The God in the Modern World

The God in the Modern World
Mimpi buruk bagi mereka



Theon mengubah tatapannya menjadi tatapan yang sangat tajam. Pemainan baru dimulai ketika Luis meneriakkan kata demikian dengan sangat keras. Membuat dua mafia milik Scott dan Skelet, serta murid di perguruan miliknya bergerak berlari ke arah Theon untuk melakukan sebuah penyerangan.


Tampaknya, Yoseff dan Harry benar-benar sangat percaya diri, Theon yang membawa senjata sekalipun serta kekuatan elemental yang mumpuni tidak akan sanggup untuk menahan serangan dari ratusan orang seperti ini. Apalagi Theon yang tidak membawa senjata? Sebagai seseorang yang menganggap dirinya sebagai final boss, kedua orang atau lebih tepatnya tiga orang bersama Luis hanya diam sembari menonton sebuah pengeroyokan ini terjadi.


Mungkin mereka berpikir bahwa Theon sama sekali tidak membawa sebuah senjata, pandangan mereka terhadap Theon menghilang karena saking banyaknya orang. Tapi, saat ini Theon bergerak dengan bebas dan cukup cepat dengan memunculkan sebuah Fire Sword di tangannya.


Permainan sebuah pedang, dengan mengandalkan elemental petir sanggup membuat Theon bisa membunuh tanpa terlihat. Bahkan beberapa orang yang menyerang Theon benar-benar terkejut sebelum dia kehilangan nyawanya.


Tak tanggung-tanggung, Theon juga berhenti ketika dia bergerak secepat kilat, kemudian menebaskan sebuah pedangnya ke arah depan sehingga memunculkan sebuah gejolak api yang sangat besar, membuat beberapa anggota mafia runtuh karena kekuatan Theon yang benar-benar sangat mengerikan.


“Slasshh!”


Kembali bergerak, Theon mengayunkan pedangnya secara horizontal, dua tiga atau bahkan lima orang mungkin sanggup terbunuh dalam sekali tebasan yang membuat sebuah jeritan histeris dari heningnya hutan ini.


Begitupun dengan Rena, tubuhnya yang melayang sambil mengayunkan tangannya secara berulang kali, memainkan sebuah kegelapan untuk menyerang semua orang yang menyerangnya secara bersamaan. Meski sebenarnya dalam kondisi seperti ini, Rena sama sekali tampak begitu kesulitan karena dia di serang dari segala sisi.


Hanya saja, ketika Rena memperhatikan cara atau gaya bertarung Theon, yang mana dia bertarung tidak diam di tempat mengandalkan kekuatan elemental kegelapannya. Memang, bahwa elemental kegelapan merupakan elemental yang unggul, tapi jika dia diam saja dan tidak bergerak, maka bisa saja musuh menyerang dari belakang.


Sehingga, Rena melompat, melangkahkan kakinya dan menghajar mereka dengan cukup cepat, setidaknya jika dia bergerak seperti ini, maka orang-orang juga akan kewalahan untuk menyerangnya karena pergerakan Rena terlalu gesit.


Jika Theon membunuh orang-orang menggunakan sebuah pedang, dengan luka yang terlihat, Rena menggunakan sebuah pukulan yang dapat merusak organ dalam. Kekuatan elemental kegelapannya sanggup menghancurkan jantung atau paru-paru mereka apabila dipukulkan dengan sangat akurat. Sehingga korban Rena bergelimpangan dalam keadaan tubuh luar masih utuh.


Tentu hal tersebut membuat wajah big three muram. Mereka bisa melihat pembantaian habis-habisan oleh dua mafia dan satu perguruan dalam satu waktu sekaligus. Kemudian, dia melihat dimana Starllet dan Vynh berada.


Siapa sangka, ketika Theon sedang melakuka sebuah pertarungan, dia tercengkram oleh sebuah bongkahan tanah. Dia bisa melihat bahwa Vynh berada di atas dahan pohon dengan tangannya yang bergetar karena mengeluarkan cengkraman itu sendiri. Kemudian, secara kebetulan dia bisa melihat Starllet berada di udara seolah habis melompat untuk menebaskan sebuah pedangnya.


Tentu Theon mendapatkan sebuah ancaman dari segala sisi, dari mafia yang siap untuk melepaskan pukulan mereka, serta Starllet yang siap untuk menebaskan pedangnya.


Rena menginjak permukaan tanah dan langsung melompat ke arah Starllet yang terlempar, mengeluarkan sebuah elemental kegelapan yang dia kumpulkan dari tangannya yang kemudian dia pukulkan kepada Starllet dengan cukup keras. Hanya saja, dia tidak langsung membunuhnya dengan menghancurkan organ dalamnya.


Vynh berteriak guna menahan cengkraman tanah yang menjerat Theon. Hanya saja, cengkraman tanah itu hancur ketika Theon mengeluarkan sebuah elemental petir yang berasal dari tubuhnya. Lantas, dengan tatapan yang cukup sinis, Theon memijak tanah dengan cukup kuat dan langsung melompat untuk menyerang Vynh.


Hanya saja, Vynh mengeluarkan sebuah hembusan angin untuk menahan Theon. Karena dia benar-benar tahu bahwa Theon benar-benar sangat berbahaya ketika bertarung dari jarak dekat.


Luis yang melihat kesmepatan itu, dia tidak memutuskan untuk diam. Mengambil sebuah pedang yang tergelatak di atas tanah, membuat dia melompat. Sebelum itu, dia mengeluarkan sebuah pusaran air di antara pusaran angin yang membuat Theon sendiri tidak bisa bergerak karena terjebak di antar pusaran itu, atau yang terjadi dia akan terkoyak.


Sedangkan Rena yang berdiri di atas Starllet yang tergeletak, dia menyadari dan langsung melompat ke depan saat sebuah bongkahan tanah lancip hendak menusuknya. Tampaknya itu adalah ulah Starllet yang masih ingin mempertahankan diri.


Hanya saja, ketika Rena melihat Theon yang tengah terpojok, dia tidak memiliki waktu untuk menghadapi Starllet. Dengan menoros beberapa anggota mafia yang sudah bersiap untuk menghajar Rena, Rena melompat untuk menyerang Luis yang ikut campur.


Namun kala itu, dua pusaran itu tiba-tiba terhenti. Tidak, atau lebih tepatnya pusaran angin milik Vynh berubah menjadi sebuah kobaran api karena Theon mendapatkan sebuah kesempatan yang cukup baik. Sehingga, membuat Rena yang tidak ingin mendapatkan dampaknya, dia langsung mundur.


Pusaran air melawan api? Siapa yang berpikir bahwa kekuatan air milik Luis kalah. Justru karena kekuatan api jauh lebih besar, membuat air milik Luis menguap terlalu banyak. Apalagi kebakaran hutan telah terjadi ketika Theon melakukan hal demikian. Kondisi benar-benar panas dan mengeluarkan sebuah asap yang cukup tebal. Apalagi, dengan kekuatan Theon, membuat Luis terlempar.


Dengan gagahnya, Theon muncul kembali. Dia tidak ingin masalah semakin larut seperti sebuah kebakaran hutan. Sehingga, mengangkat kedua tangannya, sebuah ombak dari segala penjuru dengan Theon dan yang lainnya berada di tengahnya muncul.


Tentu hal tersebut membuat semua orang benar-benar sangat kebingungan. Bagaimana ombak bisa muncul di tengah hutan? Letak geografis hutan ini benar-benar jauh dari laut. Kemudian, Theon langsung membenturkan kedua tangannya di atas sehingga membuat ombak itu menjadi sebuah air bah yang memadamkan sebuah api yang berlarut-larut.


Tentu, para big three melindungi diri mereka sendiri atau yang terjadi akan hanyut. Begitupun dengan Starllet dan Vynh. Sedangkan kondisi mafia yang masih bertahan, tidak ada yang peduli dengan mereka. Mereka menaiki sebuah pohon yang kering karena diakibatkan hawa panas. Hanya saja, ketika air bah itu menerjang, membuat pepohonan itu ambruk satu persatu.


Theon yang belum terkena air bah, melihat air bahnya hampir membanjiri dirinya, dia membuat semua air itu melayang. Membantuk sebuah bola besar, dengan ukuran yang tidak hanya cukup, melainkan sangat besar menutup matahari di atas mereka hingga kondisi benar-benar sangat gelap. Kemudian, Theon memadatkan bola air hingga ukurannya jauh lebih kecil.