
Theon tersenyum pahit. Dia mencoba untuk meredakan ketakutannya. Apa yang ada di hadapannya berisi mungkin ratusan ribu pasukan undead yang siap melawannya. Ditambah aura petinggi dunia yang menggunakan topeng segitiga.
Ingin sekali dia beristirahat, lagipula dia juga tidak yakin bahwa saat ini dia bisa menghadapi pasukan undead sebanyak itu. Mental nya seketika jatuh di saat itu pula. Hanya saja, apabila dia tidak melawan pasukan sebanyak itu, tidak ada sebuah usaha untuk mencegah petinggi dunia melakukan sesuatu yang mengejutkan.
Di kala seperti itu, Theon mengangkat tangannya. Baru kali ini dia merasakan sebuah rasa takut yang begitu luar biasa. Tubuhnya sedikit bergetar sambil menggigit bibirnya berusaha untuk menghilangkan rasa takut itu.
Menatap tangannya yang sedikit bergetar, hanya saja itu membuat dia merasakan sebuah energi kegelapan mengalir bersamaan dengan orkanya. Elemental seed miliknya terbuka lebar sebuah kegelapan terbuka lebar. Membuat Theon mengerutkan dahinya karena elemen kegelapannya telah muncul.
Akan tetapi, itu sama sekali tidak membuat Theon bisa meningkatkan sebuah keberaniannya. Dia menatap petinggi dunia yang mengangkat tangannya, seolah bersiap memberikan sebuah aba-aba apabila tangan itu diayunkan.
“Aku memberimu sebuah kesempatan! Tunduklah atau kau akan menjadi sebuah tumbal untuk kebangkitan paksa Azazel. Aku cukup berterimakasih karena tidak perlu mengeluarkan hujan meteor yang menguras tenaga untuk membunuh penyihir modern yang energi kematiannya mampu membangkitkan Azazel.”
Theon tahu itu, dan sejatinya dia mengerti. Perang atau tidak perang maka hasilnya juga sama. Hanya saja, ketika dia menyetujui peperangan, maka artinya Theon mempermudah petinggi dunia untuk membunuh semua elementalist atau penyihir modern menggunakan sebuah undead. Sedangkan apabila Theon kala itu melawannya secara langsung, maka petinggi dunia juga melakukan hal yang lebih buruk lagi.
Itulah mengapa dari dulu petinggi dunia ingin membunuh semua elementalist dengan meminta semua petinggi negara untuk memburunya dengan dalih sangat membahayakan. Tampaknya, kebangkitan iblis Azazel hanya bisa menggunakan energi kematian dari penyihir modern atau disebut sebagai elementalist.
Hanya saja, itu menjadi sebuah decakan kesal bagi petinggi dunia, ketika dia tidak memiliki banyak waktu seperti avatar dewi rembulan yang sudah menginjak umur delapan belas tahun. Dan para elementalist belum rata terbunuh yang membuat dia kekurangan energi kegelapan dari penyihir modern.
Petinggi dunia ingin membangkitkan Azazel, dengan para bawahan yang disebut undead. Tampaknya itu yang menjadi perjanjian kontrak iblis dengan petinggi dunia. Yang mana petinggi dunia harus melakukan sesuatu seperti itu.
Mungkin petinggi dunia berhasil menyempurnakan ikatan kontraknya. Dengan begini, dalam waktu beberapa jam lagi yaitu pada tengah malam. Bulan sabit akan berubah menjadi purnama, kematian para elementalist mungkin sudah cukup menjadikan energi kegelapan murni untuk membangkitkan iblis Azazel.
“Aku sebenarnya membuat peraturan dunia bahwa aku tidak akan melakukan penyerangan pada malam hari. Cukup sportif bukan di hari sebelumnya? akan tetapi apabila kalian melakukan penyerangan, maka kami terpaksa juga harus bertahan dan menyerang.” Kata petinggi dunia yang kemudian mengayunkan tangannya, karena dia sama sekali tidak melihat Theon menjawab pertanyaannya.
Pasukan undead milik petinggi dunia langsung berlari ke arah pasukan Theon yang mungkin sangat kecil bagi mereka. Pandangan mereka dipenuhi sebuah senyuman dikala Ziosam dalam keadaan kegelapan.
Sedangkan petinggi dunia, dia seketika langsung duduk di kursi yang disiapkan. Dia mungkin akan menunggu tengah malam untuk merubah bulan sabit menjadi bulan purnama. Dan kemudian, energi kematian murni dari penyihir modern akan terfokuskan, berputar-putar di bawah rembulan dan akan terjadi hal yang mengejutkan.
“Semua pasukan!” Lesha berteriak, meski dia tidak tahu bagaimana endingnya. Akan tetapi dia harus memiliki sebuah usaha untuk membunuh petinggi dunia. “Serang!”
Tidak peduli seberapa banyak musuh, semua elementalist bergerak maju. Mereka tahu kalah atau menang mereka pasti akan mati, jadi untuk menghadapi musuh yang berjumlah lebih besar, membuat mereka kehilangan sebuah rasa takut. Lagipula dunia sudah berakhir, apa yang harus dikhawatirkan?
Theon bergerak secara cepat, mengeluarkan empat beast penjaga arah mata anginnya tepat di matanya yang kemudian memporak-porandakan sebuah pasukan milik musuh.
Meski mereka hanya unggul dalam kemampuan regenerasi, akan tetapi mereka juga tidak memiliki kemampuan sihir sama sekali. Kekuatan mereka hanya sebatas bertarung dengan menggunakan senjata mereka masing-masing.
Theon menebaskan pedangnya, hanya saja, Hassan muncul sambil melompat dari kuda. Melindungi Nicola Tesla yang kini melompat ke belakang sambil mengeluarkan sebuah listrik secara berulang kali.
Theon mengayunkan pedangnya, dia langsung mengeluarkan sebuah api putih yang menjalar di sekitar. Dia, dia harus membuang semua ketakutan itu, berputar di udara dengan mengeluarkan putaran api putih dari pedangnya untuk mengalahkan Hassan.
Tapi siapa yang berpikir, dia terlempar, listrik milik Nikola Tesla memiliki daya penuh. Membuat dia kesulitan untuk bergerak karena tegangan. Hanya saja, dia menciptakan sebuah kloningan, yang bergerak ke arah Nicola dan menghantamnya menggunakan sebuah kepalan tangannya.
Nicola mungkin menahan pukulan kloningan Theon, tapi kloningan Theon itu berubah menjadi sebuah elemen petir yang justru menyengat Nikola Tesla hingga dia harus meregenerasi sel-sel yang rusak.
Sedangkan Theon yang asli, dia melompat lagi setelah dia mampu untuk berdiri. Mengayunkan pedangnya sehingga kobaran api putih menjalar ke arah Hassan.
Lagi-lagi Hassan menghindar. Sebagai seorang assassin pertama mungkin dia memiliki sebuah kegesitan yang begitu luar biasa. Sehingga menghindari pola serangan Theon bukanlah suatu hal yang begitu sulit.
Pandangan Hassan tidak terfokuskan meskipun seperti itu. “Dimana dia?” Dia cukup terkejut saat Theon sudah tidak berada di depannya. Justru dia berlari entah dimana yang membuat Hassan menggertakkan giginya. Padahal menurutnya itu adalah lawan yang cukup menarik.
......
“Ledakan teratai Api!”
“Ledakan gelembung air!”
“Kegelapan: kurungan neraka!”
Baik itu Theon, Rena dan Lesha, tampaknya sebelumnya mereka setuju untuk fokus pada petinggi dunia yang tengah duduk. Muncul menggunakan kecepatan tinggi mereka dan melepaskan sebuah teknik untuk membunuh petinggi dunia secara langsung.
Seketika sebuah teratai api muncul dipijakan petinggi dunia, yang membuat petinggi dunia sendiri menundukkan kepalanya. Hanya saja yang cukup terkejut adalah Kayden dan juga Alice yang langsung bergerak menyerang ketiga orang tersebut.
Gelembung udara juga muncul mengelilingi petinggi dunia. Disusul dengan sebuah kotak hitam yang merupakan unsur kegelapan, muncul dan menutup petinggi dunia rata-rapat dengan sebuah kemampuan ledakan itu tadi.
“Ledakan supernova ....”
Seketika kotak kegelapan Lesha mungkin meledak. Hanya saja ledakan itu benar-benar cukup dahsyat yang membuat semua orang, bahkan bawahan petinggi dunia juga terlempar.
Petinggi dunia muncul, masih menggunakan setelan jas dan penutup wajahnya tanpa tergores sedikitpun. Tampaknya, teknik ledakan milik Theon dilahap oleh ledakan supernova yang membuat petinggi dunia masih bertahan.