
Tapi Rena benar-benar tidak habis pikir, dia menyentuh permukaan kapal dan mengeluarkan teknik miliknya. Yaitu dia menciptakan sebuah gelombang yang cukup tinggi atau biasa disebut ombak tsunami untuk memperlambat meriam itu hingga tidak mampu menembus kapal-kapalnya.
Melihat hal tersebut, elementalist dengan kemampuan yang sama, mereka membantu Rena, menciptakan sebuah ombak tinggi. Sehingga, ketika gelombang laut sudah cukup tinggi, semua elementalist air mengarahkannya ke arah kapal milik Yi Shun Shin yang sudah mendekat.
Tidak berhenti, Rena mengeluarkan panah kegelapan lagi secara bertubi-tubi. Sehingga, mengakibatkan, meskipun kapal milik Yi Shun Shin menggunakan kapal dengan teknologi kuno, tetap akan kalah dengan elemental, yang menjadikan setengah dari kapal Yi Shun Shin mengalami kehancuran.
Rena menyipitkan matanya, dia melihat bahwa pasukan Yi Shun Shin mundur. Sedangkan para Undead justru berenang ke kapal milik Rena dengan cukup cepat. Karena meskipun Rena menghancurkan kapal mereka, itu bukan berarti membunuh mereka semua. Justru mereka sebagai Undead, berenang untuk menyerang Rena dan pasukannya dari jarak yang begitu dekat.
“Mereka mundur! Kejar mereka! jangan biarkan mereka bisa selamat!” Teriak salah seorang yang merasa sok tahu. Padahal di depannya benar-benar ada ribuan mayat yang berenang ke arah kapal.
Sehingga mengakibatkan Rena langsung mengotot. “Bodoh jangan kejar! Itu adalah teknik menarik ikan ke dalam jaring atau berpura-pura mundur. Lagipula apakah kau lupa bahwa Undead tidak akan mati meskipun tenggelam sekalipun? Buka matamu! Ada ribuan mayat hidup yang bergerak ke arah sini!”
Mereka menjadi sedikit histeris saat melihat ada ribuan Undead abnormal, atau pasukan biasa yang tidak dibangkitkan dari mayat para tokoh dengan identitas jelas. Melainkan menggunakan energi kematian yang diarahkan pada kuburan, atau mungkin tanah biasa. Sehingga makhluk Undead kali ini tidak berwujud manusia secara utuh, melainkan sama seperti Zombie atau mungkin Skeleton.
Memang, bahwa Undead memiliki dua jenis. Yaitu normal dan juga Abnormal, dimana Undead abnormal benar-benar mirip dengan mayat hidup. Hanya saja, makhluk ini dibangkitkan secara langsung dan muncul dari tanah tanpa mengerti itu adalah jasad siapa. Hal itu diketahui oleh petinggi dunia ketika membaca kitab After Death bahwa sepetak tanah di setiap bumi merupakan sebuah kuburan bagi puluhan manusia tanpa identitas di zaman dulu-dulu. Sehingga mengakibatkan Undead yang dibangkitkan juga tidak membentuk identitas seperti kematiannya.
Sedangkan Undead normal, yaitu membangkitkan mayat yang sudah jelas identitasnya. Sehingga Undead tersebut membentuk seperti kehidupan sebelumnya. seperti White Death, Napoleon atau mungkin Julius Caesar. Yang mana petinggi dunia harus memiliki bagian dari mayat tersebut.
“Bukan waktunya untuk menyerah!” Teriak Rena pada seluruh kapalnya. “Gunakan elemental untuk menahan mundur, dan sisanya adalah menggunakan formula penyegelan! Lakukan secara akurat segel tersebut agar bisa menyegel Undead! Sehingga ketika kalian menembakkan formula, pastikan Undeadnya sama sekali tidak menghindar.”
Mereka semua mengangguk, saling bekerja sama untuk tidak membiarkan para Undead untuk mendekat. Sebagian orang yang berada di kapal, mereka menciptakan sebuah formula yaitu dengan menuliskan aksara dewa menggunakan orka yang kemudian mereka dorong atau tembakkan formula tersebut ke arah Undead.
Mungkin ada banyak yang melesat ketika menembakkan formula tersebut, karena beberapa faktor seperti elemental milik sekutu yang sangat mengganggu, atau mungkin memang undead yang menghindar. Tapi, tidak sedikit pula orang yang berhasil menyegel undead meskipun undead tersebut berada di air.
Yang mana, undead tersebut tetap terikat dengan sebuah rantai dan ditarik pada sebuah peti mati yang muncul di dasar laut. Dan kemudian, peti mati itu tertutup dan kembali masuk ke dalam tanah dasar laut.
“Bagaimana kabar Rena? Menghadapi pasukan berkapal pasti adalah hal yang sulit. Aku akan mengirimkan kapal perang untuknya, lagipula aku akan berlabuh dengan sangat aman karena sama sekali tidak melihat adanya sebuah ancaman musuh dari laut.” Theon mencoba berkomunikasi dengan Lesha, atau mungkin juga Rena menggunakan alat komunikasi kapalnya.
“Tidak.” Strega masuk ke dalam komunikasi. “Kondisi sudah aman, kapal kura-kura milik laksamana Yi Shun Shin memilih mundur, tetapi kapal Rena justru serong ke kiri sambil menyegel para Undead karena dia tahu bahwa strategi terkenal laksamana adalah berpura-pura mundur. Keadaan benar-benar cukup aman, apalagi Clon milik Lord Unknown berhasil membunuh Simo Hayha tanpa penyegelan, dan tentara musim dingin yang merupakan undead abnormal.” Strega mengawasi keadaan dari langit, akan tetapi dia cukup tenang saat ada pasukan darat yang mendekat merupakan pasukan Lesha.
“Strega, atur ulang strategi jika kau mengawasi. Lacak keberadaan musuh dan kau yang akan mengatur strateginya.” Ungkap Theon yang kini mulai berlabuh di pinggir pantai wilayah barat Ziosam.
Strega mengangguk, kemudian dia melanjutkan. “Bagian wilayah barat, dan juga selatan, hati-hati ketika sudah berada di daratan. Jauh di depan kalian, kalian akan berperang di perkotaan dengan pasukan undead pula. Aku sarankan untuk faksi Hikari untuk bertarung, kalian akan menang jumlah, tapi tetap berwaspada karena aku sama sekali tidak mengetahui siapa jenderal yang memimpin. Untuk faksi Ocean, kalian kalah jumlah, akan tetapi kemungkinan kalian bisa menang adalah 50:50, kalian bisa memutuskan untuk bertarung atau tidak.”
“Jika faksi Ocean memilih untuk menghindari sebuah pertarungan, maka Lord Unknown bisa memimpin untuk berbelok dan bergabung dengan pasukan faksi Nigrum. Hanya saja, itu akan sangat menyulitkan apabila kalian sampai di istana, seperti pasukan tersebut akan menyerang dari belakang. Di sisi lain, kalian pasti juga akan merasa kesulitan untuk melakukan sebuah pertarungan.” Strega tidak berhenti untuk menjelaskan.
Mendengar seperti itu, Theon yang belum turun dari kapal memutuskan selagi dia melihat pasukannya turun dari kapal. Jika dia memilih untuk menghindari pertarungan, maka sesampainya di istana, maka mereka akan diserang dari belakang. Hanya saja, ketika mereka bertarung secara langsung, maka akan sangat sulit, apabila kalah jumlah pasukan. Meski begitu, akan lebih baik untuk bertarung secara langsung karen Strega mengatakan antara kemenangan dan kekalahan adalah 50:50
“Terimakasih Strega, bagaimana jika aku, Rena dari faksi Nigrum terus lurus menuju faksi Ocean untuk membantu mereka melakukan pertarungan. Karena apabila kita bergabung, maka akan lebih unggul pasukan kita.” Kata Rena dalam alat komunikasinya.
“Jika Lord Unknown memilih untuk bertarung, maka itu sama sekali tidak perlu. Tetaplah menuju istana karena tidak ada hambatan yang besar di sana. Sehingga bisa menyerang istana selagi musuh fokus pada dua faksi yaitu Hikari dan Osean. Tenang saja, aku akan menghubungi pasukan pesawat milik Hikari untuk membantu Lord Unknown besok ketika peperangan. Nyalakan smartphone kalian untuk berkomunikasi.’
Mereka bertiga, baik Theon Lesha ataupun Rena mengangguk dan melakukan hal tersebut. Untung di sisi mereka ada Strega, mungkin jika tidak, maka akan sulit untuk berkomunikasi. Sehingga membuat mereka akan menyerang dari satu titik.
Di sisi lain, Strega langsung menuju kapal Yi Shun Shin yang sebelumnya mundur, melihat kapal Rena yang pergi ke arah lain, justru berbalik dan segera menyerang Rena dari belakang. Sehingga, untuk mengantisipasi, dia langsung bergerak ke arah kapal tersebut dan menghancurkannya secara bertubi-tubi.
“Tunggu sebentar, dimana keberadaan laksamana Yi Shun Shin?”