
Meridith benar-benar cukup kesakitan yang begitu luar biasa pada pundak kanannya. Dia benar-benar merasa bahwa serangan itu bukanlah dari elemen cahaya yang dikeluarkan oleh Theon, melainkan lebih dari itu.
Darah juga terus bercucuran yang membuat Meridith kebingungan, tapi dia segera bergerak secepat bayangan untuk menghindar dari Theon yang dia sendiri juga tak tahu zirah apa yang digunakan oleh Theon itu sendiri.
Sayangnya, Theon mampu mengejarnya dengan sebuah kecepatan cahaya, yang membuat gerakannya mampu menerpa pepohonan dan membelah daratan hingga menghasilkan sebuah celah yang cukup besar.
Meridith sendiri juga terlempar saat dia terkena serangan yang benar-benar cukup cepat dari Theon itu sendiri. Tidak berhenti begitu saja, ketika Meridith terlempar, Theon menebaskan pedangnya hingga mengeluarkan sebuah elemen api hitam, yang mungkin hal tersebut tidak hanya membuat serangan pada Meridith, akan tetapi juga membakar hutan gunung Floryan dengan sangat mengerikan.
“Cough!” Meridith memuntahkan seteguk darah, saat serangan Theon yang ke sekian kalinya mengenai perut Meridith. Apalagi kali ini, Theon hanya mengepalkan tangan robotnya yang kemudian dia balut dengan elemen cahaya, sehingga menghasilkan pukulan telak secepat cahaya. Di sisi lain, Meridith juga sama sekali tidak terlempar karena Theon menahannya dengan dinding beku yang hancur karena serangan Theon dan menghasilkan sebuah gelombang kejut.
Di sisi lain, sebuah gelombang kejut juga dihasilkan saat pukulan mengenai perut Meridith, yang membuat api yang berada di belakang Meridith seolah diterpa angin yang membuat sebuah kebakaran itu menjadi cukup hebat. Setidaknya gunung Floryan yang sebelumnya dijuluki sebagai gunung tergelap, siapa yang berpikir bahwa kini berubah menjadi paling terang karena api yang membakar hampir seperempat hutan?
Jika bukan karena peringkat Meridith, maka pukulan seperti itu pasti akan menghancurkan tubuhnya. Sayangnya peringkat Meridith terlalu tinggi, yang membuat pukulan tersebut hanya menghasilkan kerusakan organ dalam milik Meridith sendiri.
Kendati demikian, itu sudah cukup untuk menghentikan Meridith yang langsung tertunduk lemas. Wajahnya terlihat benar-benar sangat jelek dan menatap ke atas saat dia tahu bahwa dia tampaknya kalah di sini. Padahal, kurang beberapa langkah lagi dia mampu menciptakan sebuah kekacauan di alam dewa ini.
“Dengan ini, kau tidak akan bisa melakukan sebuah kekacauan membatukan seluruh alam dewa?” Kata Theon dengan cukup sinis, apa yang dia lakukan adalah mengumpulkan sebuah energi cahaya di tangan robotnya, berkumpul menjadi satu yang kemudian dia pukulkan ke arah Meridith dengan cukup keras.
“Tampaknya aku harus mengembalikan keadaan gunung Flroyan seperti semula, karena ini menjadi habitat elemental beast kegelapan di sini.” Theon menghela napas, dia bisa melihat kekacauan di gunung Floryan benar-benar parah. Tidak layak disebut dengan hutan dan sangat mirip seperti sebuah lembah neraka.
.......
Beberapa menit saat pertarungan Theon dengan Meridith.
Daratan kekaisaran bayangan benar-benar sangat heboh dengan adanya sebuah energi yang meledak pada bagian timur. Lebih tepatnya di lereng gunung Floryan yang tampaknya terjadi sebuah pertarungan yang cukup hebat. Bahkan mereka tadi bisa melihat, kobaran api muncul dari lereng gunung.
Menurut mereka pertarungan itu tampaknya tidak biasa. Setidaknya ada dua dewa yang memiliki peringkat tidak rendah sedang mempertaruhkan sesuatu. Sehingga terjadi sebuah pertarungan yang sama sekali tidak mereka harapkan.
“Aku tahu.” Kaisar dewa kegelapan berkata dengan sangat tidak santai. Dia juga berjalan menuju balkon istana kekaisaran untuk melihat sebuah kekacauan itu terjadi. Dan benar-benar sangat dikejutkan, bahwa energi di lereng gunung Floryan meledak-ledak seolah terjadi sebuah pertarungan yang sangat hebat.
“Siapa yang mengizinkan bertarung secara kasar di wilayahku.” Kaisar dewa kegelapan menggertakkan giginya. Bahkan dia sempat melihat kobaran api terlihat dari gunung Floryan yang membuat dia tidak bisa tinggal diam. “Perintahkan prajurit untuk menghentikan pertarungan itu! Bawa biang keroknya agar aku bisa menghakiminya sendiri!” Kaisar dewa kegelapan berkata dengan cukup tegas.
Tangan kanan kaisar dewa kegelapan mengangguk, dia segera meminta izin dan segera berbalik badan. Tapi siapa yang menyangka, sang tangan kanan itu bergetar hebat saat melihat sosok berjubah biru elegan dengan wajahnya yang tidak begitu biasa. Dia sendiri dan dewa kegelapan tampaknya tidak menyadari keberadaan orang tersebut. Dengan cukup panik, tangan kanan itu berkata, “Yang mulia?”
Kaisar dewa kegelapan yang melihat hal itu langsung berbalik badan. Dia bisa melihat God of Gods tengah berdiri dan berwajah datar. Sehingga, kaisar dewa kegelapan langsung bertekuk lutut dengan ketakutan, “Yang mulia, maafkan aku, ini hanya sebuah kekacauan kecil. Anda tidak perlu turun dari istana Nirwana untuk ikut menyelesaikan masalah ini.”
Zeno menggelengkan kepala, dia kemudian menjawab dengan singkat, “Jangan perintahkan siapapun untuk menyelesaikannya. Aku yang akan turun tangan sendiri.” Dia juga perlahan berjalan ke arah pagar balkon dan menatap sebuah kekacauan besar di gunung Floryan.
“Jangan bilang?” Kaisar dewan kegelapan membuka matanya lebar-lebar, tapi dia sama sekali tidak mengangkat kepalanya untuk menatap sang God of Gods itu. “Kekacauan ini melibatkan seseorang dengan kekuatan di atas para kaisar dewa?”
“Tidak juga, kau tidak akan mengerti. Lagipula, bukankah ada rumor tentang sekte penyembah Demon of Demons di gunung Floryan oleh para pemburu yang berhasil keluar?” Zeno berkata dengan santai.
Merasa sangat bodoh, kaisar dewa kegelapan benar-benar sangat berdebar kencang. Meskipun itu hanya sebuah rumor, tapi nyatanya dia benar-benar menyepelekan rumor tersebut dan memilih untuk menyelesaikan masalah lain. “Maaf, kaisar ini benar-benar sangat bodoh, hingga menyepelekan rumor tersebut. Hamba siap menerima konsekuensinya meskipun harus mati sekalipun. Tapi, mohon, biarkan hamba yang menyelesaikan kekacauan tersebut dengan tangan hamba sendiri.”
Zeno sedikit menyipitkan matanya dan tersenyum kecil, tampaknya kekacauan itu seketika berhenti. Gunung Floryan yang sebelumnya hancur, kini berubah seperti semula kembali dengan pohon-pohon yang muncul kembali. Kebakaran hutan juga reda, dengan kondisi tanah yang kembali seperti semestinya.
“Bukankah sudah ku bilang agar kalian tidak terlalu panik, kejadian ini mungkin akan muncul seribu kali dalam pikiranku seolah terjadi sebuah dunia paralel ketika seseorang menggunakan cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan sebuah masalah.” Zeno menghela napas. “Ada peluang penyelesaian yang sangat beragam, tapi penyelesaian yang satu ini benar-benar cukup ceroboh, sampai harus mengorbankan diri sendiri.”
Kaisar dewa kegelapan sama sekali tidak mengerti, tapi dia sama sekali tidak berlaku lancang untuk bertanya apa yang dimaksud oleh Zeno. Zeno memiliki kekuatan yang benar-benar sangat hebat, bahkan kekuatan kaisar dewa kegelapan bukanlah apa-apanya di depan Zeno. Sehingga, tidak heran dia tidak mengerti apa yang Zeno katakan.
Namun, sang kaisar dewa kegelapan menghela napas lega saat God of Gods, wajahnya yang terlihat seputih kertas karena melakukan sebuah kesalahan, kini mereda karena God of Gods telah pergi sebelum dia mengedipkan matanya.