The God in the Modern World

The God in the Modern World
Markas geng Naga Biru (2)



“Siapa yang menyangka, Theon justru datang dengan sendirinya. Aku benar-benar menjadi penasaran, seperti apa sosok pengendali elemen api yang membunuh adikku?” Ernest memukul meja di depannya dengan cukup kuat, mengakibatkan sebuah layar yang ada di depannya bergetar.


Lebih tepatnya Ernest melihat melalui sebuah cctv yang terpasang di seluruh sudut ruangan gedung ini. Bahkan, dia juga sempat menggertakkan giginya karena melihat dua penjaganya dibunuh secara tragis oleh Theon. Meski begitu, dia tidak terlalu panik, setidaknya dia masih memiliki puluhan anggota yang siap membunuh Theon menggunakan senjata berapi yang mana merupakan sebuah senjata modern untuk menghadapi seseorang yang memiliki elemental.


Dia juga percaya diri karena Theon sendiri juga tidak membawa artibut lengkap, seperti membawa armor atau pelindung kepala untuk melindungi diri dari peluru. Justru dia hanya berjalan dengan tangan kosong seolah tanpa mempersiapkan apa-apa. Tapi anehnya,Theon juga memberikan sebuah kain jubah yang membuat Ernest merasa curiga. Namun, Ernest melupakannya, lagipula itu hanyalah sebuah kain biasa yang berbentuk sebuah jubah.


“Segera kirim puluhan anggota menuju lantai dasar, masing-masing membawa senapan api dan senjata tajam. Aku ingin lihat, apakah dia sanggup untuk bertarung? Lagipula dia naif sekali membawa seorang wanita yang hanya menjadi sebuah beban.” Ernest berbicara melalui teleponnya yang baru saja dia angkat.


“Baiklah tuan, kami akan melakukannya sekarang juga.” jawab seseorang yang ada dalam telepon tersebut.


.....


“Gu-guru, ini benar-benar menyeramkan.” Kata Lyu Shui dengan sangat gugup, pasalnya dia mendengarkan sebuah sura puluhan hentakan kaki yang sedang menuruni tangga. Bahkan, Lyu juga bisa melihat ke atas ada beberapa orang yang sedang menuruni tangga seolah mengepung Theon.


“Dorr!” Suara tembakan dimulai dari salah satu mereka, membuat Lyu menutup telingnya serta memanggil nama Theon karena apa yang dia takutkan justru peluru tersebut mengenai Theon.


Tapi siapa yang menyangka, tangan Theon mengeluarkan sebuah elemen api berwarna putih untuk membakar peluru yang mengarah kepadanya. Kemudian, tanpa berpikir panjang dia mengeluarkan kobaran api secara beulang kali disekitar lantai pertama ini. Setidaknya cukup untuk menerangi keadaan sekitar.


Theon bisa melihat ada puluhan orang yang sedang mengepungnya, baik itu disekelilingnya maupun di tangga menuju lantai atas. Bahkan dari lantai kedua sekalipun, Theon bisa melihat beberapa orang sedang mengulurkan senapannya ke arah Theon.


“Tembak!” kata salah satu dari mereka memberikan sebuah aba-aba kepada semua anggota geng Naga Biru yang aa di sini.


Theon langsung memutar badannya secara cepat, sehingga sebuah pusaran tornado api berwarna biasa keluar untuk memantulkan seluruh peluru yang ditembakkan. Bahkan tidak sedikit dari peluru terseut memantul dan mengenai sang penembak.


Mengenai Lyu yang ada didekatnya, Theon benar-benar tidak peduli. Selagi dia memiliki akal pikiran untuk menjauh dari tornado api milik Theon, maka dia akan selamat. Selain itu, jubah yang dikenakan oleh Lyu Shui juga benar-benar kebal peluru, sehingga meskipun dia membungkukkan badannya ketakutan, tidak ada peluru yang sanggup untuk menembus jubahnya.


Meski begitu, sebenarnya Theon juga benar-benar kewalahan untuk menghadapinya. Setidaknya dia harus terus menerus mengeluarkan api untuk melakukan sebuah pertahanan dengan memantulkan peluru, namun secara harafiah elemen api bukanlah elemen tipe pertahanan, sehingga apabila ditembaki secara terus menerus seperti ini, maka bisa jadi peluru tersebut juga dapat menembus pusaran api milik Theon. Apalagi mereka menembakinya cukup brutal.


Merasa geram, Theon memukulkan lantai menggunakan tangannya, sehingga kobaran api muncul di atas lantai hingga membuat semua orang yang ada di lantai ini terlempar ke belakang karena semburan api yang mendadak muncul.


Theon tidak berpikir secara panjang, dia langsung mengeluarkan sebuah Fire sword dari cincin ruangnya dan bergerak dengan cepat, bahkan saat dia bergerak, dia mengeluarkan jejak api yang berkobar sehingga membuat penembak dari tangga dan lantai dua tidak bisa melihat dengan jelas dimana Theon.


“Angkat senjata kalian!” kata salah seorang yang baru saja berdiri, namun apa yang dia lihat hanyalah kobaran api dan tidak bisa melihat dimana Theon berada.


Sehingga, hal tersebut tentu saja membuat orang itu kebingungan, namun kebingungannya langsung hilang beserta nyawanya yang hilang pula. Lebih tepatnya Theon muncul dari kobaran api dan menebas orang itu secara langsung.


Lyu tampaknya juga tidak bisa tinggal diam saja, apalagi disekelilingnya hanyalah kobarana api dan tidak tahu dimana Theon berada. Sehingga, dia memutuskan untuk membantu Thon untuk membakar semua anggota geng Naga Biru yang ada di tangga dan lantai kedua.


Apa yang dilakukan Lyu adalah mengeluarkan sebuah bola api dari kedua tangannya, kemudian tanpa pengarahan, dia melemparkannya secara berulang kali ke arah anggota yang menembaki lantai dasar secara acak dibalik kobaran api yang begitu besar.


“Sialan, tampaknya dia juga pengendali elemetal sama seperti Theon dan juga tuan.” Kata salah satu dari mereka sambil mengarahkan senapannya ke arah Lyu. Namun, elemen api milik Lyu justru membakar wajahnya yang membuat dia berteriak begitu kesakitan.


Semua elemen api disekitar menghilang secara tiba-tiba, yang ada hanyalah sebuah mayat yang bergelempangan dengan tidak utuh, membuat para penembak dari atas benar-benar terkejut dan menjatuhkan senapan mereka karena benar-benar syok.


Theon berdiri dengan santai sambil terus mengeluarkan api dari pedangnya, sehingga darah  di pedang yang diakibatkan karena membunuh mereka bisa menguap dan tidak mengotori pedang Theon lagi. Theon juga bisa melihat bahwa Lyu juga benar-benar syok, dia terus meneruh menundukkan kepalanya dan memuntahkan makanan yang ada di lambung karena benar-benar jijik.


Theon tidak memperdulikan Lyu, dia hanya berlari ke arah tangga sambil membawa pedangnya selagi mereka menjatuhkan senapan mereka masing-masing. Sehingga, dia mengayunkan pedangnya yang membuat energi api berbentuk bulan sabit keluar dan menebas leher mereka.


Anggota geng Naga Biru yang masih hidup memilih untuk lari ke atas. Karena di bawah sudah ada Theon yang mana mereka tidak akan bisa lari ke bawah. Sayangnya, Lyu sudah bertindak dengan cepat, dia tidak ingin menjadi sia-sia dan terus mengeluarkan kobaran api secara cepat ke arah mereka. Hal tersebut tentu saja membuat mereka bergelempangan dan terbakar bagaikan hewan buruan.


Theon melirik ke bawah, tampaknya Lyu bisa belajar banyak dari Theon seperti bisa mengeluarkan sebuah semburan api. Padahal, Theon sendiri tidak mengajarinya secara langsung, setidaknya Lyu benar-benar bisa meniru orang lain dan memperhatikannya dengan seksama. Hanya saja, kobaran api itu juga mengenai Theon yang ada di depannya.


“A-anu, maafkan aku.” Lyu berkata dengan gugup.


Theon menggelengkan kepala, “Tak masalah, itu sangat baik. Setidaknya kau bisa belajar dari orang lain.”