The God in the Modern World

The God in the Modern World
Apakah itu bisa dijelaskan secara ilmiah?



“Aku pikir ibu Lyu mengetahui bahwa geng Naga Biru itu ada di bawah kendali keluarga Jark.” Theon memulai ceritanya di dalam mobil, sambil menyalakan gps untuk menuntun arah agar kepala sekolah Lyu bisa kembali ke jalan menuju desanya.


“Jadi maksudmu, geng Naga Biru mengincarmu setelah kau memiliki masalah dengan Rolland kemarin?” Lyu Shui sempat kebingungan. Pasalnya, geng Naga Biru yang merupakan geng terkuat, bahkan apabila mereka mengunci target, besar kemungkinan target tersebut tidak akan bisa lari. Bahkan keluar negeri sekalipun.


Tak ada yang berani dengan geng Naga Biru. Lalu, bagaimana dengan polisi? Kebanyakan apabila geng Naga Biru membunuh seseorang, mereka akan melakukannya secara diam-diam, andai kata ada yang melihatnya, maka saksi tersebut juga akan dibunuh. Lagipula, apabila geng Naga Biru ketahuan sekalipun, polisi tidak akan menghentikan mereka, karena itu ada masalahnya dengan sebuah ‘uang’.


Geng Naga Biru juga tidak pernah gagal dalam menjalankan misinya, tapi siapa yang menyangka, ketika berhadapan dengan Theon, bisa dibilang bahwa mereka gagal selama dua kali. Tampaknya itu kesalahan besar bagi mereka, sehingga apabila diketahui oleh geng terkuat lainnya, itu akan menjadi sebuah rasa malu yang begitu besar bagi pemimpin besar mereka.


“Selain itu, bagaimana kau bisa mengeluarkan api biru Theon? Selama ini, yang pernah ku lihat hanyalah api merah yang dikeluarkan oleh seseorang elementalist. Kau tahu, secara fisika, api biru lebih panas dibandingkan dengan api merah, melewati api jingga dan kuning.” Kata Lyu Shui sambil fokus menyetir.


Theon mengulurkan tangannya ke depan, dia juga mengeluarkan api merah yang merupakan kekuatan api yang paling mendasar, api seperti ini secara fisika disebut sebagai api yang terbakar secara tidak sempurna. Kemudian, Theon merubahnya menjadi berwarna jingga, hingga kuning, yang mana itu merupakan api  pada umumnya.


Lyu Shui masih tidak terkejut yang meliriknya, karena apa yang dia kejutkan, dia masih tak percaya dengan Theon yang mengeluarkan api berwarna biru.


“Dan api biru, ini jauh lebih panas dibandingkan keduanya bukan?” Theon merubah api kuningnya menjadi api biru seperti apa yang dia keluarkan tadi. “Bagaimana dengan api berwarna putih?”


Lyu yang meliriknya, dia benar-benar terkejut sambil membuka mulutnya lebar-lebar, bahkan dia sulit berkonsentrasi untuk menyetir mobil karena harus melihat dengan jelas bahwa Theon mengeluarkan api berwarna putih. Namun, berulang kali meliriknya, Lyu bisa melihatnya bahwa itu adalah api berwarna putih, yang menjadi api tingkatan paling tertinggi dalam hukum fisika.


“B... bagaimana bisa? Kau bisa mengeluarkan api berwarna putih sekalipun? kau bisa menghancurkan sekolahan dengan cukup mudah Theon.” Lyu mengerutkan dahinya.


Theon menghela napas sambil menghilangkan api putih miliknya, sebelum dia kembali berkata, “Mungkin Anda berpikir bahwa api putih lah yang paling panas, tapi nyatanya.” Theon mengeluarkan api hitam di tangannya, yang mana terlihat seperti kegelapan yang berkobar.


Jika Theon merupakan elementalist biasa seperti yang lainnya, maka mengeluarkan api hitam merupakan hal yang mustahil. Pada dasarnya, api hitam merupakan api legenda yang hanya dimiliki oleh para dewa, karena jika itu membakar manusia, maka api itu tidak akan padam selama tujuh tahun kecuali kehendak seseorang yang mengeluarkan api tersebut.


Meski dimiliki oleh para dewa, tetapi para dewa juga belum tentu bisa mengeluarkan api hitam. Setidaknya, mereka harus berada di ranah raja dewa, yaitu satu tingkat di bawah kaisar dewa yang menjadi peringkat Theon apabila dia masih berada di alam dewa.


“Ti...tidak mungkin!” Lyu menyangkal. “Api hitam itu tidak ada! Api merupakan sumber cahaya, sedangkan hitam adalah kegelapan, keduanya tidak bisa disatu padukan. Dalam hukum fisika, itu tidak mungkin bisa terjadi.”


“Benar juga.” Lyu Shui mulai berpikir, “Jika dipikir-pikir, apa yang kita lakukan itu diluar nalar manusia, sehingga membuat petinggi dunia mengincar kita. Karena apa, mereka tidak ingin manusia mengalami keterbelakangan, dan tidak ingin orang seperti kita menguasai dunia.”


....


Beberapa menit kemudian, mobil putih milik Lyu Shui sudah masuk ke sebuah pedesaan lagi, lebih tepatnya kini berada di desa yang Lyu Shui tempati. Dan, mobil pun pelan saat memasuki sebuah gerbang dengan tembok yang memiliki khas kuno jika itu berada dalam ingatan Theon Alzma.


“Selamat datang di kediaman keluarga Shui. Meskipun sebenarnya aku hanya tinggal bersama ayahku, karena keluarga lainnya dibunuh oleh petinggi dunia.” Lyu Shui menarik rem tangan ketika mobil tersebut berhenti di depan sebuah rumah yang memiliki nuansa kuno. Meski struktur rumah tersebut merupakan batu bata berwarna merah yang tersusun, namun atap rumahnya juga seperti rumah orang terdahulu.


Mengikuti Lyu Shui, Theon keluar dari mobil dan memperhatikan kediaman ini dengan begitu sejuk. Karena pepohonan juga tumbuh di lingkungan kediaman ini. Tentu saja, melihat kediaman kepala sekolah, membuatnya teringat ketika dirinya berada di alam dewa, tampak lebih damai karena tidak tercampur dengan banyak tekhnologi.


Selain itu, Theon juga terkejut saat mendengar bahwa keluarga Shui dibunuh habis oleh para petinggi dunia, yang mana menyisakan ayah dan Lyu Shui itu sendiri. Bukankah itu merupakan hal yang tidak berperikemanusiaan? dia pikir, dunia ini menjunjung tinggi kemanusiaan, apalagi petinggi dunia itu bertempat tinggal di negara yang lebih maju, yang mana hak asasi manusia merupakan nomor satu.


Tapi nyatanya? Di dunia ini bukan kekuatan elemental yang mampu menjadi sosok paling tinggi, melainkan kekuasaan, bahkan elementalist sekalipun yang memiliki kekuatan di luar nalar sanggup dibunuh dengan dunia modern. Hal tersebut cukup membuat Theon ingin melakukan sesuatu semenjak diceritakan oleh Rena, yaitu menunjukkan kekuatan elemental secara publik.


“Apa kepala sekolah tidak memiliki dendam sama sekali kepada para petinggi dunia? Aku pikir, sebenarnya kita semua, sesama elementalist di dunia ini bisa membentuk kekuatan dan menghancurkan petinggi dunia.” Theon mengikuti Lyu Shui ke dalam rumahnya.


Lyu Shui membuka pintu yang tertutup sembari berkata, “Percuma, mereka memiliki akal yan begitu licik. Seperti apakah kau berpikir, kita semua di pancing menuju ke sebuah wilayah seperti pulau terpencil, kemudian mereka melepaskan bom nuklir? Lagipula semua keluarga yang memiliki elementalist tidak ingin bergabung dengan elementalist lainnya, mereka hanya mengurus diri sendiri, dan berupaya agar petinggi dunia tidak mengetahui keberadaan mereka sama sekali. Seharusnya kau tahu itu.”


“Ayah, aku pulang.”


Theon yang berdiri di belakang pintu, merasakan ada sebuah aura yang cukup panas di belakangnya, namun itu rasanya bukan dari Lyu Shui, bahkan dia juga merasakan sebuah krisis yang membuat dirinya merasa ada yang janggal.


Penasaran, Theon menoleh ke belakang, tak di sangka sebuah pedang yang ukurannya cukup besar terayunkan seolah hendak membelah kepala Theon yang baru saja menghadap ke belakang.