The God in the Modern World

The God in the Modern World
Masuk ke kekaisaran bayangan



Mereka semua mengangguk, dan pada akhirnya berjalan menuju wilayah timur. Yang mana itu adalah wilayah kekaisaran bayangan dengan gunung Floryan merupakan pegunungan paling timur. Wilayah yang tidak terlalu jauh, membuat mereka langsung terbang dengan Theon yang memimpin.


Tapi sebelum itu, Theon menggunakan penutup wajah, setidaknya benar-benar sangat mencolok. Sedangkan Strega, Theon memiliki pemikiran yang cukup aneh. Strega hanyalah sebuah benda, jadi dia merubah pikirannya dan tidak begitu terkejut. Jika membuat sebuah alasan, maka Strega hanyalah sebuah besi yang dia ciptakan seolah-olah hidup.


Jadi, tak ada hal yang ragu lagi. Theon tidak tahu apakah kedua wanita itu memiliki lencana, tapi yang pasti apabila Theon membawa-bawa nama keluarga Fang, maka akses masuk menuju kekaisaran bayangan cukuplah mudah. Meski hal itu adalah tindakan yang cukup kriminal.


Akan tetapi, bukankah itu bukan sebuah kesalahan? Theon jugalah anggota keluarga bermarga Fang, menggunakan lencana keluarga Fang juga bukanlah sebuah masalah. Hanya saja, yang menjadi sebuah masalah Theon kesulitan untuk menekan peringkatnya yang terlalu tinggi, hal tersebut akan membuat dirinya cukup mencolok apabila diperhatikan oleh seseorang.


Apa yang dia takutkan juga apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya adalah pangeran Fang Theon. Jika seseorang ada yang menyebarnya, maka akan ada sebuah kesalahpahaman dalam istana Nirwana, padahal pangeran Fang Theon sendiri masih berada dalam istana Nirwana dan tidak bepergian kemana-mana.


Jadi, sebisa mungkin Theon akan menghindari sebuah masalah. Waktu juga butuh satu hari, Theon sedikit menyesal karena dia tidak meminta Lesha untuk mundur dua atau tiga tahun di bumi, sehingga akan menjadikan dia mundur 2 atau 3 hari di alam dewa.


......


Beberapa waktu mereka terbang, pada akhirnya mereka telah sampai di gerbang penjagaan kekaisaran bayangan. Tentunya, dengan beberapa prajurit penjaga yang masing-masing memiliki peringkat dewa alam, hal tersebut menjadikan mereka tidak bisa diremehkan, setidaknya peringkat itu berada di atas Rena dan juga Lesha.


Hanya saja, dua penjaga yang menjaga pos penjagaan antara kekaisaran bayangan dan juga wilayah aman, cukup terkejut saat melihat seseorang yang cukup mencurigakan. Seseorang dengan pakaian tertutup, bahkan wajahnya juga sama sekali tidak kelihatan, apalagi peringkat orang itu yang cukup tinggi menjadikan orang itu benar-benar cukup misterius.


“Salam tuan, bolehkan aku melihat lencana dari mana Anda berasal?” Prajurit penjaga perbatasan itu sedikit menaruh hormat kepada Theon, yang sosoknya benar-benar cukup misterius. Meski dia juga benar-benar cukup takut apabila mereka salah bicara, mengingat, bahwa sosok misterius di hadapan mereka berada di peringkat Kaisar dewa tingkat pertama.


Theon memberikan sebuah lencana giok, yang mengukir bahwa dirinya berasal dari kekaisaran Angin. Lencana tersebut juga tidak biasa, yang menandakan bahwa orang misterius itu berasal dari keluarga bangsawan.


“Anda adalah seorang elementalist yang sangat berbakat. Tapi kami cukup tak percaya, bahwa Anda berasal dari keluarga bangsawan. Akan tetapi, untuk menghilangkan kecurigaan, bolehkah kami melihat wajah Anda?” Tanya prajurit penjaga itu mengerutkan dahinya. Pasalnya, mereka tidak bisa menerima seseorang secara sembarangan.


Theon menghela napas, itu tampaknya akan menjadi cukup sulit. Sehingga, dia maju satu langkah dan membuka penutup wajahnya. Niatnya sebenarnya hanya ingin agar dia menjadi sosok yang begitu misteri, terlebih akan sangat merepotkan bahwa informasi tentang dirinya tersebar. Akan tetapi, dia tidak ingin keadaan menjadi merepotkan sekarang juga.


“Kalian paham? Jangan beritahu siapa-siapa, ini menjadi rahasia kita. Mereka berdua, dan satu benda yang bisa bergerak sendiri itu adalah milikku, jadi tidak perlu melakukan pengecekan.” Theon melewati mereka berdua dan menepuk pundak mereka yang cukup bergetar hebat. Bahkan, Lesha sendiri yang melihat para prajurit itu hanya bisa mengerutkan dahinya dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.


“Maafkan kami yang mulia.” Kata salah satu dari mereka dengan cukup lirih. Mereka kini tidak heran, mengapa orang misterius itu memiliki peringkat yang cukup tinggi. Tidak bertanya merupakan pilihan yang bijak, karena jawabannya sudah begitu jelas bahwa orang misterius itu adalah Fang Theon.


“Apa yang terjadi?” Tanya Lesha, sambil menatap Elzabeth dengan penuh keheranan. Hanya saja, Elzabeth hanya berpura-pura tidak tahu. Meskipun dia tahu bahwa para prajurit itu sebenarnya terkejut karena Theon membuka penutup wajahnya.


“Atau mungkin karena peringkatnya yang tinggi? sehingga para prajurit itu memilih membukakan jalur untuk Lord Unknown? tunggu sebentar, antara dewa murni dengan dewa alam, masih tinggi mana?” Tanya Strega kepada dua wanita itu.


Mereka berdua sama sekali acuh tak acuh, ini merupakan pertanyaan yang merendahkan harga diri mereka. Tampaknya mereka berdua yang terlalu sensitif, karena peringkat mereka jauh lebih rendah dibandingkan para prajurit yang ada di hadapan mereka. Tentu hal tersebut membuat Strega ingin sekali untuk merasakan menghela napas dan beranjak pergi.


Theon tersenyum di balik penutup wajahnya, dia benar-benar cukup rindu dengan kehidupan di alam dewa. Para ras dewa yang sebenarnya memiliki aktivitas yang sama dengan para manusia, tapi kesejahteraan mereka tampak begitu merata karena keistimewaan dewa itu sendiri.


Akan tetapi dia tidak memiliki waktu untuk menyapa seseorang. Dia menoleh ke arah teman-temannya yang mungkin tidak bisa melepas rindu dengan suasana yang berada di alam dewa.


“Kalian semua, ayo bergegas menuju arah timur, karena pada dasarnya kita sama sekali tidak memiliki waktu yang cukup banyak. Jangan membuat masalah, terutama kau Strega, karena kau sudah menjadi pusat perhatian sekarang.” Pinta Theon dengan cukup tegas.


Strega menggelengkan kepalanya, dan menjawab, “Yang menjadi pusat perhatian adalah dirimu Lord Unknown, peringkat mu sepertinya jauh lebih tinggi dari mereka. Apalagi banyak wanita yang begitu cemburu, ketika seorang pria misterius dengan peringkat tinggi harus bersanding dengan wanita yang berada di peringkat bawah.”


Lesha dan Elzabeth menatap sinis Strega. Menurut mereka besi tua itu terlalu banyak bicara usai berada di alam dewa. Seolah kepribadiannya berubah, karena mungkin belum ada sebuah jaringan, yang membuat pola pikir Strega agak terganggu. Apalagi satu-satunya yang merupakan kecerdasan buatan di sini adalah Strega.


“Aku pikir Dark Witch dan Lesha sudah menjadi sosok yang cukup kuat ketika bersanding dengan orang-orang yang begitu kuat di bumi. Tapi nyatanya? Mereka berdua bukanlah apa-apanya di sini. Selain itu, Lord Unknown, jika peringkatmu tinggi mengapa kau tidak unjuk gigi kepada pada musuhmu di bumi?” Tanya Strega yang entah kenapa memorinya penuh seribu satu pertanyaan.


“Memalukan apabila melawan manusia dengan kekuatan para dewa. Bahkan melawan Alzma sekalipun aku benar-benar sangat membatasi, setidaknya hanya menggunakan tidak ada seperempat dari kekuatanku yang sekarang. Aku hanya menggunakan seperempat dari kekuatanku hanya melawan Azazel agar semuanya cepat berakhir.” Kata Theon menjelaskan. “Apalagi apabila aku mengeluarkan kekuatanku sepenuhnya, maka bumi akan hancur.”