The God in the Modern World

The God in the Modern World
Bisa kau jatuhkan stasiun luar angkasa?



Meski sebenarnya mustahil, bahwa untuk bergerak secepat cahaya, maka tidak memiliki massa adalah suatu yang harus. Karena secara harafiah, cahaya merupakan objek yang paling cepat tanpa memiliki sebuah massa sedikitpun.


Tapi Theon hidup bukan di lingkungan sains. Sesuatu yang tidak masuk akal adalah makanan sehari-harinya. Sehingga, dia tidak terlalu heran mengapa dirinya yang bermassa mampu untuk bergerak secepat cahaya.


“Tebasan cahaya!” Theon menebaskan tangannya ke depan, memunculkan bilah cahaya yang bergerak menghancurkan puluhan aparat yang tengah menembaki dirinya.


“Puluhan tombak kegelapan!” Sedangkan Rena, dia menghancurkan puluhan aparat yang ada di belakang Theon. Sehingga, bisa dibilang mereka saling memunggungi.


Semua orang yang berhadapan dengan Theon dan Rena sudah tak bersisa. Di dalam markas dewan keamanan, mereka kehilangan harga dirinya karena harus melawan Theon dan Rena sekalipun. Tetapi, itu tidak membuat semua bagian markas hancur yang pastinya membuat tidak semua orang mati di sini, pasti ada orang-orang yang menggunakan kendaraan perang untuk menghadapi Theon.


Hal itu terjadi apabila Theon menghancurkan seluruh markas, maka Lesha juga akan ikut mati apabila memang dia disembunyikan di tempat ini. Sehingga, dia menahan kekuatannya untuk tidak berlebihan.


Hanya saja, di tumpukan mayat seperti ini. Theon menghampiri satu orang yang masih bertahan. Hanya saja orang itu benar-benar bergidik ketakutan karena melihat semua rekannya sudah tidak lagi disebut mayat utuh.


Apalagi, dia melihat puluhan tombak kegelapan keluar dari tubuh Rena. Menghancurkan dalam sekali kedipan puluhan orang yang ada di hadapannya.


“Apa kau tahu dimana Lesha disembunyikan? Aku berjanji, aku tidak akan membunuhmu nantinya.” Tanya Theon dengan cukup dingin. Dia berjongkok di atas tumpukan badan tanpa kepala dan menepuk pipi orang itu dengan cukup keras.


Orang itu hanya bergidik ketakutan, mulutnya kesulitan untuk berbicara dan mengakui. Dia, sebenarnya yang juga melakukan aksinya untuk membunuh semua keluarga Marza. Sangat kebetulan sekali, tampaknya dewa kematian tidak mengizinkannya mati hanya agar Theon bisa menanyakan kepadanya.


“Markas petinggi dunia. Berada di negara Icelor.” Kata orang itu dengan cukup gugup, masalahnya mata Theon seolah mengeluarkan api yang membuat suasana benar-benar cukup panas.


Dia merasakan panas dan berkeringat karena gugup dan ketakutan sebenarnya. Theon lah yang ada di hadapannya. Apalagi, orang itu baru saja mengatakan rahasia dunia yang seharusnya tidak boleh dikatakan.


"Bukankah markas petinggi negara yang dikenal orang berada di Ziosam?" Batin Theon mengerutkan dahinya. Tetapi, dia segera melupakannya karena ada sesuatu yang harus dia lakukan.


“Bagus, aku menghargai apa yang kau akui. Selamat tinggal, sesuai janjimu aku tidak akan membunuhmu.” Theon berbalik badan dan hendak untuk pergi.


“Dorrr!!”


Ketika Theon berbalik badan, beberapa orang keluar dari persembunyiannya dan menembak tepat pada dada Theon. Kemudian, beberapa orang lagi muncul, melemparkan sebuah bom asap agar Rena yang mengeluarkan unsur elemen tidak bisa kemana-mana.


Akan tetapi, bagi mereka ada yang aneh, mengapa Rena tidak berteriak seolah baru saja kehilangan pasangannya? Mereka cukup yakin bahwa mereka baru saja menembak jantung Theon secara tiba-tiba.


“Cepat tangkap Rena!” Teriak salah satu dari mereka memberikan sebuah aba-aba.


Sebelumnya, mereka menghilangkan gas mereka terlebih dahulu menggunakan alat penghembus angin. Tentunya mereka tak luput dengan menggunakan masker anti gas agar mereka tidak terkena gas mereka sendiri.


Mereka hanya menodongkan senjata pada kubah kegelapan milik Rena yang perlahan terbuka. Memperlihatkan wajah Rena yang tampak begitu biasa saja. Dia hanyalah sebuh kloningan, apa yang harus dia takutkan? Apalagi dia juga sudah mendapatkan sebuah informasi dimana markas petinggi dunia.


“Jangan bergerak! Ikut kami kau buronan internasional!” Kata seorang yang memiliki pangkat tinggi yang berkata dengan tinggi pula. “Gunakan sabuk anti sihir pada dia!” Serunya!


Alih-alih menurut, Rena justru berdiri tanpa arah-arah. Membuat orang yang baru saja berbicara demikian menarik pelatuknya untuk membuktikan bahwa yang dia perbuat bukanlah sebuah ancaman. Sehingga, sebuah peluru bersarang pada perut Rena.


Berdarah? Tentu saja tidak, tubuh Rena berubah menjadi sebuah bayangan atau lebih tepatnya kegelapan yang menyebar dan menghilang begitu saja.


Hal tersebut tentu saja membuat semua orang melompat ke belakang karena terkejut tentang apa yang mereka lihat. Mereka hanya menghadapi sebuah bayangan saja? Atau mungkin sosok Theon dan Rena bukanlah manusia, lebih tepatnya mereka hanyalah wujud dari sebuah gas?


Namun, semuanya terjawab dari sebuah radio yang tersebar di pojok ruangan yang menjadi tumpukan mayat. Yang mana sebenarnya itu berfungsi untuk mengabarkan seluruh pasukan untuk melakukan tugas mereka.


Hanya saja, radio itu terdengar suara gelak tawa yang begitu jahat. Suara berat yang mereka kenal dua bulan yang lalu. Yaitu suara Lord Unknown atau sosok dibaliknya adalah Theon.


Tawa yang diberikan Theon membuat mereka merinding. Apalagi suara yang berasal seperti dari radio yang membuat suara tawa Theon lebih berat dibandingkan dengan sebelumnya.


“Butuh 100 Tahun lagi untuk bisa membunuhku. Dan tentunya bahwa bounty sudah berakhir. Kini aku berada di stasiun luar angkasa dan memberikan pesan ini dari tempat ini pula.” Theon berkata demikian setelah dia tertawa cukup kencang. “Bounty terbaru, jika kalian membunuh kepala dewan keamanan kalian, 1501 Trilliun New Santara, ditambah dengan tumpukan kristal emas akan berada di kantongmu. Selamat bersenang-senang.”


.....


Sebenarnya itu dengan bantuan Strega dia mengirim pesan ke bumi. Sebenarnya juga tidak hanya pada markas dewan keamanan dunia, tapi pesan itu juga tersebar ke seluruh Ziosam. Bahkan badan antariksanya yang benar-benar cukup panik ketika mengetahui bahwa sebelumnya Strega berada di ISS. Dan kini justru ditambah dengan Theon pula.


Tapi yang menjadi pertanyaan mereka, bagaimana caranya Theon bisa menuju ke luar angkasa dengan cukup cepat? Apalagi tanpa sebuah kendaraan seperti roket. Dan juga kemarin, stasiun luar angkasa sudah tidak layak ditempati karena kebocoran oksigen. Lantas, kenapa Theon bisa tinggal di sana?


Theon kini dia hanya bersantai setelah dia mengirimkan sebuah pesan tersebut pada Ziosam. Kemudian, esok pagi, dirinya akan menuju Icelor atau negara di utara Ziosam itu sendiri. Sehingga, kali ini dia memilih untuk bersantai terlebih dahulu sambil melihat keadaan bumi di stasiun luar angkasa.


Dalam orbit ini, dia bisa melihat Stasiun luar angkasa bergerak di atas negara New Santara yang memiliki banyak pulau-pulau. Benar sangat menakjubkan untuk memperhatikan tentang kondisi bumi di sini.


“Strega, untuk besok, bisakah kau jatuhkan stasiun luar angkasa ini di negara Icelor?” Tanya Theon dengan ide yang cukup gila. Bahkan sanggup membuat Strega sendiri benar-benar cukup terkejut untuk melihatnya.


“Jika memang begitu, maka stasiun luar angkasa ini harus ....” Strega menghitung, stasiun luar angkasa ini tidak bisa jatuh begitu saja pada titik tertentu. Setidaknya setelah melewati atmosfer, stasiun akan mengorbit tanpa arah dan jatuh pada titik tertentu. Dan jika tanpa sebuah perhitungan, maka stasiun ini tidak akan jatuh sesuai yang diminta oleh Theon. “Harus dijatuhkan empat jam lagi agar jatuh esok pagi di Icelor.”


“Tidak masalah, aku akan tidur terlebih dahulu.”