The God in the Modern World

The God in the Modern World
Segitiga iluminasi



“Lord! Beberapa penyihir elementalist mengepung istana petinggi dunia untuk mencari keberadaan kepala dewan keamanan dunia.” Kata orang yang masuk ke dalam sebuah ruangan. Dia bisa memperhatikan seseorang duduk membelakangi dirinya dengan menggunakan sebuah penutup kepala berbentuk segitiga, berpakaian jas dan tengah menyangga dagunya.


“Aku salah langkah, sepertinya aku terlalu meremehkan Lord Unknown dan juga Dark Witch yang membahayakan selain avatar dewi rembulan.” Orang yang duduk itu masih bergumam, seolah tidak memperdulikan apa yang dikatakan aparat yang masuk ke dalam ruangannya. “Tapi tak apa, aku ingin mendeklarasikan yang namanya perang dengan mereka. Namun, aku harus membangkitkan salah satu tokoh dengan strategi perang yang cukup andal.”


Di kala seperti itu, sosok berpakaian jas masuk ke dalam ruangan orang yang dipanggil Lord. Melewati seseorang yang tengah melaporkan terkini dengan menangis. Bahkan, ketika di belakang kursi sosok misterius itu, dia langsung bersujud dan berkata. “Lord! Tolong lindungi aku! Aku bersiap menyerahkan jiwaku kepada Anda, kepada iblis sekarang juga jika Anda mau melindungiku.”


“Berisik!” Sosok misterius itu membuang tangannya, sehingga sebuah energi kegelapan muncul, menyebar dan membunuh para elementalist yang menyerang istana petinggi dunia. Kemudian, sosok misterius itu, atau lebih dikenal sebagai petinggi dunia, dia berdiri menatap sebuah segitiga dengan mata ditengahnya dengan mengatakan, “Hancurlah dunia!”


......


“Seberapa mengerikan kitab itu?” Rena mengerutkan dahinya.


“Dasar naif!” Teriak Lesha dengan cukup panik. “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya! Membangkitkan salah satu mayat, membutuhkan energi kematian dari orang mati, semakin kuat mayat itu dalam hidupnya, maka mungkin tidak hanya membutuhkan satu tumbal sekalipun! sepuluh, seratus, seribu atau bahkan satu juta manusia biasa untuk menggantinya dengan satu Undead!”


“Aku bertanya pelan-pelan, mengapa kau begitu sensitif?”


Theon seketika turun dari pengamatannya. Dia antara cemas dan tidak cemas ketika kitab yang dimaksudkan oleh Lesha sudah hilang dan dicuri oleh bawahan petinggi dunia. Jika dalam cerita Lesha bahwa kitab itu digunakan untuk membangkitkan orang mati, dengan manusia biasa yang menjadi sebuah tumbal, maka sesuatu yang ada di benaknya memang benar. 


Bahwa sepertinya akan terjadi sebuah kiamat untuk memusnahkan umat manusia, setidaknya mampu untuk membuat Undead, dan petinggi dunia ingin membangkitkan salah satu Undead, yang terkenal semasa hidupnya.


“Ayo menuju Ziosam sekarang juga! petinggi dunia pasti merencanakan sesuatu!” Seru Theon dengan cukup tegas. Ini merupakan masalah yang cukup serius. Sosok yang manusia puja itu sendiri, seolah kehidupan bernegara mereka bergantung kepada petinggi dunia, tapi siapa yang menyangka bahwa justru petinggi dunia akan memusnahkan ras manusia. Seolah memusnahkan hambanya sendiri.


Namun, saat Theon bergerak, di sekelilingnya sudah ada ribuan pasukan tentara. Mereka membawa perlengkapan yang begitu lengkap seperti artileri, tank dan juga kavaleri yang berbaris dengan rapinya.


Hanya saja, bukan itu yang Theon benar-benar kejutkan. Dalam hitungan detik, dunia benar-benar berubah seolah menjadi merah. Langit yang sebelumnya merupakan berteriak cerah, kini menjadi berwarna merah sedikit gelap dengan kondisi bak di neraka. Keadaan benar-benar cukup mengerikan, yang membuat Theon sendiri mengangkat kepalanya, memperhatikan keadaan yang tak begitu biasa.


Para tentara yang mengepung Theon, mereka sebenarnya juga melihat itu semua. Dunia seolah berada di bawah kendali mengerikan yang berubah menjadi serba merah.


Semua orang beranjak keluar dari rumah mereka, memperhatikan dunia yang seketika menjadi hening. Listrik ketika padam, koneksi hancur, tidak ada sinyal sekalipun. Teknologi sudah tidak berfungsi, meski sebenarnya ISS sudah jatuh terlebih dahulu, dan beberapa menit sebelum membentur Icelor.


“A-apa yang terjadi?” Theon bertanya kepada dirinya sendiri, dan kepada temannya pula.


“Sihir petinggi dunia? Apakah ini sihir petinggi dunia?” Rena juga tidak bisa untuk terkejut. Wajahnya benar-benar membeku saat memperhatikan keadaan dunia benar-benar sangat mengerikan. Namun, dia membuka matanya lebar-lebar, menunjuk ke arah langit merah. “Lihat itu!”


Formasi segitiga, di atas langit dengan ukuran yang benar-benar sangat besar. Dimanapun berada, dimanapun sudut pandang berada, dimanapun zona waktu berada, formasi segitiga sama sisi terlihat di atas mata mereka. Tidak peduli perbedaan belahan bumi, segitiga itu seolah menjadi sebuah sihir mata bagi siapapun yang melihatnya.


Tercipta, di atara formasi segitiga di langit dunia, sebuah mata satu yang tertutup, berada tepat di tengah segitiga yang menjadi simbol khas persekutuan antara iblis dan juga petinggi dunia yang menjadi sebuah konspirasi yang dirahasiakan. Hanya sebuah konspirasi, namun lambang itu benar-benar muncul yang menandakan bahwa ini adalah sihir petinggi dunia.


Segitiga iluminasi, itulah namanya. Mata dalam segitiga itu perlahan-lahan terbuka, menunjukkan mata yang cukup indah seolah mampu menyihir orang untuk tetap berada di tempat. Tak terkecuali Theon yang seolah seperti kesulitan untuk bergerak. Meski begitu, dia mampu untuk berkomunikasi dengan teman yang lainnya.


“Segitiga iluminasi? Segitiga konspirasi sihir milik petinggi dunia.” Theon mengatur napas. Dia ingin menghancurkan segitiga itu karena tidak ingin sesuatu yang terjadi. Namun, dia menyadari bahwa segitiga itu hanyalah sebuah ilusi mata yang menjadi sebuah sihir, karena semua orang melihatnya dari sudut pandang manapun.


“Apa yang akan dilakukan oleh petinggi dunia?” Tanya kembali Rena.


“Sepertinya kita benar-benar terlambat total. Kejadian ini terjadi setelah kitab After Death dicuri. Yang artinya, ini adalah sihir untuk melakukan kepunahan massal.” Kata Lesha mencoba untuk menganalisis. “Segera menuju markas petinggi dunia di Ziosam! atau akan terjadi sesuatu paling buruk di dunia ini!” Lesha berteriak. Dia sama sekali tidak menunggu Theon untuk bergerak, dia memaksakan untuk bergerak dan bergerak secepat kegelapan menuju Ziosam, sebelum mata iluminati itu terbuka.


Theon memaksa untuk bergerak, kemudian dia menarik Rena untuk menuju negara Ziosam karena sepertinya  Dan yang benar saja, ketika dia sudah berada di tempat petinggi dunia berada, dia sedikit merasakan aura magis kegelapan yang benar-benar sangat pekat. Bahkan tempat yang megah sekalipun, seperti memancarkan aura merah ke langit dunia.


Dia bisa melihat Lesha mengulurkan tangannya, seolah hendak menghancurkan markas petinggi dunia. Namun, yang Theon lihat sebenarnya, dia bisa melihat banyaknya mayat-mayat yang bergelimpangan di sekitar tempat petinggi dunia berada. Yang Theon lihat, sepertinya mayat-mayat itu merupakan seorang elementalist yang sedang mengejar dewan keamanan dunia.


Theon berusaha membantu Lesha untuk menghancurkan tempat ini. Tapi, masalahnya terdapat sebuah shield yang seolah melindunginya. Bahkan, Lesha yang berulang kali mengeluarkan elemen kegelapannya, dia tidak bisa menghancurkan istana petinggi dunia berada. Sehingga terpaksa, dia harus mengeluarkan sebuah api hitam untuk menghancurkan sihir pelindung tersebut.


Hanya saja, keadaan benar-benar lambat. Ketika Theon berhasil membakar pelindung magis yang melindungi istana petinggi dunia. Mata iluminasi telah terbuka dengan sempurna, yang membuat pancaran energi benar-benar meledak dengan cukup hebat. Sehingga, membuat Theon, Rena, Lesha yang sebelumnya melayang, dia terbentur di atas tanah dengan cukup hebat karena merasakan sebuah gelombang kejut akibat mata iluminati itu.


Theon membuka matanya lebar-lebar, ketika gelombang horizontal yang terpancar dari mata iluminasi itu. Meledakkan energi yang sangat pekat, yang menurut perhitungan Theon, manusia biasa tidak akan mampu untuk menahannya, meski tidak semuanya.