The God in the Modern World

The God in the Modern World
Aku tidak memiliki urusan denganmu Nona



Dan yang benar saja, kepala sekolah Lyu terkejut di saat dia melihat dari kaca spion bahwa ada lima mobil yang berjejer ke belakang seperti hendak mengikutinya. Tak percaya, bahkan dia menoleh ke belakang dan memperhatikan secara langsung ada mobil yang memiliki gerak-gerak secara mencurigakan.


Wanita tua cantik berambut kucir kuda itu langsung menancap gas dengan cepat dan berniat untuk menghilangkan jejak agar tidak diikuti oleh lima mobil di belakangnya. Selain itu, yang membuat dirinya menjadi sebuah pertanyaan, mengapa dirinya diikuti seperti itu? Padahal dirinya tidak pernah mendapatkan masalah dengan orang lain.


Tancapan gas yang begitu cepat membuat pengemudi lain merasa terganggu, bahkan sempat kali Lyu Shui memencet klakson dan menghindar lampu merah dengan tidak melewati jalur besar, serta berharap dengan lika-liku jalur kecil, membuat lima mobil yang mengikutinya merasa kesulitan.


“Kau memiliki masalah dengan orang lain bu Lyu?” Theon bertanya dengan tenang.


“Aku orang yang anti dengan masalah, selain itu mengapa bisa-bisanya kau bersikap tenang? Setidaknya nyalakan gps agar kita bisa sampai ke desaku dengan cukup mudah.” Kepala sekolah berkata dengan nada panik yang mana matanya terbuka lebar menuju ke depan.


“Saran, jika kau dikejar seperti ini, maka kau jangan pulang ke rumah. Siapa tahu mereka justru akan merampok rumahmu suatu saat nanti?” Theon memberikan sebuaha nasihat sambil menoleh ke belakang dengan tatapan yang cukup tenang.


“Tunggu sebentar, stiker naga berwarna biru? Bukankah itu tato milik Leon? Apa jangan-jangan itu adalah geng Naga Biru?” Tanya Theon di dalam hatinya.


Penasaran, Theon menatap kepala sekolah Lyu yang masih panik sambil mencari jalan di pedesaan, meskipun orang-orang disekitar menganggap bahwa Lyu benar-benar ugal-ugalan seperti sedang balapan mobil. “Kepala sekolah, kau memiliki masalah dengan geng Naga Biru?”


“Geng Naga Biru?” Lyu mengerutkan dahinya sambil menggelengkan kepala sebelum melanjutkan ucapannya, “Orang bodoh mana yang mau berurusan dengan geng Naga Biru? Geng terkuat di kota ini?”


“Itu artinya, Leon tahu bahwa aku masih hidup, dengan alamat yang diberikan oleh Rolland, kemungkinan terbesar petang tadi mereka sudah mengincarku. Kemudian, mereka juga melihat aku bersama dengan kepala sekolah Lyu.” Theon mulai berpikir, kemudian dia mengeluarkan perkataannya kepada Lyu, “Bu Lyu, kembali ke perkotaan! Dikejar dan memilih masuk desa bukan solusi yang tepat.”


Namun, usai berkata seperti itu, tampaknya Theon menyadari bahwa mobil Lyu sudah masuk desa terlalu dalam, sehingga tidak ada lagi yang namanya rumah, melainkan pepohonan di pinggir jalan yang menjulang tinggi. Lebih tepatnya, beberapa detik yang lalu, mobil Lyu sudah jauh dari yang namanya pedesaan, dia sudah masuk ke dalam jalan tengah hutan yang merupakan jalanan sepi.


“Tidak, tidak tidak! Aku justru masuk ke dalam hutan pinggiran kota, dan jalan sudah habis di depan?” Lyu bertambah panik, dia mulai berpikiran untuk terus membawa mobilnya masuk ke dlaam hutan meski jalan sudah habis. Karena yang terjadi, pikirannya benar-benar kacau.


“Bu Lyu hentikan mobilnya!” Tegas Theon, karena dia berpikiran bahwa berada di tengah hutan tidak ada salahnya. Selain jauh dari pemukiman, juga menjadi tempat yang nyaman untuk bertarung. Apalagi Theon bisa bermanuver dengan mudah dari dahan pohon ke pohon yang lainnya. Jauh dari pemukiman juga membuat orang-orang tidak tahu bahwa ada pertarungan elemental di tempat ini. Karena Theon begitu yakin, bahwa Leon pasti ada di antara salah satu dari kelima mobil.


“Hentikan bu!” Theon berkata dengan nada yang cukup tinggi.


Tidak ada pilihan lain, lagipula jalan sudah hampir habis dengan pepohonan yang rindang di depannya, kepala sekolah menginjak pedal rem secara mendadak, kemudian dia membanting setir kekanan yang membuat mobil terhenti secara tiba-tiba dengan belok secara lebih dari 90 derajat secara tiba-tiba.


“Jangan salahkan aku ketika aku nanti tidak bisa mengantarmu pulang.” Dengan rasa yang penuh tekad, kepala sekolah Lyu Shui melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Apapun masalahnya, dia akan mencoba menjelaskan kepada geng Naga Biru bahwa dirinya tidak memiliki urusan apa-apa, meskipun dia tidak yakin bahwa cara ini tidak akan berhasil.


“Gps?” Theon berpikir sambil menggarukkan kepalanya yang tak gatal, kemudian dia membuka mulutnya seperti orang yang baru mengetahui sesuatu setelah dia mengingatnya, apa itu Gps. Selain itu, Theon juga langsung berusaha membuka pintu mobil, karena geng Naga Biru memiliki urusan dengannya, bukan dengan kepala sekolah Lyu.


....


“Tuan-tuan, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian. Apakah ini ada sebuah kesalah pahaman?” Lyu mencoba menjelaskan kepada sekitar dua puluhan orang yang turun dari kelima mobil, yang mana tatapan mereka begitu tajam.


“Aku sama sekali tidak memiliki urusan dengan Anda nona, tetapi setelah aku menyelesaikan urursan kami, maka jangan pergi kemana-mana, karena kau akan menjadi hiburan untuk kami.” Kata pemimpin mereka yang tampaknya merupakan Leon, selain itu, dia juga mengeluarkan bola air di tangannya.


“Kekuatan elemental? Tampaknya ini begitu merepotkan, karena aku sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan Elemental.” Batin Lyu berdecak kesal, tapi dia tersadar tentang ucapan salah satu dari mereka bahwa mereka tidak memiliki urusan dengan dirinya, “Lantas dengan siapa?”


“Denganku!” Theon berlari dengan begitu cepat ke arah Leon sambil mengulurkan kedua tangannya ke samping kanan kiri. Tidak hanya itu saja, dua kobaran api membentuk lingkaran dan berputar di masing-masing tangannya.


“Tembak dia sekarang juga!” teriak Leon kepaa seluruh bawahannya.


Hampir duapuluh orang menarik pistol dari selongsongnya dan mengarahkannya ke arah Theon. Kemudian, tanpa ragu lagi, mereka langsung menarik pelatuk ke arah Theon tanpa memikirkan apa jadinya nanti.


“Theon!” Teriak kepala sekolah dengan begitu cemas.


Suara tembakan terdengar dengan begitu keras, mungkin karena ada hampir 20 peluru yang ditembakkan, membuat suara pistol itu benar-benar memekikkan telinga.


Meski begitu, Theon berhenti dan menngayunkan tangannya ke depan secara horizontal, sehingga sebuah kobaran api muncul membentuk sebuah perisai yang tak dapat ditembus dengan mudah.


Bagaimana bisa? Api bukanlah sebuah benda padat yang cukup mudah untuk ditembus peluru? Memang secara masuk akal seharusnya begitu. Tetapi di dunia dewa, membuat sebuah perisai dari semua unsur elemen adalah hal yang cukup mudah, bahkan angin sekalipun dapat digunakan seperti sebuah perisai yang lebih tepatnya dengan tekanannya juga bisa digunakan untuk memantulkan elemen lain.


Begitupun dengan api, dengan tekanan yang cukup kuat, api yang Theon keluarkan memiliki kekuatan yang sanggup untuk memantulkan peluru. Ibarat sebuah hembusan angin yang dapat melemparkan batu, namun kali ini adalah kobaran api.