The God in the Modern World

The God in the Modern World
Theon vs Petinggi dunia (6)



“Kau pikir begitu? Tapi tampaknya itu merupakan sebuah kesalahan yang besar.” Fang Theon mengangkat kakinya, yang kemudian dia menendang perut Alzma dengan cukup kasar ketika keduanya saling beradu pedang.


Memang bahwa Theon Alzma terlempar, itu cukup menjadi sebuah bukti kepada Fang Theon, bahwa Theon Alzma sudah mengalami sebuah kelelahan. Bisa dibuktikan bahwa Alzma tampaknya benar-benar cukup lemah untuk menghadapi sebuah pertarungan yang terus berlanjut.


Apalagi Fang Theon tersendiri menyadari, bahwa kemampuan gravitasi milik Alzma cukup menguras energi. Sehingga membuat Alzma sendiri saat ini jarang untuk menggunakannya.


“Kesalahan terbesarmu adalah kau mendeklarasikan sebuah perang.” Fang Theon menginjak tanah di samping Alzma dengan cukup keras, hingga menghasilkan sebuah cekungan dan membuat getaran merambat pada Alzma yang terbaring di atas tanah.


Justru Theon Alzma mengangkat ujung bibirnya, seolah dia menyembunyikan sesuatu yang membuat Fang Theon melompat ke belakang dengan penuh kecurigaan.


“Jika memang itu maumu, bahwa kesalahanku adalah mendeklarasikan sebuah perang, itu artinya aku melakukan sebuah hujan meteor secara langsung.” Theon Alzma melakukan sebuah flip.


Fang Theon mengerti apa kesalahannya, yang mana dia merasa salah berbicara kepada Theon. Yang mana dia tidak ingin mendapatkan sesuatu yang cukup besar seperti hujan meteor.


Sehingga, Fang Theon bergerak secepat cahaya, bergerak ke arah Theon Alzma untuk menghentikannya mengeluarkan sesuatu yang mungkin akan mampu untuk menghancurkan bumi yaitu sebuah hujan meteor. Mengingat, bahwa peradaban dinosaurus hancur akibat meteorit.


Hanya saja, Theon Alzma berteriak dengan penuh semangat, sehingga dia menebaskan pedangnya untuk mengeluarkan sebuah energi bintang kembali.


Tentunya, itu membuat Fang Theon harus berhenti dan bergerak menghindar. Tampaknya dia tidak boleh melakukan hal yang secara berulang atau yang terjadi, Alzma akan melakukan secara berulang. Sehingga mengakibatkan sebuah pertarungan akan menjadi datar, dan tidak ada sebuah seni sama sekali.


Selain juga menguras energi, maka juga tidak akan ada sebuah kekalahan dan kemenangan, semua akan terjadi secara datar tanpa adanya sebuah pertarungan yang mungkin bergerak secara variatif. Dan sebenarnya Theon memikirkannya semenjak tadi, dia harus menyusun rencana agar tidak bertarung secara begitu-begitu saja.


“Serangan panah kegelapan!” Theon mendorong tangang kirinya ke depan, sehingga mungkin puluhan panah kegelapan muncul di atas tubuhnya dan bergerak cepat ke arah Alzma.


Alzma tidak ingin menyerah, dia mengulurkan tangannya, mengeluarkan sebuah lubang hitam yang berputar secara drastis dan menyedot segalanya, terutama panah kegelapan milik Theon. Bahkan Theon sendiri mengalami sebuah tarikan yang begitu luar biasa, untungnya dia sanggup membekukan kaki dan menancapkan sebuah pedang.


Apa yang membuat Theon cukup terkejut, ketika sebuah udara kosong seolah melengking ketika berada di dekat sebuah lubang hitam. Tapi dia tidak memikirkan itu lebih panjang, dia harus menyerang Alzma secara brutal.


Siapa yang berpikir bahwa Alzma sudah ada di hadapan Theon? Theon benar-benar cukup terkejut saat Alzma membawa lubang hitam itu di hadapannya, yang membuat dia kesulitan untuk menahan diri agar tidak terseret ke dalam lubang itu. Bahkan, Alzma sendiri mendorong lubang hitam ke arah perut Theon.


“Tebasan kegelapan bulan baru!”


Fang Theon menghela napas, dia menatap Lesha dengan dipenuhi sebuah aura yang cukup elegan berjalan dengan membawa sebuah pedang panjang. Mungkin jika tidak ada Lesha, entah apa yang akan terjadi pada tubuhnya jika terserap oleh lubang hitam.


“Darimana kau mendapatkan pedang itu?” Tanya Theon sambil menopang dagunya. Siapa yang berpikir bahwa Lesha cukup terampil dalam menggunakan sebuah pedang? Meski sebenarnya dia juga tidak pernah tau, bagaimana Wulan, sang dewi rembulan menggunakan sebuah kemampuan pedang dalam lingkungan istana Nirwana.


“Aku sempat bertarung dengan Undead Sasaki Kojiro, sehingga aku merebut pedang darinya sebelum aku menyegel. Sehingga aku bisa unjuk gigi dalam memainkan sebuah pedang.” Kata Lesha sambil melirik ke arah Theon. 


Di kala seperti itu, Theon Alzma sudah berdiri lagi, yang mana dia menebaskan hyper star sword ke arah Lesha hingga memunculkan sebuah energi bintang untuk kesekian kalinya. Untung saja, Lesha cukup menyadarinya, sehingga dia menebaskan pedangnya dan memunculkan sebuah energi kegelapan berbentuk bulan sabit.


Theon tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika Alzma beradu energi pedang dengan Lesha, ini waktunya untuk serius ketika dia menyadari bahwa bulan sudah hampir memasuki sebuah fase purnama. Sehingga, dia menghela napas sambil menggenggam pedangnya.


Mungkin dia tidak menggunakan kecepatan cahaya, melainkan menggunakan sebuah elemen petir sehingga menghasilkan sebuah guntur yang bisa mengejutkan. Lebih tepatnya dia hanya bergerak dengan kecepatan petir, yang mengakibatkan ketika dia bergerak, maka Theon akan meninggalkan sebuah elemen petir berwarna merah yang menyebar kemana-mana.


Kemudian, dia muncul di samping Alzma, dan tidak menggunakan pedangnya karena semenjak tadi dia terus menerus melakukan hal itu. Apa yang dia lakukan ketika di depan Alzma yang menoleh ke arah dirinya sambil meninggalkan jejak ledakan kepada Lesha.


Lebih tepatnya Fang Theon menyentuh sebuah permukaan tanah, hingga sebuah aliran bawah tanah berwarna biru tua muncul tepat di pijakan Alzma yang menyembur ke atas.


Semburan itu mengakibatkan Alzma terbawa ke atas, hanya saja semakin ke atas tekanan juga tidak terlalu tinggi yang membuat Alzma sendiri tenggelam pada aliran yang menyembur ke atas. Membuat Alzma sendiri kesulitan untuk bergerak, karena tekanan air yang cukup kuat.


Kemudian, Theon menyentuh semburan air itu, hingga membuat semburan tersebut membeku dengan Alzma yang berada di tengah-tengahnya.


Tidak berhenti begitu saja, Fang Theon mundur ke belakang, ketika permukaan tanah yang berada di dekat es yang membekukan Alzma yang tampaknya hendak mengeluarkan sebuah ledakan bintang tiba-tiba berwarna merah. Yang mana pada akhirnya menyemburkan lava panas karena Theon mengeluarkan elemen api yang memanfaatkan tanah alami.


Sehingga hal tersebut membuat Alzma berteriak dan tidak mampu berkonsentrasi mengeluarkan sebuah ledakan cahaya, supernova atau sejenisnya. Dia hanya merasakan panas yang luar biasa ketika berada di atas tanah yang mana air dari es meleleh kini berubah menjadi sebuah uap.


Theon mengulurkan tangannya, sehingga sebuah kobaran api berwarna hitam muncul. Menghempaskan lava dari bawah tanah dan membakar secara brutal Theon Alzma, meskipun sebenarnya Alzma sendiri masih sanggup untuk berdiri, dan mengeluarkan pedangnya untuk menahan panas kobaran api milik Theon.


Namun dia menggabungkannya menggunakan sebuah pusaran angin berwarna ungu pekat, yang membuat api hitam menjadi lebih besar dengan Theon Alzma yang masih memegang pedangnya dan mengeluarkan sebuah energi bintang yang cukup besar untuk menahan itu semua.


Merasa cukup kesal, dia menciptakan lubang hitam di tangan kirinya, sehingga mampu menyerap semua teknik elemental milik Theon yang tampaknya benar-benar cukup mengerikan.