The God in the Modern World

The God in the Modern World
Theon vs Pentinggi dunia (3)



Sebelumnya.


Lesha mungkin cukup kesulitan ketika musuhnya bisa merubah bentuk ukuran sesuka hati. Apalagi dalam kondisi mengecil, Alicie mampu merobohkan Lesha dengan cukup mudah,


Apa yang mungkin ditakutkan bagi Lesha, ketika Alicie masuk ke dalam lubang tubuhnya, seperi hidung, telinga atau mungkin sesuatu yang lain, atau yang terjadi, musuhnya dapat mengobrak-abrik organ tubuhnya seperti mengobrak-abrik sistem pesawat. Sehingga, sebisa mungkin dia tidak meninggalkan pandangannya pada Alicie meskipun ukurannya sekecil semut sekalipun.


Dalam hal itu, Lesha terus menerus menggunakan unsur kegelapannya. Ketika dia menemukan dimana Alicie berada, dia menciptakan elemen kegelapan yang mengikuti kemana alunan tangannya pergi.


Mungkin itu akan menjadi sesuatu yang sulit bagi Lesha, pasalnya dia seperti sedang memegang sebuah raket nyamuk dan mencoba menangkap nyamuk yang merepotkan.


Hanya saja, dikala seperti itu, Alice berada di bawah dagu Lesha. Kemudian, dia memperbesar diri yang membuat Lesha mengalami sebuah benturan yang hebat pada dagunya.


Tidak berhenti begitu saja, mungkin Alice langsung mengulurkan tangannya. Meski dia memiliki sihir quantum, nyatanya dia juga memiliki sebuah sihir modern yaitu sebuah elemen api. Sehingga, ketika dia mengulurkan tangannya, sebuah kobaran api muncul untuk menyerang Lesha.


Lesha yang melihat hal tersebut, dia langsung bangkit. Menghindari kobaran api yang menurutnya itu menjadi sebuah kemampuan yang sangat lemah.


Dia menyentuh permukaan tanah, sehingga sebuah bongkahan tanah membuat Alice tidak bisa untuk bergerak. Kemudian, Lesha langsung bergerak dengan sangat cepat ke arah Alice untuk membunuhnya menggunakan sebuah energi kegelapan.


Meski dalam kondisi tercengkeram oleh tanah sekalipun, nyatanya Alice masih mampu merubah dirinya berukuran seperti semut lagi. Sehingga, hal tersebut membuat Lesha benar-benar berdecak kesal, karena semenjak tadi memang itu yang terjadi. Yaitu ketika Lesha mengeluarkan setitik kemampuan, Alice selalu menghindarinya dengan merubah ukurannya.


Mungkin terpaksa dia harus bertindak cukup serius. Yaitu memegang erat kedua tangannya, yang mengakibatkan sebuah energi kegelapan mengalir di seluruh tubuhnya, kemudian, dengan sangat cepat dan menemukan keberadaan Alice, Lesha langsung bergerak dan mengayunkan tangannya seolah sedang memukul sebuah semut.


Hanya saja, ketika seperti itu, Alice kembali berubah menjadi besar. Kemudian, dia juga mengeluarkan sebuah elemen api pada tangannya yang kemudian dia gunakan untuk menyerang Lesha.


Mungkin itu cukup bodoh, ketika Lesha membuka lengannya dan menahan pukulan berapi itu dengan sangat mudah. Tanpa merasakan panas api sekalipun, justru dia melapisi tangan Alice menggunakan sebuah elemen kegelapan. Hingga, dengan elemen kegelapan tersebut, seolah mencengkramnya dengan cukup kuat yang membuat Alice benar-benar kesakitan seolah tangannya akan mengalami sebuah keretakan.


“Dasar kau Ja*ang sialan!” Alice berteriak, kemudian dia kembali merubah tubuhnya menjadi benar-benar sangat kecil.


Akan tetapi, sebuah balok tanah muncul dari permukaan tanah, membentur Alice yang berukuran sekecil semut yang membuat dirinya terlempar ke atas.


Lesha bergerak dengan sangat cepat di atas balok yang terus naik ke atas. Dia bisa melihat Alice yang tidak mampu bergerak karena tekanan angin yang dihasilkan. Kemudian, Lesha dengan tangan yang sama, yaitu dilapisi oleh kegelapan, memukul permukaan balok tersebut yang merupakan Alice di atasnya.


Hanya saja, dia menyadari ada sebuah energi besar yang akan jatuh ke arahnya. Sehingga Lesha langsung melompat ke belakang setelah membunuh Alice.


Sebuah energi besar yang merupakan energi ledakan bintang dari petinggi dunia, membuat Lesha yang baru saja menginjak tanah cukup terkejut. Apalagi dampak yang dihasilkan benar-benar cukup besar seperti membuat sebuah celah yang cukup besar.


Sehingga, setelah energi besar itu terhenti, Lesha langsung menggertakkan giginya dengan perasaan marah. Apalagi dia sudah tidak melihat keberadaan Theon sama sekali.


 “Yakinkah bahwa aku mengalami sebuah kematian?” Dari dasar celah, sebuah energi kegelapan dan cahaya muncul, keluar dan memberikan sebuah tekanan yang cukup luar biasa. Bahkan, Rena dan Lesha sendiri berhenti dan menutup wajahnya menggunakan lengannya, yang kemudian, dia juga terlempar karena aura  yang cukup mengerikan itu.


Bahkan petinggi dunia merasakannya, dia langsung melompat mundur untuk menjauhi orang yang tidak sengaja dia lakukan. Hanya saja, dia benar-benar terlambat, Theon muncul dari balik jurang, melompat ke atas sambil membawa sebuah tujuh lingkaran pola elemental yang berbeda-beda.


Kemudian, dia melepaskan tujuh pola tersebut sehingga memberikan serangan tujuh elemen ke arah petinggi dunia. Tampaknya, dia sama sekali benar-benar tidak begitu menyerah, suara teriakannya menggelegar, membuat getaran kecil di wilayah tersebut.


Petinggi dunia tidak mau kalah, dia mengeluarkan sebuah bola dari tangannya, sebuah bola yang mungkin mirip seperti sebuah bintang. Hanya saja, dengan sangat cepat, bongkahan-bongkahan tanah disekitarnya menjadi retak, dan bergerak ke arah bintang tersebut sehingga menjadi sangat besar.


Yang kemudian, petinggi dunia itu lemparkan untuk menahan tujuh pola serangan milik Theon.


Ketika serangan itu berbenturan, bintang yang dilapisi oleh bongkahan tanah milik petinggi dunia seketika meledak. Bahkan ledakannya benar-benar cukup besar yang kemungkinan menjangkau Theon di belakangnya.


Petinggi dunia terdiam dan memandang sebuah ledakan di udara yang kemungkinan mampu untuk membunuh Theon.


Tapi, siapa yang berpikir, bahwa Theon menciptakan sebuah bola kegelapan. Yang mana mampu menyerap sebuah ledakan itu berada. Padahal, bola kegelapan yang dia pegang mungkin berukuran sebesar kepala pria dewasa.


Kemudian, Theon bergerak secepat cahaya sambil membawa sebuah bola kegelapan yang baru saja menyerap sebuah ledakan. Dia kini berada di depan petinggi dunia yang mana petinggi dunia bisa menebaknya dengan cukup mudah, sehingga dia memposisikan pedangnya secara vertikal agar Theon tidak bisa menyerangnya.


Theon sebelumnya juga bisa menebaknya, sehingga dia juga mengeluarkan pedangnya yang membuat kedua pedang itu akhirnya berbenturan untuk ke sekian kalinya. 


Sedangkan tangan kiri Theon, dia tetap mendorong tangannya. Hingga pada akhirnya membentur topeng segitiga milik petinggi dunia yang membuat petinggi dunia sendiri terlempar ke belakang. Bersamaan dengan itu, topeng segitiga petinggi dunia juga retak, yang kemudian hancur.


Theon yang sebelumnya penasaran, dia berhenti sejenak. Di dampingi dengan Lesha dan juga Rena yang mungkin mereka juga benar-benar cukup penasaran. Siapa wajah yang ada dibalik topeng segitiga iluminasi tersebut?


Ketika petinggi dunia berdiri, dia mengusap bibirnya yang berdarah sambil tersenyum lebar. Rambut hitam legam dengan setelan jas yang sudah koyak, wajah yang tampak familier dengan usia yang mungkin dua puluhan di atas Theon.


Benar-benar cukup muda, bahkan Theon dan yang lainnya sendiri cukup terkejut saat menyadari bahwa lawannya bukanlah orang tua yang mungkin memiliki pengalaman bertarung yang cukup banyak.


Mungkin bukan itu yang membuat mereka semua terkejut. Seperti Rena, dia menyipitkan matanya ketika memperhatikan wajah petinggi dunia yang terlihat sangat familier, hingga pada akhirnya, dia memandang Theon dengan membuka matanya lebar-lebar seolah membandingkan keduanya.


Bahkan Theon sendiri cukup terkejut bak disambar petir ketika mengetahui bentuk wajah seorang petinggi dunia. Apalagi, secara refleks, dia mengangkat tangannya dan meraba wajahnya sendiri yang berakhir dia mengusap wajahnya karena benar-benar tidak percaya dengan apa yang Theon lihat sebenarnya.


“Itulah mengapa aku menghindari untuk membunuhmu, Theon. Rasanya seperti melihat diriku ketika masih muda.”