
Tampaknya itu sama sekali tidak begitu efektif. Ketika sebuah serangan es melawan gelombang matahari tampaknya itu merupakan sesuatu hal yang cukup bodoh. Bagaimana tidak? Puluhan tembakan kristal yang muncul dari permukaan dinding es milik Theon bukanlah apa-apanya dibandingkan dengan gelombang matahari milik Alzma yang membuatnya meleleh.
Hanya saja, ketika kristal-kristal itu sudah tiada, dan dinding es yang sudah sepenuhnya mencair, siapa yang berpikir bahwa Fang Theon sudah tak berada di balik dinding es itu. Yang mana membuat Theon Alzma cukup terkejut.
“Sama saja, otakmu sebagai Alzma benar-benar cukup bodoh!”
Theon dengan begitu cepat, dia kini sudah berada di samping Alzma dengan posisi hampir menebaskan pedangnya. Wajahnya terlihat begitu datar dan sudah kehilangan respect kepada Theon Alzma sekalipun.
Ketika ingatannya bahwa Theon Alzma adalah sosok yang mungkin paling menyedihkan. Ketika dia mendapatkan sebuah perundungan yang menyebalkan, hingga sifat feminin yang menjadikan dia seolah kurang mendapatkan sebuah perhatian yang begitu lebih, mungkin membuat Fang Theon sendiri perlahan ingin merubahnya. Menunjukkan kepada umum bahwa dia mengalami sebuah kemajuan dan bisa lebih untuk percaya diri.
Bukan sembarang, bahkan dia bisa membuat siapapun memberikan rasa hormat ketika Fang Theon, merubah raga Theon Alzma menjadi lebih berani. Tentang, ketika teman sekelasnya mulai mengurung niatnya untuk merundung Theon Alzma karena tampaknya Alzma sendiri sudah begitu berubah dengan tatapan yang begitu kejam.
Fang Theon mungkin cukup suka ketika dia seolah berperan menjadi seseorang, dan mencarikan jati diri orang tersebut, berharap jiwa yang sebelumnya bisa beristirahat dengan cukup tenang.
Tapi nyatanya sekarang? Fang Theon cukup kecewa kepada Theon Alzma, ketika kelemahannya justru menjadi sebuah celah bagi seorang iblis untuk menunjukkan sebuah jalan yang begitu buruk, membuat Fang Theon sendiri merasa bahwa apa yang dia lakukan sia-sia.
“Ternyata kau ada di belakang! Aku tidak terkecoh, kau pasti adalah sebuah kloningan. Sedangkan yang asli ada di sisi samping yang lain dan akan muncul dalam beberapa detik.” Theon Alzma berkata dengan melengkingkan ujung bibirnya. “Kau juga Theon, kita memiliki sebuah kebodohan yang sama.”
Fang Theon juga menaikkan ujung bibirnya ketika Alzma menghadapkan tangannya ke arah sisi yang berlawanan. Yang kemudian, mengeluarkan sebuah energi bintang yang mungkin mengeluarkan sebuah ledakan cahaya ketika dia berpikir bahwa yang di hadapannya adalah Theon kloningan.
Hanya saja, kurang beberapa inchi pedang Theon hampir menyentuh leher Theon Alzma. Namun, sebuah cincin saturnus kembali muncul yang mana mengitari Theon Alzma dengan cukup cepat. Yang membuat Fang Theon sendiri terlempar sejauh beberapa meter ke belakang.
Tidak berhenti begitu saja, Theon Alzma, menebaskan pedangnya, sehingga sebuah energi berwarna kuning yang merupakan sebuah energi bintang muncul. Membentuk sebuah bilah bulan sabit yang bergerak cepat ke arah Fang Theon.
Theon tidak ingin menyerah, jika dipikir-pikir mungkin dia sudah mencapai sebuah batas yang mana akan sulit untuk melanjutkan ke depannya. Sehingga di kala Theon menangkis sebuah serangan berkala dari Theon Alzma, Fang Theon juga memikirkan bagaimana caranya untuk menyerang secara cepat.
Apalagi kondisi bulan sudah dalam fase separuh, yang membuat Fang Theon sendiri hampir merasakan apa yang namanya sebuah keputus asaan. Bahkan ketika dia menerima dengan menyerang Theon Alzma, napasnya benar-benar terengah-engah yang membuat dia cukup kesulitan sebenarnya.
Hanya saja, Theon Alzma menurut Fang Theon cukup bodoh, jika dia mengeluarkan sebuah tebasan energi bintang yang beruntun sebagai sebuah serangannya, bisa dibilang Theon Alzma akan mengalami sebuah kehabisan sebuah energi.
Jika Theon Alzma mengeluarkan cahaya, maka sudah seharusnya semenjak tadi dia mampu bergerak secepat cahaya. Tapi nyatanya? Theon Alzma sendiri juga tidak mampu mengejar kecepatan cahaya milik Fang Theon.
Kedua tebasan itu, apabila ditebaskan mungkin akan berdampak kemana-mana. Ketika para undead mengenai mungkin setitik tebasan yang terlempar kemana-mana itu, pasti akan membuat mereka tidak akan mengalami sebuah regenerasi pada bagian yang terluka. Sehingga itu akan menjadi sebuah kesempatan yang bagus bagi Fang Theon.
Hanya saja, masalah terbesarnya ketika tahu persis, bahwa dampak tersebut juga mengakibatkan para roh mengalami serangan dari kedua Theon yang bertarung cukup besar. Sehingga kesempatan yang bagus bagi Fang Theon hanyalah sebuah omong kosong belaka.
“Seharusnya dia sudah kehabisan sebuah energi, dia adalah manusia biasa, jika aku bertarung semenjak tadi itu bukanlah sebuah masalah yang cukup besar.” Batin Theon yang menarik napas panjang dikala dia terengah-engah. Yang kemudian dia mengulurkan tangannya yang memunculkan sebuah ledakan cahaya yang mungkin cukup besar ke arah Theon Alzma.
Alzma menarik napas, dia mengulurkan tangannya hingga memunculkan sebuah energi bintang berskala besar. Kemudian, bersamaan dengan itu, dia juga menebaskan hyper star sword ke arah ledakan cahaya secara bertubi-tubi.
Ketika itu, sebuah tangan-tangan kegelapan muncul dari tanah, yang menggapai Theon Alzma dan menyeretnya hingga dia terjatuh. Kemudian, ketika semua energi serangan dan pertahanan cahaya dan bintang mulai meredup. Fang Theon mulai muncul di depan Theon Alzma sembari memposisikan ujung pedangnya ke depan.
Sama halnya Alzma, dia sama sekali tidak begitu menyerah ketika kondisinya seperti ini. Meskipun sebenarnya dia tidak merasa kepepet. Sehingga, dia mengulurkan tangannya ke arah Theon yang memunculkan lagi-lagi energi bintang.
Tentu saja dengan cepat Theon mengayunkan pedangnya, menghancurkan sebuah energi bintang dalam sekali tebasan meskipun membuat pedangnya berasap.
Hal tersebut ketika Alzma menghancurkan bayangan-bayang dengan energi bintangnya sambil melompat dan menebaskan hyper star sword nya ke arah Fang Theon dengan energi yang cukup besar.
Fang Theon mengangkat pedangnya untuk menahan pedang milik Alzma. Membuat keduanya tertahan dan saling menatap dengan tajam.
“Rasanya seperti melawan dengan diri sendiri.” Fang Theon mengangkat ujung bibirnya. Tampaknya Theon Alzma sedikit terengah-engah dalam pertarungan sengit tersebut.
“Kau mendapatkan pedang ini dari mana? Seharusnya hyper star word menjadi pedang terkuat ketika aku menempanya dari energi bintang mati.” Theon Alzma menggertakkan giginya. Seribu satu pertanyaan tiba-tiba muncul yang membuat dia penasaran tentang kekuatan besar yang dimiliki oleh Theon muda.
“Benarkah!” Theon mendorong pedangnya, sehingga membuat hyper star sword dalam genggaman Alzma sedikit terlempar ke belakang. Tidak membuang sebuah kesempatan, dia mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat.
Hanya saja Alzma menarik pedangnya kembali yang membuat Fang Theon dan Alzma kembali tertahan sebuah pedang. “Apa ini karena ja*ang tersebut sehingga kau memiliki kekuatan yang begitu luar biasa ini?” Alzma menggertakkan giginya ketika dia mengingat Lesha