The God in the Modern World

The God in the Modern World
Undangan



Labirin Millie Mundi, sebenarnya bukan berasal dari dunia ini. Keluarga Zuan hanya bertugas membukakan gerbangnya saja, yang mana gerbang tersebut bisa dibuka selama lima belas tahun sekali. Andai kata labirin itu berada di dunia ini, maka kemungkinan terbesar akan diklaim oleh dunia dan tidak akan sembarangan yang bisa masuk. Masalahnya, di dalam labirin tersebut terdapat sebuah bola bersinar, yang kemungkinan akan membuat para manusia akan haus penelitian.


Itulah mengapa keluarga Zuan juga mengundang secara rahasia, yang mana anya dikhususkan oleh para elementalist, yang turun dari mulut ke mulut agar para petinggi dunia tidak mengetahuinya. Karena, apabila mereka mengetahuinya, ribuan orang yang berkumpul di keluarga Zuan akan dibombardir habis-habisan.


Labirin Millie Mundi, dengan harta yang berada di ujung labirin tersebut, sebenarnya keluarga Zuan sendiri juga tidak pernah mendapatkannya, hanya saja mereka mendapatkan sebuah rumor turun menurun dari leluhur mereka. Selain itu, corak labirin juga berubah-ubah setiap terbuka, itulah mengapa keluarga Zuan tidak dapat mendapatkan bintang neutron meskipun mereka sendiri pernah menghapal jalurnya.


Begitulah, daripada sia-sia, keluarga Zuan juga tidak keberatan apabila labirin tersebut menjadi ajang kompetisi untuk mendapatkan bintang neutron. Karena mereka tahu, apabila keluarga mereka tidak bisa, bagaimana dengan orang lain? Secara, mereka adalah keluarga terkuat di negara New Santara ini.


Sedangkan bintang neutron, seperti apa yang dikatakan oleh Rena, bahwa sumberdaya itu hanyalah sebuah istilah. Karena pada dasarnya, bintang neutron berukuran sangat besar, yaitu puluhan kilometer sebagai diameternya, dengan berat yaitu 1,4 massa matahari. Sehingga, tidak mungkin benda tersebut berada di suatu tempat di bumi ini.


Istilah yang menunjukkan bahwa itu adalah sebuah benda berbentuk bola, yang bersinar terang berwarna biru, seperti bintang neutron yang tersebar di internet. Hanya saja, ukuran bola itu sangatlah kecil, mungkin memiliki diamater setengah jari.


Meski begitu, benda dengan istilah bintang neutron itu memiliki kekuatan yang begitu fantastis menurut orang-orang di dunia ini. Yang mana, itu bagaikan benda yang dapat mengeluarkan kekuatan cahaya, meskipun penggunanya bukan pengguna elemen cahaya. Atau lebih tepatnya, apabila benda itu diulurkan, maka akan mengeluarkan seperti sebuah laser yang dapat memotong besi sekalipun.


“Kapan itu terlaksana?” Theon mengerutkan dahinya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa di dunia modern juga ada yang seperti ini. Sehingga, dirinya benar-benar tertarik mengikuti hal tersebut, apalagi hadiahnya berkaitan dengan elemen miliknya yaitu cahaya, yang mana menurut orang-orang disini bahwa cahaya bukan kekuatan elemental.


“Enam hari lagi. Namun, paman benar-benar melarangku untuk ikut, sehingga dia hanya akan mengajak putranya saja untuk masuk ke dalam labirin tersebut.”


“Tak perlu khawatir, aku akan mengajakmu secara pribadi. Tapi, aku benar-benar tidak tahu dimana tempatnya. Karena Theon Alzma tidak memiliki ingatan tentang keluarga terkuat. Jika di kota ini keluarga terkaya dan terkuat adalah Jark, maka aku hanya mengetahui keluarga terkaya di negara ini, yaah kau tahu? Dia adalah pemilik salah satu bank di negara ini.” Ujar Theon sambil melepas seragamnya di samping Rena, seragam yang agak kotor karena belum dicuci selama seminggu, bahkan digunakan pertarungan berat kemarin.


“Di luar pulau, sehingga kita akan menggunakan pesawat untuk menuju ke sana. Jadi, kemungkinan terbesarnya kita tidak akan masuk selama berhari-hari. Dan itu akan membuat kita mendapatkan sanksi yang berat.” Rena membalas apa yang dipertanyakan oleh Theon.


Theon menghela napas, sambil berjalan ke kamarnya dengan bertelanjang dada. Hal tersebut membuat hidung Elzabeth mengeluarkan darah, dengan pipinya yang menjadi merah, sehingga membuat dia memalingkan wajahnya. Namun, sedikit dia juga mencuri pandangan ke arah Theon yang masuk ke dalam kamarnya.


Dalam ingatan Rena sendiri, dia tahu jelas bahwa Theon Alzma yang memiliki sifat feminin membuatnya memiliki tubuh yang biasa saja. Namun, siapa yang menyangka bahwa Tubuh Theon kini sama persis dengan tubuh Theon yang ada di dalam dewa, yaitu sedikit kekar.


“Persetan dengan itu semua, kita bisa mengatasinya. Kepala sekolah Lyu bisa membantu hal tersebut, lagipula kemungkinan dia juga akan ikut. Tunggu, kau sakit?” Theon mengerutkan dahinya karena melihat wajah Rena yang memerah.


Theon masuk ke dalam kamarnya sambil menggelengkan kepalanya karena kebingungan, kemudian dia mengambil salah satu baju sehari-hari diantara tumpukan baju perempuan milik Theon Alzma. Entah kenapa, Theon sendiri juga berasa sangat jijik. Jujur, jika dirinya bertemu Theon Alzma sekalipun, dia juga akan memukulnya dengan sangat keras, berharap bahwa Alzma tidak belok.


Usai berganti baju, Theon mendapati bahwa smartphone yang baru saja dia keluarkan berbunyi. Lebih tepatnya ada yang meneleponnya di saat yang seperti ini. Dan, Theon melihatnya, bahwa yang meneleponnya kali ini adalah kepala sekolah.


“Bu Lyu, ada apa kau meneleponku seperti ini?” Tanya Theon di teleponnya, sebagai memulai pembicaraan. Selain itu, dirinya juga keluar dari kamarnya dan melihat bahwa Rena masih di atas sofa sambil berbaring. Hanya saja, saat mendengar Theon sedang berbicara, dia langsung bangun.


“Apakah guru sibuk hari ini? seperti sebuah tugas sekolah yang ingin kau kerjakan? Jika tidak, aku akan mengundangmu makan malam nanti.” Lyu menawarkan.


“Tentu saja, lagipula aku sama sekali tidak peduli dengan tugas sekolah. Karena itu bisa dikerjakan esok pagi.” Theon menerima tawaran dari kepala sekolah Lyu. Lagipula, dia juga penasaran, mengapa kepala sekolah mengundangnya makan malam? Apakah ada sesuatu yang begitu penting?


“Terimakasih, aku akan menjemputmu sebelum matahari terbenam.”


“Tidak perlu, aku bisa berangkat sendiri.” Kata Theon dengan singkat sambil menutup teleponnya. Kenapa dia berkata seperti itu? Itu karena dirinya tidak ingin merepotkan kepala sekolah, lagipula dirinya sudah tau dimana rumah kepala sekolah. Yang mana sebelumnya Theon hanya tahu desanya, kini dia tahu dimana rumah kepala sekolah.


Theon duduk di kursi sofanya sambil menatap Rena yang tampaknya benar-benar masih tidak menyengka bertemu dirinya di dunia ini. Sebenarnya, Theon pun juga tidak menyangka bahwa Elzabeth juga terlempar di dunia ini, dia sebenarnya menyadari hal tersebut ketika bertarung dengan Rolland.


“Apa kau ingin ikut denganku? Kepala sekolah mengundangku makan malam. Aku yakin, kau belum makan sama sekali karena memberikan bekalmu kepadaku pagi tadi.” Theon memulai berbicara dengan Rena.


“Pangeran bercanda? kita adalah seorang dewa dewi, kemampuan tidak makan selama berhari-hari terbawa di dunia ini. Selain itu, bagaimana bisa Anda seperti berteman dekat dengan kepala sekolah?” Tanya balik Rena.


Theon sedikit tersenyum sebelum dia melanjutkan ucapannya, “Jika kau ingin tahu, maka ikutlah denganku.”


Rena berpikir sejenak, entah kenapa dia ingin terus menerus dekat dengan Theon Alzma setelah tahu siapa itu sosok yang menempati tubuhnya, bahkan dia tidak peduli wajah Fang Theon berubah sedikitpun. Sehingga dengan senang hati, Rena mengangguk setuju.