
Ketika dirinya mencoba untuk mengambil bintang neutron itu, keadaan berubah. Theon menyadari bahwa ini bukanlah bangunan kuil Apollo tadi. Dia kembali ke tempatnya semula yaitu reruntuhan Apollo dengan orang-orang yang sudah begitu ramai. Mungkin baru beberapa menit, saat tahu bahwa posisi matahari tidak terlalu berubah.
Rena datang memeluk Theon yang juga kebingungan. Tubuhnya hilang secara tiba-tiba yang membuat Rena sendiri juga sangat kaget. Bahkan, beberapa orang yang melihatnya juga sempat berteriak, karena Theon menghilang secara tiba-tiba ditempat.
“Ini aneh.” Batinnya sambil mendorong pundak Rena, dia meminta penjelasan apa yang terjadi pada dirinya? Sebelum itu dia melihat kembali cincin ruangnya, bintang neutron perlahan meredup. Sama sekali tidak memancarkan cahaya terang seperti tadi. Di sisi lain, dia juga tidak merasakan sebuah orka alami elemental cahaya, tempat yang seharusnya pekat menjadi minim akan adanya sebuah orka.
Dia juga bisa mendengar bahwa Rena mengoceh, menjelaskan bahwa tubuhnya menghilang secara tiba-tiba dalam waktu satu menit. Hanya satu menit dan tidak lebih. Bahkan keramaian ini sebenarnya baru saja terjadi, dengan orang-orang penduduk negara ini yang mengambil smartphone mereka dan menganggap bahwa Theon adalah seorang penyihir.
Hanya satu menit? Theon berpikir ulang, dia seperti merasa dibodohi dalam pikirannya. Jelas-jelas, dia bertarung dengan Apollo selama beberapa menit. Bahkan mencapai setengah jam sebelum dia kembali ke masa depan. Sungguh aneh, itulah yang dia pikirkan, meminta semua orang untuk tidak fokus kepadanya dan menganggap bahwa itu adalah sihir dengan kemampuan menghilang.
Bahkan Theon menarik Rena untuk pergi. Dia tidak bisa menyebarkan wajahnya kemana-mana pada penduduk Ellada. Dia juga harus menceritakan kepada Rena, apa yang sebenarnya terjadi padanya baru saja. Sebuah kejadian tak terduga yang memiliki masalah dengan waktu.
Dia ingin bercerita di bawah sebuah pohon. Menarik napas dengan cukup banyak sebelum dia menggerakkan mulutnya. “Kau percaya atau tidak? Aku kembali ke masa lalu. Kuil Apollo kembali seperti sebuah bangunan, aku memasukinya dan bertarung melawan Apollo itu sendiri.”
“Sesat, kuil Apollo hanyalah tempat pemujaan orang terdahulu kepada dewa cahaya. Hanya sekedar kuil, bukan untuk Apollo tinggal. Itu artinya, kau tidak berada di kuil tadi.” Bantah Rena dengan mengerutkan dahinya. “Kau mengada-ngada, jelaskan secara rinci mengapa kau menghilang secara tiba-tiba?”
“Aku tidak berbohong! Bintang neutron sebelumnya menyala, seolah membawaku pergi ke masa lalu dan juga masa depan. Ini sangat aneh.” Kata Theon mencoba untuk menjelaskan kepada Rena.
Seketika, saat Theon berbicara dengan Rena, sosok laki-laki dan perempuan menghampirinya. Sosok yang mungkin memiliki umur yang hampir sama dengan Theon dan Rena itu sendiri, atau mungkin bisa jadi di atasnya. Tentu hal tersebut membuat mereka berdua menghentikan apa yang mereka bicarakan karena merasa kurang nyaman.
“Dari wajah kalian, kalian merupakan orang timur? Dari cara berbicara kalian, kalian merupakan orang New Santara?” Kata seorang pria yang berdiri dan berbicara demikian.
“Be-benar.” Balas Theon dengan cukup ragu, dia menyipitkan matanya berusaha untuk berpikir baik bahwa seseorang dihadapannya tidak memiliki niat yang macam-macam kepada dirinya. Hanya saja, Theon tetap memasang sebuah kewaspadaan, agar apabila orang tersebut memiliki niat yang maca-macam, Theon bisa langsung mengelak. Apalagi dia tidak tahu bagaimana sifat asli seseorang di negara ini.
Wanita yang berdiri di hadapan Rena dan Theon tersenyum sambil menyentuh dadanya. Seolah memberikan sebuah salam hormat untuk memberikan sebuah salam kepada Theon. “Maafkan aku, jika di negara kalian para aparat sudah mulai memaklumi tentang keberadaan para penyihir, maka di Ellada masih berani memburu para penyihir diam-diam. Karena mereka tahu bahwa Lord Unknown hanya ada di negara kalian, tanpa tahu masalah yang ada di sini.”
“Jadi, kami sudah menjadi buronan? kami adalah wisatawan.” Bantah Theon saat menyadari bahwa ketika dirinya menghilang, dan dituduh menjadi penyihir, maka dirinya telah menjadi seorang buronan.
“Sebelumnya, perkenalkan namaku adalah Agis. Dan ini adalah saudaraku, Emerald.” Kata laki-laki tersebut sambil sedikit membungkukkan badannya.
Tampaknya, dari pandangan Theon dan Rena sendiri, mereka adalah saudara yang cukup sopan. Bahkan mereka tidak memandang siapa lawan bicaranya apakah lebih tua atau lebih muda dibandingkan dengannya.
“Kami bisa melindungi kalian. Sekaligus, kami ingin berbicara dengan kalian. Tidak di sini, melainkan di kediaman kami bersama dengan nenekku.” Kata Emerald, atau wanita yang ada di hadapan Theon dan juga Rena.
Theon berusaha untuk berpikir baik, bahwa sikap mereka menunjukkan bahwa mereka adalah orang baik pula. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang tersebut ternyata hanya manis di depan saja. Meski sebenarnya, Theon hanya mengiyakan saja, dia tidak begitu peduli apa yang terjadi setelahnya.
“Baiklah, tapi jangan berpikir untuk bisa mengerjai kami. Kami tidak percaya sepenuhnya kepada kalian.” Sahut Theon.
“Jangan khawatir.” Kata Agis.
Pada akirnya, Rena dan juga Theon pergi mengikuti seseorang yang menamai diri mereka Agis dan Emerald. Entah kemana, tapi yang pasti Theon hanya ingin dirinya menjadi seorang buronan di negara yang bukan rumahnya. Meski sebenarnya, dirinya tidak begitu yakin bahwa mereka bisa melindungi Theon dan juga Rena.
Tampaknya, mereka telah membawa sebuah mobil. Kendaraan beroda yang mengantarkan Theon dan Rena kemana perginya Agis.
Hanya saja, untuk menghilangkan saling diam, Agis yang sedang memegang kendali stirr, dia memulai sebuah pembicaraan. “Kami memiliki sihir tanah dan api, yang menjadi sebuah faktor keturunan dari keluarga kami. Dan, bagaimana dengan kalian berdua? Aku dengar, bahwa di New Santara sebenarnya melahirkan beberapa penyihir hebat, apalagi mitologi kalian juga berhubungan dengan roh sihir yang begitu kental bukan? Seperti Kadita, Kemamang, Atis dan juga Geni.”
“Akh, aku lupa bahwa aku belum mengatakan siapa namaku. Pasti kalian tidak begitu nyaman.” Kata Theon sambil menghela napas. “Sebelumnya namaku adalah Theon, jujur sebenarnya aku memiliki cukup banyak sihir. Hampir semua elemental dasar kecuali tanah.”
Emerald membuka matanya dan menoleh ke belakang, seolah dia tidak begitu percaya dengan apa yang Theon ucapkan. Memiliki empat elemen dasar merupakan kemampuan yang cukup langka, bahkan tidak pernah. Dewa dewi saja, mereka memiliki setidaknya dua elemental yang berada dalam tubuh mereka.