
Semua teknik atau kemampuan dari elemental Theon sudah ludes diserap oleh lubang hitam tersebut. yang kemudian, Alzma melemparkan lubang hitam itu ke arah Fang Theon.
Theon cukup terkejut, tampaknya cukup aneh ketika ruang tiba-tiba melengking ketika dilewati oleh lubang hitam. Meski sebenarnya dia sedikit mengerti dari sesuatu yang pernah dia baca, bahwa ruang kosong akan seperti itu. Jadi, kemungkinan akan berdampak besar apabila membentur sesuatu yang padat seperti Theon.
Hanya saja, dengan cukup berani, Lesha melapisi pedangnya menggunakan sebuah elemental kegelapan dengan cukup pekat. Ketika dia melihat sebuah lubang hitam yang berukuran sebesar kepala orang dewasa, dia langsung bergerak dan menebas lubang hitam itu. Dan benar-benar sangat jelas, bahwa pedang Lesha dan Lesha sendiri hampir membentuk spageti ketika terkena sebuah efek dari lubang hitam.
Untung saja, Lesha mampu mengendalikannya dengan cukup cepat, apalagi pedang lebih panjang dibandingkan dengan diameter lubang hitam, yang membuat Lesha bisa menebasnya dengan cukup mudah.
Di kala seperti itu, Theon langsung bergerak secepat cahaya, menangkap Lesha untuk membawanya pergi sejauh mungkin. Yang bersamaan dengan itu, sebuah ledakan seolah membombardir tempat karena lubang hitam yang terbelah akibat pedang milik Lesha.
Mungkin semua serangan elemental milik Theon, yang terserap oleh lubang hitam itu juga keluar, menghasilkan sebuah daya kekuatan yang cukup besar. Tidak Theon, Lesha ataupun Alzma, mereka semua juga terkena dampak itu semua.
Theon mengulurkan tangannya, yang perlahan semua elemental yang keluar dari lubang hitam bergerak sesuai dengan pikiran Theon sendiri. Dalam kesempatan tersebut, Theon menggenggam tangannya secara perlahan-lahan reda yang membuat Theon Alzma yang tengah mengatur napas pun merasa cukup terkejut.
Wajahnya seputih kertas ketika Fang Theon menjadi sosok yang cukup mengerikan. Meski dia tahu, bahwa Theon muda atau Fang Theon terengah-engah, tapi itu hanya lelah pada sebuah fisik saja, sedangkan Fang Theon seolah masih tersenyum pulas yang menandakan bahwa dia masih sanggup untuk mengeluarkan semua tekniknya.
Kekuatan untuk mengeluarkan gravitasi untuk berjaga jarak tampaknya juga benar-benar tidak mungkin, energinya sudah diambang batas yang membuat Alzma sendiri merasa cukup kerepotan. Apalagi dia tahu, bahwa sihir astronomi benar-benar menguras apa yang namanya sebuah energi.
Fang Theon berjalan santai, diiringi oleh Lesha yang tatapannya bagaikan sebuah permata. Tidak heran, Alzma sendiri mengingat bahwa Lesha merupakan jajaran wanita paling cantik di sekolahan, meskipun sebenarnya merupakan sosok wanita yang benar-benar menjengkelkan.
“Tch.” Theon berdecak. “Bagaimanapun juga, kau hanyalah manusia Theon Alzma, segera turunkan pedangmu. Dan ayo kita membuat sebuah peradaban baru.”
Theon Alzma tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Fang Theon, napasnya terengah-engah sembari dia melirik ke atas dan menyadari bahwa fase bulan hampir dalam keadaan purnama. Tampaknya dia tidak memiliki sebuah waktu, sehingga dia mengumpulkan sebuah energi yang digunakan untuk mentransformasikan sihir di tangannya.
Dia arahkan ke arah bulan tersebut, jika fase purnama membutuhkan waktu 30 menit dengan menggunakan energi rata-rata, maka Theon Alzma akan melakukannya dalam energi yang cukup tinggi, sehingga dia bisa mempercepat fase purnama yang kemungkinan, dari sepuluh menit menjadi sepuluh detik.
Dan itu benar, ketika energi sihir dia tembakkan ke arah bulan, seketika fase purnama lebih cepat. Theon dan Lesha tidak membiarkan hal itu terjadi.
Sehingga, Theon mengulurkan tangannya, hingga mengakibatkan naga es keluar dari tanah yang membuat Alzma sendiri terlempar ke atas. Tidak, lebih tepatnya moncong naga es itu mengangkat Theon Alzma ke arah langit dengan sangat cepat.
Bersamaan dengan itu, Lesha membuat sebuah naga kegelapan dari atas langit ,lebih tepatnya dari depan bulan yang menghadap ke bawah, lebih tepatnya keluar dan bergerak cepat untuk membenturkan moncongnya dengan moncong naga es milik Theon dengan Alzma yang ada di antaranya.
Lesha menghela napas dan mengaturnya, dia tidak tahu apa yang terjadi pada Alzma selepas mengalami sebuah serangan beruntun seperti itu. Dia menatap Theon dan membuatnya cukup takjub dengan pola semua serangan itu. “Sebelumnya kau benar-benar cukup hebat, jangan bilang kau merupakan avatar Zeno’s God karena memiliki empat penjaga arah mata angin yang belum sempat ku tanyakan.”
Theon menggelengkan kepala, “Tidak, aku bukan titisan atau avatar Zeno’s God. Kau akan tahu jika kau membukakan menara dunia untukku.”
“Jika kau dewa sebelumnya, apa tingkatan elemental seed milikmu? Mengingat, bahwa kau memiliki elemental legendaris yang membuatku cukup takjub.” Lesha mengangkat ujung bibirnya.
Theon juga tersenyum, “Kaisar dewa tingkat pertama. Bukankah Dewi Wulan merupakan dewa yang berada di peringkat Kaisar abadi tingkat 9? Berjejer dengan para pilar dewa, empat penjaga arah mata angin, dua dewa kembar, dan dewa-dewa umum yang berada di istana Nirwana.”
Lesha menatap Theon dengan penuh keterkejutan, bagaimana tidak? Dia sempat berpikir bahwa Theon adalah avatar Zeno’s God, tapi itu hanya sebuah pikiran kecil yang tidak begitu dia percaya. Dan dia sebenarnya lebih terkejut lagi, bahwa Theon berada di tingkat kaisar dewa pertama, jauh di bawahnya yang berada di kaisar abadi tingkat sembilan.
Mungkin terlihat jauh, hanya saja apabila dibeberkan, tingkatan setelah kaisar dewa tingkat ke sembilan adalah dewa abadi. Hal itulah yang cukup membuat Lesha sendiri hampir tidak begitu percaya.
Tentu hal tersebut membuat Lesha benar-benar semakin penasaran dengan seorang Theon, siapa sebenarnya Theon di dunia dewa?. “Baiklah, aku akan membantumu untuk menuju alam dewa. Dan akan merekomendasikan untuk menjadi prajurit terbaik di alam Nirwana.”
Theon hanya mengangkat ujung bibirnya. Dia sama sekali tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Lesha bahwa dirinya akan direkomendasikan menjadi prajurit terbaik di istana Nirwana nantinya.
Bersamaan dengan itu, sebuah ledakan di depan mereka benar-benar terjadi. Membuat Theon dan Lesha cukup terkejut dan mengangkat pedang mereka masing-masing.
Dalam sebuah kepulan debu, Theon bisa memperhatikan, bahwa Theon Alzma muncul dengan menyipitkan sebelah matanya karena mengalami sebuah kerusakan. Gelak tawanya cukup keras bahwa seolah dia memiliki sesuatu yang benar-benar disembunyikan.
Theon memandang ke atas, bahwa fase bulan benar-benar dalam keadaan purnama. Bahkan apa yang tidak bisa tinggal diam bagi Theon, itu artinya bahwa Alzma akan melakukan sebuah upacara untuk membangkitkan sosok iblis. Sehingga, Theon bergerak ke arah Alzma yang mengulurkan tangannya ke atas.
“Dasar kau! kau benar-benar terlambat!”
Sebuah energi kegelapan murni muncul, dari para mayat elementalist yang gugur dalam sebuah pertempuran. Berkumpul di sebuah udara kosong yang mana dari kejauhan terlihat begitu retak. Padahal hanya sebuah ruang kosong dan tidak ada apa-apa.
Melihat Fang Theon menuju ke arahnya, Theon Alzma menggunakan sebuah lubang cacing. Yang mana keduanya terserap ke lubang cacing tersebut. Namun, sebelum terserap, Alzma berteriak, “Aku akan membunuhmu dengan kemampuan terakhir ku!”