The God in the Modern World

The God in the Modern World
Moralitas negara maju



“Tuan .....”


Theon mendengar sebuah suara asing yang membuat dia menoleh ke belakang. Kiba juga tidak mengatakannya bahwa ada orang yang menghampiri dirinya. Karena menurut Kiba sendiri orang itu tidak membawa aura jahat apapun. Hanya saja, Theon yang mengerti, dia tidak akan menerima keadaan begitu saja.


Secepat cahaya, sebelum mengedipkan mata sekalipun, Theon sudah berada di belakang lima orang dengan sangat cepat. Lima orang yang mengunakan jaket hitam dan kacamata hitam layaknya seorang mafia terkenal. Nyatanya, orang itu adalah sosok yang mengurus segala kekuasaan Roney di negara ini.


Keberadaan Theon, membuat lima orang itu sontak terkejut. Mereka langsung berbalik badan dan membungkukkan badannya menunjukkan kata menyerah di antara kesalahpahaman ini. Karena mereka sendiri tahu, di hadapan mereka adalah seorang buronan internasional yang telah dicetuskan satu jam yang lalu. Lord Unknown, itulah yang mereka kenal. Apalagi, Lord Unknown telah menunjukkan sedikit dari kekuatannya untuk memberikan sebuah pertanda untuk tidak macam-macam.


Bagaimana tidak? Bahkan mereka sama sekali tidak meihat Theon bergerak. Seolah waktu berhenti dan Theon bergerak ketika mereka tidak menyadari bahwa waktu telah berhenti. Memang begitu, karena mereka sendiri tidak akan mampu untuk mengikuti pergerakan sebuah cahaya.


“Kami perintahan tuan Roney dari New Santara, kepala mafia big three yang baru setelah kematian big three. Kami diperintahkan untuk menyembunyikan kalian berdia di hotel miliknya di negara ini. Menggunakan koordinat dari tuan Roney, kami bisa menemukan kalian.” Kata salah seorang dengan nada yang cukup bergetar.


“Bangunlah!” Seru Theon.


“Apa buktinya? Bagaimana jika kalian bohong dan membawaku pada aparat militer negara ini?” Theon mengangkat alisnya, dia meminta bukti bahwa mereka adalah bawahan Roney. Meseki sebenarnya, Theon cukup percaya bahwa mereka adalah bawahan Roney, terlihat dari wajah mereka yang khas New Santara, serta yang bertemu dengan Theon tanpa membawa senjata apapun.Apa yang Theon minta, sebenarnya dia lakukan untuk mengetes mereka.


“Kami berani untuk bersump.....”


“Sumpah saja tidak akan membuat kami percaya. Banyak orang di luar sana yang berani bersumpah serapah, tapi tetap berkhianat.” Sahut Rena yang ada di belakang mereka.


Dengan cukup panik, salah satu dari mereka membuka smartphone nya, dan menunjukkan riwayat panggilan dirinya dengan Roney. Yang mana memang sangat benar bahwa itu adalah nomor Roney.


“Baiklah, aku percaya. Tapi tidak sepenuhnya. Karena bisa jadi kalian juga mengkhianati Roney.” Kata Theon menghela napas lega. Setidaknya dia bisa beristirahat dan bersembunyi dengan cukup mudah.


Masalah di mana Lesha, dia menyadari bahwa dirinya terlalu terburu-buru dan memaksakan diri untuk mencarinya. Sehingga, membuat Theon hampir berada di ambang batas. Meski begitu, dia juga mendapatkan keberuntungan di baliknya. Jika dia tidak terburu-buru, dan dia berisitirahat di rumah, kemungkinan bom akan meledak dengan tiba-tiba karena dia telah menjadi incaran secara nasional dan internasional.


Theon masuk ke dalam salah satu dari dua mobil yang benar-benar sangat mewah. Setidaknya, dalam ingatan Theon Alzma, mobil itu memiliki harga milyaran. Kemungkinan, mobil itu sebenarnya juga merupakan harta milik Skelet atau mungkin Scott yang kemudian saat ini, semua harta dua keluarga itu telah berpindah tangan kepada Roney.


Hanya saja, pemandangan yang menurut Theon kurang adalah tentang cara berpakaian mereka yang terlihat sangat tidak sopan. Seperti wanita yang berpakaian minim di tempat umum. Padahal hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak layak apabila berada di New Santara. Apalagi, Theon juga tersenyum kecut saat ada beberapa wanita telanjang yang tidak memperdulikan publik.


Mereka seolah bangga menunjukkan bagian privat tubuhnya pada publik. Kemudian membawa kertas yang bertuliskan tentang ‘Tubuhku urusanku’.


Sepanjang penghujung jalan, Theon bisa melihat dan sedikit miris tentang moralitas orang-orang yang benar-benar memprihatinan. Laki-laki layaknya perempuan, perempuan layaknya laki-laki, membawa bendera warna-warni yang membuat Theon mengerutkan dahinya dan merasa jijik sendiri ketika dia mengingat sesuatu di dalam pikiran Theon Alzma.


Manusia menggonggong, dengan pakaian minim dan diikat bagaikan anjing. Theon bisa melihatnya, dan lebih parahnya, orang yang diikat merasa cukup bangga tentang apa yang mereka perbuat.  Hal tersebut membuat Theon berpikir, “Serendah itukah manusia? padahal aku telah menjunjung tinggi derajat manusia melalui pikiranku.”


“Standar moralitas yang rusak. Tidak heran, kita berada di mana. Di barat, benar-benar miris.” Rena menopang dagunya. Dia juga berpikiran sama dengan Theon bahwa negara  Ziosam memang maju dan superpower, tapi manusia di negara ini telah mengalami kemunduran otak dengan menyamakan diri mereka bak hewan.


Theon setuju, bahkan saat mobil bawahan Roney berhenti di lampu merah sekalipun. Rena menunjuk pada salah satu tempat untuk memberitahukan Theon sesuatu. Yang mana, hal tersebut membuat Theon ingin membunuh mereka semua karena bertingkah di bawah hewan.


Duduk di kursi, berciuman antara sesama jenis, membuat Theon sebenarnya ingin muntah. Moralitas yang cukup rusak tentang percintaan sesama jenis membuat Theon menarik perkataannya bahwa manusia di dunia ini memang benar-benar sangat rendahan.


“Apa yang dikatakan Strega ada benarnya. Bahwa manusia memang harus dimusnahkan dan menyisakan sebagian saja.” Theon berkata dengan plin-plan. Hal tersebut membuat dia benar-benar tidak kondusif dalam sebuah jalan yang dia pikirkan. Bukan karena sebab, tapi karena ada sesuatu yang dia baru tahu seperti keadaan manusia di negara paling maju yang memiliki moralitas minim, membuat dia harus merubah pikirannya. Anda dia sudah mengetahui semuanya dari dulu, maka dia juga akan menentukan sebuah jalan lurus secara langsung dan tidak berkelok.


Bunuh maka bunuh, bantai maka bantai, biarkan hidup maka juga biarkan hidup. Itulah yang dia pikirkan jika Theon mengetahui segalanya di dunia ini semenjak dahulu.


Meski sebenarnya, Theon berkata seperti tadi tidak sepenuhnya serius. Dia tidak akan menggunakan cara membunuh hampir semua umat manusia sebagai patokan tujuannya. Lagipula, untuk apa membunuh manusia yang secara notabene bukan berasal dari dunia aslinya? Hanya saja, dia bisa sedikit membenarkan apa yang Strega sebelumnya katakan.


“Jika itu kita, maka kita tidak masalah. Bukankah kau perempuan, aku laki-laki? melakukan sebuah hubungan tanpa adanya pernikahan masih di maklumi. Tapi bagaimana dengan sesama jenis? Akh, aku benar-benar tidak habis pikir tentang apa yang sebenarnya mereka pikirkan?” Theon berbicara kepada Rena.


“Ah sialan, pelangi indahku. Pelangi di alam dewa benar-benar sangat indah, sangat berbeda di sini.” Rena menjawab nya dengan cukup lirih. Setidaknya bawahan Roney yang tengah menyetir tidak mendengarnya dengan cukup jelas.