The God in the Modern World

The God in the Modern World
Sang ksatria



Dua bilah pedang saling berbenturan, memberikan sebuah efek suara dentuman besi yang benar-benar sangat khas, meski sebenarnya pedang Theon merupakan elemental es yang membentuk sebuah pedang.


Bisa dibilang, pedang Theon mengalami sebuah keretakan akibat dentuman tersebut. Disisi lain, dia bisa melihat seorang undead yang menggunakan Zirah berwarna putih, rambut terurai panjang meski dari tampang wajahnya, undead yang dihadapi Theon adalah seorang laki-laki berperawakan ksatria.


Lancelot sedikit memberi sebuah ruang dalam pertarungan. Lebih tepatnya dengan sangat cepat, dia menarik pedangnya dalam jarak beberapa inchi sebelum melakukan sebuah tebasan tepat pada perut Theon.


Theon yang merasakan hal itu, dia langsung menurunkan pedangnya. Lagi-lagi dia menahan tebasan pedang milik sir Lancelot yang kemudian berpindah tempat untuk melakukan sebuah tebasan lagi.


Dan hal tersebut, membuat mereka melakukan sebuah gerakan beradu pedang. Lancelot yang merupakan ksatria dari kerajaan Arthur, tentu saja memainkan gerakan pedang dengan tangan lihai adalah hal yang mudah, apalagi dia juga benar-benar berpengalaman dalam menggerakkan sebuah pedang yang mungkin tidak mudah untuk dipelajari.


Bahkan Theon sekalipun, dalam kecepatan normal dia kewalahan menghadapi Lancelot. Belum lagi dia merasakan sebuah kepanikan ketika pasukannya benar-benar mati-matian menghadapi undead dari belakang mereka. Theon juga melihat mayat-mayat bergelimpangan yang menjadikan pasukan tersebut benar-benar terpojok.


Merasa cukup geram, Theon melompat ke belakang, kemudian dengan menebaskan pedang es milik nya, dia mengeluarkan sebuah tebasan api putih. Meski itu berakibat buruk bagi pedang es nya yang meleleh karena tidak sanggup menahan panasnya api putih.


Lancelot menatap ke depan, kemudian dia melakukan putar badan di udara secara vertikal untuk menghindari tebasan api itu. Yang kemudian, dia langsung menginjak tanah dan mengarah ke arah Theon dengan cukup cepat sambil mengayunkan pedangnya.


Sempat merasa terpojok, hanya saja Theon tidak menyerah. Dia mengulurkan tangannya hingga mengeluarkan puluhan bilah angin yang siap memotong Lancelot. Sayangnya, Lancelot benar-benar cukup lincah dalam melakukan hal tersebut, bahkan dia bisa menebak setiap bilah angin yang kemudian dia tahan menggunakan pedangnya.


Namun, saat fokus dalam bilah angin milik Theon, Theon sudah bergerak di belakang sir Lancelot sambil mengulurkan tangannya. Membuat setitik api putih muncul untuk hendak membakar sir Lancelot dari belakang.


“Slab!”


Gilles De Rais, dia muncul dari samping untuk menebas tangan Theon yang digunakan untuk membakar sir Lancelot. Sehingga, tangan Theon saat ini putus yang menjadikan dia gagal untuk membunuh Lancelot yang mungkin hanya beberapa langkah lagi.


Meski tangannya patah, Theon sama sekali tidak berteriak. Dia hanyalah kloningan yang sebentar lagi akan menghilang karena mendapatkan sebuah kerusakan yang cukup besar.  Bisa dilihat, lukanya sama sekali tidak mengeluarkan darah, hanya sebatas embun es yang keluar. Hanya saja, Theon yang secara refleks melompat ke samping, dia menggertakkan giginya karena mungkin dia gagal menjalani faksi ini.


“Setidaknya aku akan membunuh mereka, lima menit sebelum aku menghilang.”


Lagi-lagi Theon bergerak secepat cahaya, bergerak ke arah Gilles yang memotong tangannya. Dia tidak peduli lagi untuk mengeluarkan elemen cahaya yang mana pada dasarnya menggunakan energi orka yang cukup tinggi. Lagipula, dia akan menghilang, dan sangat sia-sia apabila dia tidak menghabiskan orkanya.


Dalam kondisi di belakang Gilles, Theon mengeluarkan bilah pedang es, pedang yang memiliki lapisan cahaya, sehingga dia tidak perlu ragu lagi untuk takut apabila es miliknya mencair. Lagipula, menggunakan cahaya juga sangat efektif untuk melambatkan regenerasi undead.


Meski begitu, Lancelot benar-benar cukup lincah. Dia langsung bergerak untuk mengayunkan pedangnya dari samping. Sehingga, Theon yang hendak menebas Gilles, dia sempat terkejut saat Lancelot juga hendak mengayunkan pedang ke arah dirinya.


Theon sama sekali tidak begitu peduli. Dia langsung menebas Gilles, yang mencoba melompat ke depan. Dia juga membekukan tengkuknya yang mana itu menjadi sebuah titik Lancelot akan mengenai tubuhnya dalam mengayunkan pedangnya.


“Tunggu apa?” Theon benar-benar terkejut, saat Gilles sama sekali tidak mati ketika terkena sebuah tebasan milik Theon. Hanya saja, dia baru ingat bahwa elemen cahaya hanya memperlambat regenerasi karena sifatnya yang berlawanan dengan energi kematian yang meregenerasi. Sehingga, Gilles saat ini berada di atas tanah dalam kondisi tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.


Tapi setidaknya dia hanya bisa fokus kepada Lancelot, karena Gilles sendiri tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang terpisah dengan tubuh bagian atasnya. Sehingga, dia bisa menyegelnya dengan mudah nanti tanpa Gilles yang tidak terlalu banyak bergerak.


Lagi-lagi Theon beradu pedang dengan sir Lancelot. Dentuman pedang setiap detik terdengar benar-benar cukup nyaring dalam kondisi menggaung menyelingi teriakan para pasukan berkuda. Meski begitu, Theon menambahkan kecepatan kemampuan pedangnya, atau lebih tepatnya satu per seribu dari kecepatan cahaya untuk melebihi sedikit kemampuan sir Lancelot.


Alhasil, ksatria Britania Raya itu benar-benar kewalahan. Kemampuan berpedang Theon naik drastis yang membuat dia perlahan mundur karena kalah kemampuan. Apalagi kekuatan pukul pedang Theon yang semakin kuat, membuat pedang sir Lancelot sendiri mengalami keretakan. Berbeda dengan pedang es milik Theon, apabila mengalami keretakan, maka Theon akan memulihkan pedangnya dengan sangat cepat.


Meski hanya menggunakan satu tangan, Theon sendiri tidak memiliki rasa menyerah. Bahkan rasanya dia bisa memacu sebuah adrenaline dan emosinya yang memuncak. Mengakibatkan kemampuan satu tangan juga tak kalah menarik apabila memiliki dua tangan.


“Kembalilah kau ke alammu!” Theon melapisi pedangnya menggunakan sebuah elemental cahaya. Yang kemudian, dalam sebuah kecepatan penuh, dia langsung mematahkan pedang sir Lancelot dengan sangat kuat. Bahkan tubuh Lancelot sendiri mengalami sebuah getaran mengikuti pedangnya sebelumnya.


Masih memegang pedangnya sendiri, Theon membalikkan posisi pedangnya yang sebelumnya dia ayunkan dari kanan, kini dia langsung mengayunkannya dari kiri sembari memajukan sedikit langkah.


Bersamaan dengan itu, Sir Lancelot sedikit melompat ke belakang. Hanya saja, Zirahnya seketika pecah dengan luka goresan pada perutnya. Dengan elemental cahaya, maka Lancelot tidak akan mengalami sebuah regenerasi dengan sangat cepat.


Theon tidak berhenti begitu saja, dia mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah sehingga mengeluarkan sebuah tebasan cahaya. Secara vertikal yang kemudian membelah dua bagian tubuh Lancelot dari selakangan hingga leher. Sayangnya, Lancelot kala itu sedikit menggelengkan kepala yang membuat kepalanya tidak ikut terbelah.


Lancelot yang terjatuh, dia menghela napas sambil tersenyum. Bertarung dengan musuh sebanding merupakan kesukaannnya. “Akhirnya kau mengalahkanku, tapi sayangnya tidak dengan pasukanku. Siapa namamu anak muda?”


Theon menghela napas sebelum tubuhnya berubah menjadi sebuah butiran cahaya yang bermula dari kaki kanannya. Kemudian dengan tersenyum, dia berkata, “Theon, tapi aku hanya sebuah kloningan.” Di kala seperti itu, Theon sedikit menyipitkan matanya. “Kau, kau siapa?”


“Pantas saja. Akh, aku adalah Lancelot, ksatria dari Britania Raya.”


“Kesatria yang mengkhianati kesetiaan raja Arthur.” Theon menuliskan sebuah formula penyegelan di udara.


“Maka dari itu, jika kau bertemu dengan Arthur King, maka katakanlah maafku.” Bersamaan dengan itu, Lancelot terikat sebuah rantai berwarna ungu. Dengan sebuah peti mati yang keluar secara vertikal yang menarik Lancelot.


Theon berbalik badan, menatap Gilles dengan cukup malas. Hanya saja, Theon tidak tertarik untuk menanyakan siapa dirinya dan langsung menyegelnya begitu saja. Daripada dia harus menghilang terlebih dahulu.


“Tunggu, lelucon macam apa ini kau tidak mengajakku basa-basi?”