
Mengetahui bahwa belasan orang menarik pelatuknya kembali, Theon langsung bergerak cepat ke arah mereka, bahkan jejaknya mengeluarkan kobaran api yang membuat semua orang yang ada di sini begitu terkejut, bahkan Leon serta Lyu Shui sekalipun.
Belasan orang itu melompat ke belakang karena benar-benar terkejut, namun saat mereka hendak berdiri, tanah tiba-tiba terbakar setelah mereka melihat bahwa Theon menyentuh permukaan tanah dengan keda tangannya. Hal tersebut tentu saja membuat mereka berdiri dan berlari karena merasakan panas yang luar biasa.
Saat Theon berjongkok seperti itu, Leon melompat dari belakangnya, mengeluarkan air spiral yang hendak dilemparkan ke arah Theon dari jarak yang begitu dekat.
“Dibelakangmu Theon!” Teriak kepala sekolah.
Theon tahu, bahkan sebelum kepala sekolah berkata seperti itu, sehingga apa yang dia lakukan adalah berbalik badan sambil mengeluarkan semburan api sesuai dengan alunan tangannya.
Sayangnya, Leon sudah mengeluarkan pusaran air yang digunakan untuk menahan kobaran api milik Theon. Sehingga, dia sedikit tersenyum karena sanggup untuk menahan bahkan kemungkinan memadamkan api milik Theon.
Theon membuka matanya lebar-lebar, seketika api yang membakar disekitar berubah menjadi warna biru yang mana tingkat kepanasannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan api berwarna oranye. Bahkan, dalam dunia ini, api berwarna putihlah yang paling panas, namun, itu masih jauh dibandingkan dengan api hitam. Karena pada dasarnya, api hitam itu tak ada.
Leon terkejut dengan membuka matanya lebar-lebar, keterkejutannya itu membuat dirinya benar-benar begitu lengah saat melihat tangan kanan Theon yang memunculkan api biru di tangannya di lemparkan ke arah Leon dengan cukup cepat.
Tentu saja, itu membuat Leon tak bisa berkutik, apalagi setelah pusaran airnya tak sanggup untuk menahan semburan api biru dari tangan kiri Theon, membuat Leon langsung meloncat ke belakang dengan cepat sambil mengeluarkan gelembung air ke arah Theon.
Tak tanggung-tanggung, Theon justru membakar gelembung dan langsung mendekat ke arah Leon. Karena dia tahu, apabila dia menjaga jarak, maka bawahan Leon akan mudah menarik pelatuknya dan menembak Theon. Sedangkan dia bertarung dengan Leon dari jarak dekat, maka bawahan Leon tidak akan bisa menembak Theon karena kemungkinan peluru tersebut bisa meleset ke arah Leon.
Sebelumnya, Theon yang membakar gelembung, itu membuat Leon benar-benar terkejut. Seharusnya, apabila gelembung itu mengalami kerusakan, maka akan meledak dengan cukup besar sehingga menghasilkan luka yang fatal. Tapi nyatanya? Gelembung tersebut pecah seperti biasa.
Akibatnya Theon dan Leon bertarung dari jarak yang begitu dekat, meskipun Leon sendiri benar-benar kewalahan. Apalagi dirinya tampak begitu kesulitan saat mengendalikan elemen api karena serangan api milik Theon cukup brutal.
Setidaknya Theon sama sekali tidak memberikan waktu istirahat untuk Leon. Bahkan dirinya mengangkat ujung bibirnya, saat sebagian baju yang dikenakan Leon terbakar dan menyisakan beberapa helai saja, serta tubuhnya juga melepuh karena mungkin tidak sanggup untuk menahan api biru.
“Bagaimana Leon? Seharusnya kau tahu, secara ilmiah api biru lebih panas dibandingkan dengan api merah.” Kata Theon disela dirinya mengayunkan tangannya secara berulang kali, sehingga semburan api juga keluar sesuai dengan alunan tangannya.
“Apakah kalian menjadi tidak berguna? Tembak Theon secara terus menerus!” Teriak Leon sembari menahan rasa sakit yang berasal dari luka bakar di sekujur tubuhnya.
“Tuan, tapi yang kutakutkan peluru tersebut akan meleset ke arah Anda apabila Anda terus bertarung dari jarak yang begitu dekat.” Kata salah satu dari mereka dengan ragu.
“Dorr!” Tanpa ragu, salah satu dari mereka menarik pelatuk dan ditembakkan ke arah Theon yang sedang bertarung jarak dekat dengan Leon.
Meski begitu, Theon langsung megeluarkan badai api dengan dirinya yang berada di tengahnya. Hal tersebut tentu saja membuat Leon terlempar dengan peluru yang ditembakkan oleh bawahan milik Leon. Kemudian, saat Theon menghilangkan badai tersebut, Theon keluar bagaikan seorang monster, yang mana kedua tangannya terbakar serta matanya yang mengeluarkan api biru pula.
Lyu Shui yang melihatnya dari jarak jauh benar-benar mendadak menjadi lumpuh. Panas yang dihasilkan dari api biru milik Theon juga terpancar mengalahkan energi panas yang keluar dari tubuhnya, selain itu, dirinya benar-benar terkejut saat tahu ternyata bahwa Theon bisa mengeluarkan api biru yang mana lebih panas dibandingkan dengan api merah. Padahal, selama hidupnya, dia tidak pernah melihat seseorang mengendalikan api biru.
Mungkin jika Theon mengeluarkan api hitam, itu akan membuat Lyu Shui terkapar pingsan dan menganggap bahwa dirinya sedang gila. Karena pada dasarnya, api hitam itu sama sekali tidak ada, karena api sendiri merupakan entitas cahaya, sedangkan hitam lebih identik dengan kegelapan, sehingga ‘api’ dan ‘hitam’ sendiri merupakan sesuatu yang berlawanan. Padahal, di dunia dewa, api hitam merupakan hal yang biasa dan jauh lebih kuat dari api biru.
Selain itu, dirinya juga benar-benar tidak menyangka bahwa murid yang sebelumnya terlihat tidak memiliki kekuatan fisik, kali ini dirinya justru bisa melihat kemampuan kekuatan luar dan dalam yang digabungkan menjadi satu sehingga menjadikan Theon ibarat seorang monster.
Theon tak memberi ampun Leon yang sudah tak mampu untuk berdiri. Bahkan Leon juga terluka begitu berat yang membuat kemungkinan sudah tak bernyawa lagi. Kondisi Leon juga begitu memprihatinkan seperti hewan yang terbakar matang.
Theon melihat ke belakang saat mendengarkan suara gemuruh mobil. Tampaknya, anak buah Leon sudah pergi meninggalkan jasad Leon yang memprihatinkan. Tentunya, itu membuat Theon benar-benar mengecam tindakan pengecut anak buah Leon, yang mana mereka lari saat atasan mereka sudah mati.
Ia tidak ingin menembakkan api lagi ke arah tanki bensin mobil mereka, karena itu akan mengakibatkan sebuah ledakan besar setelah Theon tahu dampaknya beberapa hari yang lalu. Yang mana jauh lebih fatal daripada yang ia bayangkan
Kemudian, dirinya melihat wajah cantik Lyu Shui dengan keringat yang ada di dahinya. Theon juga melihat, bahwa Lyu Shui tampak juga tidak sanggup untuk berdiri dengan wajah yang begitu ling-lung.
“Kepala sekolah, kau tak apa?” Theon mengerutkan dahinya sambil membantu Lyu Shui berdiri, meskipun aura panas terpancar di tubuh Lyu Shui.
Lyu Shui tersadar dari lamunannya, kemudian dia mengatur napas dan melihat kondisi di sekitar yang benar-benar terbakar. Kemungkinan, mobilnya tidak akan bisa putar balik karena terhalang api di belakang mobil. “Bagaimana cara kita putar balik.”
Theon menyapu tangannya ke depan, sehingga kobaran api yang menghalangi jalan seketika menghilang tanpa meninggalkan api setitikpun. Mungkin tanah dan aspal yang menghitam, serta jasad Leon yang sudah tak terbentuk lagi.
Lagi-lagi Lyu Shui terkejut, dia benar-benar tidak habis pikir dengan kemampuan Theon. Bagaimana bisa? Itulah yang dia pikirkan, karena seharusnya, manusia dengan kekuatan pengendalian elemen api sekalipun belum tentu bisa memadamkan api. Tapi mengapa Theon bisa dengan begitu mudah?
“Astaga, aku benar-benar gila."