
Roney telah menjemput mereka, dengan tatapan sayu dan dipenuhi oleh sebuah ketakutan. Theon dan Rena, mereka adalah pembunuh berdarah dingin yang lebih parah dibandingkan mafia, membunuh bayi menjadikan mereka sama sekali tidak memiliki hati manusia.
Apalagi Roney benar-benar ketakutan apabila Theon sudah curiga bahwa dirinya hanya akan dijebak. Dia hanyalah sebuah boneka, yang tidak bisa mengelak dari perintah mutlak Yoseff Scott.
Sudah hampir seminggu Theon berada di rumah, sekolah dan pergi untuk mencari teman. Kini dia bergegas menuju bandara dengan mobil mewah milik Roney. Terpikir di benak Theon sendiri, berapa harga mobil itu?
Apalagi pesawat dengan high class membuat Theon tak bisa membayangkan. Kelas bisnis sudah cukup mewah baginya, tapi bagaimana dengan kelas vvip itu? Para pejabat sekalipun tidak akan bisa menaikinya, hanya beberapa orang kaya yang memiliki perusahaan tinggi seperti Scott yang memiliki mafia rahasia.
Tidak masuk, lagi. Atau lebih tepatnya alfa tanpa sebuah alasan yang kemungkinan akan memenuhi bulan maret ini. Sebenarnya tinggal menunggu hari untuk dia lulus, sekitar April dan mungkin awal Mei dia sudah tak berada di sekolah. Hanya saja dia tidak tahu apakah dirinya akan lulus atau tidak, karena dia tahu perbuatan alfa nya mempengaruhi untuk kelulusan.
Melupakan tentang sekolah, Theon juga bisa melihat bahwa Roney tampak sangat dingin, tanpa berbicara seolah menghindari hal yang tidak-tidak seperti salah berbicara. Tidak heran, Roney pasti ketakutan ketika ternyata di tengah perjalanan Theon dijebak oleh big three.
Memang, Theon dan Rena yang duduk bersebelahan mengetahuinya. Mengetahui permainan big three yang telah dimulai. Tapi, dia hanya diam saja dan tidak menekan Roney lebih dalam. Karena jika Roney terbunuh, maka Theon tak akan sampai.
Sesekali Theon mencoba segala elemennya, mengeluarkan satu persatu berbentuk sebuah bola elemental sebagai sebuah ajaran dasar seorang bocah. Dia ingin tahu, apakah elemennya bangkit ketiga itu saja? Sisa lima elemental, itu belum dia bangkitkan sama sekali membuat Theon berdecak kesal, entah bagaimana caranya Theon sama sekali tidak tahu, apakah itu elemennya akan bangkit secara kebetulan atau dengan sengaja.
Meski saat ini hanya memiliki tiga elemental, bukan berarti dia ragu menghadapi big three. Dia adalah seorang dewa, kemampuan jauh lebih tinggi dibandingkan manusia. Pengendalian elemental milik orang lain, alam bisa dia lakukan, berbanding jika pengendalian milik manusia yang hanya bisa mengendalikan energi sekitar dan mentransformasikan menjadi sebuah elemental.
Kekuatan elemental legendaris, yang hanya dimiliki oleh dewa tertinggi. Seperti elemental api hitam yang menjadi legendaris tertinggi, petir yang berwarna merah, serta air yang berwarna biru tua, Theon bisa melakukannya.
Dia juga memiliki empat penjaga arah mata angin yang hanya dia keluarkan apabila sang musuh sendiri mengeluarkan roh mereka. Theon tidak memiliki gejolak napsu untuk mengakhiri mereka dengan sebuah roh secara langsung tanpa menunggu mereka mengeluarkan roh. Itu adalah tindakan pengecut.
Theon yang mengeluarkan elemental untuk mengetahui elemen apa saja yang bangkit, membuat Roney menelan ludah secara kasar, bulu kuduknya benar-benar sangat merinding karena apa yang dia takutkan Theon membunuhnya di tengah perjalanan. Jujur, dia sebenarnya ingin membanting stir dan beranggapan bahwa bunuh diri jauh lebih baik. Setidaknya jika kecelakaan persentase kematian Theon dan Rena cukup besar.
Hanya saja, Roney sendiri tidak melakukan tindakan yang cukup bodoh seperti itu, dia bisa melihat bahwa Theon tadi hanya sekedar bermain. Buktinya, kini Theon sudah tidak mengeluarkan elementalnya.
Beberapa menit kemudian, pada akhirnya mereka sudah sampai di bandara. Roney membantu mereka untuk chek in dengan dua tiket high class yang dia bawa. Atau lebih tepatnya tiga dengan dia sendiri. Meskipun dalam hidupnya, baru kali ini dia menumpangi pesawat dengan kelas paling tinggi.
Pesawat terbang dengan Theon dan Rena duduk bersebelahan dengan cukup nyaman yang mana kursi pesawat benar-benar sangat berbeda seperti apa yang dia ingat. Semacam sebuah sofa dengan kaki Theon yang bisa di luruskan. Pelayanan yang sangat ramah dengan makanan yang mewah membuat Theon sendiri tidak ingin keluar dari pesawat ini.
Untungnya, tidak ada orang yang sangat sombong, mengangkat wajahnya dan menunjukkan dirinya berkuasa kepada pramugari misalnya. Pada dasarnya, mereka semua yang ada di kelas ini adalah orang-orang yang memiliki harta, tampang wajahnya sangat mudah di tebak bahwa tidak sedikit orang-orang yang ada di pesawat ini sangat-sangat sombong. Bahkan, Theon sendiri juga bisa mendengar bahwa ada beberapa orang yang adu harta kekayaan.
“Pulau Zenphyra, lebih tepatnya provinsi Zenphyra Selatan yang menjadi tempat tinggal Starllet. Hanya saja, entah kenapa pesawat ini berada pada tujuan provinsi Zenphar.” Rena berbicara kepada Theon di sebelahnya dengan cukup lirih, karena dia tahu bahwa Roney duduk di belakangnya.
Theon menyentuh dagunya, mencoba untuk menebak kejadian selanjutnya. Provinsi Zenphar, Theon tahu itu persis, provinsi dengan kondisi alam yang benar-benar masih sangatlah luas. Sehingga, Theon menuturkan apa yang dia pikirkan. “Provinsi Zenphar, provinsi dengan hutan tropis paling rimbun. Mungkinkah kita digiring menuju ke sana untuk menghindari sebuah keramaian?”
Rena mengangguk, dia memiliki pemikiran yang sama dengan Theon bahwa kemungkinan mereka berdua akan digiring pada hutan hujan tropis untuk menghindari aparat yang akan ikut campur. Meski Rena sendiri sebenarnya sangat tidak setuju ketika bertarung di tengah-tengah hutan, karena itu akan merusak hutan itu sendiri.
Beberapa menit mereka terbang, mereka akhirnya mendarat dengan nyaman tanpa adanya sebuah gangguan. Kemudian, di luar bandara, Theon dan Rena dengan Roney yang berjalan di depan mereka berdua. Di sambut dengan hangat oleh beberapa mobil yang sangat-sangat mewah. Tidak hanya satu, Theon bisa menghitungnya ada lima mobil yang akan mengawal mobil utama yang Theon akan tempati.
Mereka mengenakan pakaian hitam dengan kacamata, persis dengan sebutan mereka yaitu seorang mafia yang tidak ada orang tahu. Theon bisa melihat kondisi orang yang menyopir mobil utama yang tampaknya juga tidak mengatakan sepatah kata apapun. Serta Roney yang tampaknya juga tidak terlalu banyak bicara kepada sopir di sebelahnya.
Guna menghilangkan sebuah keheningan, Theon menghela napas dengan suara yang cukup keras, membuat Roney sendiri melirik untuk meningkatkan kewaspadaan barang kali bahwa Theon ternyata sudah curiga dan bersiap untuk menyerangnya.
“Mengapa kita memasuki sebuah hutan? Itu yang ku lihat beberapa jam setelah keluar dari bandara.”Theon berkata demikian setelah menghela napas. Membuat Rena tersenyum karena melihat bahwa Roney dan sopirnya saling menatap untuk bagaimana cara memberikan jawaban kepada Theon.
Sayangnya, Roney benar-benar banyak akal, dia menghilangkan keraguan agar Theon tidak curiga. “Bukankah nona Starllet mengatakan bahwa dia ingin mengajak kalian liburan? Beruntung sekali, Scott memiliki Villa dengan vibes hutan yang benar-benar sangat menarik.”
“Menarik.”