The God in the Modern World

The God in the Modern World
Kembali ke masa lalu



Akan tetapi, kondisi bumi yang terobrak-abrik seketika terhenti. Bumi berputar dengan benar-benar sangat cepat, Theon membuka matanya bahwa perang seolah berjalan mundur, hanya saja kondisinya benar-benar sangat cepat.


Terus menerus mundur, bahkan pondasi bangunan istana petinggi dunia juga terbangun kembali sebelum sebuah kehancuran. Seolah dunia ini mengalami sebuah reverse dengan cukup cepat. Kondisi hari juga terus menerus berubah yang membuat Theon sendiri merasakan sebuah pusing yang begitu luar biasa.


Waktu terus mundur, dia kini berada luar istana dan memperhatikan keamanan istana petinggi negara dengan sangat ketat. Tapi Theon tidak sempat melihat mereka karena waktu terus menerus mundur yang membuat Theon sendiri hampir merasakan sebuah pusing dan juga mual yang begitu luar biasa.


Yang menjadi sebuah masalah, orang-orang seolah tidak bisa melihat Theon yang seperti kondisinya bergerak dengan sangat cepat. Berbeda dengan Theon yang melihat orang-orang modern di dunia barat mundur dalam waktu yang benar-benar sangat cepat, bahkan Theon sendiri tidak mampu mengikuti kecepatan pergerakan waktu yang terus menerus mundur.


Bahkan Theon bisa memperhatikan, bahwa Rolland, Lyu Shui dan robot Strega lumpuh dna menundukkan kepalanya karena tekanan waktu yang sangat menyiksa. Kondisi waktu yang terus mundur satu tahun lebih mungkin akan menjadi sebuah perjalanan yang cukup panjang dan benar-benar sangat panjang.


Hingga di sebuah waktu, Theon, Lesha, Rena dan lainnya terhenti, mereka seolah benar-benar cukup lemas karena tekanan waktu yang sangat menyiksa. Dan baju mereka seolah juga kembali, yang mana sebelumnya terkoyak, membentuk kembali dan mengalami sebuah reverse.


“Ini, 15 Februari 2021? Satu tahun sebelum kematian Alzma? Satu tahun sebelum aku melakukan transmigrasi?” Theon membantu Rena yang tertunduk dan menyandarkan pada pundaknya. Wajah Rena terlihat seputih kertas karena benar-benar kesulitan untuk menahan tekanan waktu yang mundur.


Lesha juga benar-benar sangat lemas, namun dia segera melemparkan bintang neutronnya kepada Theon. Dalam kondisi menutup mulutnya sendiri, Lesha berkata, “Ini bukan seberapa, aku pernah kembali lima tahun ke masa lalu untuk mengembalikan peradaban. Rasanya seperti tercekik sebuah kematian.”


“Tapi rasanya cukup aneh, kita berdiri di gerbang istana petinggi dunia. Orang-orang yang melewati kita seperti orang yang baru saja lewat dan tidak terkejut ketika kita baru saja muncul.” Kata Theon yang juga menggunakan api putih untuk membuat Rena merasa cukup baikan.


“Memang, sulit untuk menjelaskannya. Tapi kita seolah berjalan mengikuti waktu dari masa lalu, sehingga orang-orang juga tidak terlalu terkejut.” Lesha membantu robot Strega untuk berdiri, dan juga Rolland serta kepala sekolahnya.


“Kita harus menuju tempat aman, seperti sebuah hotel. Tidak mungkin kita disini menjadi imigran gelap.” Kata Rena menyadarinya.


“Ini belum berhenti, bukankah ku katakan orang-orang tidak terkejut, karena sebenarnya kita berjalan mengikuti waktu? Maksudku, tidak mungkin kita berdiri di sini secara tiba-tiba menurut pandangan orang-orang, jadi, kita akan mundur lagi, tapi dalam kondisi kita bergerak di tempat yang ditentukan.” Ujar Lesha yang mencoba untuk mengusap matanya.


Dan yang benar saja, seperti perkataan Lesha, orang-orang seketika terhenti seolah tidak terkait dengan sebuah waktu. Hanya saja, beberapa detik kemudian dalam pandangan Theon yang masih bergerak, orang-orang mulai berjalan mundur, seolah waktu terus mengalami kemunduran.


“Kau paham? Dimensi waktu seolah-olah membuat kita berjalan menuju ke tempat ini, dan pasti, kita juga akan berjalan mundur. Tapi tenang saja, beberapa detik kemudian kita tidak akan sadar karena waktu mundur bukan bagian dari kita.” Kata Lesha.


Pandangan mereka semua menjadi buram, bahkan Theon sekalipun yang mana dia tidak bisa melihat orang-orang berjalan mundur, atau waktu berjalan mundur lagi. Hanya saja, kali ini berbeda, agar tidak terjadi sebuah paradox kemungkinan dimensi waktu membuat mengapa mereka bisa berada di tempat ini secara tiba-tiba dan tidak membuat terkejut orang disekitar.


Dan jawabannya, ketika Theon kembali membuka matanya dan mengembalikan sebuah kesadarannya, dia mengatur napas yang sebelumnya benar-benar cukup sesak. Napas yang terengah-engah karena tekanan waktu yang terus mundur membuatnya tercekik. Bintang neutron juga berada di tangannya, namun dalam kondisi tidak seterang sebelumnya.


“Aku, berada di rumahku sendiri?”


“Benar. Sepertinya waktu membawa kita menuju tempat ini, dan ini asal muasal kita bisa berada menuju istana petinggi dunia. Akhh, cukup sulit untuk menjelaskannya.” Lesha yang membuka matanya, dia terengah-engah, sebelumnya dia seperti tengah terbaring di lantai. Begitupun dengan yang lainnya, seperti Lyu Shui dan juga Rolland. Bahkan Ali yang ada di dalam robot Strega.


Rena membuka matanya, dia bersandar di bahu Theon dan cukup terkejut bahwa dirinya berada di rumah Theon. Dia benar-benar bingung tentang garis waktu yang membuat dia hampir pusing untuk memikirkannya.


“Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Rolland dengan cukup penasaran, kepalanya benar-benar pusing. Sebagai seorang manusia biasa, mungkin suatu hal yang cukup bagus apabila dia bertahan.


Seketika Ali juga berdiri, namun dalam mata robot Strega, muncul sebuah cahaya yang memunculkan sebuah layar hologram yang menjelaskan mengapa dia berada di tempat ini/


Cukup mengejutkan, ketika Theon tidak sadarkan diri, Theon dan yang lainnya berjalan mundur. Hanya saja, matanya masih dalam kondisi terbuka seolah-olah dia masih hidup. Mereka semua terus berjalan mundur, menjelaskan turun dari pesawat yang jika di reverse, seolah mereka sedang naik.


Pesawat juga terbang mundur, terus secara terus. Sayangnya sudut pandang tersebut berada di pandangan Strega.


Mereka terus menerus mundur, yang kemudian berakhir di dalam rumah Theon. Yang cukup menjelaskan, mengapa Theon bisa berada di rumah ini. Dan di tempat ini, mereka keluar dari masa depan secara sejatinya.


“Mungkin cukup masuk akal, tapi bagaimana caranya kita menuju ke Ziosam menggunakan pesawat, dan bagaimana bisa Strega masuk pesawat tanpa pengecekan?” Tanya Theon yang cukup penasaran tentang layar hologram yang dikeluarkan oleh Strega.


“Apapun dipaksa masuk akal oleh dimensi waktu milik bintang neutron agar tidak terjadi sebuah paradox yang cukup berat, lagipula itu semua tidak nyata, mungkin sebuah ilustrasi yang bukan bagian dari masa lalu yang sebenarnya. Ini sudah cukup bahwa kita ke masa lalu, tepat tanggal 15 Februari.” Lesha menjelaskan.


“Tapi, ini sepertinya berlaku hanya kepada seperti kalian. Kejadian reverse tadi, aku cukup sadar dan merekam semua kejadian. Hanya saja, tampaknya itu tadi hanya sebuah ilustrasi, dan sama sekali tidak pada bagian masa lalu. Sedangkan masa lalu sejati, tepat pada detik setelah kalian membuka mata tadi. Dan detik itu, garis waktu akan berjalan secara semestinya, seperti pada tanggal 15 Februari 2021.” Sahut sistem Strega yang mengerti semuanya.


Lesha mengangguk, tampaknya robot itu cukup pintar dalam menganalisa sebuah dimensi waktu. Dan kemudian, dia menambahkan, “Jangan lakukan hal berbahaya apapun, setitik perubahan di masa lalu, akan menjadikan sebuah butterfly effect yang sangat besar di masa depan. Kalian paham? Seperti, jika kalian di masa ini membunuh ibu Lyu yang ada di sekolah, maka ibu Lyu yang ada di sini juga akan menghilang.”


“Itulah mengapa, secara ilmiah kembali menuju masa lalu tidak akan mungkin.” Lyu Shu menaruh dagunya. Berpikir tentang teori kembali menuju masa lalu tidak akan pernah ada.


“Sepertinya terlambat untuk berbicara seperti itu, Lesha.” Theon menghela napas, dia menatap ke arah pintu yang sedikit terbuka, dan kemudian terbuka secara lebar.