
Kini Theon sudah mendarat sembari menarik Genbu kembali. Dengan Rena yang berlari menghampirinya, yang mana semenjak tadi dia hanya diam mematung tanpa ikut campur. Mereka juga bisa melihat, bahwa Skeleton milik Jean perlahan memudar, dengan Jean sendiri sudah dalam kondisi tak utuh lagi.
Rena sempat mengambil smartphone milik Theon, sehingga kali ini dia mengembalikannya kembali kepada Theon. Tak tanggung-tanggung, Theon menerimanya, dia memotret mayat Jean dalam kondisi tak utuh.
Apa yang dilakukan Theon? Theon mengirim foto tersebut pada nomor ayah Jean Skelet. Sungguh, Theon benar-benar sangat kejam dan tidak memiliki perasaan sama sekali. Kemudian, guna meminimalisir sebuah bukti, Theon langsung menghapus sebuah akun aplikasi pesan. “Akun pesanku mungkin baru, katakan kepada kepala sekolah dan juga Ali.”
“Tu-tuan?”
Theon dan juga Rena menoleh ke belakang, dia mendapati bahwa Roney membuka kedua mata dan mulutnya karena benar-benar terkejut saat melihat bahwa Theon membantai mafia yang menjaga Jean dan adiknya. Dia pikir, Theon sendiri tidak akan sanggup untuk menghadapi, terlebih, Jean sendiri memiliki Skeleton yang tersegel pada tubuhnya. Namun, siapa yang menyangka bahwa semua yang dia pikirkan salah.
Baik itu Jean, atau semu mafia yang sudah rata dengan tanah sudah kehilangan nyawa mereka. rumah Jean sudah tak terbentuk lagi sehingga menjadi sebuah reruntuhan yang menandakan bahwa ada sebuah pertarungan yang mengerikan. Apalagi Roney tidak melihat adanya sebuah tanda-tanda terluka dari tubuh Theon.
Dia tidak tahu, bagaimana nasib Gaia ketika berhadapan dengan Theon, apalagi Theon tadi sudah hampir unjuk gigi di depan Starllet. Kemungkinan, dia sudah tak lagi berdiri di sini dan melihat sesuatu di depan matanya.
“Tuan, hari sudah menunjukkan waktu mulai malam. Sebaiknya kita kembali.” Kata Roney dengan tubuhnya yang bergetar.
.....
Di sebuah ruangan, sebuah mayat orang tak bersalah bergelimpangan dengan kondisi tubuhnya yang sudah tak begitu wajar, dipenuhi sebuah darah menggenang bagaikan sebuah banjir disekitar meja dan kursi dalam kondisi tidak pada tempatnya.
“Yosef Scott, aku tidak menyangka kau melakukan perbuatan keji.” Pria tua bernama Harry Skelet tersebut menangis pilu sambil menggelengkan kepalanya, melihat Yosef Scott atau ayah Starllet berdiri sambil menyentuh dadanya dalam keadaan terengah-engah.
Istrinya Yosef jatuh berada di pelukannya, dalam kondisi punggung yang berlubang dengan daging yang matang di tengahnya. Di sisi lain, akibat sebuah pertarungan besar, mengakibatkan istri Harry sendiri juga terbaring di antara para orang tak bersalah.
Sebelumnya, setelah menerima telepon dari anaknya, yaitu Jean, dia langsung berdiri dan mengayunkan tangannya kepada Yosef yang ada di sampingnya. Tentu hal tersebut menyebabkan sebuah perkelahian yang menurut orang-orang yang ada dalam satu ruangan merupakan sebuah perkelahian kecil.
Tapi, ketika orang-orang itu malah mencegah mereka berdua, Harry yang sudah tak tahan untuk menahan emosi, dia melepaskan elementalnya sehingga membuat salah satu orang terkena serangan Harry dan sampai terbunuh. Namun, dirinya sama sekali tidak peduli, apa yang dia lakukan justru semakin mengeluarkan elementalnya untuk melawan Yosef atau ayah Starllet.
Tentu hal tersebut membuat orang-orang benar-benar sangat ketakutan, sehingga membuat mereka berhamburan dan lari keluar untuk menyelematkan diri mereka masing-masing. Hanya saja, karena Yosef yang juga ingin melindungi diri, dia juga menggunakan kekuatan elemental untuk melawan Harry Skelett yang menghasilkan sebuah kekuatan luar biasa yang berbenturan.
Hal tersebut membuat semua orang yang belum sempat keluar terkena imbasnya, mereka langsung terbunuh dengan elemental petir yang diadu dari Yosef dan Harry itu sendir. Tak tanggung-tanggung, Harry juga mengeluarkan sebuah elemental api. Begitupun dengan Yosef, sebagai bentuk pertahanan dia juga mengeluarkan sebuah elemental tanah.
“Tidak, ini pasti adu domba! Harry, kenapa kau percaya begitu saja?” Yosef menggertakkan giginya. Dia sebenarnya tahu bahwa ini memang perbuatan Starllet karena itu memang perintahnya untuk menghancurkan Skeleton. Namun, dia memberitahu Starllet agar meminta seseorang yang tidak termasuk bagian dari Gaia untuk membunuh Jean.
Tapi siapa yang menyangka, bahwa Theon yang mungkin menjadi sasaran Starllet sebagai pembunuh Jean, justru membalikkan keadaan. Sungguh, sepertinya Starllet tidak memiliki bakat rencana hanya karena salah menarik seseorang, yaitu Theon.
Kemudian, hal tersebut berlanjut dengan dua wanita yang masuk ke dalam ruangan karena mendengar suara berantakan. Padahal, mereka berdua hanya mengobrol dan menunggu suami mereka.
Namun, melihat Yosef yang terpojok, istri Yosef langsung berlari dan melawan Harry dengan naifnya. Begitupun dengan istri Harry yang langsung menutup pintu karena tidak ingin ada seseorang yang melihat.
Tapi hal tersebut justru membuat semakin memperkeruh keadaan, keduanya kembali bertarung yang mana istri-istri mereka menjadi korban perkelahian mereka. Dengan istri Yosef yang terjatuh dan meninggal di pelukannya.
“Yoseff! Dasar kau ba*ingan!” Harry melepaskan istrinya, kemudian dia bergerak secepat petir untuk menyerang Yosef. Hanya saja, Harry jauh lebih kuat, dia jua memiliki kemampuan elemental petir dan langsung bertarung dengan musuhnya untuk kesekian kalinya.
Kemampuan bertarung Harry benar-benar di atas Yosef, membuat Yosef sendiri benar-benar kewalahan dengan tubuhnya yang dipenuhi oleh luka lebam. Mungkin badannya juga mengalami luka bakar ketika Harry terus menerus menyerangnya menggunakan apinya.
“Tak ada ampun, untuk pembunuh!” Tangan Harry dilapisi oleh sebuah tengkorak yang ukurannya jauh lebih besar dari tangannya sendiri, kemudian dia mendorong tangan Skeletonnya kepada Yosef yang berdiri tak berdaya
Yosef menggigit bibirnya agar dia kembali sadar meskipun kepalanya bocor. Melihat Harry yang mengeluarkan roh skeletonnya, Yosef juga langsung melapisi dirinya dengan tangan batu yang merupakan bagian dari monster atau roh batu.
Alhasil, keduanya bertarung dengan mengeluarkan roh masing-masing. Skelet, dia berada di dalam Skeletonnya yang berwarna ungu dengan pengendaliannya. Sedangkan, Yosef sendiri, dia berdiri di atas lengan sebuah golem yang memukulkan tangannya kepada Skeleton milik Skelet.
Kedua monster itu mengakibatkan gedung hendak runtuh, apalagi kondisi sudah hampir malam yang membuat suasana semakin mencengkam. Kekuatan dua monster yang saling bertarung, membuat tanah bergetar, orang-orang berlari ketakutan dan langsung mencoba untuk keluar dari gedung ini.
Sayangnya, kekuatan dua roh itu mengerikan, Skeleton yang menerima pukulan dari Golem tanah milik Yosef, langsung terjatuh dari atas gedung. Golem yang tak ingin menyia-nyiakan waktu, dia langsung melompat pula dan memukul Skeleton di udara sehingga semakin cepat untuk jatuh.
Dan, ketika mereka terjatuh, mengakibatkan sebuah getaran yang cukup hebat. Apalagi mereka langsung berdiri dan saling serang menyerang yang membuat pemukiman benar-benar hancur.
Yosef sudah tak tahan lagi, dia langsung memukul tulang rusuk Skeleton untuk membunuh Harry yang ada di tengahnya. Sayangnya, pedang Skeleton muncul dari tangannya dan langsung menusuk Golem ketika dia sedang fokus untuk menghancurkan tulang rusuknya.
Kekuatan elemental petir muncul dari tangan kiri Skeleton, mengeluarkan sebuah pusaran petir dan melemparkannya kepada Golem sehingga dia benar-benar kehilangan keseimbangan. Kemudian, dengan kekuatannya, Skeleton langsung menghantam Yosef yang sudah muntah darah di atas bahu Golem.
Dan ketika aparat sudah muncul, Harry langsung memasukkan rohnya kembali ke dalam tubuhnya. Dia langsung berlari dan melihat bahwa golem perlahan-lahan sudah menghilang yang menandakan bahwa Yosef sudah mati. Tubuhnya dipenuhi luka, bahkan dari ujung bibirnya juga mengeluarkan darah. Meski begitu, dia tidak bisa untuk berdiri tenang, dirinya harus berlari sejauh mungkin agar aparat tidak mengetahui bahwa itu adalah perbuatannya.