tiba-tiba yang tidak kita sadari. Yang mana itu tindakan pengecut bagi mereka yang menyerang kita secara diam-diam. Lagipula yang kau gunakan adalah tubuh Rena yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah, dibandingkan dirimu Elzabteh.” Kata Theon mencoba untuk menghibur Rena.
“Istirahatlah terlebih dahulu, aku akan berhadapan dengan geng Skeleton terlebih dahulu. Karena elemental petirku sudah bangkit, sehingga aku bisa melawan mereka dengan cukup mudah.” Sambung Theon sambil mengangkat salah satu tangannya. Menunjukkan bahwa kelima jarinya mengeluarkan elemental petir yang kemudian menyatu di pusat telapak tangannya.
“Masalahnya pangeran tidak tahu di mana mafia geng Skeleton berada. Bahkan Ali sekalipun yang merupakan anak pejabat provinsi sekalipun dia belum tentu untuk mengetahui dimana keberadaanya. Tapi, dia pasti pernah mendengar geng mafia tersebut.” Rena mencoba untuk menjelaskan.
“Sungguh sulit, Andai aku juga punya kekuatan seperti memiliki sebuah mafia. Pasti aku dengan mudah bisa mengetahui yang seperti itu.” Theon menyentuh dagunya dan berpikir. Bagaimana dirinya bisa membunuh mafia geng skeleton jika dirinya tidak tahu dimana keberadaan atau markasnya? Tahu begini, Theon pasti akan membunuh Jean Skelet di tempat pada waktu itu. Mungkin tidak hanya Jean Skelet beserta anggota mafia yang mengikutinya, mungkin juga Starllet Scot serta keluarga Zuan. Sungguh sangat disesalkan.
Seketika sebuah smilir angin ada di ruangan ini. Padaha bisa dibilang kamar rumah sakit ini tertutup rapat dengan jendelanya pula. Hanya ventilasi yang menjadi keluar masuknya udara. Tapi mengapa Rena sendiri bisa merasakan sebuah semilir angin yang begitu lembut?
Beberapa detik kemudian, semilir angin itu berkumpul di dekat Theon, membentuk seekor harimau yang kelamaan berwujud hewan itu sendiri. Atau lebih tepatnya itu adalah seekor harimau putih yang tidak lain adalah Kiba. Beast spirit milik Theon.
“Maafkan aku tuan. Aku akan lebih bersiaga untuk ke depannya. Sekarang aku sudah bisa mengidentifikasikan bau bubuk mesiu yang ada di peluru. Sehingga aku bisa mengetahui ada orang yang membahayakan atau tidak.” Kata Kiba berkata dengan penuh penyesalan. Bahkan dirinya juga bertukuk lutut dnegan tubuh harimaunya di depan Theon.
Theon mengelus kepala Kiba bagaikan seekor kucing ataupun anjing dengan sangat lembut, kemudian dirinya berkata, “Tak perlu menyesali Kiba. Justru mereka adalah keparat yang tidak bisa ku maafkan.”
Kiba berdiri, kemudian dia menyampaikan sesuatu kepada Theon, “Aku menekan penembak jitu itu sebelum aku memakannya. Dia tidak mengatakan apapun yang mana sepertinya dia bersumpah agar tidak memberitahukan identitasnya.”
Tentu, Theon yang mendengarkan hal tersebut menggertakkan giginya. Dia tidak menyangka bahwa para pembunuh itu benar-benar berani mati ketika tidak memberitahukan identitasnya. Namun, Theon benar-benar yakin bahwa pelaku di baliknya adalah keluarga Skelet dengan mafianya yaitu skeleton.
.....
“Bagaimana, apakah kau bisa membunuh anak yang bernama Theon itu? Aku tidak ingin mendengar jawaban tidak. Aku harus melaporkannya kepada tuan Luis Zuan pagi nanti.” Kata suruhan Luis kepada pembunuh bayaran milik keluarga Zuan sendiri. Suaranya yang menggelegar membuat sang pembunuh bayaran ragu untuk mengatakannya.
“Dari enam yang dikirimkan, hanya tiga yang kembali. Penembak jitu juga tidak memiliki kabar yang mana seharusnya dia menjaga jendela rumah Theon apabila dia kabur. Aku katakan tuan, ada seorang aparat yang ikut campur. Entah aku tidak tahu apa hubungannya dengan Theon sendiri.”kata pembunuh bayaran tersebut.
“Bodoh!” Suruhan Luis berteriak dengan nada yang cukup tinggi. “Ku beri kau waktu sampai esok pagi. Kerahkan penembak jitu di sudut kota untuk membunuh Theon. Dan apabila ada aparat yang ikut campur, jangan di lawan, atau jangan di laporkan bahwa Theon memiliki kekuatan elemental sama seperti tuan Luis. Atau akibatnya fatal.”
Memang, tidak mudah apabila melaporkan seseorang yang memiliki kekuatan elemental. karena sang pelapor juga pasti akan dibunuh pula karena bisa jadi karena orang yang melapor tersebut memiliki elemental dan memendam kebencian dari orang yang dilaporkan. Karena pada dasarnya, orang awam tidak mengetahui bahwa ada kekuatan elemental di luar nalar yang dibunuh oleh para aparat.
Sangat tidak masuk akal ada orang awam yang melaporkan, seperti ibarat melaporkan Theon. Tidak mungkin orang awam tersebut sebelumnya mengetahui bahwa kekuatan elemental akan dibunuh. Sehingga apabila orang awam melihat kekuatan elemental, pasti akan menganggapnya sesuatu yang fantastis.
Itulah mengapa tidak ada orang yang melaporkan sebuah pihak yang memiliki kekuatan elemental. Seperti halnya keluarga Luis bisa saja melaporkan kepada aparat bahwa Theon memiliki elemental. Tapi, Luis juga akan dibunuh dengan keji pula karena Luis mengenai konsep sihir elemental.
“Baiklah, maafkan aku tuan. Aku berjanji akan menyelesaikannya esok pagi menggunakan penembak jitu, dan bukan dengan pengguna katana yang dapat memberikan resiko banyak.” Pembunuh bayaran itu mengangguk dan menutup teleponnya. Masalahnya dia tidak ingin mendengarkan ocehan suruhan Luis lebih banyak lagi. Namun, mereka semua berunding, siapa aparat tersebut, mengapa dia justru melindungi rumah Theon yang mana secara harafiah Theon memiliki kekuatan elemental?