The God in the Modern World

The God in the Modern World
Onar di kota



“Sialan.” Kata salah seorang yang berada di dalam sebuah mobil, lebih tepatnya mobil milik Anna Michaele. Karena ketika Anna keluar dengan membawa mobil milik ayahnya, dia juga memiliki persekongkolan dengan para mata-mata. Sehingga, lebih tepatnya Anna bekerjasama dengan para mata-mata untuk mengamati dirinya. Serta orang itulah yang melaporkan kejadian tentang situasi kondisi mengerikan di rumah Anna pagi tadi.


“Agen Zero, apakah keponakanmu merupakan seorang penyihir? kau percaya atau tidak, Rena Shon berjalan dengan seseorang yang memiliki sihir pula. Sehingga, kita gagal untuk menangkap Rena itu sendiri. Tapi kabar baiknya, kita mampu menyebarkan sebuah propaganda bahwa penyihir tidak cocok tinggal disini. Sudah ada banyak kecaman buruk.” Katanya dengan menggunakan alat komunikasinya. Tidak hanya itu saja, dia mengeluarkan sebuah senjata dari teknologi WLIS untuk menghancurkan es yang menjebak Anna.


“Jangan bercanda!” Gertak agent Zero setelah mendengar berita bahwa Rena berjalan dengan seorang penyihir yang diduga adalah keponakannya. “Dia bukan keponakanku! Keponakanku tidak memiliki darah penyihir. Sehingga, yang berjalan dengan Rena bukanlah keponakanku.” Kemudian, agent Zero menggertakkan giginya, siapa yang berpikir bahwa Rena ternyata berpaling dari Theon? Rena justru memilih berjalan dengan seorang penyihir yang sebanding. Walaupun, dia tidak tahu apa yang sebenarnya.


“Sepertinya memang begitu Agen, dia bukan keponakanmu. Lalu bagaimana dengan targetnya yaitu Rena Shon sebagai sebuah pasukan penyihir?” Tanyanya balik sambil keluar dari mobil Anna, mencoba menyadarkan otak Anna dengan mengalirkan sebuah elektron dari control pengendali sarafnya. Lebih tepatnya guna membuat sebuah kejut bagi Anna agar Anna kembali bangun.


Agent Zero menggelengkan kepala, sepertinya Rena memiliki lelaki yang cukup kuat untuk melindunginya. Sehingga, dia berubah pikiran. “Kita cari yang lain. Aku akan mengirimkan divisi mata-mata untuk menculik beberapa penyihir.”


…….


Beberapa menit Theon dan Rena menjauh, mereka dikejutkan lagi oleh sebuah ledakan. Yang membuat dirinya harus menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi. Dan, siapa yang berpikir bahwa ternyata Anna keluar dari balik es dan mengamuk. Lebih tepatnya bukan mengamuk, nyatanya dia tertawa lebar sebelum masuk ke dalam mobil berwarna kuning dan beranjak pergi.


"Rena …." Theon menarik lengan Rena. Pergi menuju belakang gedung yang tidak terjamah manusia. Bahkan cctv pun juga tidak ada. Apa yang mereka lakukan adalah menjadi Lord Unknown untuk mencari tahu apa yang Anna maksud? Tentu saja dia juga mengajak Rena pula agar menjadi Dark Witch.


Lord Unknown dan Dark Witch, mereka perlahan melayang terbang. Dan beberapa detik kemudian, mereka melesat dengan sangat cepat ke arah perginya Anna yang menggunakan sebuah mobil.


Dengan sangat cepat, bagaikan sebuah bayangan dan elemental petir yang bergerak dengan sangat cepat. Membuat orang yang antisipasi dengan datangnya Anna benar-benar terkejut dengan adanya dua sihir yang bergerak begitu cepat, bahkan mata mereka mengikut ke mana perginya dua sihir itu.


Theon dan juga Rena, mereka berhenti secara mendadak, menunjukkan tampak mereka di atas semua orang yang takjub. Sudah kesekian kalinya dan setelah satu bulan Lord Unknown dan Dark Witch muncul kembali. Hanya saja, banyak yang tidak suka dengan keberadaan mereka berdua, seperti para aparat, atau mungkin sedikit dari masyarakat.


Terutama dengan Anna, dia berdecak kesal saat melihat dari spion saat mengetahui bahwa ada Lord Unknown yang turun tangan. Tapi sang mata-mata atau pengamat Anna, yang mengendarai mobil berwarna kuning milik Anna sendiri sedikit panik, apalagi dia yang membawa mobil kali ini.


"Tenangkan dirimu Anna, meskipun aku juga sedikit panik, aku bisa menghindari serangan mereka. Mereka tidak mungkin mengeluarkan kekuatan besar untuk menghancurkan keadaan sebelum mereka diserang."


Dan yang benar saja, melihat mobil Anna, Theon mengulurkan tangannya, sehingga belasan kristal es keluar dari udara dan melesat bagaikan sebuah peluru tajam.


Melihat hal tersebut, mata-mata yang bertugas mengantar Anna sebagai sebuah laporan, dia menginjak pedal rem dan rem tangan serta membanting sebuah stir. Tidak peduli di sekitarnya ada kendaraan lain, mata-mata itu menurunkan rem tangan dan langsung menancapkan sebuah pedal gas dengan seketika. Bahkan dia sama sekali tidak peduli tengah melawan sebuah arus. Apa yang dia perlukan hanyalah berganti arus dan melewati Theon di bawahnya.


Bersamaan dengan itu, tangan Anna keluar dari jendela mobil mengulurkan tangannya ke arah Theon dengan mengeluarkan sebuah pusaran air yang cukup besar.


Sedangkan pusaran air yang membuat orang-orang ketakutan, Theon menghentikannya dengan cukup mudah menggunakan kemampuan sang penguasa miliknya.


Sedangkan Rena, tanpa diperintah oleh Theon, dia langsung bergegas untuk mengejar kemana perginya Anna yang membawa mobil milik ayahnya. Apalagi setelah mengetahui bahwa Anna tidak sendirian.


......................


"Dark Witch mengejar, kau bisa menancap gas dengan cepat untuk menjauh?" Tanya Anna menatap orang yang mengambil alih kemudinya.


"Menjauh? Aku pikir Professor Bihazaed mendidik Anda untuk tidak gampang menyerah dan mundur." Katanya sambil menatap spion mobil, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Dark Witch melesat menggunakan sayapnya, mengejar mobil yang Anna tumpangi bagaikan seekor burung yang mengejar mangsanya.


Bahkan, dia harus membanting stir berulang kali karena Dark Witch terus menerus menembakkan sihir kegelapan ke arah dirinya. Mungkin, aparat tersebut menggertakkan giginya, karena yang seharusnya sihir dark witch mengenai kendaraan lain untuk memberikan kesan buruk, tapi Dark Witch mampu menariknya kembali sihir kegelapan ketika pengamat Anna mampu mengemudi dan menghindar dengan baik.


"Justru ayah mendidikku bahwa mundur sejenak untuk mengambil sebuah langkah terkadang penting. Apa kau pernah mendengar ilmu ketapel? Bahwa mundur sejenak bukanlah hal yang salah, terkadang kau juga harus mengumpulkan kekuatan terlebih dahulu agar bisa terlontar lebih jauh lagi." Kata Anna dengan meletakkan salah satu kakinya di atas kaki lain dalam posisi menyilang.


Memang, bahwa Anna tidak membicarakan ayahnya yaitu Verme. Melainkan dia tengah membicarakan ayahnya yaitu Bilhazaed. Pikirannya sudah diotak-atik dengan apa yang dimau Bilhazaed, sehingga membuat Anna mampu berpikiran bahwa Bilhazaed adalah ayahnya sendiri.


Bahkan pengamat Anna mengatakan kepadanya bahwa professor adalah mendidik Anna, bukan merubah pikiran Anna, agar membuat perkataannya semakin meyakinkan untuk dicerna Anna itu sendiri.


Tapi ketika pengamat Anna fokus pada sebuah jalan, seketika Lord Unknown sudah muncul di hadapannya dengan elemental petir yang menyambar sebelumnya. Dia sama sekali tidak peduli bahwa dirinya akan ditabrak sebuah mobil, justru dia mengulurkan tangannya dengan embun yang keluar dari tangannya.


Pengamat Anna, dia menggertakkan giginya, apalagi melihat Lord Unknown yang mengeluarkan kristal es dari tangannya yang akan dia arahkan kepada dirinya. Tapi, dia tidak habis pikir, dia melihat ke arah spion ada banyak mobil yang mungkin juga berada dalam kecepatan tinggi, sehingga, membuat pengamat Anna membanting stir ke kanan sembari menginjak pedal rem dengan bersamaan.


Sehingga, mobil mengalami belokan yang luar biasa secara mendadak, membuat mobil di belakang mereka berhenti dengan mengerem mendadak karena melihat mobil di depannya berubah arah yaitu menyamping.


Theon membuka matanya lebar-lebar, dia langsung melesat ke samping sambil mengulurkan tangannya, membuat sebuah es bercabang untuk menghentikan tabrakan beruntun. Lebih tepatnya, dia mengeluarkan banyak sekali es untuk menghentikan mobil yang akan mengalami tabrakan karena ulah Anna yang mengerem secara mendadak.


Sehingga, tabrakan beruntun benar-benar sangat mudah diatasi dengan es yang Theon ciptakan. Tapi sayangnya, dia melihat bahwa Anna dengan orang lain sudah pergi berlari dengan mengulurkan tangannya ke belakang, seolah berjaga-jaga apabila Theon akan menyerangnya.