
Pertarungan yang cukup sengit, membuat Theon sendiri benar-benar kewalahan. Padahal, di sisinya terdapat Rena yang berusaha keras untuk mengalahkan Strega. Sebenarnya bukan kewalahan, tapi pertarungan ini benar-benar menarik yang membuat Theon enggan untuk mengeluarkan elemen api berwarna putih.
Theon melapisi tangannya menggunakan sebuah elemen cahaya, kemudian, dia memukul telak kepala Strega ke bawah. Apalagi, Theon memukulnya dengan sebuah kecepatan cahaya, yang membuat Strega terlempar ke bawah dengan cukup cepat.
Dia mengulurkan tangannya ke bawah, dia memang enggan untuk mengeluarkan api. Tapi dia tidak begitu naif, pertarungan memang menyenangkan, tetapi dia tidak ingin mendapatkan masalah yang cukup besar.
Rena yang mengerti hal itu, dia mengikat Strega menggunakan elemen kegelapan. Sehingga, ketika membentur permukaan tanah sekalipun, Strega tak mampu untuk bergerak. Tidak hanya itu saja,Rena memperluas sebuah bayangan pengikat yang ada di permukaan tanah agar Strega tak mampu untuk bergerak.
“Api: Ledakan teratai mekar, penyucian!” Theon membentuk sebuah segitiga pada mengunakan kedua jari-jari tangannya. Yang mana dia arahkan pada Strega yang terjebak dan tidak bisa untuk kemana-mana.
Strega yang melihat hal itu, sebenarnya dia ingin mengulurkan tangannya. Sayangnya, tali kegelapan muncul dari permukaan tanah yang berwarna hitam dan menggapai tangan Strega seolah melarangnya untuk mengeluarkan kekuatannya.
Beberapa detik kemudian, tepat di pijakan Strega, muncul sebuah teratai yang mana terbuat dari teratai yang belum mekar. Dengan cukup cepat teratai itu mekar, hingga menghasilkan sebuah ledakan yang luar biasa tiada tara. Bahkan, menghasilkan gelombang panas sejauh radius puluhan meter yang mana keadaan sekitar benar-benar meleleh karena api putih memiliki suhu di atas rata-rata.
Bahkan permukaan tanah sekalipun berubah menjadi magma, berwarna merah bak neraka di tengah kota. Theon bisa melihatnya dengan cukup jelas bahwa itu merupakan kekuatan api putih. Belum dia mengeluarkan sebuah api kegelapan yang mana sebenarnya sangat mustahil dikeluarkan di dunia ini.
“Wah-wah, jadi ternyata ini kekuatanmu paling kuat? Memang aku berbahan titanium, tapi aku memiliki Shield yang bahkan tahan panas sekalipun. Neraka tidak akan mampu untuk membakarku.”
Seketika keadaan benar-benar mengejutkan bagi Theon, Strega muncul dari balik kepulan asap, yang mana dia muncul dengan memakai sebuah shield pelindung berwarna oranye di seluruh tubuhnya. Terlihat dengan begitu jelas, bahwa Strega masih utuh dan tidak memiliki kerusakan apapun.
“Ooh benarkah?” Theon mengangkat alisnya. “Api: Vermillion penghancur bumi, keabadian!” Theon menebaskan genggaman tangannya, namun bersamaan dia menebaskan tangannya, sebuah pedang berwarna merah muncul yang mana memberikan sebuah energi yang luar biasa.
Burung vermillion berwarna hitam muncul, mengeluarkan suara khas dan bergerak sangat cepat ke arah Strega. Kali ini dia memunculkan sebuah api hitam untuk menghadapi Strega, karena dia tahu bahwa api hitam menjadi api dengan suhu paling tinggi.
“Tunggu apa? Bagaimana mungkin ada api hitam di dunia ini? sihir apalagi itu?” Strega sebagai robot, dia terkejut. Bahkan dia juga bisa menggertakkan giginya saat mengetahui bahwa di hadapannya akan ada sebuah sambaran api hitam. Yang mana menurut analisis matanya, api hitam itu memiliki sebuah suhu yang cukup tinggi, bahkan apabila mampu ditahan menggunakan shieldnya, maka tubuhnya juga akan rusak karena gelombang panas pasti akan terasa.
Apa yang dilakukan Strega adalah beranjak di tempat. Lagipula bayangan pengikat milik Rena sudah tak ada karena terkena sebuah serangan dari Theon itu sendiri. Sehingga, dia bergerak dengan cara melayang karena tidak ingin terjerat oleh jebakan Rena.
Siapa yang menyangka, ledakan terjadi dengan cukup hebat. Vermillion itu sanggup membakar atau lebih tepatnya menghancurkan permukaan bumi dengan cukup fatal. Bahkan, vermillion bisa menembus hingga sampai menghasilkan lubang yang cukup dalam hingga menghasilkan magma-magma yang menggenang dalam lubang tersebut.
Karena tampaknya, kelemahan Shield Strega sendiri akan mudah ditembus apalagi terkena serangan langsung. Apabila itu berasal dari serangan jarak jauh, maka Shield Strega akan benar-benar sangat kuat.
Ujung Fire Sword milik Theon mampu untuk menggores zirah Strega yang berasal dari titanium. Hal itu cukup membuat Strega benar-benar cukup terkejut dan langsung mengeluarkan kekuatan tembakan laser dari dadanya. Sehingga, terpaksa membuat Theon harus mundur dengan kecepatan cahaya lagi.
Cukup mudah mengapa Strega mampu digores dengan pedang Theon. Itu terjadi, karena Strega sendiri sudah mendapatkan hawa panas yang luar biasa dan hampir menyentuh titik lebur titanium. Yang membuat Strega melunak dan mudah untuk diserang.
“Wah-wah, Strega kini sudah melunak. Apa kau ingin memberikan sebuah pesan terakhir?” Tanya Theon dari balik topeng tengkoraknya.
“Sebenarnya, aku ingin bekerja sama denganmu. Aku serius. Menghancurkan manusia dengan cukup mudah dan membagi wilayah kita di bumi ini.”
“Aku katakan besi tua, aku tidak memiliki niatan untuk menjadikan dunia ini sebagai sebuah dunia yang berisi pedang dan sihir. Duniaku bukan di sini, aku memiliki dunia lain yang memang harus ku urus sendiri kau paham? Tapi, di sisi lain, aku tidak akan membiarkan robot sampah sepertimu untuk menguasai dunia pula.” Kata Theon dengan cukup tegas.
“Itu ibarat seorang dewa yang menciptakan manusia, tapi manusia itu menghancurkan dewa itu sendiri dengan menjadikan dunia ini lebih modern dan melupakan dewa. Aku juga melakukan hal yang serupa. Ketika manusia yang menciptakanku, maka aku akan membuat semua AI akan melupakan manusia. Itu akan menjadi sebuah karma bagi manusia. Tapi, aku akan menyisakan manusia, yang mana mereka masih mengingat siapa pencipta mereka untuk memperbaiki kesalahannya.” Kata Strega dengan cukup tegas.
“Dan kau berkata di dekat drone pengintai. Aku sudah merasakannya semenjak tadi. Kasihan sekali, penciptamu sepertinya sedang ditodong senjata karena membuat ciptaan yang salah.” Sahut Theon sambil melirik ke arah sampingnya. Dia bisa melihat sebuah drone pengintai yang semenjak tadi terbang secara sembunyi-sembunyi. Lebih tepatnya, drone itu hancur di atas permukaan magma karena terkena gelombang panas milik Theon.
Apa yang dikatakan oleh Theon mungkin ada benarnya. Professor Tony kini telah ditodong senjata berlaras panjang ketika mendengar ucapan Strega sebelumnya. bahwa Strega akan memunahkan populasi manusia.
Sebenarnya Tony sendiri tidak mengerti. Itu diluar kendali manusia karena Strega sendiri memiliki kecerdasannya sendiri. Tapi, Tony hanya mengangkat tangannya di negeri orang dan menganggap kesialan terjadi di dirinya.
“Kau telah melakukan kesalahan terbesar sir Tony. Kau akan ditahan di negara ini.” Kata presiden New Santara sambil bersedekap dan bertatap dingin.
“Tunggu, itu bukan kesalahanku. Bukankah Strega memiliki pemikiran sendiri?” Kata Tony dengan cukup ragu.
Tapi tidak ada yang memperdulikan apa yang dikatakan oleh Tony itu sendiri. Sehingga, dia ditangkap dan digiring menuju tempat penahanan untuk sementara waktu.