
Yosef berlari dengan sangat histeris, bahkan teriakan dan tangisannya benar-benar terdengar di setiap sudut hutan. Membuat Theon menaikkan kedua ujung bibirnya dan mencekik Yosef yang baru saja berlari ke arahnya menggunakan satu tangan. Sedangkan tangan yang satunya, Theon menunjukkan jantung Starllet kepada Yosef yang malang.
Tidak bisa dibayangkan, bagaimana perasaan ayah ketika melihat jantung putrinya sendiri. Membuat wajahnya benar-benar merah karena marah, sedih, menahan tangis serta karena dicekik oleh Theon itu sendiri. Suasana hanya dipenuhi oleh tangisan yang berat, di antara kondisi alam seperti itu.
Tentu hal tersebut membuat Harry dan Luis terbangun dari pingsannya, mereka bisa melihat bahwa Yosef telah tercekik dalam kondisi melihat anaknya yang mati. Serta Vynh yang tak tahu harus berbuat apa karena dia merasa seperti berhadapan dengan seorang monster.
“Waktu kalian sudah habis. Kalian akan menjadi bangkai di sini. Guna menghilangkan sebuah jejak,aku akan menghancurkan tempat ini mengunakan bola air tersebut.” Teriak Theon dengan suara yang cukup keras. Bahkan suaranya sanggup untuk menahan mulut Yosef yang hanya dipenuhi oleh teriakan tangisan.
Theon melihat ke atas, dia menggerakkan bola air berukuran jumbo untuk jatuh ke bawah. Mungkin akan terhitung tiga puluh detik mulai dari sekarang. Dan tidak mungkin akan ada waktu bagi mereka untuk lari. Karena lari sekalipun, mereka akan terkena dampak dari kehancuran. Meskipun meteor yang jatuh adalah bola air.
“Kartu as. Aku akan menginjakmu habis-habisan. Theooon!”
Tanah bergetar secara tiba-tiba, ke sekian kalinya. Tapi bedanya ini cukup kuat karena Theon sendiri hampir roboh karena kesulitan untuk menjaga sebuah keseimbangan. Atau lebih tepatnya lagi, tempat Theon berpijak, muncul sebuah golem tanah yang berukuran lima kali lipat dari seekor gajah, intinya cukup besar yang membuat Theon merasakan ketinggian itu.
“Ini bukan teknik, ini tampak seperti roh golem raksasa.” Kata Theon sambil memukul kepala Yosef, yang mana tangan yang dia pukulkan dalam kondisi memegang jantung milik Starllet. Serta diri mereka berdua berada di atas tubuh golem. Bersamaan dengan itu, dia bisa melihat bahwa tangan golem itu terangkat dan hendak menghancurkan Theon. Sehingga apa yang dilakukan adalah melompt dan terjatuh dari kepala golem itu sendiri.
“Benar, kartu As. Kita tidak akan bisa melawannya sendirian. Aku juga akan mengeluarkan roh, Skeleton!”
Theon dan Rena, mereka mundur sejauh beberapa meter untuk menghindari Skeleton dalam kondisi mirip seperti milik Jean. Dengan Harry yang berada di dalam rusuk Skeleton itu sendiri. Ukurannya juga jauh lebih besar dibandingkan dengan Jean, mungkin seukuran golem milik Yosef. Selain itu, tampaknya Harry juga bisa mengendalikan rohnya yang sangat berbeda dibandingkan dengan Jean.
Golem milik Harry, dia memukul sebuah bola air milik Theon, sehingga mengakibatkan sebuah ledakan kecil dengan sebuah hujan pada akhirnya. Serta hal tersebut tentu saja sanggup membuat tangan golem itu hancur menjadi hujan batu. Sayangnya, golem itu sendiri memiliki regenerasi yang cukup kuat.
Tak berhenti begitu saja, seketika angin berhembus benar-benar sangat kencang. Bahkan Theon bisa merasakannya melewati pori-porinya. Tidak hanya Theon, bahkan Rena yang mengangkat kepalanya dengan serius tiba-tiba mendapati sebuah angin yang begitu kencang.
Angin-angin itu bergerak, membentuk seekor naga dengan mata yang menyala. Mungkin wujudnya terbuat dari angin yang. Roh naga itu tampaknya milik Luis yang mana dirinya masih berpijak di atas tanah. Selain itu tentang roh naga angin milik Luis, ukurannya juga benar-benar sangat besar, mungkin seukuran roh Yosef dan juga Harry.
Theon dan Rena kini bisa melihat tiga roh dalam satu tempat sekaligus. Tidak, sepertinya empat. Dia berbalik badan dan melihat bahwa Vynh dengan pasrahnya juga mengeluarkan seekor roh yaitu naga air berbulu dengan ukurannya yang benar-benar besar. Berbulu lebat mirip sekali dengan seekor orang hutan, hanya saja memiliki taring dan mata hitam.
Serangan pertama dari sebuah roh naga, dia langsung melesat untuk memulai sebuah penyerangan. Di susul dengan golem yang memukulkan permukaan tanah sehingga mengakibatkan sebuah getaran yang luar biasa.
Theon meraskan hal itu, dia melemparkan sebuah jantung Starllet ke atas. Seketika sekumpulan angin keluar, membentuk seekor moncong harimau yang benar-benar sangat besar dan melahap jantung Starllet. Di susul dengan badannya yang berpijak di tanah yang kemudian dia langsung mengayunkan cakarnya untuk menyerang naga milik Luis.
Getaran tiba-tiba berhenti, tubuh Golem terangkat ketika seekor kura-kura yang memiliki ukuran yang sama muncul. Tidak hanya itu saja, ketika Golem itu roboh, Genbu langsung menginjakkan kakinya dengan sangat kuat. Melihat hal tersebut, roh monster milik Vynh juga langsung melancarkan sebuah serangan, dengan menyemburkan semburan dari moncongnya.
Theon tidak bergerak, Azure keluar dari tubuhnya untuk menghantam naga air milik Vynh. Sehingga mengakibatkan naga tersebut terlempar dengan cukup jauh, dan menghancurkan hutan lebih luas. Sedangkan Flamon, burung Vermiliion, dia muncul di hadapan Theon dengan sangat besar, menyerang sekeleton yang tidak sempat untuk mengayunkan pedang raksakanya.
Mereka terkejut, dan langsung berhadapan dengan musuh mereka maisng-masing yang tidak lain merupakan beast milik Theon. Meskipun, dalam hati mereka, mereka benar-benar tidak percaya bahwa Theon mengeluarkan roh, empat roh sekaligus untuk menghadapi roh-roh milik mereka.
Apalagi Luis, dia benar-benar tak percaya, apa yang dia pikirkan, siapa Theon sebenarnya? Mengapa bisa memiliki empat roh sekaligus?
Pertarungan mematikan benar-benar terjadi, Theon bisa melihat bahwa Genbu sang kura-kura menginjak-injak Golem dengan cukup brutal. Elemental tanahnya benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan golem, perbedaan yang cukup jauh. Mungkin Genbu memberikan sebuah kesempatan untuk berdiri, sehingga ketika Golem itu berdiri, dia langsung melancarkan sebuah pukulan kepada Genbu.
Sayangnya, tempurung Genbu benar-benar cukup keras, benar-benar sangat keras. Tak puas, golem itu mengayunkan sebuah palu setelah dia menariknya dari permukaan tanah. Hanya saja, Genbu langsung mengelurkan sebuah tanah yang tajam bagi golem sehingga membuat dia kehilangan kesimbangan.
Tak Genbu saja, Kiba juga bertarung dengan naga milik Luis. Bagaikan seekor kucing yang bertarung dengan ular, tapi lebih unggul dibandingkan dengan kucing tersebut. Kiba mengayunkan cakarnya, sehingga sebua cakar angin sanggup untuk mengoyak tubuh roh naga tersebut meskipun terbuat dari angin pula. Tak berhenti, Kiba langsung melompat dan mengigit kepala naga dan membantingnya dengan cukup kuat.
Mungkin sangat sial apabila itu Harry, karena dia seolah bergabung dengan rohnya. Apalagi saat ini dia dan rohnya dihajar habis-habisan oleh Flamon yang mana dengan mudah dia bisa menyerang ketika terbang. Sehingga, membuat Skeleton sendiri benar-benar sangat kesulitan.
Apalagi roh milik Vynh, orang tuanya saja bukan tandingan roh milik Theon. bisa dipastikan dalam hitungan menit, Azure sudah mencabik-cabiknya dengan sangat brutal.
Kini Theon menatap Yosef yang semenjak tadi sudah turun, Luis, dan juga Vynh dengan tatapan yang sudah yakin dengan hasil akhirnya. Bahkan dia bisa memperhtikan bahwa pertarungan ini menyebabkan hutan menjadi hancur tak karuan. Kawasan yang sebelumnya indah berubah menjadi mimpi buruk.
“Putus asa, amarah, ketakutan.” Theon bisa memperhatikan Luis, Yosef dan Vynh secara berturut-turtu dengan emosi yang baru saja dia sebutkan. “Cukup brutal, bukan?”