
Sosok remaja, yang mungkin berada di umur 18 tahun, masuk ke dalam rumahnya. Dengan pakaian sekolah SMA, dengan tas yang ada di punggungnya, sangat mudah ditebak, bahwa dia baru saja pulang sekolah.
Pria tersebut terlihat menyedihkan, mulai dari postur tubuhnya yang agak kurus dan sama sekali tidak berisi. Kulit tangan yang sedikit mulus dengan gaya tubuhnya sangat mencolok persis dengan perempuan. Namun, pria tersebut juga cukup terkejut, dan membuka matanya saat melihat ada beberapa orang yang wajahnya cukup familiar di dalam rumahnya.
“Theon Alzma di masa ini. Pertemuan ini akan sangat berdampak di masa depan, jadi hati-hati.” Kata Lesha membisikkan sesuatu kepada Theon yang memalingkan wajahnya. “Jangan bertindak bodoh, meskipun dia menyedihkan, siapa yang berpikir sebenarnya dia adalah dewa, dan hasilnya kau.”
“Bukankah sudah ku katakan bahwa aku ini bertransmigrasi. Lagi Pula, bagaimana mungkin Alzma menjadi sosok yang membangkitkan iblis jika dia adalah seorang dewa.” Bisik kembali Theon untuk menjawabnya. “Aku akan melakukan perubahan besar.”
“Ke.... kepala sekolah? bu.... bukankah Anda tadi berada di sekolahan, a ...apa yang Anda lakukan di sini, dan mengapa ada Rolland si sini?” Tanya Theon Alzma yang cukup terkejut dengan pandangannya. Dia menggeser bola matanya, dan cukup terkejut, selain robot yang membuat dia terkejut, sosok Lesha, Rena juga ada.
Apa yang membuatnya terkejut dan membuka matanya, hingga membuat dia cukup ketakutan, mengapa ada seseorang yang persis dengan dirinya? Terlebih orang itu memiliki postur tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan dirinya yang tampak begitu menyedihkan.
Tubuh Alzma bergetar, karena sepertinya mereka terlihat benar-benar cukup mencurigakan. Akan tetapi, Fang Theon beranjak dari kursinya, menghampiri Theon Alzma dengan tatapan yang cukup dingin.
“Plaaak!” Fang Theon dengan cukup kuat, menampar Alzma hingga Alzma merasakan kesakitan yang cukup. Bahkan wajah Alzma terpaling yang membuat dia semakin kesakitan.
“Theon!” Kepala sekolah dan juga Rena berteriak secara refleks.
“Plaaak!”
Hanya saja, Fang Theon tidak berhenti, dia terus menampar Alzma secara berulang kali yang membuat Alzma sendiri ingin lari karena ada orang jahat di rumahnya. Namun, Theon menahan pundak Alzma, yang kemudian dia menamparnya ke sekian kali hingga Alzma terjatuh dan mengalami sebuah pendarahan di ujung bibirnya.
“Si ....siapa kalian, apa mau kalian?” Kata Alzma dengan gugup, wajahnya juga menyedihkan seolah ingin menangis.
Theon berjongkok dan ingin menampar Alzma lagi, tapi Rena beranjak untuk menahan tangan Theon dan menganggap bahwa Theon benar-benar cukup berlebihan.
Dia tahu, bahwa Theon melakukan hal ini karena dia memiliki kebencian yang luar biasa kepada Alzma yang menghancurkan dunia. Sehingga, ketika belum puas, Theon melampiaskannya kepada cikal bakal sang petinggi dunia yang akan mundur lagi ke masa lalu.
“Sudah cukup Theon, dia belum tahu apa-apa tentang semuanya.” Lesha juga datang.
Theon menghela napas, kemudian dengan cukup tenang, dia berkata, “Kau mengenal semuanya? Di sampingku ada Rena, cukup cantik bukan? Ada Lesha pula. Di belakang ada kepala sekolah bu Lyu Shui, dan ada sosok yang kau benci yaitu Rolland. Kau tahu semuanya.”
“Tidak!” Sahut Alzma membantah. Di pikirannya, mungkin wajah mereka terlihat sama dengan orang-orang yang ada di sekolahnya. Tapi rasanya, mereka tampak berbeda, lagipula Alzma menemui mereka beberapa menit yang lalu di sekolahan.
Theon menghela napas dan menatap tajam Alzma. Tampaknya, dia harus melakukan sebuah perubahan besar, atau yang terjadi Alzma akan membalas dendam dan melakukan sebuah kemungkinan paling buruk. Setidaknya, dia harus memberitahukan semuanya, sehingga dia berkata, “Aku adalah dirimu dari masa depan, kau lihat? Aku terlihat sangat baik, postur tubuhku sama seperti pria sejati.”
“Jika kau merubahnya dari sekarang, maka kau akan menjadi sepertiku. Kemudian, kau lihat seseorang yang bersandar di dinding sana?” Theon menoleh ke arah Rolland yang bersikap datar dan sama sekali tidak begitu peduli. Lebih tepatnya, dia sedikit merenungi kesalahannya di masa lalu yang membuat dia menyadari sesuatu.
“Dia adalah Rolland, di masa depan Rolland menjadi teman baikmu jika kau memendam sebuah kebencian dan tidak berpikir untuk membalas sebuah dendam. Mulai dari detik ini mulai rubahlah dirimu sedikit demi sedikit, tunjukkan jati dirimu di kelas, kau paham?” Kata Theon.
Theon berkata seperti itu, dia tidak tahu apa konsekuensi terbesarnya di masa depan. Butterfly effect dikabarkan memiliki pengaruh yang cukup besar di masa depan apabila dilakukan secara tidak berhati-hati.
Apa yang dia lakukan, sebelum kembali ke alam dewa, sebenarnya adalah mencegah agar Alzma tidak memiliki rasa dendam yang cukup besar hingga membuat dia menghancurkan dunia yang fana ini. Yang mana, melalui butterfly effect itulah dia akan mencegahnya.
Butterfly effect, atau mungkin pengaruh yang sangat kecil di masa lalu akan berdampak besar di masa depan. Apabila di masa lalu pengaruh kecil di masa lalu diubah sedikitpun, maka masa depan juga akan berubah. Maka butterfly effect akan sangat dihati-hatikan bagi Lesha itu sendiri.
Dia mengerti, tampaknya butterfly effect yang dilakukan Theon adalah mencegah Alzma dipenuhi rasa kebencian yang pada akhirnya balas dendam. Dan mungkin juga merubah Alzma, agar dia bisa keluar dari zona yaitu menjadi sosok feminin.
Dan yang benar saja, tubuh Rolland, Lyu Shui dan juga Ali menghilang tanpa sebab. Itulah yang menjadi sebuah butterfly effect yang mungkin berlaku pada manusia meskipun mereka menyadarinya. Alzma memiliki tekad yang begitu kuat untuk merubah dirinya saat mengetahui, gambaran seperti apa yang terjadi di masa depan.
Kemungkinan, apabila Alzma berubah, maka persentase kematian satu tahun kemudian juga akan kecil, kematian yang disebabkan oleh Rolland kecil karena Alzma sanggup melindungi diri karena perubahan tubuhnya, dan jiwa Alzma juga tidak akan kembali ke masa lalu lagi karena terhasut oleh iblis Azazel. Yang mana, akan menjadi cikal bakal petinggi dunia yang akan membantai para elementalist.
Jika tidak ada petinggi dunia, maka juga tidak ada pembantaian para elementalist, dan perangpun sama sekali tidak terjadi. Sehingga, Rolland, Lyu Shui dan Ali akan tetap berjalan secara semestinya di masa depan nanti dan tidak mengikuti perang sama sekali yang berakhir ke masa lalu, secara, notabene perang itu sama sekali tidak ada jika mengikuti garis waktu dimulai dari sekarang. Itulah yang disebut sebagai sebuah butterfly effect.
Theon tersenyum, Rena dan Lesha mengerti mengapa Theon tetap mengajak para manusia biasa. Tampaknya Theon sendiri akan melakukan sebuah percobaan untuk tetap menahan Alzma agar tidak meninggal setahun kemudian.
“Jika itu butterfly effect, dan para manusia biasa akan berdampak pada butterfly effect tersebut, mengapa kalian tidak terkena dampaknya?” Strega yang masih bertahan berkata dengan penasaran.
Theon menatap Strega, “Justru kami yang bertanya, mengapa kau tetap bertahan dan tidak berdampak butterfly effect setelah aku merubah tekad Alzma?” Tanya Theon dengan cukup penasaran.