
Mereka yang sebelumnya diberi izin oleh Theon, satu persatu dari mereka keluar dalam wujud yang lebih kecil dibandingkan ukuran asli mereka. Karena, apabila mereka keluar, yang ada rumah Theon akan roboh.
Empat binatang buas merubah diri mereka menjadi sebuah elemental agar bisa bergerak kemana-mana, setidaknya mereka bisa keluar melalui jendela kamar Theon yang mana memang sengaja dibuka agar beast penjaga arah mata angin bisa keluar dengan begitu mudah.
Mereka menyebar ke berbagai tempat, agar bisa menyerang penyusup dan menjaga rumah Theon dari berbagai sisi.
Dan yang benar saja, mereka melihat ada sepuluh orang yang memiliki tugas berbeda-beda, seperti dua orang yang berusaha membobol pintu masuk rumah Theon, serta sisanya mereka berjaga di luar agar Theon terkepung.
Menurut mereka, para penyusup benar-benar bodoh karena tidak mengelilingi rumah Theon terlebih dahulu. Bagaimana tidak? Mereka memilih membobol pintu dibandingkan dengan masuk ke dalam jendela kamar Theon yan terbuka dengan begitu jelas.
Namun, apa yang mereka pikirkan tidak bertahan lama, tiga orang yang membawa sebuah senapan berlaras panjang berjalan ke sisi samping rumah Theon, atau lebih tepatnya tempat mereka berempat keluar dari jendela kamar Theon.
Sehingga, Flamon yang sebelumnya berada di atas rumah Theon untuk memperhatikan keadaan sekitar, dia langsung bergerak cepat bagaikan sebuah sambaran api yang muncul.
Tentu saja itu membuat tiga orang yang berada di sisi rumah Theon atau dekat dengan kamarnya begitu terkejut dan meloncat ke belakang setelah melihat kobaran api mengarah ke arah mereka. Hanya saja, ketika mereka hendak berteriak dan lari, kobaran api itu berubah menjadi sebuah burung raksasa yang mana bulunya mengeluarkan api seolah terbakar.
Memang, mereka terjatuh ke belakang karena terkejut, namun secara reflesk mereka langsung mengangkat senapan mereka masing-masing dan menarik pelatuknya ke arah Flamon.
“Dasar manusia rendahan.” Kata Flamon denga suara menggelegar. Bersamaan dengan itu, memang peluru mereka mengenai tubuh Flamon secara akurat, hanya saja Flamon merupakan beast spirit atau hewan roh apalagi berjenis elemen api yang merupakan unsur zat berupa gas. Sehingga, peluru mereka menembus tubuh Flamon dengan begitu mudah.
Di semua dunia, beast spirit seperti Flamon, diserang menggunakan senjata biasa bukanlah hal yang baik, karena mereka merupakan hewan buas yang bertipe roh, sehingga melawannya juga harus menggunakan beast spirit atau roh legenda. Yang mana ketiganya merupakan partner jiwa yang dimiliki oleh kebanyakan elementalist.
Sebenarnya partner jiwa bukan hanya beast spirit atau roh legenda, melainkan ada partner jiwa yang disebut sebagai elemental beast, yang mana tingkatannya lebih rendah dibandingkan dengan dua roh di atas.
Perbedaan elemental beast dengan beats spirit juga cukup mencolok, yang mana elemental beast kerap kali berkeliaran seperti hewan lainnya dan akan diburu oleh elementalist untuk dijadikan partner jiwa, dan tentunya mereka memiliki kekuatan elemental. Sedangkan beast spirit, mereka adalah roh suci berbentuk hewan sama halnya seperti roh legenda para dewa mitologi yang dimiliki oleh para kaisar dewa.
Meski begitu, keempat penjaga arah mata angin pernah menjadi elemental beast yang mana tingkatannya lebih rendah dibandingkan tingkatnya seperti ini. Itu terjadi karena memiliki kisah yang panjang, yang mana mereka terlahir kembali menjadi elemental beast, kemudian saat ayah Theon membawanya menuju alam dewa, atau tempat asal mereka, keempat beast penjaga arah mata angin kembali menjadi beast spirit seperti kehidupan mereka sebelumnya dan memiliki sebuah peringkat seperti dewa dan dewi.
Padahal, elementalist yang ada di bumi ini tampaknya lebih rendahan dibandingkan dengan manusia di dunia elementalist, yang mana mereka hanya bisa mengontrak elemental beast. Tapi nyatanya? Di dunia ini justru mengontrak beast spirit.
Kembali kepada Flamon, dia masih menakut-nakuti ketiga penyusup yang tampaknya terkapar lemas dan tidak sanggup untuk berdiri. Bagai mereka melihat sebuah makhluk astral di dunia mereka. Yaa walaupun secara harafiah Flamon tidak berbeda dengan makhluk astral.
“Apa perlu kalian?” Tanya Theon sambil mengepakkan sayapnya ke arah mereka, sehingga sebuah kobaran api muncul namun tidak terlalu lama, sehingga itu keluar hanya membuat mereka kepanasan dan ketakutan.
“Maafkan kami, kami hanya mendapatkan perintah untuk mendapatkan atasan dari kami.”
Tanpa berpikir panjang, Flamon langsung melahap mereka menggunakan sebuah kobaran api, sehingga mereka berteriak karena tubuh mereka terbakar. Tidak ingin membuat tuan dan tetangga tuannya terganggu, Flamon mendekap mulut mereka menggunakan sayapnya, sehingga mereka tidak bisa untuk mengekspresikan rasa sakit lagi.
Bersamaan dengan Flamon yang menghadapi penyusup dari sisi kamar luar tuannya, Kiba juga berjalan perlahan ke arah dua orang yang sedang berusaha membuka pintu rumah Theon secara berhati-hati.
Kiba mengaum tidak terlalu keras, setidaknya itu tidak mengganggu tuan atau tetangga tuannya untuk terbangun. Namun, dua orang dengan senapan di punggung yang sedang mencongkel pintu rumah Theon menoleh ke belakang dan begitu terkejut saat melihatnya.
Sontak, mereka langsung mengangkat senapan dan menarik pelatuknya secara langsung. Karena mereka pikir, ada hewan buas yang tiba-tiba terlepas. Bahkan mereka benar-benar tidak berpikir secara panjang, harimau ini dari mana jika terlepas? Rumah ini berada di kota yang jauh dari hutan, setidaknya hutan masih berada di barat laut kota ini.
Sama seperti Flamon, senjata buatan manusia tidak akan mempan untuk melawan Kiba, peluru mereka hanya menembus dan keluar seolah Kiba tidak memiliki wujud sama sekali.
“Manusia rendahan, keluarkan rohmu jika kau ingin melawanku. Kalian benar-benar hina.” Kata Kiba sambil meloncat ke arah mereka, bagaikan seekor binatang buas yang hendak menerkam mangsanya.
Hanya bisa berteriak sesaat setelah mereka merenggut nyawa. Darah bercucuran di depan rumah Theon karena dua orang itu sudah tercabik-cabik dan sudah tidak memiliki bentuk lagi.
Begitu juga yang terjadi pada Azure dan Skarlos, mereka langsung membunuh penyusup tanpa berpikir panjang karena apabila mereka dibiarkan kembali, maka itu justru akan merepotkan. Setidaknya, yang memburu tuannya telah berkurang. Dan mereka tidak ingin tuan para penyusup itu mengetahui bahwa Theon memiliki beast spirit. Sehingga itu akan membuat sebuah kejutan bagi tuan mereka.
Usai melakukan pembunuhan kepada para penyusup, keempat beast Theon tampaknya juga akan bertanggung jawab kepada jasad mereka. Keempatnya tidak ingin Theon berurusan dengan pihak berwajib, karena beberapa jasad ditemukan diseekitar rumah Theon. Sehingga, mereka memilih untuk menguburkannya dengan menggunakan kemampuan Skarlos, kura-kura pengendali elemen tanah.