The God in the Modern World

The God in the Modern World
Merebut kitab After Death



Kayden menatap Helen, dia bisa melihat bahwa tubuh Helen terbakar seolah sedang menunjukkan amarahnya. Dia sepertinya berada di puncak kekuatan dengan keinginan membunuh Kayden. Dengan menggunakan teknik terlarang, itulah yang dia lakukan.


Tubuh Helen meledak, memancarkan sebuah ledakan jamur yang cukup kuat. Setidaknya mampu menembus kubah milik Kayden, bahkan meledakkan helikopter yang menunggu Kayden keluar. Sebelum itu, untuk menyelamatkan Agis, dia melapisi Agis dengan elemen tanah.


 “Apakah menurutmu teknik sihir modern seperti itu dapat membunuhku? Sihir elemental, sihir modern benar-benar lemah. Padahal kau merupakan keturunan penyihir kuno, setidaknya kau harus menggunakan sihir kuno pula.” Kata Kayden sambil melepaskan elemen es yang menjadi pelindung tubuhnya. Sungguh, dia menganggap bahwa elemen es merupakan sihir kuno, yang mana benar-benar sangat berbeda dengan sihir elemental yang mereka anggap modern.


Padahal, es merupakan gabungan dari konsep elemental air dan juga angin. Yang mana, tampaknya Kayden sendiri benar-benar tidak mengetahuinya. Kemudian, dia juga menatap bahwa sihir kubah pelindung miliknya tampaknya juga hancur karena ledakan milik Helen. Dia merasa, meski dia berbicara sihir modern tampak lemah, sihir kuno miliknya juga perlu untuk diasah.


Kayden menghampiri sebuah gundukan tanah yang terbakar, seolah menjadi sebuah magma yang hendak mencair. Akan tetapi, dia langsung menendang gundukan tanah itu dengan cukup keras.


Agis memang berada di dalam gundukan itu. Namun, dia tersenyum kecut saat menyadari bahwa Kayden benar-benar masih hidup ketika mendapatkan serangan terlarang milik neneknya. Yaitu meledakkan diri.


Bagaimanapun, dia harus berdiri dan melawan. Namun kakinya seolah lumpuh dan dia benar-benar mengalami sebuah jalan buntu. Di sisi lain, dia tidak bisa menyerahkan peti emas yang dirinya sendiri tak tahu apa isinya.


Kayden merasa bodo. Dia langsung menendang wajah Agis dengan cukup keras. Yang membuat Agis sendiri terlempar ke belakang dengan posisi masih memeluk erat peti emas itu. Dia sendiri tidak memiliki niatan untuk menyiksa seseorang, dia tidak suka untuk berbasa-basi apapun, sehingga dia mengeluarkan kristal es dari tangan


Agis menggertakkan giginya, dia mengeluarkan elemen tanah untuk menjadi sebuah pelindung. Tapi, siapa yang menyangka, kristal es itu masih mampu untuk menembus dinding tanah, yang membuat menancap pada dada kirinya.


Dia hanya bisa berteriak, tapi setelah itu dinding tanahnya sepenuhnya sudah hancur, karena puluhan kristal es menembus. Agis melihat dengan mata kepalanya sendiri, dia hanya membuka matanya lebar-lebar saat kematian berada di depannya.


Dan itu benar saja, Agis mengalami serangan yang cukup brutal. Dia terbunuh dengan menggunakan serangan Kayden, yang mana serangannya Agis sendiri tidak tahu itu sihir apa.


Kayden melompat, dia langsung meraih peti emas itu. Akan tetapi, dia benar-benar membuka matanya lebar-lebar saat sebelum dia berkedip sekalipun, seseorang muncul di hadapannya sambil mendorong tangannya yang dilapisi oleh elemen es.


Dia ingin menghindar, tapi benar-benar terlambat yang membuat dirinya terpental karena menerima pukulan yang cukup keras pada perutnya.


Di saat dia terlempar dan tersungkur, dia melihat sebuah bayangan yang kemudian membentuk seorang wanita. Wanita tersebut memukul kepalanya dengan cukup keras yang membuat Kayden sendiri benar-benar merasakan sebuah remuk yang begitu luar biasa.


“Akh sialan, aku benar-benar terlambat. Aku tidak tahu bahwa nenek Helen adalah keturunan penyihir kuno yang membawa kitab tersebut. Jika kita cepat, maka dia pasti tidak akan mengalami kematian yang tragis, dengan Agis, dan juga Emerald.” Theon menghela napas menyesal.


Lesha mendarat di samping Kayden, yang mana dia ingin merebut peti emas yang ada di pelukannya. Namun, Kayden tampaknya masih hidup dengan membuka matanya, dia menyemburkan sebuah pusaran angin dari mulutnya yang membuat Lesha harus mundur sejenak.


Kayden berdiri, dia mengusap ujung bibirnya yang berdarah karena pukulan dari Theon dan juga Rena yang cukup brutal. Apalagi, dia menyadari bahwa musuhnya bukanlah biasa. Baru kali ini, dia mendapatkan tiga musuh paling kuat. Yaitu Lord Unknown, Dark Witch, serta Avatar dewi rembulan yang mana ketiganya mengepung Kayden.


Kayden menggertakkan giginya, dia menginjakkan kakinya namun sedikit mendorongnya ke depan, sehingga sebuah bongkahan es muncul dengan cukup besar, yang mana ujungnya hampir menghancurkan kepala Theon.


Untung saja, Theon mengangkat dagunya, sehingga hanya berjarak beberapa senti bongkahan es itu berada tepat di depannya. Kemudian, Theon memukul bongkahan es itu hingga membentuk pecahan-pecahan tajam. Yang mana, pecahan-pecahan tajam itu, Theon alunkan untuk menyerang Kayden yang kesulitan untuk bergerak. Apalagi beberapa aparat telah turun tangan, mereka tampaknya sama sekali tidak berpihak karena mengepung Theon dan juga Kayden.


Kayden mengeluarkan kubah es untuk menahan sihir es milik Theon. Dia teringat bahwa Theon merupakan pengendali sihir es yang benar-benar sangat hebat. Mengingat, bahwa Theon atau Lord Unknown mampu membekukan satu wilayah yang membuat semua orang tidak mampu untuk bergerak.


Lesha tidak ingin diam, identitasnya adalah seorang avatar dewi rembulan. Sehingga, dia bergerak langkah bayangan untuk menghajar Kayden. Rena juga bergerak, setidaknya dia harus membunuh Kayden, guna merebut kembali kitab After Death itu.


Kedua wanita itu menghancurkan kubah es yang diciptakan oleh Kayden. Membuat Kayden sendiri menggertakkan giginya. Namun, bersamaan dengan itu, dia langsung mengeluarkan sebuah hembusan angin untuk mementalkan mereka.


Namun, Theon sudah berada di depannya, menghentikan kemampuan elemen angin milik Kayden dan meninju perutnya. Dan, sebenarnya Kayden mendapatkan tiga serangan secara langsung.


Tentu hal tersebut membuat Kayden mengalami luka yang cukup berat. Dia tergeletak di atas tanah sambil memeluk peti emasnya. Theon tidak ingin ada sesuatu yang tidak dia harapkan, sehingga, dia mengeluarkan kristal es dari permukaan tanah, yang membuat Kayden sendiri tertusuk dan mati.


Lesha melompat, dia meraih peti emas yang berada di tangan Kayden. Peti emas yang berisi kitab After Death, benar-benar harus diamankan, atau yang terjadi kitab ini berada di tangan orang yang salah dan mendapatkan sebuah kemungkinan yang paling buruk di dunia.


Namun, Lesha membuka matanya saat memastikan bahwa kitab After Death itu benar-benar aman. Apa yang dia lihat membuat dia benar-benar murka dalam hatinya, karena kitab tersebut benar-benar tidak ada. Peti emas kosong dan tidak ada apapun yang berarti bahwa kitab After Death benar-benar sudah dicuri terlebih dahulu.


“Kitabnya hilang!” Teriak Lesha dengan cukup panik.


Theon menggertakkan giginya, dia langsung bergerak di atas langit untuk mencari dimana keberadaan Kayden. Masalahnya, yang dia bunuh barusan adalah sebuah kloninga. Di kala Kayden sendiri menciptakan sebuah kubah, tampaknya tubuh utamanya telah lari entah kemana dengan membawa kitab tersebut. Benar-benar menakjubkan, bahkan Kiba tak mampu mendeteksi dia pergi.


.....


“Lord! Aku sudah mendapatkan kitab After Death. Anda bisa melakukan pembunuhan massal sekarang juga, untuk menjadikan mereka tumbal dan menghidupkan Ava ....”


“Tidak Kayden, aku akan melakukan pembunuhan massal. Tapi, penyihir elemen akan tetap bertahan, sehingga kita akan mendeklarasikan perang dengan mereka, apalagi avatar dewi rembulan saat ini telah lolos, ada juga Lord Unknown dan juga Dark Witch. Sehingga, dewi rembulan dengan penyihir elementalist, melawanku dengan pasukan Undead.”


“Aku mengerti.” Kayden bersandar pada sebuah dinding tanah. Dia duduk sambil mengatur napas. Organ dalamnya tampaknya benar-benar hancur karena mendapatkan serangan dari Lord Unknown dengan cukup mengerikan.