
“Apa penyebabnya?” Hang mengerutkan dahinya karena penasaran.
Membenahi aliran elemental seed milik Lyu yang memejamkan matanya, karena dia seperti merasakan bahwa dadanya perlahan-lahan tidak terbakar lagi. Theon menjawab, “Sebenarnya ada banyak faktor, antaranya adalah trauma berat, bawaan lahir atau racun. Untung saja penyebabnya bukanlah racun, sehingga aku tidak perlu mencari penawar lagi dan memperbaiki aliran elemental seednya.”
“Kenapa aku tidak tahu yang seperti itu? Semua orang yang memiliki kekuatan elemental, pasti akan asing apabila mendengarkan apa yang namanya elemental seed serta orka yang merupakan energi tubuh untuk menghasilkan elemental.” Hang masih kebingungan, masalahnya dia sama sekali baru tahu bahwa sebenarnya ada organ vital tak kasat yang hanya dimiliki oleh seorang elemental.
Theon tidak menjawabnya secara terus terang, dengan tangannya dia berusaha meluruskan aliran orka yang terhubung pada elemental seed yang sedang terhambat. Tampaknya itu cukup mudah, namun terlihat lama, karena dewa kehidupan atau Viona pernah mengajari yang seperti ini.
Sebagai putra dewa penguasa, dia harus serba bisa, seperti melakukan kemampuan menguasai elemental baik mengendalikan diri sendiri atau orang lain, bahkan kekuatan elemental. Serta memperbaiki masalah elemental yang terhambat seperti milik Lyu.
“Selain itu, kau mengetahuinya darimana?” Hang kembali bertanya.
Lagi-lagi Theon tidak menjawabnya, karena dia tahu bahwa yang mengetahui seperti ini hanyalah dewa di alam dewa, bahkan manusia di alam elementalist saja tidak mengetahui rahasianya sepenuhnya, apalagi manusia di bumi ini? pengetahuan mereka mengenai elementalist tampaknya masih minim. Hal itu menjadikan Theon begitu penasaran, siapa orang yang membawa kekuatan elemental di dunia ini?
“Waktunya tahap pemurnian, aku sudah membersihkan alirannya. Rasanya ini cukup panas, bahkan lebih panas daripada yang kau bayangkan.” Theon menghela napas dengan begitu perlahan, namun tatapannya begitu serius yang membuat Lyu yang baru saja membuka matanya begitu ketakutan. Namun, dirinya tidak bisa mengelak, dia ingin elemennya kembali normal.
“Lakukan, aku akan memberikan minuman untukmu. Maafkan aku, aku benar-benar lupa.”
Ketika Hang pergi, Lyu tiba-tiba berteriak dengan begitu keras yang mana membuat Hang sendiri menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah putrinya. Tetapi, dia mencoba percaya kepada Theon agar putrinya bisa mengendalikan kekuatan elemental.
Lyu semakin mengerang dengan begitu keras, seisi rumahnya hanya terdengar gaungan teriakan Lyu Shui yang bahkan membuat Theon sendiri benar-benar tidak tahan mendengarnya. Dia mencoba mengambil bantal sofa yang ada di samping Lyu dan melemparkannya ke mula Lyu.
“Gigit ini bu!” Perintah Theon kepada kepala sekolahnya.
Lyu Shui menurut, demi menghilangkan teriakannya yang begitu memekikkan telinga, dia mengekspresikan rasa sakit dan menahannya dengan menggigit bantal tersebut. Bagaimana tidak sakit, organ Lyu bagaikan terbakar oleh sebuah api yang membuat dia benar-benar tidak tahan.
Pemurnian, kali ini Theon menggunakan api putih yang digunakan untuk membakar aliran elemental seed yang sedikit terhambat. Itulah mengapa Lyu benar-benar berteriak kesakitan, karena api putih benar-benar panas dibandingkan api-api yang lainnya.
Lantas, bagaimana jika yang terhambat adalah elemental seed yang lain, apakah tetap menggunakan elemen api? Tentu saja, itulah fungsi elemental api putih yang digunakan sebagai pemurnian dan penyucian, meskipun efek sampingnya begitu menyakitkan. Untung saja, elemental Zeno yang masih bertahan adalah api, sehingga dirinya bisa membantu kepala sekolah.
Mungkin bisa juga menggunakan elemental cahaya yang digunakan sebagai elemental kehidupan, bahkan tanpa memiliki efek samping sekalipun, justru akan mendapatkan dampak yang begitu mengenakkan di seluruh organ. Sayangnya, Theon masih belum membangkitkan elemen tersebut.
Dia kemudian menarik tangannya perlahan, bersamaan dengan itu, Lyu perlahan juga berhenti berteriak dengan keringat deras mengucur di dahinya. Tidak hanya itu saja, bahkan kerah bajunya mendadak menjadi basah karena keringat yang terus berkucuran.
“Bagaimana, apa yang kau rasakan?” Tanya Theon.
Dengan menghela napas lega, Lyu Shui sama sekali sudah tidak merasakan dadanya terbakar atau seperti tersayat angin lagi. Bahkan, semilir angin dan aura panas mengalir di setiap inci tubuhnya dengan sangat nikmat. Lyu Shui, benar-benar bisa merasakan energi kekuatan elemental yang Theon sebut orka.
“Seperti aku bisa merasakan peredaran darah, namun itu bukan darah.” Lyu mengangkat kedua tangannya dan memperhatikannya dengan seksama.
“Itu adalah aliran Orka bu kepala sekolah, ibarat anda terlalu banyak bergerak yang membuat anda kehabisan energi, maka orka Anda juga akan habis apabila terlalu banyak yang mengeluarkan elemental. Itu semua berlaku kepada semua orang yang memiliki kekuatan elemental, namun mereka tidak menyadarinya.” Kata Theon mencoba untuk menjelaskan, kemudian dia kembali berkata, “Aku juga sudah tidak merasakan aura panas tak terkendali lagi, semilir angin juga hilang, Anda sekarang sudah normal kembali.”
“Itu artinya....” Lyu tidak bisa berkata lebih lanjtu lagi karena saking tidak percayanya. Bagaimana tidak, dia benar-benar terharu karena selama empat puluh tahun elementalnya tak terkendali sehingga yang ada hanyalah aura panas, kini telah berhenti dan bisa terkendali lagi.
“Benar, coba saja.” Kata Theon mempersilahkannya.
Tak percaya, Lyu mengalirkan orka hangat menuju tangannya dengan cukup mudah, sehingga hal yang terjadi membuat dirinya tersenyum ceria. Bagaimana tidak, sebuah kobaran api muncul dengan secara tiba-tiba yang membuat Theon langsung mengulurkan tangannya dan menghentikannya secara tiba-tiba.
“Tidak tidak, tampaknya Anda seperti anak kecil yang baru saja bisa mengeluarkan elemental. Sehingga Anda harus melatihnya secara berulang kali agar bisa mengontrol secara sempurna.” Theon kembali berkata. Masalahnya dia benar-benar lupa karena Lyu baru bisa mengeluarkan elemental yang membuat dirinya masih keadaan pemula.
“Tapi, ayahku tampaknya cukup tua untuk melatihku. Aku butuh guru agar bisa mengajariku secara sempurna. Jadi, apakah Theon bersedia menjadi guruku?” Lyu Shui memohon dengan matanya yang berkaca-kaca.
Theon menggarukkan kepalanya, bagaimana tidak? Lyu Shui yang merupakan seorang kepala sekolahnya meminta agar dirinya menjadi gurunya? Bukankah itu sungguh merepotkan bahwa kepala sekolah memanggil muridnya dengan sebutan seorang guru?
“Bukankah itu bagus Theon? Aku juga meminta agar kau melatih putriku agar bisa mengontrol elemennya.” Hang Shui kemudian menaruh gelas dengan berisikan air hangat dengan berwarna jingga transparan.
“Minumlah Theon, itu bisa menghangatkan badan.”
Dengan senang hati, Theon meminumnya dengan berhati-hati karena cukup panas. Dan yang benar saja, usai meminum air tersebut, tubuh Theon terasa lebih hangat secara alami.
“Aku akan memikirkannya untuk esok.” Kata Theon sambil berusaha untuk mempertimbangkannya. Lagipula dia sama sekali tidak pernah mengangkat seorang murid, apalagi muridnya jauh lebih tua daripada dirinya.