The God in the Modern World

The God in the Modern World
Robot AI



“Meski begitu, aku cukup yakin bahwa sesungguhnya Dark Witch merupakan avatar dewi rembulan itu sendiri.” Helen mengulangi perkatannya. Seolah dia menegaskan bahwa Dark Witch merupakan avatar dewi rembulan. Apalagi setelah melihat bahwa sihir Dark Witch adalah kegelapan, yang mana sama persis dengan dewi rembulan.


Memang, avatar dewi rembulan dan dewi rembulan sendiri memiliki dua unsur elemental, yaitu kegelapan, dan salah satunya adalah cahaya. Kendati demikian, dewi rembulan sendiri sebenarnya dikenal dengan elemental kegelapan dibandingkan dengan elemental cahaya. Karena dia sering menggunakan elemental tersebut.


Theon sedikit berspekulasi siapa avatar dewi rembulan itu sebenarnya. Bukan Rena yang memiliki ciri khas yang benar-benar sangat jauh dibandingkan ciri dari ramalan itu sendiri. Meski begitu, dia tetap tidak membantah apa yang dikatakan oleh Helen, dan mengatakan bahwa dia juga sebenarnya tidak begitu tahu.


“Hari sudah begitu malam, bukankah sebaiknya kalian tinggal di sini? Kalian bisa tinggal di ruangan nenek tanpa takut dengan mulut dari anakku. Meski aku memiliki ruangan pribadi, tapi ruangan ini lengkap, memiliki kamar mandi sendiri, dapur dengan pelayan, ruang televisi, kamar, dan juga kamar cadangan yang sebenarnya aku jadikan gudang. Tapi tak masalah, Agis dan juga Emerald akan membereskannya untuk kalian.”


“Tidak perlu nek, kami di sini berniat untuk liburan, bukan untuk menjadi beban seseorang. Kami akan mencari sebuah penginapan di sekitar sini. Lagipula, Rena sudah mencari melalui aplikasi, jadi kami tak bisa untuk mengelak.” Kata Theon. “Sebelumnya, aku sangat berterimakasih tentang informasi mengenai dewi rembulan. Sangat beruntung apabila aku bertemu dengannya, dan beruntung pula kami bisa membantunya membuat dunia ini menjadi sangat aman.”


“Ini sudah sepatutunya. Apalagi musuh para elementalist sudah begitu jelas di depan mata.” Balas Helen.


Theon mengerutkan dahinya, tentang siapa musuh para elementalist di dunia ini? bahkan dia menatap Rena berharap bahwa ingatan Rena Shon mengetahuinya. Akan tetapi, Rena Shon justru menggelengkan kepala dan menandakan bahwa dia juga tidak tahu. Hal tersebut menandakan, bahwa informasi tersebut hanya sedikit orang yang mengetahuinya.


Penasaran, Theon pun bertanya. “Siapa maksud Anda?”


“Petinggi dunia, siapa lagi? Para kalangan elite global yang sebenarnya juga memiliki kemampuan sihir, tapi itu hanyalah sebuah konspirasi yang banyak orang tidak begitu mempercayainya.”


Theon mengangguk, percaya saja. Apalagi perkataan Helen tidak sepenuhnya salah. Tapi juga tidak benar. Karena dia tahu sendiri bahwa petinggi dunia memang membantai semua elementalist. Di sisi lain, dia baru tahu ada sebuah konspirasi bahwa petinggi dunia memiliki sebuah sihir pula.


Pada akhirnya, Theon dan Rena sendiri pamit. Mereka diantar oleh Agis di sebuah hotel yang tak terlalu dekat ataupun jauh dari tempat tinggal kediaman keluarga Agis itu sendiri. Meski sebenarnya, Agis sudah membujuk Theon untuk tinggal dirumahnya untuk sementara waktu.


Theon kini dalam satu kamar dengan Rena, dia berdiri di atas balkon kamar hotel yang menyuguhkan pemandangan indah di depannya. Tidak begitu heran, karena Rena sendiri memesan kamar hotel dengan kelas atas hingga bisa menikmati pemandangan seperti ini.


Seperti sebuah matahari jingga yang akan terbenam, di antara sebuah pegunungan yang menjadi pelengkap indahnya pemanja mata. Meski begitu, dia sebenarnya memikirkan sesuatu, hingga menjadikan pemandangan alam menjadi sebuah tempat penenang baginya.


“Bagaimana, apakah kau menemukan tiket pesawat secara mendadak? Mau tidak mau kita juga harus ikut wisuda agar bisa memastikan bahwa dia adalah avatar dewi rembulan. Meski sebenarnya aku sama sekali kurang percaya.” Tanya Theon sambil menyangga kepalanya pada besi pembatas balkon, memperhatikan Rena yang asik dengan smartphone Theon untuk mencari tiket pesawat untuk pulang secara mendadak.


“Sama sekali tidak ada.” Jawab Rena.


Theon mengeluarkan setitik cahaya dari telunjuknya, menembakkannya pada sebuah matahari yang hendak tenggelam. Entah apa yang dia lakukan, tapi dia tiba-tiba menjadi memikirkan sesuatu. “Butuh delapan menit agar setitik cahaya ini sampai pada matahari. Itu artinya, matahari yang kita lihat di detik ini, merupakan bentuk dari delapan menit yang lalu.”


“Baiklah Theon, jadi itu artinya, kita bisa tidur dengan cukup tenang sekarang juga.” Kata Rena dengan juga memandang sebuah pemandangan di samping Theon pula.


Tiga hari yang lalu .....


Seorang pria dengan kacamata, tampak bukan orang dari New Santara. Karena bisa dilihat, orang itu memiliki hidung mancung, dengan wajah yang terlihat putih. Perawakan yang tinggi, menandakan bahwa dia sejatinya adalah orang barat. Setidaknya, dia merupakan orang dari ras Kaukasoid untuk mendefinisikan tentang nya.


Dia memiliki sebuah tim, dengan sebuah percobaan menciptakan tekhnologi robot dengan menanamkan kecerdasan buatan atau AI. Jika di New Santara menggunakan manusia, atau lebih kompleksnya adalah sebuah penyihir dengan pikiran yang dikendalikan, berbeda dengan negara ini, Ziosam, mereka mengembangkan sebuah robot dengan kecerdasan buatan untuk melawan penyihir itu sendiri.


Meski hanya satu, tapi bisa dipastikan bahwa robot yang dibuat ini memiliki lima unsur elemen dasar. Hanya saja bukan alami seperti mentransformasikan orka tubuh menjadi elemen sejati, melainkan membuat sebuah unsur dengan mengandalkan unsur disekitar. Seperti untuk menciptakan angin, maka dia hanya tinggal menyerap elemental angin disekitar, dan mengumpulkann menjadi sebuah kekuatan.


Sebenarnya proyek ini berlangsung beberapa bulan yang lalu, bahkan sebelum adanya Lord Unknown dan Dark Witch. Hanya saja, sangat kebetulan sekali salah satu peneliti ingin melakukan sebuah uji coba untuk setidaknya berhadapan dengan Lord Unknown.


Dan tepat pada menit ini, Tony memasang beberapa komponen penyusun. Sehingga menghasilkan sebuah langkah terakhir untuk menghidupkan robot di hadapannya. Kemudian, beberapa rekannya mengotak-atik sebuah hologram, memberikan sebuah energi pada sebuah robot tersebut.


“3.... 2.... 1....”


Mata robot itu seketika menyala. Awal mulanya yang berada dalam posisi berdiri dengan menundukkan kepalanya, robot itu mengangkat kepalanya, memperhatikan keadaan sekitar dan mencoba menganalisis. Bahkan, dia bisa memperhatikan seperti layaknya manusia, hanya saja penglihatannya lebih kompleks dengan memberikan sebuah data sistem yang ada di memory, tentang siapa yang ada di hadapannya.


“Strega, telah aktif. Tidak ada abadi di dunia ini, kecuali aku.”


Tony membuka kedua tangannya, menganggap bahwa penemuannya telah berhsil.  Strega, robot pertama dengan kecerdasan buatan dengan segala informasi yang dimiliki manusia telah lahir. Itulah namanya, Tony sendiri yang memberikan sebuah penamaan dengan memasukkannya ke dalam memori Strega.


Tentunya, itu membuat regu Tony merasa bangga dan mengapresiasi diri mereka dengan bertepuk tangan.


“Profesor, petinggi negara New Santara akan melakukan aksinya untuk melawan Lord Unknown dengan membuat pasukan penyihir akan dilaksanakan 4 hari lagi. Lebih tepatnya pada tanggal 30 April.” Kata slaah seorang asisten Tony.


“Kirim Strega untuk membantu petinggi negara New Santara. Sudah waktunya kita harus membantai penyihir lagi, meski mereka melakukannya menggunakan penyihir juga.” Kata Tony.


“Penyihir, kenapa harus dibantai dengan alasan yang tidak masuk akal? Entahlah, aku akan menemukan jawabannya sendiri.” Batin Strega setelah mendengar tentang apa yang Tony ucapkan. Di sisi lain, dia juga mengetahui mengapa penyihir dibantai dengan alasan tidak masuk akal.