The God in the Modern World

The God in the Modern World
Sang petinggi dunia



Theon mencoba untuk terbang melayang, dia berusaha menahan ledakan energi kegelapan menggunakan elemen cahayanya. Dia ingin menetralisir agar tidak terjadi sesuatu yang tidak-tidak. Sehingga, dengan sekuat tenaga, dia menyebarkan elemen cahaya untuk menghalau ledakan energi kegelapan itu.


Alih-alih berhasil, Theon justri terlempar ke bawah. Tampaknya energi kegelapan itu benar-benar cukup kuat. Dia bisa melihat sendiri, bahwa Lesha sekalipun yang mampu untuk mengendalikan elemen kegelapan, juga tidak mampu untuk menahan ledakan tersebut.


“Tidak mungkin bisa! Ledakan energi segitiga iluminasi itu tidak nyata, namun muncul tepat di atas sudut pandang masing-masing. Namun, dampaknya yang benar-benar nyata, menyebar di atas sudut pandang masing-masing di manapun berada.” Rena mencoba untuk meyakinkan bahwa yang dilakukan Lesha dan Theon benar-benar sia-sia.


Masalahnya, segitiga iluminasi, masih ditegaskan bahwa di manapun seseorang berada, maka segitiga iluminasi itu berada di atasnya. Seperti Theon yang berada di Ziosam, dengan Rolland yang berada di New Santara, Rolland tidak melihat segitiga iluminasi itu menjorok di barat atau letak Ziosam itu berada. Melainkan tepat di atas kepalanya. Begitupun dengan Theon yang tidak melihat segitiga itu menjorok di timur, melainkan juga di atasnya. Seolah, itu menjadi sebuah sihir mata.


Hanya saja, dampaknya benar-benar sangat nyata. Ledakan energi kegelapan itu benar-benar nyata. Membuat satu persatu orang mati secara tiba-tiba karena tidak sanggup merasakan aura yang keluar dari segitiga iluminasi itu berasal. Banyak elementalist yang mencoba menyelamatkan manusia biasa, dengan menghalau aura kegelapan itu menggunakan elemen mereka, namun tetap saja, mayoritas manusia biasa tidak sanggup untuk menahan aura kegelapan dari segitiga iluminasi.


Bahkan, orang-orang yang berada di istana dewan negara, yang tidak memiliki sihir sama sekali, seperti dewan keamanan dan pertahanan, dewan ekonomi dan sosial, mahkamah internasional dan sekjen sekalipun, mereka mati tak berdaya karena tidak sanggup untuk menahan aura segitiga iluminasi milik petinggi dunia. Mereka sebelum mati, bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dilakukan oleh petinggi dunia? Bahkan dia menyadari, bahwa petinggi dunia yang mencetuskan untuk membunuh semua penyihir, justru dirinya sendiri juga memiliki sebuah sihir yang cukup mengerikan.


Meski sebenarnya mereka juga sering mendapatkan sebuah konspirasi tersebut, mereka sama sekali tidak begitu percaya. Yang kemudian, kepala dewan keamanan datang kepada petinggi dunia dan mencoba untuk percaya, bahwa petinggi dunia mampu melindunginya.


Justru yang masih bertahan adalah anggota-anggota bawahan tokoh penting dewan keamanan, ekonomi dan sekretaris jenderal. Mereka berdiri yang kemudian bertekuk lutut di depan petinggi dunia yang tidak menunjukkan wajahnya sama sekali. Semua orang yang bertekuk lutut, mereka sebenarnya adalah seorang penyihir, memiliki kemampuan yang berbeda-beda di bawah petinggi dunia.


“Keabadian hanya untuk Lord!”


.....


Keadaan benar-benar hening, Theon bergetar saat seolah merasakan bahwa hampir 8 Miliar umat manusia mengalami kematian yang mendadak hanya karena merasakan aura segitiga iluminasi milik petinggi dunia. Mungkin ini menjadi sebuah pembantaian umat manusia terbesar sepanjang sejarah, hampir 8 Miliar umat manusia sepertinya telah dibunuh, menyisakan para elementalist, dan juga manusia biasa yang mampu untuk bertahan.


Bersamaan dengan itu, Theon merasakan sebuah ledakan yang hebat di arah utara. Tampaknya, stasiun luar angkasa benar-benar jatuh. Tapi jatuh tersebut benar-benar tidak ada manfaatnya sama sekali. Benar, niat Theon yang sebenarnya berjaga-jaga apabila dia terpepet melawan sesuatu yang kuat di bunker, tapi ternyata hal itu menjadi cukup sia-sia.


Di sisi lain, Strega benar-benar masih bertahan. Dia memandang dari langit bahwa umat manusia mengalami sebuah kepunahan massal. Mayat tergeletak di manapun, seolah sudah menjadi ribuan semut yang terkena obat pembunuh serangga. Padahal, itu adalah tujuan Strega untuk membunuh semua orang, akan tetapi sepertinya dia di dahului oleh petinggi dunia.


Meski begitu, dia tidak bisa membiarkan tujuannya diambil alih oleh petinggi dunia. Hal itu menjadikan tidak ada sebuah teknologi lagi, karena dipenuhi oleh sebuah sihir yang membuat Strega sendiri sebenarnya merasakan sebuah emosional.


“Lord Unknown, pasti dia berada di istana petinggi dunia.” Strega bergerak untuk menyusul Theon. Dia berpikir bahwa pastinya dia ingin melawan apa yang dilakukan oleh petinggi dunia. Hanya saja yang dilakukan oleh Theon benar-benar terlambat.


Keadaan benar-benar sepi bagi Theon, dia sudah tidak merasakan kehidupan yang penuh lagi. Peradaban umat manusia benar-benar musnah. Namun, diam saja sepertinya bukan cara yang tepat, dia melihat bahwa Lesha sudah masuk ke dalam istana petinggi dunia.


“Petinggi dunia! Kau lah lawanku! Kau melakukan sebuah dosa yang cukup besar, aku akan memberikanmu sebuah hukuman yang setimpal bagimu!” Teriak Lesha saat dia masuk ke dalam istana petinggi dunia.


Disusul dengan Theon yang berwajah datar dengan Rena yang ada di sampingnya. Namun, apa yang dia lihat bahwa puluhan orang tengah bertekuk lutut kepada seseorang yang naik podium, menggunakan penutup wajah dengan mata satu di tengahnya. Bersetelan jas dengan mengangkat kedua tangannya. Baru kali ini, Theon melihat sosok petinggi dunia.


Theon tidak tinggal diam, dia segera bergerak secepat cahaya untuk membunuh petinggi dunia yang memang sangat ba*ingan. Melakukan pembunuhan massal bukanlah perbuatan yang baik, sehingga Theon harus melakukannya dengan cukup cepat.


Hanya saja, ketika Theon hendak melakukan sebuah pukulan secepat cahaya, waktu seolah melambat. Hanya berada di sekitar petinggi dunia, yang membuat Theon melakukan langkah yang sangat biasa saja. Kemudian, Theon melakukan sebuah pukulan yang cukup keras pada bagian perutnya, yang membuat Theon terlempar ke belakang, namun dengan kecepatan cahaya seperti dia bergerak tadi.


“Aku akan mengatakannya. Sihir ku merupakan sihir astronomi. Bukankah itu merupakan sihir yang paling unggul dibandingkan dengan sihir cahaya?” Petinggi dunia berkata dengan perkataan yang datar. Sehingga menghasilkan sebuah kesan yang cukup mengerikan.


“Apa maksudnya?” Theon mencoba untuk berdiri. Dia menatap Lesha dan juga Rena yang bergerak langkah bayangan untuk melakukan sebuah serangan kepada petinggi dunia. Hanya saja, mereka mendapatkan efek yang sama. Yaitu ketika mereka berada di dekat petinggi dunia, mereka akan melambat.


“Bukankah ku katakan? Bahwa sihirku adalah astronomi.” Petinggi dunia menegaskan ulang. Dia masih sempat-sempatnya berkata demikian, dan membiarkan Theon menyerangnya ketika bawahannya tengah bertekuk lutut.


“Sains memang menyenangkan. Ketika kau bergerak secepat cahaya, seperti bayangan dan gerakan cahaya tadi. Dan katakanlah aku memiliki gravitasi yang cukup besar. Ketika waktu melewati gravitasi besar, maka akan terjadi sebuah kelengkungan waktu, waktu akan melambat. Efek gravitasi pada waktu hampir sama seperti pada kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya.” Sambungnya yang sebenarnya membuat Theon benar-benar kebingungan.


Beberapa detik kemudian, Strega muncul, dia kemudian menembakkan beberapa peluru untuk menembaki petinggi dunia yang sok paling kuat. Akan tetapi, peluru tersebut dapat dihalau dengan cukup mudah menggunakan beberapa bebatuan. Jika dia memiliki sihir astronomi, bisa dibilang itu adalah bebatuan meteorit yang dia keluarkan seperti mengeluarkan elemen tanah.


“Aku, petinggi dunia, memutuskan berperang kepada kalian!” Petinggi dunia menunjuk ke arah Theon yang bersiap untuk menyerang petinggi dunia lagi. “Deklarasi perang sihir di era pertama, aku cetuskan! Kalian bisa menggunakan penyihir modern atau elementalist sebagai pasukan kalian!”


“Magis: Wormhole!”


Bersamaan dengan itu, Theon hendak mengeluarkan elemental lagi. Akan tetapi, di sampingnya terdapat sebuah lubang magis yang menyedotnya seolah memiliki gravitasi yang cukup tinggi. Bahkan, Theon yang hendak bergerak secepat cahaya sekalipun, dia tidak bisa untuk lolos. Hanya Theon, Rena, Lesha dan juga Strega yang tersedot, ke dalam lubang yang seperti portal tersebut.


“Kayden, muncullah!” Sebuah portal yang sama muncul di sebelah petinggi dunia. Memunculkan Kayden yang terlihat sangat lemas dengan memegang sebuah kitab after death. Kemudian, petinggi dunia mengambilnya sambil mengatakan. “Kita akan membangkitkan salah satu pemilik strategi perang terbaik. Kaisar Napoleon Bonaparte.”