
Ular itu mengibaskan ekornya di tambah dengan mengeluarkan tembakan yang cukup brutal. Akan tetapi, itu benar-benar tidak sebanding dengan setitik cahaya yang semakin membesar hingga menyilaukan mata. Sehingga, dalam satu serangan itu, ular tersebut terlempar cukup jauh dan merusak bagian tembakan di punggungnya.
Mungkin masih hidup. Ular tersebut kembali menggeliat. Melompat dan menjulurkan lidahnya seolah menyerang mangsanya yang melayang di udara.
Theon membentuk tangannya menjadi sebuah pistol, yang mana memperlihatkan jari telunjuknya yang kemudian mengeluarkan panah cahaya lagi. Terus berulang kali, sampai-sampai, Theon tidak membiarkan ular itu mendapatkan kesempatan untuk menyerang dirinya.
Hanya saja, saat mulai berdiri, tampaknya sang ular menyemburkan sebuah bisa. Bisa berwarna hijau yang menyembur seolah bagaikan air hujan bagi Theon itu sendiri.
Alih-alih takut, Theon kini memiliki elemen racun. Hanya saja, untuk elemen racun sendiri, Theon sama sekali belum memiliki kemampuan penguasanya. Sehingga, dia seolah tidak bisa menetralisir elemen racun milik musuh. Atau mungkin membalikkan sebuah keadaan.
Sehingga, dia hanya menciptakan sebuah dinding es yang berukuran cukup besar. Setidaknya cukup untuk menahan semburan bisa dari sang ular tersebut. Kemudian, Theon keluar dari dinding es melalui atas, dan melemparkan tangannya untuk memunculkan ribuan panah es yang muncul di sekelilingnya.
“Kemampuan panah racun! Bisa viper!”
Semua panah es tersebut benar-benar mengandung racun, yang kemudian melesat untuk memanah ular yang hendak menyerang es miliknya dengan menggunakan sebuah ekor ular tersebut.
Bersamaan dengan itu, Theon memundurkan kepala karena merasakan sebuah tembakan dari sisi samping. Dan, siapa yang berpikir, bahwa dua sang penembak, yang sebelumnya berdiri di kepala beast mereka masing-masing, kini turun untuk menghadapi Theon karena menurutnya benar-benar berbahaya. Sedangkan dua lainnya, mereka menghadapi Rena yang masih berusaha membuka bunker bawah tanah.
Panah-panah racun itu mampu untuk dihempaskan kembali oleh ular tersebut menggunakan sisiknya yang cukup keras. Setidaknya mampu untuk menahan elemen milik Theon. Namun, di sisi lain, Theon menoleh ke samping, mengayunkan tangannya hingga memunculkan sebua golem es yang cukup besar.
Gundukan tanah dengan es yang meleleh muncul, menendang perut ular tersebut dengan cukup keras. Tidak berhenti begitu saja, golem es itu mampu mencekik bagian tubuh ular dan membantingnya tepat pada dua penembak yang tengah menembakinya.
Di sisi lain, salah satu penembak yang menghadapi Rena, dia berbalik badan, menembakkan salah satu peluru magis. Peluru tersebut seketika menancap pada tubuh golem, hanya sebatas menancap sebentar, sesaat sebelum peluru tersebut mampu membuat sebuah retakan dan pada akhirnya meledak.
Theon tidak terlalu ingin berlama-lama, dia mengangkat tangannya tepat di atas langit. Sehingga, langit berwarna menjadi gelap seketika dan berkumpul menjadi satu titik pekat.
“Hujan panah api!”
“Hujan panah es!”
“Hujan panah cahaya!”
“Wuuushhh!”
Pemandangan langit benar-benar cukup mengerikan bagi semua spirit beast. Tidak terkecuali beast milik Theon sekalipun. Mereka menatap ke atas dengan mengalami ketegangan karena tidak hanya satu panah, melainkan ribuan panah dengan tiga jenis berada dalam satu wilayah di tempat ini.
Kemudian, sebelum dia benar-benar menjauh, dia membuat sebuah kurungan es yang melingkar di bekas pegunungan tadi. Dan hal tersebut pasti akan membuat mereka tidak bisa lari. Dan bunker yang katanya tempat paling susah ditembus sekalipun dapat dihancurkan, meski tidak menghancurkan isi dalamnya. Karena Theon menebak, bahwa bunker itu juga bertipe magis yang dihancurkan dengan kekuatan biasa pun agak sulit.
“Kau ingin membuat kiamat buatan? Maka saksikanlah terlebih dahulu kehebatan dewa dariku.”
“Bummm!!!”
Dunia bergetar benar-benar sangat hebat, bahkan bisa dirasakan dari balik dunia sekalipun. Mungkin Theon terlalu berlebihan, akan tetapi dia gunakan untuk sedikit menggetarkan bunker bawah tanah yang katanya menjadi tempat terkebal di dunia.
Bahkan pelindung es sekalipun tidak mampu untuk menahan semua panah tersebut. Menjadikan tempat tersebut bagaikan tempat paling mengerikan. Menerima panah dalam tiga jenis yang berjumlah ribuan dalam satu wilayah.
......
Ketika dunia mengalami keguncangan yang benar-benar sangat hebat. Dunai menginformasikan bahwa stasiun luar angkasa jatuh dengan titik jatuh yang masih diperhitungkan. Tentu hal tersebut membuat orang benar-benar cukup panik ketika mendengar berita itu.
Apalagi di seluruh dunia mendapatkan getaran yang luar biasa. Getaran yang halus seolah terdapat sebuah benturan yang cukup besar. Kepanikan mereka benar-benar memuncak ketika menghadapi dua masalah. Tiga masalah, ketika dua markas di Ziosam dihancurkan hampir total.
Dan berita yang sedikit mengejutkan adalah sayembara dari Lord Unknown. Ketika orang-orang berlomba-lomba untuk mencari jejak dua buronan internasional, demi mendapatkan uang fantastis, justru Lord Unknown balik menyuarakan sebuah sayembara untuk membunuh kepala dewan keamanan yang saat ini dilanda sebuah kepanikan. Apalagi sayembara itu cukup mahal yang membuat semua orang cukup bimbang.
Tapi, orang-orang yang memiliki kekuatan elemental, mereka tergiur dengan penawaran Lord Unknown. Di kala dunia terguncang, mereka dengan sedikit merasakan kengerian menuju markas petinggi dunia yang ada di Ziosam. Dewan keamanan dunia yang seharusnya menuju markasnya karena mengalami kehancuran, justru kepala dewan keamanan dunia bersembunyi di sana.
Sedangkan di bunker bawah tanah sendiri, mereka benar-benar sangat panik. Keadaan menjadi porak poranda karena mendapatkan sebuah guncangan yang benar-benar cukup hebat. Semua aparat dengan sihir mereka sekalipun, mereka segera keluar untuk menghindari runtuhnya bunker ini. Karena sekuat-kuat bunker sekalipun, jika mendapatkan guncangan seperti ini, maka hancur juga bisa.
Hanya saja, ketika mereka membuka sebuah portal sihir penghubung antara dunia atas dan underground. Ribuan anak panah menghujani dan masuk ke dalam dengan cukup brutal. Sehingga, mereka segera menutup tempat itu lagi menggunakan sebuah pola sihir agar anak panah tersebut masuk dan menghancurkan tempat tersebut.
Namun, saat mereka berbalik badan setelah menutup pola tersebut, mereka mendapati Theon dan Rena sudah di belakang mereka. Yang kemudian, Theon meninju wajah salah satu dari mereka dengan cukup keras. Kemudian, dengan langkah bayangan, Rena menendang mereka dan berpindah ke orang lain dengan cukup keras.
“Sejauh satu kilo meter dari permukaan tanah. Benar-benar sangat dalam, pantas saja mereka menggunakan sebuah pola sihir untuk memunculkan sebuah portal menuju atas. Dan sama sekali tidak ada yang mengetahuinya” Kata Theon sambil membakar jasad mereka menggunakan api abadi.
Tentunya, ketika hujan panah tersebut berlangsung, Theon meninggalkan sebuah jejak berupa bayangan yang kebal dengan elemennya sendiri. Sehingga, ketika dia melihat bahwa portal terbuka, Theon yang asli yang tengah membawa Rena bergerak secepat cahaya untuk masuk ke dalam.
“Benarkah? Siapa yang berpikir bahwa ternyata sosok Lord Unknown dan Dark Witch datang untuk mencari dewi rembulan. Apakah kalian bawahannya?”