The God in the Modern World

The God in the Modern World
Informasi yang menyebar cepat



“Yaah itu, markas besar angkatan darat? Kemungkinan besar dia di culik di tempat itu.” Kata Rena sambil membuka smartphone nya pula. Namun, dia mendapati sebuah berita tentang kehancuran negara New Santara.


Markas milter pertahanan negara pusat, telah hancur total. Dan lebih parahnya lagi, beberapa angkatan darat, dan juga presiden berada di tempat itu yang membuat mereka merenggut nyawa. Itu mengakibatkan, bahwa negara New Santara berada di ambang kehancuran apabila markas milter pertahanan negara pusat dihancurkan seperti itu.


Meski begitu, muncul sosok wajah Theon dan Rena secara samar-samar, serta robot Strega yang juga muncul di berita yang telah menjadi buronan Nasional. Tidak, dengan begitu cepat, status itu berubah menjadi buronan internasional yang mana mereka telah dicari di seluruh dunia.


Theon dan Rena benar-benar tidak menyangka bahwa informasi menyebar benar-benar sangat cepat. Bahkan tidak ada sejam dia baru saja meluluh lantahkan jantung New Santara. Hanya saja, sepertinya New Santara masih mencoba bertahan dengan sisa-sisa semua angkatan militer yang berusaha mencari Theon.


Karena yang Theon hancurkan dalam sebuah pertahanan negara New Santara kemungkinan hanya 25% dibandingkan seluruh angkatan militer. Ditambah, dengan presiden dan petinggi negara yang terbunuh, membuat sisa-sisa persentase angkatan militer yang masih hidup akan kesulitan untuk mencari jalan keluar.


Meski, sebenarnya angkatan militer mendapatkan bantuan dan dukungan dari seluruh dunia. Theon dan juga Rena sempat membaca bahwa hampir 50% penduduk manusia sudah kehilangan kepercayaan pada penyihir secara cepat. Itu terjadi, karena kehancuran New Santara diakibatkan oleh seorang penyihir.


Bahkan rekam digital menunjukkan tentang empat binatang buas milik Theon yang mengamuk. Dengan memperlihatkan Theon yang seolah meluluh lantahkan keadaan dibarengi dengan Strega yang membantunya,


Jika seperti itu, maka Theon sudah tidak memiliki tempat di sini. Dia berada di negara orang, dan semua orang sudah mengetahui wajah tentang dirinya, siapa identitasnya.


“Sh*t, ini baru setengah jam aku meluluh lantahkan markas pusat. Tapi berita tersebar dengan cukup cepat? Benar-benar merepotkan.” Theon berdecak kesal. Apa yang harus dia lakukan? Orkanya sudah hampir habis. Jika terus dipaksakan, maka dia bisa saja pingsan.


“Akh, seharusnya kita tidak terlalu terburu-buru Theon. Kita bisa istirahat di rumah dan mencari Lesha esok pagi.” Kata Rena yang juga menghela napas kelelahan.


Theon menggelengkan kepalanya, “Tidak mungkin. Orang-orang di New Santara akan menggerebek rumah kita. Semua angkatan militer pasti akan dikerahkan secara besar-besaran. Karena identitas kita sudah terkuak dengan cukup cepat.”


Seketika, Rena mendapatkan panggilan dari Roney, anak buah Theon yang menjadi ketua mafia. Tanpa menatap Theon, Rena mengangkatnya, karena sudah pasti Theon memintanya untuk mengangkat.


“Nona, a-aku benar benar tidak menyangka bahwa Anda adalah sosok Dark Witch? Dan tuan adalah Lord Unknown? Kalian semua telah menjadi buronan internasional karena hampir menghancurkan New Santara. Padahal, satu minggu yang lalu kalian berada di Ellada.” Kata Roney dengan cukup panik.


“Yaah seperti itu. Kami berada di negara Ziosam, jangan beritahu sesiapapun. Atau kau akan mendapatkan akibatnya.” Ucap Rena menutup pembicaraan yang tidak penting di teleponnya.


“Tidak, tunggu nona!” Teriak Roney ketika menyadari bahwa Rena menutup teleponnya.


Roney berdecak kesal. Dia tidak bisa tinggal diam ketika, tuannya menjadi buronan internasional di seluruh dunia. Dia ingin menunjukkan pengabdiannya kepada Theon, meski dirinya akan menjadi buronan internasional sekalipun. Setidaknya, dia ingin menunjukkan kepada Theon bahwa dia tidak hanya berguna secara alat uang bagi Theon.


Sehingga, apa yang dilakukan Roney adalah menelepon bawahannya.


“Baik tuan, aku mengerti. Kami akan berusaha menjaga mereka semua bak barang ilegal, itulah kemampuan kami.” Jawab lawan bicara Roney.


.....


“Sekarang kita jadi homeless dengan menjadi buronan tingkat tinggi? Akh, aku menjadi berpikiran untuk bisa tinggal di bulan.” Theon menghela napas lega. Dia tidak berani keluar di tempat sepi atau yang terjadi ada salah seorang yang memotretnya.


“Tapi itu akan membuat kita akan pingsan jika bergerak dalam kecepatan cahaya. Karena sisa orka kita, kau tahu sendiri bukan bahwa jarak menuju bulan sama dengan satu detik penuh kecepatan cahaya?” Sambung Rena.


Theon duduk di tempat, tempat yang begitu sepi dan juga gelap dan tidak dijangkau manusia. lebih tepatnya, sepertinya dirinya berada di pinggir sungai, yang mana sungai tersebut berada di pojok kota. Theon hanya duduk, memandang pantulan rembulan hampir purnama yang ada pada sungai tersebut.


Meski sebenarnya, sungai yang tidak jernih sama sekali. Dia juga bisa melihat, air keruh dengan beberapa sampah yang mengalir. Maklum saja, ini adalah pojok kota besar, aktivitas kejam manusia pada alam tidak dapat untuk di lawan terkecuali dengan kesadaran manusia itu sendiri.


“Rena duduklah di sampingku.” Theon memerintahkan Rena.


Kemudian, dia mengalunkan tangannya perlahan, mencoba mengalirkan semua sampah-sampah agar tidak mengganggu pemandangannya. Bahkan, dia mencoba, apakah dia bisa menjernihkan air dengan cukup mudah?


Nyatanya memang bisa, hanya saja, ketika air berubah menjadi jernih, maka aliran sebelumnya akan mencemari dan merusak pemandangan. Theon menghela napas, tidak mungkin dia membersihkan cemaran air sepanjang muara sungai. Karena ketika Theon membersihkannya dalam satu titik, maka aliran sebelumnya yang memiliki sifat air akan mengalir dan menyebarkan pencemaran lagi. Dan itu berlaku selama air terus menerus tercemar.


Nyatanya, dia menyadari, bahwa kekuatan alam sekalipun mampu di counter atau di lawan dengan para manusia di dunia itu sendiri. Dia menyadari, bahwa manusia di bumi memiliki kemampuan yang tak kalah hebat, seperti mereka yang mampu mengendalikan bahkan membunuh kekuatan alam, yang mana itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia dan dewa.


Bahkan dewa seperti Theon, yang diberkati dengan kemampuan pengendalian kekuatan alam, dan setiap elemen yang dikeluarkan manusia melalui orka, maka Theon bisa mengendalikannya. Terkecuali, jika itu adalah elemen buatan, yang bukan berasal dari orka dan kekuatan alam lainnya, itu adalah kelemahan Theon. Entah, jika itu adalah ayahnya, mungkin ayahnya bisa mengendalikan elemen dasar buatan manusia.


Kemudian, mereka atau manusia bumi adalah pembunuh alam, yang tak kalah kejam. Hanya karena apa? Karena mementingkan sebuah peradaban yang akan kaya dengan pengetahuan sehingga rela mengorbankan alam sekalipun.


Mengandalkan sebuah sains, atau ilmu pengetahuan, mereka bahkan bisa mengendalikan elemen, baik itu murni atau kekuatan alam. Seperti pengendalian cuaca, yang tidak semua dewa bisa, kemudian dengan senjata plasma yang mampu membuat elementalist tidak bisa berkutik. Alat yang diikat pada leher yang membuat anti sihir, sehingga elemental sekalipun tidak mampu untuk mengeluarkan elemennya.


Theon banyak belajar, dia memang seorang dewa, tapi ketika dia berada di sini, dia cukup sombong saat dirinya adalah seorang dewa. Selalu merendahkan manusia di bumi ini dengan kata ‘manusia rendahan dia sadar, bahwa dia bukanlah sosok god of gods yang bisa menunjukkan kekuasaannya.


“Cukup berhenti untuk menyombongkan diri. Jangan sebut mereka dengan, ‘manusia rendahan’ lagi. Kita terlalu meremehkan mereka.” Ucap Theon termenung menasihati Rena yang juga duduk di pinggiran sungai.