The God in the Modern World

The God in the Modern World
Hari ulang tahun



Dua hari kemudian, Theon tinggal di salah satu penginapan yang ada jauh di belakang pesisir pantai. Dalam dua hari, nyatanya sudah ada lebih dari orang-orang yang berada di pusat kota kemarin tengah tinggal di penginapan yang ada di sekitar pantai. Beberapa dari mereka juga memilih untuk membangun tenda di pinggir pantai sekaligus untuk berekreasi.


Meski, dalam dua hari itu, para elementalist yang mampu untuk menggunakan teknik elemental sekunder dan juga teknik penyegelan, mereka mengajarkannya kepada yang tidak bisa. Sehingga, tanpa Theon suruh sekalipun, para elementalist dari sebagian benua Ocean sudah berlatih keras.


Theon beranjak dari tempat tidurnya ketika dia mendengar sebuah ketukan pintu, dia menarik pintu untuk melihat siapa yang datang di ruangan penginapannya.


“Ada perlu apa kau memanggilku?” tanya Theon kepada seorang pria yang lebih dewasa dibandingkan dirinya.


“Seorang robot ingin bertemu dengan anda di pesisir. Katanya ingin menyampaikan sesuatu.” Kata pria tersebut.


Theon mengerutkan dahinya sambil mengangguk dan meminta orang itu pergi. Dia tahu bahwa robot satu-satunya yang masih bertahan adalah Strega. Dan yang ada di pikirannya, ada perlu apa Strega mencarinya di sini? Untuk mengetahui jawabannya, Theon langsung menemui Strega di pesisir pantai tempat para elementalist berkumpul.


Namun, ketika dia melayang untuk mencari keberadaan Strega, tampaknya Strea duduk di atas kapal yang berada di pelabuhan bagian barat, sehingga dia langsung bergegas untuk menghampiri Strega yang tengah berdiri dan bersedekap sambil melihat pasukan Theon dari kejauhan.


“Strega ada perlu apa kau mencariku?” Tanya Theon berdiri di atas kapal, memperhatikan Strega yang langsung menatap Theon yang mana penuh tanda tanya.


“Kau berhasil mengumpulkan pasukan dengan cukup cepat. Benar-benar hebat.”


“Katakan apa tujuanmu! Aku tidak memiliki waktu yang cukup banyak Strega.” Theon berkata dengan nada yang cukup tinggi.


Strega mengulurkan tangannya yang tengah bersedekap. Siapa sangka, ketika dia mengulurkan tangannya, dia memperlihatkan beberapa lembar kertas secara terbalik dan langsung Strega berikan kepada Theon. Bersamaan dengan itu, Strega juga berkata, “Ini tanggal 5 Mei Lord Unknown, seharusnya kau tidak lupa ini hari apa.”


“Dariku, selamat ulang tahun ke sembilan belas untukmu. Meskipun sebenarnya, aku baru tahu ketika kau pergi.” Sambungnya dengan nada suara yang cukup lembut baginya. Meski sebenarnya, suara Strega masih seperti robot pada umumnya.


Theon menatap Strega dan diam membeku. Dia menerima surat itu dengan ragu dan mengerutkan dahinya. Memandang beberapa lembar kertas yang berukuran kecil yang memang sengaja dibalik oleh Strega itu sendiri.


“Aku tidak tahu siapa identitasmu siapa jika melihat sudut pandang kita sebagai seorang dewa. Akan tetapi, aku, Lesha masih memiliki sebuah ingatan, bahwa kau adalah Theon Alzma yang memiliki hari ulang tahun lima hari setelahku. Maafkan perlakuan ku atau lesha yang dulu, dan aku cukup terkejut saat selama ini kau menyembunyikan identitasmu sebagai seorang dewa. padahal kau memiliki kekuatan hebat untuk membunuh teman-teman sekelasmu. Selamat ulang tahun.”


“Selamat ....” Rolland menuliskan dalam sepatah kata.


“Dari Rena, selamat ulang tahun untukmu Theon Alzma. Aku mencintaimu dari dua jiwa sekalipun untukmu yang memiliki dua jiwa pula. Maaf tidak sempat untuk mengatakannya secara langsung karena pada dasarnya kau pergi begitu saja. Dasar sialan.”


Theon tidak terlalu terharu, tapi ini merupakan sebuah ucapan yang berarti baginya. Meski sebenarnya ini bukan hari ulang tahun untuk Fang Theon, tapi setidaknya dia bisa merasakan gejolak hati yang ditinggalkan Theon Alzma yang mana seolah merasakan sebuah kebahagiaan yang cukup besar.


“Dan di sisi lain, untuk perkembangannya, Rooney anak buahmu sudah menjalankan tugasnya mengumpulkan semua elementalist di Agrabinta, mereka juga diperintahkan untuk mengirim menuju negara Malaya, meski ada yang memberontak, tapi Rolland cukup tegas dalam menyikapinya. Rolland belum bergerak untuk mengabari di seluruh New Santara karena orang-orang tidak percaya dengan Rooney yang notabene bukanlah elementalist.”


“Tapi itu cukup mudah, saat kepala sekolahmu membantu. Hanya saja, ayahnya yang sudah tua sama sekali tidak membantu.”


“Untuk avatar dewi rembulan, dia mulai dari negara dengan kemampuan elementalist paling baik, tingkat sihir elemental yang cukup tinggi dan bela diri yang mumpuni, dan otak mereka yang tidak bisa untuk diremehkan, dia mulai dari negara Tirai Bambu. Yang mana pastinya memiliki elementalist yang lebih banyak, karena sebelumnya menjadi negara dengan populasi yang cukup fantastis.”


“Akh aku lupa, apa kau mengingat professor rekan Tony?” Tanya Strega setelah dia membeberkan sebuah informasi.


“Bilhazaed?” Theon mengerutkan dahinya.


“Aku tidak tahu namanya, tapi yang pasti dia memproduksi alat elementalist ilmiah yang dia produksi secara besar-besaran. Sehingga, dengan perintah avatar dewi rembulan, aku ditugaskan untuk membawanya menuju negara Tirai Bambu, karena pada dasarnya penduduk negara tersebut juga memiliki sumber daya manusia yang cukup baik.”


“Baguslah, segera lakukan apa yang diperintahkan Lesha kepadamu. Jika memang perlu, katakan kepada Lesha untuk merubah jalur yang dimulai dari Tirai bambu dan menyerang melewati Pasifik dari arah selatan.” Theon berkata dan mengangguk. Itu adalah berita yang cukup baik karena Lesha mampu berpikir cerdas. Tidak heran mengapa dua generasi God of Gods memerintahkan menjaga alam ini atau yang disebut dengan bumi.


“Aku pergi dulu, karena pada dasarnya tugasku ke sini hanya mengirimkan kartu ucapan ulang tahun kepadamu saja.” Stega mengeluarkan energi dari kakinya yang kemudian dia terbang pergi kembali untuk membantu para elementalist. Meski sebenarnya, Theon tau persis, ketika dia membunuh petinggi dunia, maka musuhnya adalah Strega sendiri. Karena pada dasarnya mereka berdua tengah bersekongkol dan sepakat untuk tidak melawan secara langsung atau cara kelicikan.


Theon tersenyum senang, dia berbalik badan dan memperhatikan bahwa di pesisir pantai sudah begitu ramai orang-orang yang melatih elemental mereka. Saling melatih dan juga memberikan sebuah edukasi tentang elemental dan juga teknik penyegelan.


Namun dia memandang kertas ucapan ulang tahun dari teman-temannya. Dia benar-benar merasa cukup senang karena mendapatkan ucapan meski secara tidak langsung. Mengingat, dalam hidup Theon Alzma, dia tidak merasakan ucapan tentang ulang tahun seperti ini, apalagi tidak langsung. Hanya Rena yang memberikannya meski secara malu-malu.


Seketika sebuah kesadarannya berpindah, dirinya yang berada di pelabuhan, seketika berada di rumahnya sendiri. Dalam keadaan duduk di sofa dengan menonton televisi yang Theon sendiri juga merasa cukup terkejut.


Di kala dilanda kebingungan, ada sebuah tangan halus yang menutupnya secara tiba-tiba. Theon sebenarnya ingin memberontak, tapi dia merasakan tidak adanya sebuah tanda bahaya pada dirinya, apalagi tangan yang menutup matanya memiliki sebuah getaran cinta yang tidak dimiliki oleh siapapun.


Ketika tangan itu terbuka, seorang pria paruh baya tengah membawa sebuah kue ulang tahun, bertuliskan nama dirinya dengan lilin yang berbentuk angka sembilan belas lengkap dengan api yang menyala.


Perasaan Theon campur aduk, tapi terharu menjadi sebuah prioritas dalam hatinya. Dia menoleh ke belakang, melihat seorang wanita cantik yang tersenyum sambil membelai rambut nya secara halus.


“Orang tua Theon Alzma?”