The God in the Modern World

The God in the Modern World
Dimana Theon?



"Ibu Anda memiliki julukan?" Fritz, sang tuan labirin mengangkat alisnya. Bagaimana tidak? Jika ibu sosok yang ada di depannya memiliki sebuah julukan yaitu dewi racun, tentunya Theon juga bukan sosok dewa biasa. Setidaknya, jika ibunya yang sebelumnya adalah seorang manusia, dan berubah menjadi dewi, maka ayah Theon sudah murni dewa dengan julukan yang begitu tinggi.


"Bintang Neutron memang berhak untuk Anda tuan, mungkin pada hari ini tidak terlalu berguna, namun suatu saat nanti benda tersebut pasti akan berdampak sangat besar. Asal, jangan biarkan benda tersebut disentuh oleh manusia." Kata Fritz sambil menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya, "Sebelumnya, perkenalkan aku, namaku adalah Fritz putra Zuan."


"Terimakasih Fritz, aku akan menjaga bintang neutron ini dengan senang hati. Sesama memiliki darah dewa, aku benar-benar menghormatimu. Kemudian, aku ingin mengatakan sesuatu bahwa alam de ...."


Sebelum Theon melanjutkan ucapannya, Fritz sudah menjentikkan jarinya, mengakibatkan dirinya sudah berada di dimensi penghubung antara manusia dan labirin ini. Sehingga kepalanya mendadak menjadi begitu pusing.


Di sisi lain, lebih tepatnya beberapa detik yang lalu. Rena mondar-mandir menunggu Theon, waktu menunjukkan kurang 1 menit sebelum portal tertutup. Dia bingung, apa yang harus dia lakukan? Tidak mungkin dirinya meninggalkan Theon. Di sisi lain, Rena juga tidak ingin terjebak di labirin ini.


"Rena, dimana Theon, kenapa dia tak kunjung sampai?!" Lesha semenjak tadi juga tidak ingin keluar karena melihat Rena. Yang mana dia tahu bahwa Rena serang menunggu Theon.


Namun, tempat tiba-tiba berubah, mereka semua sudah berada di dimensi perhubungan yang berputar. Rena dipenuhi ketakutan, karena Theon belum kunjung kembali.


Begitupun dengan Theon, dirinya Tiba-tiba sudah berada di kediaman Zuan dengan memegang bintang neutron. Pandangan semua orang juga tiba-tiba terdiam karena melihat Theon memegang bola yang begitu bercahaya. Bagaimana tidak? Tidak ada seorang pun yang pernah mendapatkan bintang neutron, tapi kenapa anak yang memiliki keberanian untuk menantang big Three mendapatkannya?


"Fritz konyol! Setidaknya dia harus memberikanku waktu untuk memasukkannya ke dalam cincin ruang." Theon tak berkata lagi setelah berujar demikian, apa yang dia lalukan adalah segera memasukkam bintang neutron pada cincin ruangnnya.


"Theon! Akhirnya kau selamat. Aku pikir kau akan terjebak." Kata Rena yang muncul seketika di samping Theon, diikuti oleh Lesha pula.


Kemudian, putra-putri big Three datang. Wajah Vynh juga tampak tak biasa karena ketika dia muncul di dunia ini, dia sempat melihat bahwa Theon memegang bintang neutron. "Serang! Jangam biarkan anak SMA itu mendapatkan bintang neutron!” Teriak Vynh.


Tentu itu membuat Theon dan juga Rena terkejut, bukankah seharusnya ketika sudah mendapatkan benda ini maka sudah menjadi hak milik sesuai yang tercantum di peraturan festival keluarga Zuan. Tapi mengapa dirinya tiba-tiba bagaikan pencuri?


Tapi siapa yang berpikir bahwa semua oranh akan diam saja dan menaati peraturan? Semua orang terkeciali kepala sekolah yang semenjak tadi benar-benar terkejut karena Theon mendapatkan bintang neutron, mereka semua langsung mengepung Theon.


"Anggap saja dia adalah pencuri, pencuri bintang neutron." Luis, atau kepala keluarga Zuan juga mengompori keadaan. Bagaimana tidak, dia juga kaget ketika ada seseorang yang mendapatkan bintang neutron.


Tanpa berpikir panjang, Rena langsung menggapai tangan Theon. Kemudian dia langsung mengeluarkan sayap dan memghancurkan atap rumah Zuan. Tentu apa yang dia lakukan guna kabur dari kepungan orang-orang yang melanggar peraturan, termasuk keluarga Zuan yang sudah membuatnya.


Hanya saja, kaki Theon sudah terikat dengan sebuah tali yang tercipta dari sebuah api. Kemudian, tali tersebut ditarik dengan sangat kuat yang mana membuat Theon benar-benar terjatuh sebelum dia sempat mengeluarkan sayapnya.


Tanpa berpikir panjang, Theon langsung menarik tali api yang mengikat pada kakinya. Memang itu api, tapi tidak terlalu begitu panas bagi Theon, sehingga ketika dia jatuh, dia melakukan tarik-menarik, entah siapa yang mengikat kaki Theon. Selain itu, sebelum Theon mendarat di atas permukaan tanah, tatapan Theon benar-benar sangat sinis sambil menarik tali itu dengan sangat kuat, membuattali tersebut perlahan kendor yang mana pemiliknya juga terlempar.


Kemudian, demi menghindri jatuh dengan kerusakan tubuh yang cukup tinggi, Theon langsung mengepakkan sayap apinya. Sehingga ketika dia mendarat, tidak ada luka lagi, hanya saja dia langsung menghilangkan sayapnya lagi.


Tapi, siapa yang menyangka ketika Theon mendarat tepat di halaman belakang rumah Zuan, Starllet muncul di depan Theon dengan gerakan kilat atau gerakan petir, tangannya juga dilapisi oleh elemen tanah yang mana hendak dipukulkan oleh Theon.


Tali api masih di pegang oleh Theon, kemungkinan sang pencipta sudah melepaskannya. Apa yang dia lakukan? Tali api itu dia kalungkan pada leher starllet dan langsung menariknya, sehinga mengakibatkan luka bakar pada leher Starllet yang mana membuatnya terjatuh. Sayangnya, Starllet sempat melapisi dengan elemen tanah, sehingga membuatnya mengurangi dampak.


Jean, sambil membawa sebuah tali api yang dia ciptakan kembali, menyabetkannya ke arah Theon dengan cukup keras. Tapi, Theon tidak terlalu bodoh, dia langsung mengeluarkan semburan api untuk menahan sabetan api milik Jean.


“Kembalikan bintang neutron! Berikan kepadaku!” Vynh berteriak sambil melepaskan sebuah pusaran angin tepat di atas Theon.  Selain itu, Vynh juga berdiri di antara pusaran angin seolah mengendarainnya.


“Itu diluar peraturan, bintang neutron sudah milikku. Selain itu, jangan coba-coba untuk menyentuh bintang neutron manusia rendahan!” Teriak Theon sambil mengeluarkan kobaran api yang cukup besar pada pusaran angin milik Vynh.


Tentu, angin tersebut terbakar yang menjadikan sebuah pusaran api yang cukup besar, Vynh melompat di antara Starllet dan juga Jean yang mana kemudian sambil mengeluarkan sebilah pedang dari selongsongnya untuk menyerang Theon.


Theon menatap mereka dengan sinis sambil mengulurkan tangannya ke depan, sehingga seketika sebuah kobaran api keluar dengan sangat besar menghantam Vynh. Sayangnya, Vynh sendiri langsung berjongkok dan mengeluarkan sebuah aliran air bawah tanah, sehingga kobaran api itu padam seketika.


“Aku hanya mengikuti aturan, bukankah jika seseorang mendapatkan bintang neutron tersebut maka boleh memilikinya?” Kata Theon dengan nada yang cukup tinggi dengan diperhatikan oleh beberapa pengunjung keluarga Zuan.


“Dasar manusia rendahan! Hanya karena kalian berpikiran bahwa keluarga Zuan tidak pernah mendapatkannya, maka temanku tidak pantas mendapatkannya?” Rena muncul dari langit halaman belakang rumah keluarga Zuan, tidak hanya itu saja, bahkan dia juga langsung mengeluarkan jarum air yang begitu banyak sembari mendarat.


Sayangnya, Luis atau ayah Vynh datang dengan mengeluarkan pusaran air yang mana kemudian meledak dan menghancurkan jarum air milik Rena. Kemudian, dengan kecepatan angin, Vynh bersama ayahnya langsung melayang dan menghajar Rena serta Theon sekalian.


“Pak tua, ternyata kau tidak ada kapok-kapoknya.”