
Rena yang mendarat di permukaan tanah, sesegera langsung mengeluarkan ledakan elemental kegelapan yang sangat pekat, bahkan cahaya matahari sanggup diserap karena kekuatan kegelapannya. Tentu, itu membuat Vynh dan Luis berhenti dan terkejut, bagaimana tidak? Mereka baru kali ini menghadapi kekuatan non elemental. Bahkan kekuatan Rena tampak seperti kekuatan nenek sihir yang ada dalam sebuah film.
“Kekuatan apa itu?” Vynh langsung meloncat ke belakang sambil menarik ayahnya. Kemudian, dari belakang mereka yaitu Starllet langsung bergegas untuk mengeluarkan sebuah dinding tanah yang cukup tebal. Setidaknya sanggup untuk menghadapi elemental milik Rena.
Siapa yang menyangka, bahwa elemental kegelapan milik Rena sanggup menghancurkan elemen tanah milik Starllet. Hanya saja, Jean langsung mengeluarkan elemen api untuk mengimbangi elemental kegelapan milik Rena.
“Aku bertanya? Apa salah kami, kami yang mendapatkannya maka ini adalah milik kami.” Theon berteriak dari kejauhan dengan tatapan yang begitu tajam. “Aku beritahu, benda tersebut tidak diperuntukkan untuk kalian, kalian manusia biasa tidak akan bisa menyentuh benda tersebut atau yang terjadi kalian akan hancur.” Kata Theon berkata dengan serius.
“Jika kami manusia rendahan, maka kau apa? Manusia hina? Jangan sombong hanya karena kau mendapatkan bintang tersebut bocah!” Tuan Luis Zuan menatap Theon dari kejauhan dengan begitu sinis. Tampaknya ucapan Theon ada benarnya bahwa pria tersebut tidak ada kapok-kapoknya. Padahal, Theon sendiri sudah menunjukkan kekuatan besarnya yang mungkin membuat Luis akan tunduk, tapi, apa yang terjadi?
“Aku cukup baik karena tidak menyentuhkan bintang neutron. Jika aku jahat, maka aku sudah melemparkan bintang neutron itu kepada kalian. Tunggu tidak, maksudku sebenarnya jika kalian berada di luar batas ketika berurusan denganku, maka aku akan membunuh kalian dengan tanganku sendiri, bukan dengan bintang neutron.” Theon bisa melihat bahwa disekitarnya bukan hanya putra-putri big three, melainkan semua orang yang mengikuti festival. Tentu Lesha, kepala sekolah, mereka mendengarnya dengan cukup keras.
Terkecuali Rolland, tampaknya dia sedang berhadapan dengan ayahnya dengan beberapa pukulan. Sedangkan Lesha dan kepala sekolah sendiri, mereka hanya kebingungan tentang apa yang harus mereka kerjakan.
Theon dan Rena, tiba-tiba kini dia dikepung oleh puluhan, atau bahkan mungkin ratusan orang. Orang-orang tersebut berasal dari orang yang mengikuti festival, pengawal Jean yang berasal dari mafia skeleton, serta pengawal Starllet seorang mafia juga.
“Manusia hina yang benar-benar keras kepala. Pangeran, aku harap tidak ada pertumpahan darah di sini, kita harus lari.” Kata Rena sambil menghela napas. Baru sekali ini dia mengalami pengepungan oleh ratusan orang. Mungkin jika itu hanya belasan, Rena bisa menghadapinya dengan cukup mudah.
“Jika perlu, jangan salahkan aku terdapat sebuah pertumpahan darah.” Kata Theon dengan nada yang cukup lirih.
Di saat Theon bersiaga, tiba-tiba Rena di hadapkan sebuah peluru air yang melesat dengan cepat. Untung Rena bisa menghilangkannya menggunakan elemen air yang jauh lebih kuat sebagai sebuah perlindungan. Kemudian, sosok pria yang tidak terlalu tua masuk ke dalam pengepungan tepat di hadapan Rena.
“Rena, siapa yang menyuruhmu untuk mengikuti festival ini. Aku pikir kau tidak akan berguna jika kau ikut, tapi siapa yang menyangka bahwa kau lebih dari tidak berguna dan menjadi menyusahkan ketika kau dalam masalah hanya karena kau mengikuti priamu itu.”
Paman Rena tiba-tiba muncul dalam pengepungan ini, menatap Rena dengan penuh kebencian. Karena apa? Rena datang dengan membawa sebuah masalah yang mana kemungkinan membuat keluarga Shon benar-benar malu berat.
“Terlalu banyak bicara, aku membencinya. Bisa kita mulai permainan utama? Membunuh, atau dibantai.” Theon mengulurkan kedua tangannya ke samping kanan dan kiri, keduanya memiliki elemental yang berbeda yaitu air dan api secara berurutan. Tatapannya yang begitu tajam membuat kesan begitu mengerikan.
“Tidak hentikan!” Luis, kepala keluarga Zuan mulai memutuskan. “Biarkan saja, itu memang aturan keluarga Zuan. Kau bisa membawa pulang bintang neutron, dan maafkan aku.”
Semua orang benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Luis Zuan, terutama putranya yaitu Vynh yang mengangkat alisnya. Padahal semuanya sudah bersiap untuk menghadapi Theon yang sendirian. Dan bisa dibilang menurut Vynh, Theon akan kalah telak jika berhadapan dengan ratusan orang.
“Ayah, bintang neutron itu....” Vynh tidak melanjutkan ucapannya, karena terlebih dahulu disahut oleh Luis sendiri.
“Kita tidak bisa berkutik, aparat akan datang jika kita beradu elemental. Bisa-bisa kediaman kita akan di bom jika tahu bahwa ternyata adalah seorang elementalist. Dan, aturannya memang begitu bahwa seseorang yang mendapatkan bintang neutron maka itu akan menjadi hak milik.” Ujar Luis.
“Mereka menghilang secara tiba-tiba!” teriak salah satu orang yang benar-benar terkejut ketika wanita itu atau lebih tepatnya Rena yang sedang memegang Theon menghilang dan berubah menjadi bayangan bersama Theon pula. Tentu itu membuat paman Rena begitu terkejut, bagaimana bisa Rena memiliki kekuatan seperti itu?
.....
“Padahal aku sudah bersiap untuk membantai mereka.” Kata Theon dengan tatapan yang begitu datar.
Lebih tepatnya kini mereka sudah berada di hotel milik keluarga Zuan dan masuk ke dalam hotelnya. Hati Theon masih benar-benar begitu kesal karena keluarga Zuan dan yang lainnya tampak tidak begitu terima. Yaah sebenarnya itu karena pemikiran keluarga Zuan sendiri yang terlalu sombong, mereka berpikiran jika mereka merupakan keluarga terkuat di negara New Santara yang tidak pernah mendapatkan bintang neutron, bagaimana dengan orang lain?
“Jangan terlebih dahulu pangeran. Apa yang dikatakan oleh tuan Luis benar bahwa keributan tadi dapat memicu adanya aparat datang dengan senjata plasma mereka. Jadi, tahan untuk tidak melakukan sebuah pembunuhan.” Rena mencoba untuk menasihati Theon. Kemudian, dia mengangkat smartphonenya untuk melakukan sesuatu. “Kita akan pulang terlebih dahulu aku akan memesan tiket pesawat, kepala sekolah akan kuberitahu bahwa kita akan pulang lebih cepat.”
“Secara mendadak? Apakah Ada? Kepala sekolah sudah memesankan tiket pulang esok hari. Jadi, kita tidak bisa mengelak. Kita tinggal di hotel ini untuk sementara waktu, sekaligus aku ingin memancing elemental cahaya menggunakan bintang neutron ini.”Kata Theon sambil mengeluarkan sebuah bola berwarna biru yang sangat terang dari cincin ruang.
Rena menyipitkan matanya, dia sedikit bisa melihat bahwa benda tersebut benar-benar bercahaya. Apalagi Rena juga merasakan bahwa energi bintang neutron itu terlalu kuat, setidaknya apabila di ulurkan mungkin akan mengeluarkan ledakan cahaya yang sangat hebat. Dan yang menjadi pernyataan bagi Rena, apakah bintang ini memang tidak bisa dipegang oleh manusia biasa seperti apa yang dikatakan oleh Theon tadi? penasaran, Rena pun bertanya, “Apakah bintang ini tidak bisa dipegang oleh manusia biasa?”
“Tuan labirin, dia adalah demi god mengatakan bahwa hanya dewa dan demi dewa yang bisa memegangnya. Termasuk kita.” Ujar Theon yang mana dia melemparkan bintang neutron itu kepada Rena tanpa khawatir.