
Theon yang melihat hal itu sebenarnya senang bukan kepalang. Akan tetapi dia harus mengeluarkan sebuah kristal es untuk menahan sebuah peluru yang ditembakkan dari jarak yang begitu dekat. Kemudian Simo Hayha, dia langsung melompat dari puncak atau terjun untuk menghindari pertarungan dari jarak yang benar-benar sangat dekat.
Tak ingin menyerah, Theon mengeluarkan sebuah elemental dinding untuk menahan White Death yang tengah terjun menggunakan perutnya. Hanya saja, White Death benar-benar cerdas, dia langsung berbalik badan dalam posisi tubuhnya ke atas, sehingga menginjak dinding Theon dan melompat ke atas.
“Api putih: penyucian!” Theon menciptakan sebuah busur panah dari sebuah es. Hanya saja, ketika dia menariknya, muncullah sebuah anak panah yang berwarna putih namun juga berkobar. Kemudian, dia menembakkannya tepat pada Simo Hayha yang berdiri di atas tebing es dengan cukup mudah sambil menarik pelatuknya yang kesekian kali.
“Daripada menggunakan teknik penyegelan yang harus menggunakan cara khusus, sehingga musuh akan mudah menyadari dan bergerak dengan sangat cepat. Bukankah lebih efektif dengan api penyucian?” Batin Theon sambil melepaskan anak panah apinya ke arah White Death.
Begitupun dengan Simo Hayha yang menarik pelatuknya, sehingga senapan api itu menembakkan sebuah peluru tajam ke arah Theon. Yang kemudian dia kembali bergerak untuk terjun kembali, mencari posisi tertinggi yang lain untuk mengalahkan Theon.
Peluru milik Simo Hayha dimakan oleh api, menyisakan panah api mili Theon yang bergerak ke arah tebing. Hanya saja, Simo Hayha dengan cukup cepat sudah mendaki di tempat tinggi yang lainnya sambil mencoba membidik Theon.
“Benar-benar cukup mengerikan. Itulah mengapa Theon Alzma benar-benar sangat senang dengan orang ini.” Dari kejauhan, Theon menarik anak panahnya lagi. Namun, dia menoleh ke bawah saat ternyata pasukan yang dia tinggalkan mengalami sebuah pertarungan melawan prajurit musim dingin zaman perang dunia dulu.
Sehingga, pasukan milik Theon benar-benar cukup kewalahan karena harus berhadapan dari jarak yang cukup jauh. Padahal, kemampuan mereka hanya sebatas menciptakan elemental. Mungkin hanya beberapa yang mampu seperti menembakkan sebuah gelombang listrik hingga menciptakan sebuah kerusakan yang sangat dahsyat.
Namun, dia tidak bisa fokus untuk saat ini kepada pasukan berkudanya. Apa yang harus dia lakukan adalah melawan Simo Hayha yang tampaknya sudah menghilang dari pandangannya. Sehingga Theon mau tidak mau harus bergerak ke arah tempat tinggi yang ditempati oleh Simo Hayha tadi.
Dan yang benar saja, Theon berdiri di samping Simo Hayha yang tengah tengkurap. Pakaiannya benar-benar berkamuflase dengan salju yang membuat dia kesulitan untuk melihatnya. Dalam kesempatan itu, Theon ingin menggunakan teknik segel, karena apakah itu sangat efektif?
Mula-mula dengan sangat cepat Theon memfokuskan orka di dua jarinya, kemudian dia membuat sebuah tulisan dari aksara alam dewa sebagai formula segel tersebut. Hanya saja, Simo Hayha sudah bergerak dengan menjegal kakinya. Yang membuat Theon gagal untuk melakukan teknik penyegelan.
Dalam kondisi terbaring, Simo Hayha menodongkan senapan berlaras panjangnya ke arah Theon. Sehingga, ketika Theon bergerak sedikitpun, maka Simo Hayha siap menarik pelatuknya yang siap untuk menghancurkan kepala Theon.
“Jangan bergerak sedikitpun!”
“Kau benar-benar cukup hebat, kau adalah tokoh favoritku.” Theon mengulangi ucapannya.
Hanya saja, ketika Simo Hayha setelah berkata demikian, dia melihat sebuah gelembung yang melintas di depan matanya. Gelembung air itu mengeluarkan titik beku yang akhirnya meledak karena tidak sanggup untuk menahan dinginnya wilayah.
Ledakan tersebut sebenarnya juga berdampak pada Theon, akan tetapi Theon melapisi tubuhnya dengan elemental es meskipun setelah asap menghilang, perisainya hancur dan memperlihatkan dirinya yang menghela napas. Kemudian, dia melakukan flip untuk melihat dimana Simo Hayha berada.
Simo Hayha tengah terbaring dengan kondisi kepalanya hancur. Tetapi tidak mengeluarkan darah, kepalanya seperti kondisi kertas yang baru saja sobek. Namun, regenerasi sebagai Undead juga muncul yang membuat kepala Simo Hayha kembali membentuk dengan partikel-partikel debu yang berkumpul di sekitar kepalanya.
Tidak membiarkan hal itu terjadi, Theon mengeluarkan elemental api suci. Tanpa menggunakan teknik penyegelan yang menurutnya benar-benar cukup lama. Sehingga, tanpa menunggu apapun, dia kembali menarik tali busurnya dan melepaskan sebuah anak panah berwarna putih.
“Ini kapal dari arah Selatan, Rena Shon! Lesha, bisakah kau mengirimkan armada kapal perangmu menuju ke sini. Kami bisa melihat ada mungkin ratusan kapal perang kuno berbentuk sebuah kura-kura!” Rena mencoba untuk mengabari dua faksi tentang apa yang ia lihat menggunakan alat komunikasinya. Masalahnya, dia bisa melihat dari kejauhan kapal berbentuk sebuah kura-kura yang berjumlah ratusan.
“Nona Dark Witch! Beberapa penumpang dan awak kapal terbunuh menggunakan sebuah hujan panah!” Salah satu orang dengan cukup panik masuk ke dalam ruangan Rena. Napasnya juga terengah-engah yang membuat Rena sendiri langsung meninggalkan alat komunikasi karena menandakan bahwa keadaan cukup serius.
Rena mencoba keluar dari ruangan, dia bisa melihat hujan panah berada tepat di atasnya. Yang mana itu semua bersumber dari armada kapal perang kuno yang jauh di depannya. Untungnya, banyak elementalist angin yang coba menghalau dengan cukup mudah, meski ada panah yang lolos dan mengenai beberapa elementalist.
Tidak ingin kalah, Rena menggertakkan giginya. Dia mengulurkan tangannya ke depan dan hendak mengeluarkan salah satu teknik miliknya. “Ribuan panah kegelapan!”
Dari atas armada kapal milik Rena, muncul sebuah unsur kegelapan. Yang mana membentuk sebuah anak panah dengan jumlah tidak hanya satu, melainkan dengan jumlah ribuan yang tercipta di antara embusan angin milik para elementalist. Kemudian, tanpa menghilangkan pandangannya, Rena mengayunkan tangannya ke bawah, sehingga, ribuan anak panah itu melesat ke arah kapal milik musuh.
“Aku tau, tampaknya itu merupakan kapal milik Laksamana Yi Shun Shin. Aku tidak menyangka bahwa petinggi dunia membangkitkan tokoh-tokoh terkenal.” Kata Rena dengan menghela napas lega saat melihat bahwa ribuan anak panah miliknya seolah menjadi sebuah hujan yang menghancurkan puluhan kapal milik Laksamana Yi Shun Shin meskipun dilapisi baja sekalipun atap kapalnya.
Hanya saja, meskipun dia yakin bahwa yang hancur hanya kapal yang berada di garda terdepan. Apalagi jarak yang sangat jauh tidak memungkinan Rena menghancurkan ratusan kapal yang masih tersisa. Apalagi dia tahu bahwa mereka adalah Undead, sehingga membuat mereka tidak akan mati semudah itu.
Rena mendadak tersenyum kecut saat melihat bahwa kapal yang bertahan mengeluarkan meriam mereka. Dan langsung melepaskan sebuah tembakan ke arah kapal pesiar biasa milik Rena yang tidak dibekali persenjataan apapun. Sehingga hal tersebut membuat kondisi benar-benar terpojok bagi Rena.