
Theon mendarat di atas permukaan jalan, semua orang berteriak berlari karena ingin menyelamatkan diri mereka masing-masing. Meski sebenarnya, Theon tidak terlalu peduli kepada mereka apabila mereka terbunuh, setidaknya Theon harus menghabisi semua anggota eternal atau yang terjadi mereka pasti akan membunuh semua orang yang tidak memiliki kekuatan elemental.
Kendaraan lainnya mereka tinggalkan di pinggir jalan. Dengan adanya sebuah gelombang listrik beberapa menit tadi, membuat semua yang berhubungan dengan listrik tidak berfungsi dengan cukup baik. Di sisi lain, mereka harus lari untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Theon berdiri, memperhatikan keadaan sekitar, bahwa puluhan anggota Eternal telah muncul yang sebelumnya mereka terlempar dari kejauhan. Beberapa elementalist tanah, mereka memukul permukaan jalan secara bersamaan, hingga mengakibatkan sebuah keretakan yang mengarah ke arah Theon.
Hanya saja, Theon langsung melompat kebelakang, sembari berbalik ke belakang untuk menangkap leher salah satu penyihir yang tiba-tiba menyerangnya dari belakang. Kemudian, dia menggunakan orang itu sebagai sebuah tameng apabila elementalist lain melancarkan elemental mereka.
Sayangnya, ini benar-benar terlalu banyak, Theon benar-benar kerepotan menghadapi mereka semua. Menerima semua kekuatan dari segala sisi yang membuat Theon sendiri hanya bisa menghindar dan menangkis dengan kesulitan.
Jika Theon keteteran seperti itu, bagaimana dengan Rena? Dia memiliki luka yang cukup banyak. Meski sebenarnya, dia tidak menyerah dan terus mengeluarkan elemental kegelapan untuk melakukan sebuah pertahanan dan menyerang. Hanya saja, Rena lebih dominan untuk bertahan, karena dia tidak diberi waktu untuk menyerang.
Ketika jalan retak, kaki Theon terjerat dan masuk ke dalam retakan tersebut. Membuat dia kesulitan untuk bergerak, dan berdecak begitu kesal. Beberapa detik kemudian, dua dinding yang berlawanan sisi muncul tepat berada di dua samping Theon dan juga Rena. Kemudian, dua dinding itu bergerak seolah akan membuat Theon dan juga Rena akan terhimpit.
Rena yang melihat itu, dia yang masih bertahan, mengulurkan kedua tangannya pada dua sisi dinding. Hanya saja, dirinya terlempar ketika menerima sebuah serangan pusaran api yang tidak dia fokuskan.
Sedangkan Theon sendiri, dia cukup kesulitan, apalagi harus menghalau beberapa serangan. Sehingga, dia tidak memikirkan dua sisi dinding itu selain berusaha untuk mengangkat kakinya. Sayangnya, sebuah cengkraman tanah muncul di kakinya, yang membuat dirinya tidak mampu untuk bergerak kemanapun sama sekali.
Theon menghela napas, jika berpura-pura seperti ini akan membuat dirinya begitu lemah. Apa yang dia lakukan terlebih dahulu adalah mengeluarkan sebuah teknik untuk melakukannya lebih serius. Dia tidak ingin bermain-main atau yang akan terjadi dia akan merasa disulitkan sendiri.
“Ledakan kubah cahaya!”
“Kubah kegelapan!” Ucap Rena saat menyadari bahwa Theon hendak membuat salah satu teknik. Yang mana, apabila dirinya tidak melindungi diri, maka dirinya akan terkena dampaknya juga.
Seketika, Theon dikeliling oleh sebuah kubah berwarna emas. Yang mana merupakan sebuah unsur cahaya yang membentuk sebuah kubah itu sendiri. Kubah tersebut, perlahan juga semakin membesar, yang mana apabila berada dalam sudut pandang Theon, maka kubah tersebut akan meluas sehingga membuat sebuah ruang baginya.
“Meledak.” Kata Theon mengayunkan tangannya ke samping.
Kubah cahaya yang sebelumnya digunakan untuk menahan semua serangan para Eternal. Kini meledak dengan gila, bahkan sanggup membuat para elementalist terlempar dengan pandangan mereka yang terganggu. Tidak sedikit juga berakibat fatal dengan tubuh mereka yang hancur karena berada jarak yang paling dekat.
Namun, hal tersebut tidak melunturkan semangat mereka untuk melawan dua orang yang memiliki kekuatan di luar nalar. Mereka yang masih hidup, beranjak berdiri, tidak memperdulikan teman mereka yang mendapatkan sebuah kematian yang mengerikan di sebagian dari mereka.
“Dark Witch, tidak, maksudku namamu adalah Elzabeth lagi. Gunakan kemampuan Elzabeth untuk hari ini, bukan Dark Witch lagi, kau paham?” Kata Theon dengan cukup dingin.
Kubah kegelapan yang tiba-tiba menghilang, memperhatikan sosok malaikat kegelapan dengan sayap yang dikepakkan. Mengakibatkan sebuah aura yang begitu mengerikan pecah, bahkan aura kegelapan sanggup untuk menghancurkan gedung-gedung disekitarnya.
Rena mengayunkan tangannya dan bergerak maju, di hadapannya adalah puluhan orang yang masih membungkukkan badannya menahan sisa aura milik Rena yang mampu untuk membuat mereka hampir muntah darah.
Hanya saja, ketika mereka melihat Dark Witch yang melesat, membuat semua penyihir Eternal memasang sebuah kuda-kuda. Masing-masing dari mereka mengeluarkan serangan mereka yang difokuskan pada Dark Witch.
Elzabeh mengontrol dirinya untuk tidak bergerak lagi. Tapi, ketika dia berhenti dia menimpa salah satu telapak tangannya pada punggung tangannya yang lain, lalu dia hadapkan ke depan untuk mengeluarkan sebuah kekuatan elemental kegelapan.
“Elemental Blast, ledakan kegelapan tahap terakhir.”
“Bumm!”
Tidak berhenti begitu saja, Rena berniat tidak memberikan ampun kepada mereka. Kekuatan seperti itu masih membuat mereka bertahan dengan menggabungkan kekuatan mereka masing-masing. Dan itu, memang terjadi, ledakan elemental kegelapan masih sanggup ditahan dengan kekuatan elemental mereka yang sebelumnya dikeluarkan terlebih dahulu.
“Kegelapan: ribuan panah dewa kematian!”
Seketika langit menjadi benar-benar sangat gelap, tapi itu hanya sebagian. Tertutup oleh sebuah kegelapan yang kemudian memunculkan ribuan anak panah yang hendak menjatuhi mereka. Tapi, sebenarnya itu hanya fokus pada elementalist yang sedang dihadapi oleh Elzabeth atau Rena itu sendiri.
Sedangkan yang lainnya, sebelumnya Theon menghancurkan tanah yang mengikat kakinya. Tangannya dilapisi dengan api berwarna hitam yang menjadi puncak terkuat elemental api. Kini dia sudah tak begitu menahan diri, di hadapannya sudah ada belasan elementalist yang menggabungkan kekuatannya untuk menghadapi Theon.
“Manusia lemah.” Batin Theon yang kemudian dia menyentuh permukaan aspal yang kemungkinan sudah hancur. “Api: Tarian spiral.”
Seketika sebuah api dengan cukup cepat muncul di sekitar Theon. Membentuk sebuah spiral yang terus berputar seolah menari-nari ke arah para elementalist seperti mereka. Bahkan, api spiral yang menjadi teknik yang dikeluarkan oleh Theon, merupakan api hitam. Sehingga, hawa panas pun terasa cukup berat yang mampu melelehkan aspal.
Bodohnya, elementalist yang ada di hadapan mereka, mereka mengeluarkan semburan air bagi mereka yang memilikinya untuk menahan milik Theon. Berharap bahwa elemen Theon akan padam menggunakan unsur air milik mereka. Kemudian, anggota Eternal yang lain, mereka bergerak ke samping untuk melancarkan elemen seperti petir dan api kepada Theon.
Sayangnya, hal tersebut membuat unsur air mereka tidak ada apa-apanya bagi elementalist seperti mereka. Unsur air yang digunakan untuk bertahan dan menyerang hanyalah sebuah sia-sia bagi mereka. Dan yang ada, kekuatan api milik mereka justru membakar mereka yang mengeluarkan unsur air tersebut.
Sedangkan beberapa orang yang bergerak ke samping, Theon meloncat dengan cukup cepat. Sehingga, kekuatan mereka tampak mustahil. Kemudian, Theon bergerak secepat cahaya, bergerak ke arah salah satu dari mereka dalam kedipan mata, yang mana Theon langsung menusuk dada orang tersebut menggunakan tangannya.
Tidak berhenti, Theon bergerak dengan kecepatan cahaya, melakukan hal yang sama seperti orang tadi. Menusuk dada mereka, hingga menembus jantung yang kemudian jatuh melalui punggung belakang.