
Kayden dan Alice langsung berdiri, kemudian dia langsung bergerak untuk menyerang Theon dan Lesha. Hanya saja, Rena langsung melompat di hadapan Theon, menahan pukulan Alice yang kemudian menyusut menjadi kecil. Hanya saja, Rena sempat menatap ukuran Alice tadi.
“Urus saja dia!” Teriak Rena kepada Theon.
Nyatanya, Theon sudah mengulurkan tangannya. Tangan kegelapan muncul dari sebuah tanah dan mengikat kaki petinggi dunia. Kemudian, Theon mengeluarkan kristal es dari tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang erat sebuah pedang api atau Fire Sword.
Theon melepaskan kristal es dari tangannya ke arah petinggi dunia yang tengah terikat.
Seketika, sebuah lubang hitam muncul di hadapan petinggi dunia. Menyerap elemen kegelapan milik Theon yang mengikatnya, bahkan kristal es yang dilemparkan Theon sekalipun. Hanya saja, setelah petinggi dunia menghilangkan semua teknik milik Theon, dia tidak bisa melihat dimana Theon berada.
Lebih tepatnya, kristal es itu hanya menjadi sebuah pengalihan. Theon bergerak di belakang petinggi dunia sambil mengayunkan Fire Sword yang dilapisi oleh sebuah elemen api berwarna hitam pekat atau api abadi yang menjadi elemen legendaris.
Hanya saja, Theon mengurungkan niatnya, dia menarik pedangnya ketika petinggi dunia mengeluarkan sebuah gravitasi yang cukup rendah. Sehingga, keadaan dirinya benar-benar melambat, yang membuat dia tidak ingin petinggi dunia menyerangnya dengan tempo sangat cepat.
“Hyper Star Sword!” Petinggi dunia menyatukan kedua ujung kepalan tangannya. Kemudian, dia menariknya dan memunculkan sebuah pedang berwarna merah pekat seperti darah.
Theon cukup merasakan, bahwa pedang itu memiliki sebuah aura yang mencengkam. Dia ingin mencoba kehebatan apa yang ada pedang milik petinggi dunia, sehingga dia bergerak langsung dan mengayunkan pedangnya secara horizontal ke arah petinggi dunia.
“Tang!” Suara pedang berbenturan cukup nyaring.
Seketika itu, Theon cukup terkejut saat dia sedikit terdorong ke belakang saat pedangnya berbenturan dengan pedang milik Petinggi dunia. Di sisi lain, dia juga tidak membuat pedang petinggi dunia patah karena pedangnya yang terlalu kuat.
Setidaknya, Fire Sword di alam elementalist manusia dijuluki sebagai pedang terkuat yang dijejerkan dengan Ice Sword. Tapi, siapa yang menyangka, di dunia ini ada sebuah pedang yang mampu menahan Fire Sword?
Dan itu berlaku sama pada petinggi dunia. Di balik penutup wajahnya, dia benar-benar cukup terkejut saat Theon mampu menahan hyper star sword miliknya.
Padahal, hyper star sword miliknya berasal dari logam terkuat. Yang kemudian ditempa menggunakan sebuah bintang mati. Sehingga, menghasilkan kekuatan yang cukup besar, dan juga berat apabila disentuh yang bukan penempanya.
Theon menarik Fire Sword, kemudian dia melapisi Fire Swordnya menggunakan api putih. Sehingga, saat diayunkan, meninggalkan sebuah jejak api yang begitu apik.
Dan itu terjadi ketika Theon beradu pedang dengan petinggi negara. Sebuah kobaran api mungkin menjadi sesuatu yang menari di sekeliling mereka. Dan juga berbenturan dengan sebuah suara-suara khas dari sebuah pedang.
Theon mengakui bahwa gerak tangan dalam memainkan pedang cukup berbakat. Bahkan dia bisa menghindari, atau mungkin menangkis semua serangan pedang milik Theon. Bukan berarti dia juga merasa kesulitan, Theon sendiri juga bisa mengimbangi serangan pedang milik petinggi dunia.
Meski Theon juga menyadari, bahwa pertempuran tersebut, para elementalist mengalami kekalahan yang hampir berada di puncak. Akan tetapi, dia sendiri juga tidak ingin membiarkan petinggi dunia melakukan sesuatu yang menjadi tujuannya. Sehingga, dia terus menerus bermain dengan petinggi dunia menggunakan sebilah pedang.
“Tebasan tarian naga api!” Theon melompat ke belakang untuk menjaga jarak. Setidaknya untuk bernapas karena dia sudah cukup lama untuk beradu pedang secara terus menerus. Lagipula apa hasilnya? Pedang milik Theon tidak mampu menggores petinggi dunia sama sekali. Begitupun sebaliknya. Sehingga Theon memutuskan untuk melemparkan beberapa seni teknik.
Teknik tersebut membuat ketika dia menebaskan pedangnya, sebuah naga hitam muncul, meraung dan mengarah ke arah petinggi dunia dengan cukup gesit. Tidak berhenti begitu saja, Theon juga bergerak dengan sangat cepat bergerak di samping naganya, sambil mengeluarkan sebuah petir merah yang dia dorong dari telapak tangannya.
“Tebasan bulan sabit!” Tak mau kalah, petinggi dunia juga menebaskan pedangnya. Sehingga energi putih berbentuk bulan sabit keluar dan mengarah ke arah Theon yang bergerak ke arahnya. Sedangkan, untuk naga api itu sendiri, dia tidak perlu khawatir karena tebasannya menjangkau juga pada naga api tersebut.
Melihat hal tersebut, Theon berbalik badan di udara secara horizontal. Atau mungkin berguling di udara untuk menghindari tebasan bulan sabit ke arah Theon. Sedangkan naga api, dia seolah menari dan menghindari tebasan bulan sabit milik Theon dengan sangat gesit.
“Tarian matahari!”
Ketika Theon mengulurkan tangannya yang memiliki elemen petir ke arah petinggi negara. Petinggi negara dengan santainya membakar pedangnya, mengeluarkan sebuah api yang kemudian dia tebaskan ke depan. Dalam jarak yang begitu dekat, tidak mungkin Theon bisa menghindar dengan sangat cepat.
Theon menyiasati hal itu terjadi, di melepaskan elemental petirnya dan tetap memberikan sebuah tegangan kepada petinggi dunia. Sedangkan dia, dia menginjak tanah dan mencoba bergerak secepat cahaya.
Alhasil, petinggi dunia mengalami sebuah kejang yang begitu luar biasa. Apalagi dia tidak fokus dengan naga api yang mungkin bergerak secara lihai dan menyerang perutnya. Sehingga, petinggi dunia terbaring di atas tanah sambil berdecak dan menggertakkan giginya begitu kesal.
Tidak berhenti begitu saja, ketika petinggi dunia mencoba untuk berdiri, seketika keadaannya penuh dengan kabut yang cukup tebal. Dia dipenuhi sebuah kebingungan karena tidak bisa melihat apa-apa. Dia hanya mendengar suara jejak kaki yang mengitarinya.
Merasa cukup geram, petinggi dunia mengibatkan sebuah tangannya, hingga menjadikan sebuah aura supernova keluar menghapus kabut itu semua. Meski aura supernova itu disebabkan oleh petinggi dunia yang hanya menahan ledakan, sedangkan dia mengeluarkan gelombang kejutnya saja.
Tapi siapa yang berpikir, Theon muncul di hadapannya ketika kabut itu menghilang. Posisi pedang yang vertikal seolah ingin menusuk kepala petinggi dunia. Petinggi dunia yang melihat hal itu terjadi, dimana dia tidak sempat untuk memposisikan pedangnya, dia hanya bisa menciptakan sebuah gravitasi tinggi untuk melambatkan waktu di sekitar sebagai sebuah relativitas.
“Kau terjebak!” Theon berteriak, dia menepukkan kedua tangannya dari kejauhan. Sebuah es dari tanah muncul, membentuk sebuah kristal dan bongkahan yang membuat petinggi dunia sama sekali tidak bisa untuk bergerak. Sedangkan Theon yang melambat, itu adalah Theon kloningan. Dan secara kebetulan, Theon memang memberikan pedang itu pada kloningannya untuk mengecoh petinggi dunia.
Seketika kloningan Theon menghilang, efek gravitasi yang melambatkan waktu juga sirna. Membuat Fire Sword yang berada di hadapan petinggi dunia terjatuh.
Tidak ingin membuang-buang waktu, Theon langsung bergerak secepat cahaya mengambil pedang itu, dan dia tebaskan ke arah petinggi dunia secara langsung.