The God in the Modern World

The God in the Modern World
Rencana petinggi negara



Siapa yang berpikir bahwa Dark Witch atau Rena masih ada, dia melesat bagaikan sebuah elang menyambar mangsanya. Lebih tepatnya, Rena melesat dengan mencekik leher Anna dan membawanya terbang setinggi mungkin, yang mana membuat pengamatnya berdecak kesal sambil berinisiatif mengeluarkan senjata dari WlIS nya.


Akan tetapi, dia berpikir dua kali, bahwa melakukan hal tersebut melakukan tindakan ceroboh. Bisa-bisa Lord Unknown mengetahui bahwa ada aparat yang ikut campur di belakangnya. Sehingga, dia memilih berlari dan berharap bahwa subyek percobaan pertama pada manusia bisa bebas dengan usahanya.


.....


“Dasar kau, kau pikir bisa lari dariku?” Kata Dark Witch dengan suara yang menggema, membuat Anna sendiri bergidik ketakutan. Selain itu, Anna juga di bawa terbang dengan sebuah kecepatan yang benar-benar begitu tinggi yang membuat dirinya kesulitan untuk bernapas. Terlebih lagi karena dia dicekik dengan tangan Rena dengan sangat kuat.


“Braaaak!” Seketika mereka berdua terhenti seketika. Tapi itu bukanlah sebuah masalah bagi Rena atau Dark Witch, melainkan pada Anna yang merasakan remuknya semua tulang miliknya. Bahkan dia berteriak kesakitan di udara saat dia seperti tidak merasakan tubuhnya kembali.


Bagaimana tidak? Dia kini membentur perisai es yang Theon bawa. Lebih tepatnya ketika Rena melesat dengan sangat cepat, Theon juga melakukan hal yang sama dengan jarak yang laing jauh. Kemudian, dia menciptakan sebuah perisai es dari tangannya ketika dirinya melihat Rena yang membawa Anna terbang.


Dengan benturan yang cukup keras, Theon dan Rena tersenyum lebar dibalik penutup wajahnya. Dia bisa melihat bahwa Anna sudah tak sanggup lagi mengeluarkan tawanya yang membuat Theon sebenarnya benar-benar sangat jijik. Apalagi, Anna kini dalam posisi sadar yang kemungkinan mengalami rasa sakit yang luar biasa karena terbentur dengan perisai es milik Theon.


Untuk menghilangkan rasa sakit itu, Theon membekukan Anna sebagai salah satu cara untuk membuat sebuah mati rasa. Dan kini menyisakan kepala dan leher Anna yang dicekik Rena agar dia tidak jatuh saat berada di udara.


“Bangun nak.” Kata Rena dengan menepuk-nepuk pipi Anna dengan cukup kuat. Berharap Anna yang setengah sadar bisa sadar sepenuhnya secara paksa.


Anna kembali tersadar setelah Dark Witch memukul kepalanya. Dia benar-benar sangat terkejut saat dirinya berada di tangan Dark Witch dengan Lord Unknown yang ada di belakangnya. Keadaannya juga benar-benar sangat mencekam yang membuat Anna menjadi benar-benar sangat histeris. Dia bisa melihat, dirinya berada di atas awan dengan tubuhnya yang membeku, menyisakan kepala dan lehernya saja.


Meski begitu, dia tidak merasakan tubuhnya, yang ada hanya sebuah rasa dingin yang menjalar pada ujung leher sampai kepala. Tidak heran, tubuhnya membeku sepenuhnya yang membuat Anna berteriak begitu kencang.


“Lihat, kepribadiannya berubah. Bukankah ini sangat aneh? Tidak mungkin dia terkena sebuah hasutan.” Kata Rena sembari menyumpal mulut Anna menggunakan tangannya agar Anna sendiri tidak berteriak kesakitan. Dia juga semakin meyakinkan kepada Theon, bahwa kepribadian Anna sudah berubah. Anna yang tadi pemberani yang mungkin hampir membuat sebuah kecelakaan beruntun, kini seperti bayi yang merengek ketakutan.


Seharusnya, jika itu Anna yang berada beberapa menit yang lalu, maka seharusnya Anna masih berani dan memiliki nyali yang tinggi meski masih berada di hadapan Lord Unknown dan juga Dark Witch. Tapi nyatanya? Anna memiliki sifat sebaliknya secara tiba-tiba.


“Apa yang terjadi denganmu? Aku akan melepaskanmu jika kau menjawab yang sebenarnya. Tapi, jika kau tidak ingin menjawab, Dark Witch akan menjatuhkanmu dari ketinggian beribu kaki ini.” Kata Theon sambil mengeluarkan sebuah aura dewanya. Yang membuat Anna sendiri semakin tercekik karena terintimidasi aura tersebut.


Anna berubah sifat secara tiba-tiba kembali, dia hanya terdiam tanpa menjawab apa yang ditanyakan oleh Lord Unknown itu sendiri. Bahkan, Anna seolah tidak begitu peduli dengan air mata miliknya yang menetes karena menangis ketakutan, dia juga tidak peduli tubuhnya mati rasa. Dia hanya tersenyum seolah menyepelekan apa yang Theon dan Rena tanyakan.


Ia hanya diam seribu bahasa dan tidak ingin menjawab apa yang sebenarnya terjadi. Diam membisu seolah ada yang dia sembunyikan. Memang ada sebuah rahasia tersembunyi, Theon dan Rena sendiri berniat untuk menggalinya. Tapi masalahnya, Anna bungkam dan tidak ingin mengatakan sepatah kata apapun membuat Theon semakin penasaran.


“Jatuhkan!” Seru Theon dengan perkataan yang begitu serius. Dia tidak memiliki waktu berlama-lama hanya karena ingin mendengarkan sebuah rahasia dari Anna itu sendiri sehingga mau tidak mau dia harus menjatuhkan Anna seperti yang dia ucapkan tadi tanpa menariknya kembali secara mentah-mentah.


Menuruti apa yang Theon katakan, Rena membuka genggaman yang mencekik leher Anna. Sehingga membuat Anna sendiri terjatuh dengan posisi tubuh yang sebagian membeku. Yang mana bisa dibilang persentase kematian Anna adalah sangat tinggi karena Anna sendiri tidak akan bisa untuk berusaha bergerak seperti memposisikan diri untuk jatuh secara aman. Apalagi tulang-tulangnya yang remuk yang besar kemungkinan tidak mampu untuk bergerak apabila selamat sekalipun.


...****************...


“Kelinci pertama Anda ....” Zurof mengerutkan dahinya, karena mendengarkan sebuah radio yang mana sebenarnya terhubung dengan alat komunikasi yang ada pada telinga Anna secara tersembunyi. Akan tetapi siapa yang berpikir bahwa Lord Unknown datang untuk menggali informasi yang ada?


Untung saja Anna terdiam dan memilih mati daripada harus membuka mulutnya. Dan itu merupakan pemikiran Bilhazaed yang duduk termenung sambil mendengarkan alat komunikasi dari Anna bahwa hembusan angin begitu kencang yang membuat kemungkinan Anna terjatuh dari sebuah ketinggian.


Dia sama sekali tidak begitu peduli, justru dia menatap jenderal Zurof dan juga Agen Zero yang tengah duduk bersebelahan. Hanya saja, yang dia fokuskan hanyalah agen Zero yang mengangkat ujung bibirnya pada professor itu sendiri.


“Cukup mudah mengalihkan perhatian Lord Unknown dan Dark Witch bukan? Kerusakan yang diperbuat Anna mengakibatkan perhatian mereka teralihkan. Berapa penyihir yang sudah Anda dapatkan setelah aku berhasil mengalihkan perhatian Lord Unknown?” Kata professor Bilhazaed sekaligus bertanya kepada agen Zero.


“Ada sepuluh penyihir yang berhasil ku culik. Tanpa Lord Unknown dan Dark Witch ketahui karena dia tengah berhadapan dengan Anna.”


Sebelum itu, agen Zero menatap pimpinan yang ada di sampingnya. Rencana ini dia memang bertindak secara sembarangan tanpa Zurof ketahui. Sehingga, dia menundukkan kepalanya karena bertindak terlalu cepat. “Maafkan aku jenderal, aku bermain di belakang Anda. Tapi ini sama sekali tidak mengkhianati Anda.”


Alih-alih marah, jenderal Zurof jutru tersenyum bangga. Bagaimana tidak? Karena dia memiliki seorang bawahan yang benar-benar sangat cerdik. Dengan adanya rencana yang dia jalankan barusan, dia sudah mendapatkan beberapa yang agen Zero inginkan yang sangat menguntungkan petinggi negara. Yaitu tentang senjata hidup, propaganda bahwa penyihir di dunia ini benar-benar sangat buruk, serta menculik penyihir tanpa Lord Unknown ketahui meski harus mengorbankan satu senjata. Tapi sepuluh penyihir itu akan dijadikan senjata hidup.


Dia pergi, tapi sebelum pergi dia memberikan sebuah pesan. “Apapun rencanamu nanti, apa yang paling penting kau harus membuat semua orang kehilangan kepercayaan kepada penyihir. Membuat orang-orang berubah pikiran bahwa sihir adalah sesuatu yang buruk. Ku serahkan kepadamu.”


“Suatu kehormatan jenderal.”