
Ketika naga tersebut sudah membuka mulutnya dan hampir menelan Theon, seketika seekor kepala naga juga keluar dari hadapan Theon dan menghadap naga Seriyu palsu. Tentunya Azure keluar juga tidak diam, dia mengaum ala seekor naga dengan sangat keras sehingga membuat gedung ini bergetar hebat.
Tidak hanya itu saja, ukurannya yang mungkin lima kali lipat dari Seiryu palsu yang membuatnya ketakutan dan mundur. Tak tinggal diam, Azure keluar dari tubuh Theon sepenuhnya sambil menatap Seiryu palsu yang mundur dan juga Ernest yang membuka mulutnya karena kaget.
Bahkan Lyu sekalipun, dia membuka mulutnya lebar-lebar karena ternyata Theon memiliki seekor beast spirit yang begitu mengerikan, besar, dan juga memiliki energi yang sangat kuat. Setidaknya, udara juga berubah menjadi lembab usai kemunculan naga super besar itu secara tiba-tiba.
“Siapa yang kau bilang Seiryu, manusia rendahan?” Tanya Azure dengan suara menggelegar. Tubuhnya yang sangat besar membuat langit-langit di lantai ini menjadi rusak karenanya. Apalagi suasana semakin gelap karena malam yang membuat suasana mencengkam. Bagaimana bisa? Getaran auman Azure sempat membuat lampu yang sebelumnya menyala menjadi pecah.
Theon mengeluarkan elemen api dari tangannya untuk menerangi keadaan sekitar, begitupun Lyu yang sempat membantu, karena dia sendiri juga ingin melihat naga mengerikan milik Theon yang hendak menekan musuhnya, seolah yang ada di hadapannya adalah dua ekor mangsa.
“Seiryu, kenapa kau takut! Serang dia!” Teriak Ernest memaksa beast spiritnya agar lebih berani menghadapi naga milik Theon. Meski sebenarnya, dia sendiri juga mungkin sedikit ketakutan. Tidak, dia benar-benar ketakutan, hanya saja dia memilih untuk menunjukkan keberaniannya seolah agar dia menjadi sosok yang ditakuti.
Seiryu palsu sedikit menoleh ke belakang, lebih tepatnya ke arah tuannya untuk menunjukkan ekspresi ketakutan. Namun, karena tekanan dari tuannya, mau tidak mau Seiryu palsu mengeluarkan puluhan trisula air ke arah Azure yang merupakan sosok Seiryu asli.
Azure hanya tersenyum, tanpa menunggu perintah dari Theon, dia langsung bergerak tanpa memperdulikan semua trisula air itu. Karena, teknik tersebut dapat dia tangkis dengan cukup mudah dengan sisiknya yang begitu tebal, apalagi dengan senjata dari makhluk rendahan seperti itu.
Sebelum itu, Azure seolah menyatu dengan lantai, sehingga Seiryu palsu tidak dapat menyerangnya menggunakan gigitannya. Walaupun sebenarnya itu adalah hal yang tidak merepotkan bagi Azure, hanya saja dia ingin bergaya dan menunjukkan bahwa dirinya adalah Azure, sang Seiryu asli yang mengerikan.
Menyatu dengan lantai? Lebih tepatnya permukaan lantai bagaikan sebuah genangan air. Bahkan, air pun tidak habis-habis ketika lubang yang dihasilkan dari ledakan mengalirkan air tersebut. Benar-benar tidak masuk akal, apalagi tinggi genangan itu hanya setinggi mata kaki mereka.
Apalagi Seiryu, dia benar-benar kaget saat Azure menghilang, namun dia lebih kaget lagi saat Azure muncul dari permukaan genangan di bawahnya, yang mana seolah Azure langsung menyambar Seiryu hingga dia terdorong ke atas.
Genangan air menghilang, Theon mengeluarkan kobaran api lagi dan tersenyum jahat ke arah Ernest yang napasnya terengah-engah. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya telah salah mendapatkan seorang musuh.
“Bagaimana, apakah kau sudah menyerah? beast spiritku bukan tandingan bukan tandinganmu.” Theon tak henti-hentinya mengangkat ujung bibirnya sambil menoleh ke atas. Karena, Azure tampaknya mendorong Seiryu palsu hingga merusak semua langit-langit dari semua lantai di atasnya.
Theon juga bisa melihat bahwa Azure kini berada di bawah langit malam sambil mencabik-cabik Seiryu palsu. Tidak hanya itu saja, tidak ingin membuang-buang waktu, Theon langsung bergerak bagaikan kobaran api ke arah Ernest. Karena itu adalah sebuah kesempatan terbesar selagi Ernest tidak fokus.
Sayangnya, Ernest cepat menyadarinya. Memang, dalam hatinya dia merasa akan kalah menghadapi Theon, namun dia tidak ingin kalah secara sia-sia. Sehingga, dia berteriak sambil mendorong tangannya ke depan, yang mana membuat aliran air deras keluar.
Theon tahu jelas apabila dia terkena aliran itu, maka dia akan terdorong ke belakang, dan Ernest akan menyerang secara membabi-buta. Sehingga tepat di hadapan aliran itu, Theon mengayunkan pedang yang semenjak tadi dia pegang, membuat sebuah kobaran api dengan sayatan api keluar menahan aliran air dengan begitu mudah.
Alih-alih panik, tangan kiri Theon mengeluarkan api, dan dia dorong ke atas. Sehingga, seekor phonix buatan muncul menyambar hiu air buatan tersebut. Mengakibatkan hiu itu menguap menjadi udara yang cukup panas.
Saat Theon melakukan hal tersebut, aliran air yang ditahan Theon seketika berhenti. Tapi siapa yang menyangka, bahwa Ernest sudah ada di depannya sambil mendorong tangannya yang dilapisi air ke arah Theon.
Namun, siapa yang menyangka, Ernest justru tertimpa beast spiritnya. Lebih tepatnya beast spirit tersebut didorong ke bawah oleh Azure menggunakan rahang yang menggigit Seiryu palsu. Untungnya, Theon masih sempat melompat sehingga dia tidak terkena dampak dari serangan Azure sendiri.
Kini gedung terbengkalai ini benar-benar hancur, semua lantai berlubang. Bahkan Azure membenturkan Seiryu palsu di atas lantai dasar sehingga menciptakan sebuah kawah yang memenuhi lantai dasar.
Saat menimpa Seiryu palsu, Azure tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Dia mundur ke atas sejenak sambil membuka rahangnya lebar-lebar. Kemudian, “Bumm!” Aliran air dari mulut Azure keluar memecahkan kepala Seiryu dengan sangat tragis.
Gedung mengalami getaran yang cukup hebat, membuat bangunan tersebut hendak runtuh dan rata menjadi tanah. Karena beberapa penyangga yang merupakan struktut bangunan ini banyak yang tidak sanggup untuk menahan serangan Theon dan Azure.
Tentu saja, Theon dan Lyu yang ada di lantai tiga tidak bisa tinggal diam. Namun, Lyu menemukan bahwa tangga tersebut hancur dan tidak bisa di akses lagi.
Theon tahu, sehingga dia langsung menyambar tubuh Lyu dan menggendong di atas kedua lengannya. Kemudian tanpa ragu, dia meloncat dari lantai ketiga menuju permukaan tubuh Azure yang tepat berada di bawahnya.
Lyu berteriak dengan histeris sambil menutup matanya. Namun, tidak lama kemudian, dia diturunkan oleh Theon yang membuatnya benar-benar menghela napas. Kini, lebih tepatnya Lyu dan Theon berada di atas tubuh Azure sambil melihat bahwa Seiryu palsu berubah menjadi butiran-butiran air yang kemudian perlahan menghilang.
“Kau, kau hampir membunuhku.” Kata Lyu dengan nada yang rendah, karena dia tidak berani untuk berkata tinggi.
“Diamlah, dan lihat! Ketua geng Naga Biru telah mati.” Theon bisa melihat dengan jelas, setelah Seiryu palsu berubah menjadi butiran air, tubuh Ernest menjadi remuk dan sudah tak berwujud dengan sempurna lagi. Bahkan, Lyu merasa mual karena kematian Ernest yang tidak wajar.
Butiran-butiran air yang tadi menghilang, kini kembali muncul dan menyatu dalam sebuah titik di hadapan Theon. Hal tersebut membuat Theon mengerutkan dahinya karena butiran air itu mementuk sebuah kristal air yang sangat indah. Tergerak hatinya, Theon ingin menyentuhnya, namun kristal tersebut secara tiba-tiba masuk ke dalam dada Theon yang membuatnya sedikit terdorong ke belakang dan terkejut.
“Jangan bilang....”