The God in the Modern World

The God in the Modern World
Pergi sebagai seorang avatar



Terkecuali ELzabeth, semua orang cukup terkejut. Lesha membuka matanya lebar-lebar ketika Zeno berkata bahwa dirinya menunjukkan sang ayah dari Theon. Lesha bahkan seolah tercekik dan tidak bisa berkata apapun, wajahnya seputih kertas saat tahu bahwa selama ini dia bermain dengan putra Zeno's God.


Bahkan Theon juga terkejut, tapi berbeda dengan Lesha, Theon terkejut karena dapat menyaring perkataan ayahnya. Sehingga, dia berkata, "Tunggu, ayah mengetahui bahwa kami menyalahi garis ruang waktu? Ayah tahu bahwa kami kembali ke masa lalu?"


"Benar, tahu bahwa kau dari masa depan untuk menghentikan kekacauan ini, karena pada dasarnya ayah bisa saja tidak terikat ruang dan waktu, kekuatan God of Gods juga berkaitan dengan ruang dan waktu pula. Ayah juga tahu bahwa di dimensi masa lain, ayah akan membatu. Tapi ketahuilah, ini kesalahan terbesar bagi ayah, kekacauan itu memang ayah biarkan dan menyerahkannya kepadamu sebagai ujian, bagaimana peluang kau menyelesaikannya. Namun, justru itu keluar dari harapan ayah, dan ternyata kau kembali ke masa lalu untuk membereskannya." Zeno menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kau ingat ketika kau mengatakan, tentang mengapa ayah tidak lari menggunakan kecepatan cahaya? Sebenarnya kekacauan itu hanyalah suatu yang kecil bagi ayah, tapi ayah memang sengaja menyerahkan kepadamu. Intinya seperti itu. Ayah benar-benar meminta maaf, dan justru menjadikanmu sebagai sebuah avatar sebagai Theon yang ada di sana."


Theon tersenyum, "Ayah tidak perlu meminta maaf, bukankah ayah menghargai keputusan ku tentang peluang bagaimana aku menyelesaikannya? Aku akan pergi sejauh mungkin. Jangan katakan kepada ibu bahwa Theon menciptakan avatar yang baru. Selamat tinggal ayah.”


Zeno menundukkan kepalanya dan tersenyum, dia pikir avatar Theon akan bertarung dengan penitisnya hanya karena ingin merebutkan sebuah kekuasaan yang menjadi hak mereka. Dia sama sekali tidak merasa keberatan apabila avatar Theon pergi sejauh mungkin.


Mendapatkan izin dari ayahnya, avatar Theon, membalikkan badannya dan akan pergi. Begitupun dengan yang lainnya yang memberikan sebuah penghormatan kepada Zeno, yang kemudian berbalik badan dan beranjak pergi mengikuti kemana perginya Theon.


Mungkin rasanya agak sedih bagi ayah Theon atau Zeno sendiri, bagaimanapun di hadapannya masihlah seorang anak dan darah dagingnya. Tapi dia menyadari bahwa reputasinya sebagai seorang dewa tertinggi harus membuat dia berpura-pura tabah. Sehingga, dia menahan senyumannya dan menghilang di tempat.


“Tunggu sebentar, aku lupa! Theon di sana sama sekali tidak akan kehilangan memori ingatan tentang avatarnya. Jika tidak salah, dia sudah menceritakan kepadaku tentang Strega, jadi biarkan besi tua itu berada di sini!” Zeno muncul kembali di tempatnya semula, memanggil Theon dan yang lainnya yang hendak pergi.


Theon berhenti dan saling memandang satu sama lain. Mereka bertiga saling tersenyum yang berakhir menatap Strega.


“Tidak usah pedulikan kami.”  Lesha berkata.


“Penitis Elzabeth, dewi Wulan dan pangeran Theon memiliki sikap yang sama seperti kami. Jadi, tinggallah di alam dewa bersama dengan para dewa.” Elzabeth menambahkan.


Theon sedikit memberi hormat dan sedikit membungkukkan badannya di depan Theon, dia tersenyum dan mengatakan. “Yang mulia kaisar dewa Teknologi? Tampaknya kau akan menjadi sesuatu yang berharga di alam dewa. Akh tidak semudah itu menjadi kaisar dewa.”


 “END”


........


“Bonus”


Lima belas tahun kemudian di dunia manusia.


"Tuan Fang, presiden sudah menunggu Anda di ruang kerjanya. Jadi saya harap Anda tidak terlalu menunggu lebih lama." Sosok pria berjas berbicara.


Pria yang bernama Fang itu mengangguk, menggandeng istrinya yang tengah hamil muda tengah tersenyum. Senyuman benar-benar sangat indah yang membuat pria berjas itu tertegun. Setidaknya tuan Fang benar-benar beruntung mendapatkan istri seperti dirinya.


Fang masuk ke dalam sebuah ruangan, memperlihatkan seorang pria yang mungkin memiliki umur yang sama. Sang presiden, memang begitu, dia duduk bersama seorang wanita pula. Mempersilahkan Fang duduk di hadapannya.


"Presiden Theon, ibu negara Rena, senang bertemu dengan kalian berdua." Elzabeth menjabat tangan dua orang itu.


Mereka tampaknya sedang membahas sebuah pekerjaan. Terlebih pertemuan Fang dengan presiden yang membuatnya mungkin benar-benar sangat penting.


Hanya saja, di saat seperti itu, mata Fang tertuju pada sebuah smartphone milik presiden Theon yang tergeletak di tangannya. Fang hanya bisa tersenyum, namun dia ingin sekali bertanya. "Maafkan diriku yang sangat lancang tuan presiden. Bukankah smartphone itu keluaran sekitar 15 tahun yang lalu? Tampaknya Anda benar-benar sayang untuk membuangnya."


Presiden Theon tersenyum, kemudian dia mengangkat smartphonenya dan berkata, "Ini penuh dengan sebuah kenangan, setidaknya dengan smartphone ini membuat diriku bisa berubah sejauh ini. Istriku tidak pernah percaya, mungkin apalagi kalian, bahwa smartphone ini diberikan dari diriku di masa depan saat umurku masih 18 tahun."


"Hanya saja aku berpikir, mengapa saat aku dewasa, tidak ada sama sekali teknologi yang membuat diriku ke masa lalu? Setidaknya untuk menghindari paradox aku juga akan melakukan hal yang sama dengan diriku di masa depan." Kata presiden Theon yang tak berhenti tersenyum.


Fang dan Elzabeth, keduanya saling memandang dan tersenyum seolah sedang menyembunyikan sesuatu. Tampaknya, presiden Theon sama sekali belum mengetahui kebenarannya. Hanya saja, mereka memilih diam.


“Tuang Fang, bukankah kau mempunyai dua istri? Nyonya Wulan? Di mana dia?” Tanya ibu negara Rena.


Fang menepuk kepalanya sendiri, rasanya cukup malu apabila dia memiliki dua istri. Meski dia juga tidak menyangka, bahwa dia juga telah menikahi Wulan, atau lebih tepatnya Lesha. Hanya saja, dia merespon apa yang ibu negara tanyakan, “Dia tengah menghadiri kunjungan menuju keluarga Zuan di pulau Nevery.”


“Lebih tepatnya dia menghadiri pembukaan Labirin Millie Mundie untuk kesekian kali. Akh, bukankah itu artinya Fritz adalah anakku?” Fang membatin, sebelum dia mengeluarkan suaranya kepada presiden dan ibu negara. “Memangnya ada perlu apa Anda mencari istri saya Wulan?”


“Setiap kali kami menatap nyonya Wulan di sosial media, kami selalu berpikir bahwa dia adalah mendiang teman kami, Lesha. Wajahnya benar-benar sangat mirip. Tapi ternyata, Lesha dan juga Nyonya Wulan adalah orang yang berbeda. Sayangnya Lesha, dia meninggal ketika SMA karena pemerkosaan dan dibunuh oleh salah satu geng di kota Agrabinta.” Jawab Theon dengan sedih.


"Aku turut sedih." Fang menundukkan kepalanya penuh penyesalan, tampaknya dia lupa untuk tidak mencegah pengulangan waktu yang terjadi kepada Lesha. 


Dia ingat persis, Lesha bisa hidup karena Fang menolongnya saat dia baru melakukan transmigrasi jiwa dan baru keluar dari rumah sakit.


Dia juga menatap Theon dan merasa memiliki rasa bangga yang terselubung. Bagaimanapun, dia pernah menggunakan identitasnya sebagai Theon Alzma. Kebanggaan yang lain, ketika Fang tahu bahwa Alzma sanggup untuk merubah apa yang namanya masa depan.


Masa depan yang seharusnya dia menjadi seorang petinggi dunia dan bertindak kejam untuk membunuh keturunan avatar dewi rembulan, kini dia berubah menjadi seorang presiden New Santara yang cukup terkenal.


Tentang para elementalist, meskipun tidak ada tanda bahaya, mereka akan menggunakan kekuatan mereka secara diam-diam dan tidak melakukannya secara sembarangan. Mereka menganggap, bahwa kekuatan tersebut merupakan sebuah anugrah yang harus digunakan selayak mungkin.


Kehidupan bumi jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan alam dewa. Meski mereka adalah avatar seorang dewa, tapi nyatanya mereka akan menggunakan kekuatan para manusia, yaitu ilmu pengetahuan, mereka tidak akan menggunakan kekuatan elemental mereka, juga tidak akan membuat anak-anak mereka menjadi seorang elementalist dan hidup sebagai manusia biasa sebagaimana mestinya.


Dan, menjadi dewa di dunia modern, bukanlah suatu hal yang menjadi masalah bagi mereka.  


Tamat......