The God in the Modern World

The God in the Modern World
Theon vs Pentinggi dunia (2)



“Cincin saturnus!” Petinggi dunia menebaskan pedangnya ke depan ketika Theon sudah muncul tepat di hadapannya. Menebaskan secara horizontal sehingga memunculkan sebuah bebatuan kecil yang keluar, melingkari petinggi dunia dengan sangat cepat, sehingga membuat Theon sendiri terhempas dengan sangat kasar.


Tidak berhenti begitu saja, petinggi dunia mengayunkan tangannya ke depan, sehingga membuat bebatuan kecil yang mengelilingi dirinya bergerak ke arah Theon dengan sangat cepat.


Theon membuka tangan kirinya, sehingga elemen air berwarna biru tua keluar. Kemudian, dia menggenggamnya dan mengakibatkan cipratan air keluar. Air itu kemudian dia dorong menggunakan tangannya membentuk sebuah kepala naga yang melapisi tangannya, menghancurkan semua bebatuan kecil tersebut dengan cukup mudah.


Tapi, siapa yang berpikir, bahwa petinggi dunia sudah tidak berada di hadapannya. Tampaknya dia terkecoh dengan melemparkan bebatuan kecil itu tadi. Hanya saja, dia merasakan sebuah krisis di sampingnya. Sehingga, dia langsung menoleh dan memperhatikan bahwa petinggi dunia berada di sampingnya.


Petinggi dunia mengangkat kakinya, menendang sebuah dagu Theon dengan cukup kasar yang membuat Theon sendiri terangkat ke atas. Bahkan dia mengeram dan berusaha memposisikan diri agar tidak terangkat karena kaki petinggi dunia, apalagi petinggi dunia menggunakan sebuah sepatu yang cukup tebal.


“Akhh!”


Ketika terangkat, petinggi dunia melapisi tangan kirinya menggunakan sebuah api yang berpijar dengan cukup terang. Tampaknya itu merupakan unsur bintang yang mana dia pukulkan kepada perut Theon ketika dia terangkat.


Theon terlempar ke belakang, hanya saja dia memposisikan diri untuk tidak terjatuh dalam kondisi terbaring. Sehingga, ketika dia terlempar, dia menusukkan pedangnya ke tanah hingga dia terseret ke belakang, yang membuat tanah mengalami sebuah keretakan.


Bersamaan dengan itu, tanah seketika mengeluarkan keretakan di sekeliling petinggi dunia, yang mana keretakan itu memunculkan sebuah cahaya berwarna oranye yang merupakan sebuah bara api atau lebih tepatnya lahar.


Petinggi dunia ingin bergerak, hanya saja lava pijar menyembur keluar dari keretakan disekelilingnya. Menyemprotkan sebuah lahar panas yang tidak bisa untuk dihindari dengan cukup mudah.


Theon yang melihat bahwa petinggi dunia tidak bisa bergerak, dia mengangkat tangannya, sehingga awan hitam di malam hari berkumpul, menjadi satu dan mengeluarkan sebuah petir dahsyat. Petir dahsyat berkumpul, hingga membentuk kepala seekor naga petir yang keluar dari awan, sehingga dengan mengangkat ujung bibirnya, Theon langsung mengayunkan tangannya ke bawah.


Sehingga naga petir itu meraung dengan cukup keras, dan bergerak cepat ke arah petinggi dunia yang sama sekali tidak bisa bergerak kemana-mana.


Tapi petinggi dunia tidak begitu lemah, dia memposisikan ujung hyper star sword ke atas. Kemudian, sebuah energi berwarna merah keluar, yang kemudian mengalir menuju ujung pedang dengan sangat cepat.


“Energi ledakan bintang!”


Ujung pedang itu seketika mengeluarkan sebuah energi yang sangat kuat. Energi yang terlihat panas dengan warna yang beragam. Dengan ledakan yang begitu dahsyat, membuat sebuah gelombang kejut yang menghentikan lahar di sekitar, kemudian juga menghancurkan naga petir milik Theon dengan seketika.


Bersamaan dengan itu, energi pedang milik petinggi dunia yang memancar sangat panjang bergerak di samping Rena dalam posisi menurunkan kemiringan. Sehingga, Rena hanya bisa menoleh dan menelan ludah secara kasar. Begitupun dengan Lesha yang langsung meloncat ketika tahu bahwa petinggi dunia seolah membelah daratan menjadi dua.


Dan, siapa yang berpikir bahwa ledakan bintang dari sebuah pedang petinggi dunia menghancurkan mungkin puluhan ribu pasukan. Dan itu berasal dari pasukan undead dan sisa elementalist yang bertarung mati-matian.


Para undead yang terkena serangan itu, mereka benar-benar tidak mendapatkan sebuah regenerasi lagi. Seolah itu adalah sebuah kekuatan cahaya yang sangat mengerikan. Kebanyakan dari undead mungkin juga mati karena terkena sebuah serangan dari petinggi dunia itu secara langsung.


Tidak berhenti begitu saja, ketika ujung pedang petinggi dunia sudah menyentuh tanah, mungkin sebuah jurang tercipta, seolah daratan terbelah menjadi dua setelah petinggi dunia menghentikan ledakan bintang dari pedangnya. Yang membuat itu benar-benar menjadi sebuah kekuatan yang cukup besar di dunia ini.


Dan lebih mengejutkan, daratan yang seolah terbelah, menciptakan sebuah keretakan besar itu memiliki sebuah kedalaman mungkin sepuluh kali tinggi laki-laki dewasa. Dengan lebar yang sama dengan membentangkan kedua tangan sehingga lebih cocok apabila disebut dengan sebuah jurang. Apalagi dinding jurang yang baru saja diciptakan itu mengeluarkan sebuah lava yang mengartikan serangan tadi benar-benar cukup panas.


“Theon!!” Rena berteriak dengan cukup histeris, karena dia tidak melihat dimana adanya Theon. Di kala dia juga berdiri di depan Kayden yang memuntahkan seteguk darah karena mungkin tidak mampu untuk melawan Rena yang tampaknya bukan sebuah tandingannya.


Hanya saja, Kayden masih berdiri, di antara sendi jarinya muncul sebuah es tajam seolah menjadi sebuah kuku yang timbul. Kemudian, Kayden lagi-lagi bergerak dengan sangat cepat, hanya saja, sebelum itu dia mengeluarkan sebuah pusaran angin agar Rena tidak bisa melihat dengan cukup jelas.


Rena mendorong kakinya kanannya ketika masih menginjak tanah, sehingga sebuah energi kegelapan menghempaskan sebuah pusaran angin milik Kayden. Hanya saja, ketika pusaran angin itu sudah menghilang, dia melihat Kayden berada di sampingnya sambil mengayunkan cakar es ke arah leher Rena.


Untungnya, Rena sempat menyadari, sehingga dia memutar badannya sambil mencengkram leher Kayden dengan cukup erat. Kemudian, dari tangan kiri Rena mengeluarkan sebuah energi kegelapan yang kemudian mendorongnya hingga memukul perut Kayden dengan cukup kasar.


Hal tersebut mungkin tidak membuat perut Kayden berlubang, karena Rena memukulnya dalam kondisi membuka telapak tangannya. Sehingga mengakibatkan organ dalam Kayden mengalami kerusakan. Buktinya, meski dicekik oleh Rena sekalipun, pria itu mengeluarkan darah yang mengotori kulit berseri milik Rena.


Karena cukup kesal, Rena membanting Kayden di atas permukaan tanah. Kemudian, dia menyeret dan melemparkan Kayden ke arah jurang yang diciptakan karena energi yang cukup besar dari petinggi dunia.


Kemudian, dia melihat petinggi dunia yang menatap jurang ciptaannya. Seolah dia cukup yakin bahwa Theon terbunuh karena energi pedang yang merupakan kekuatan ledakan bintang. Akan tetapi, Rena merasa cukup aneh kepada petinggi dunia, ketika dia melihat bahwa posisi berdiri petinggi dunia penuh penyesalan.


Dia berpikir jernih, tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal tersebut. Sehingga, dia memilih bergerak dengan sangat cepat ke arah petinggi dunia karena ingin bertanggung jawab tentang kematian Theon. Bisa dibilang, dia benar-benar marah tentang hal tersebut.