The God in the Modern World

The God in the Modern World
Pertempuran dimulai



Beberapa hari kemudian, sebuah masa ketika ketiga faksi sudah berangkat dan hampir sampai di Ziosam. Semua faksi, seperti Faksi Ocean, yang kini sudah sampai di wilayah barat Ziosam dan akan berlabuh, lebih tepatnya Theon juga bisa melihat benua Indian dari kejauhan.


Begitupun dengan faksi Hikari, dengan jumlah elementalist paling banyak, mereka hampir sampai di wilayah selatan Ziosam. Faksi mereka sebenarnya saling berpotongan dengan jalur perkapalan milik faksi Osean. Tapi itu bukan menjadi sebuah masalah bagi Theon, nyatanya ketika mereka bertemu, 25 kapal perang milik faksi Osean berbelok dan memimpin pasukan perang milik Theon hingga kini bertambah.


Faksi Nigrum, yang dipimpin oleh Dark Witch atau Rena, kini dia juga sudah di wilayah paling timur Ziosam. Dia benar-benar membawa banyak kapal dengan jumlah elementalist yang benar-benar sangat fantastis.


Sebenarnya, Rena sendiri sempat kebingungan tentang bagaimana caranya untuk mengumpulkan semua elementalist yang berada di Nigrum. Sementara Nigrum menjadi sebuah benua dengan penduduk terbanyak setelah Hikari. Sehingga, Rena sendiri sebenarnya belum berpengalaman untuk mengatur atau mungkin memimpin sebuah pasukan. Apalagi pasukan dengan berjumlah dua juta jiwa.


Untung saja, penduduk sana meskipun memiliki postur badan yang cukup mengerikan, dengan fisik yang tidak bisa diremehkan, nyatanya mereka juga mudah diatur. Sehingga mengurus dua juta jiwa sekalipun bukanlah sebuah malah. Sehingga, Rena mampu menyelesaikannya dengan cukup mudah seperti perbekalan, kondisi kapal dan bahan bakar. Hanya saja, Rena sebenarnya menyerahkannya kepada ahlinya.


Di sisi lain, sebuah kavaleri. Sebuah pasukan berkuda dengan jumlah yang benar-benar cukup fantastis. Melewati sebuah jembatan penghubung, dengan wilayah Alaska, yang mana menjadi bagian dari negara Ziosam. Meski begitu, Theon harus melewati negara icelor terlebih dahulu, karena Alaska berada jauh di luar negara induknya.


Tapi bukan masalah. Ini bukan lagi dunia dengan peradaban modern. Dunia sudah hancur dan tidak ada lagi ada yang namanya paspor dan juga visa. Sehingga dengan ratusan ribu pasukan berkuda, Theon bisa melewatinya dengan cukup mudah.


.....


“Lord.” Kayden bertekuk lutut di depan singgasana petinggi dunia. Dia ingin menyampaikan sebuah informasi yang ingin dia sampaikan. “Mereka telah bergerak, 400 kapal berada di arah Selatan di antaranya adalah 100 kapal perang, 350 kapal berada di arah Timur tanpa kapal perang, dan 53 kapal dari arah barat di antaranya adalah 28 kapal perang.”


“Kita memiliki 300 kapal yang sudah kita siapkan. Fokuskan pada 350 kapal tanpa kapal perang. Sedangkan dari arah Selatan dan Barat, kita biarkan saja masuk ke dalam daratan. Biarkan Gadjah Mada, dan Alexander Agung yang akan mengurusnya. Lagipula ketika mereka sudah berada di daratan, maka kapal perang mereka sama sekali tidak akan berguna. Akh, gunakan Laksamana Yi Shun Shin.” Seorang Napoleon bonaparte, kaisar perancis berbicara di samping singgasana petinggi dunia. Dengan strateginya yang cukup baik, dia kali ini adalah seorang jenderal utama untuk bekerja kepada petinggi dunia.


Kayden mengerti, petinggi dunia tanpa berbicara sekalipun, dia tidak bisa membantah apa yang diucapkan oleh Napoleon Bonaparte. Sehingga, dia hanya mengangguk untuk menyetujui. Hanya saja, dia mendapatkan sebuah informasi yang sama sekali belum dia sampaikan. “Di Utara, terdapat sekitar 500.000 pasukan berkuda, tampaknya mereka berasal dari Euro bagian paling timur yaitu Ruski. Meski sebenarnya Ruski sendiri berasal dari bagian Hikari sebelumnya. Dan saat ini mereka berada di pegunungan beku Icelor.”


Napoleon menopang dagunya sambil berpikir. Dia sebelumnya, sebenarnya belum paham tentang peta dunia untuk saat ini. Hanya saja, petinggi dunia saat ini memberikannya sebuah peta hologram yang membuat dia bisa sedikit mengerti. Kemudian, Napoleon juga mendapatkan salinan pemikiran tentang semua tokoh yang dibangkitkan oleh petinggi dunia dengan kemampuan salah satu bawahan petinggi dunia.


“Glen Canyon? Kita akan menggunakan 50.000 Undead, 25.000 di antaranya menyerang melalui wilayah timur Glen Canyon, sedangkan sisanya akan berputar mengelilingi Glen Canyon untuk menyerang dari belakang, selagi pasukan mereka berhenti. Kemudian, ada 10.000 pemanah dari titik atas Glen Canyon untuk memanah para pasukan.”


“Hanya saja, kita akan mengirim beberapa pasukan untuk mengurangi pasukan. Kita akan menggunakan sniper terhebat untuk berada di pegunungan beku Ice Lorr. Sesuai kemampuannya, kita akan menggunakan White Death.” Sambungnya.


......


Kloningan Theon, kini dia memang berada di pegunungan es. Meski melewati sebuah tempat yang cukup dingin, nyatanya pasukan Klon Theon benar-benar bertahan. Apalagi kebanyakan dari penduduk Euro merupakan sosok yang kebal dingin karena mereka mendapati musim dingin selama berhari-hari.


Mereka tampaknya terlihat santai, namun juga meningkatkan sebuah kewaspadaan. Karena bisa jadi ada sebuah pasukan yang menyerangnya terlebih dahulu secara cepat. Apalagi ini wilayah medan es yang mungkin akan sangat sulit digunakan untuk melakukan sebuah pertarungan.


Theon menghela napas, tatapannya tampak waspada dengan kuda sebagai tunggangan. Di sekelilingnya merupakan sebuah gunung bersalju. Dan kurang beberapa kilometer lagi, dia bisa keluar dari pegunungan beku ini. Apalagi hari juga sudah mulai malam, apabila dia tidak segera keluar, maka suhu dingin akan meningkat, dan para pasukan akan sedikit kedinginan apabila bermalam di sini.


Di kala seperti itu, Theon tidak sengaja melihat ke arah samping sedikit ke atas. Namun dia membuka matanya secara cepat saat melihat sebuah ujung peluru tepat berada di depan matanya. Untung saja, dia langsung menggunakan sebuah elemen cahaya, sehingga sesuai teori relativitas, keadaan benar-benar melambat, sehingga dengan sangat cepat dia langsung bergerak sama seperti umumnya. Hanya saja, yang orang lain lihat, Theon seolah tidak bergerak sama sekali namun berpindah tempat.


Meski dia kloningan, Theon tidak bisa dirinya menghilang diserang begitu saja. Membuat Kloningan membutuhkan bayaran yang cukup besar. Theon kloningan menoleh ke belakang, dia bisa melihat bekas tembakan berhasil melubangi tumpukan es. Sehingga hal tersebut membuat Theon berteriak ke arah mereka. “Buat pertahanan! Kita diserang!” 


Tanpa menunggu lama, Theon bergerak secepat kilat, untuk menuju ke arah tempat musuh itu berada.


Saat mendapati seorang musuh, Theon bisa melihat orang berjaket putih lengkap dengan menutup mulut dan penutup kepala tengah tengkurap sambil melakukan sebuah bidikan. Hanya saja, ketika menyadari adanya Theon, orang tersebut langsung bergerak ke belakang, atau lebih tepatnya melompat.


Namun terlambat, Theon sanggup menendang kepala orang itu hingga mengalami pendarahan yang cukup besar. Alih-alih mengalami pingsan, justru orang itu memiliki kemampuan regenerasi yang cukup cepat sambil menembakkan sebuah peluru tajam ke arah Theon.


Dengan sangat cepat, Theon bergerak ke arah samping. Kemudian dia berdiri tegak dan mengerutkan dahinya. Karena pertama kali melihat wujud Undead, bahwa mata Undead menghitam. Akan tetapi, Theon mengerti dari penampilannya, siapa sebenarnya dia?


“White Death? Tuan Simo Hayha?”