
Tentu hal tersebut mengundang pandangan teman-teman Theon, terutama Lesha sekalipun. Yang membuat Theon sendiri tersenyum karena ada Fritz yang merupakan seorang demigod, atau setengah dewa. Lebih tepatnya, ibunya adalah seorang dewa.
Hingga saat ini, Theon sudah mengerti siapa ibu Fritz. Sehingga, dia memberikan sebuah pengakuan dengan sebelumnya berkata, “Berdirilah, tidak seharusnya kau memberi hormat kepada diriku terlebih dahulu. Orang yang seharusnya kau beri hormat untuk pertama kali adalah ibumu.” Kata Theon sambil menatap Lesha.
Di tengah-tengah pertarungan, Theon dan yang lainnya mengalami sebuah keheningan. Semua cukup terkejut saat Theon menatap Lesha yang wajahnya terlihat tampak ingin mengeluarkan air mata saat menatap Fritz itu sendiri. Meski dalam tengah-tengah, mereka semua bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi?
Ketika Fritz pernah mengatakan bahwa bintang neutron berasal dari ibunya yang merupakan seorang dewi, Theon sempat memikirkan tentang siapa ibu sang tuan labirin itu?
Namun, mungkin beberapa jam yang lalu, ketika dia tahu bahwa avatar dewi rembulan generasi pertama lah yang menciptakan sebuah bintang neutron, maka terpaut dengan begitu jelas bahwa ibu Fritz adalah avatar dewi rembulan.
Dan itu terbukti dengan jelas, ketika Lesha mendapatkan sebuah ingatan, yang kemudian dia memeluk erat Fritz yang membuat dia dipenuhi oleh seribu satu pertanyaan. Bahkan, Fritz sendiri tampak mengerutkan dahinya, karena tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi?
“Dia adalah avatar dewi rembulan Fritz, bisa dibilang, dia adalah ibumu.” Theon tidak memiliki waktu, keempat beastnya sudah bergerak, sehingga kali ini dia akan fokus kepada Theon Alzma yang mungkin telah menunggu pertarungannya.
Fritz terdiam, pantas saja dia merasakan sebuah kehangatan yang sama persis dengan milik ibunya. Siapa yang berpikir, bahwa ternyata wanita yang baru saja memeluknya adalah ibunya. Meskipun bukan secara harafiah, tapi jiwa yang menetap adalah ibunya yang membuat Fritz sendiri memeluk erat Lesha.
“Lesha telah memiliki anak?” Rolland bertanya-tanya, begitupun dengan Ali yang berada pundak Rolland karena mungkin tidak mampu untuk berdiri. Mereka cukup terkejut, setelah mengetahui siapa jati diri Lesha, dan kini mengetahui bahwa Lesha sudah memiliki seorang anak.
“Tidak ada waktu untuk melampiaskan haru Lesha, musuh sudah ada di depan. Ketika para roh bertarung, maka kita harus menyegelnya.” Kata Rena yang langsung bergerak juga.
......
“Theon melawan Theon ya, aku cukup terkejut ketika harus melawan diriku sendiri. Tapi ku tegaskan sekali lagi, bahwa aku dan kau merupakan Theon yang berbeda.” Kata Fang Theon, yang muncul di hadapan Theon Alzma yang memandang langit atas.
“Kenapa kau sama sekali tidak mengakui bahwa kau adalah diriku.” Kata Theon Alzma menatap ke depan.
Keduanya saling memegang erat pedangnya masing-masing. Terutama Fang Theon yang mungkin tidak akan menggunakan cara yang sama sehingga sangat mudah sekali untuk ditebak.
Kendati demikian, ketika dia mengangkat pedangnya, dia memikirkan sebuah cara tentang bagaimana caranya untuk mengalahkan petinggi dunia atau Theon Alzma.
Jika dia bergerak secepat cahaya, maka Theon Alzma akan mengeluarkan sihir gravitasi yang akan mempengaruhi sebuah ruang waktu. Ruang dan waktu akan melengking dan melambat ketika melewati gravitasi yang cukup besar. Maka tidak mungkin Theon akan menyerang dengan menggunakan secepat cahaya.
Tapi tidak selamanya begitu, ketika Theon tahu bahwa Alzma menggunakan konsep gravitasi untuk mempengaruhi ruang waktu, Alzma tidak akan berlama-lama menggunakannya. Karena hal tersebut akan mencelakai dirinya sendiri karena tanah-tanah akan terangkat dan dirinya terjebak oleh kekuatannya sendiri karena efek gravitasi.
Bukan masalah gravitasi dari apel jatuh ketika membahas sebuah ruang dan waktu, tapi mungkin akan masih berhubungan dengan hal tersebut seperti daya tarik tanah akan menjebak dirinya sendiri. Dan dirinya akan semakin melekat ke bumi karena memiliki tarikan yang cukup besar.
Mungkin memang begitu, tapi Alzma tidak kalah cepat yang mana ketika dia tahu bahwa Theon menghindari efek distorsi gravitasi, dia langsung menebaskan pedangnya secara cepat untuk menghindari sebuah ayunan pedang milik Theon.
Cukup rumit ketika Theon harus berhadapan dengan sebuah pedang. Namun bersamaan dengan itu, dia mengangkat tangan kirinya untuk mengeluarkan sebuah elemen petir berwarna merah, yang kemudian dia lemparkan ke arah Alzma dalam jarak satu meter di depannya.
Theon tahu bahwa itu sama sekali tidak berguna, karena Alzma bisa mengeluarkan sebuah pertahanan dari bebatuan luar angkasa yang merepotkan. Terakhir kali Theon Alzma mengeluarkan bebatuan tersebut seperti efek cincin saturnus, membuat Fang Theon terlempar ke belakang.
Hanya saja itu berfungsi untuk mengalihkan pandangan Theon Alzma untuk fokus pada serangan petir Theon. Sehingga, Fang Theon bisa mundur sejenak untuk bergerak ke arah samping. Lagipula, petinggi dunia mungkin sudah menghilangkan efek gravitasi di tubuhnya sendiri.
“Tinju Leo!”
Siapa yang berpikir, bahwa Theon Alzma mengeluarkan seperti sebuah pola rasi bintang di tangan kirinya. Yang kemudian dia gunakan untuk menahan elemental petir merah milik Fang Theon.
“Pukulan tanduk Taurus!”
Kemudian, Theon Alzma berbalik badan, merubah pola rasi bintang yang sebelumnya merupakan rasi Leo, kini berubah menjadi Taurus. Sehingga saat dia mendorong tangannya, sebuah energi yang kuat keluar dan membuat Theon terpental.
Rasanya seperti terkena sebuah serudukan banteng. Dan membuat Fang Theon menyentuh dada kirinya yang begitu linu. Dia bahkan hampir tidak percaya bisa menggunakan sebuah pola rasi bintang untuk menyerangnya, bahkan serangannya tampak begitu realistis sama seperti jenis sosok yang menjadi pola zodiak tersebut.
Menjadi sebuah masalah utama, seolah menjadi sebuah misteri apa saja teknik yang dimiliki oleh seoran Alzma. Apalagi dalam ilmu pengetahuan, bahwa alam semesta tidak ada batasnya. Sehingga mungkin ada rahasia-rahasia astronomi yang mungkin akan menjadi sebuah teknik atau kemampuan bagi Theon Alzma itu sendiri.
“Sayangnya pengetahuanku tentang astronomi hanya sebatas tata surya saja. Aku juga tidak mengerti apa itu efek gravitasi yang memperlambat waktu. Jika dia ingin bermain untuk menghidupkan para tokoh dunia, maka mungkin itu adalah hal yang cukup mudah.” Batin Theon menggertakkan giginya sambil bergerak ke arah Alzma dengan sangat cepat.
Alzma juga tidak mau kalah, hanya saja dia masih berdiri sambil mengulurkan tangannya.
“Gelombang matahari.”
Theon membuka kedua matanya saat langkahnya tiba-tiba terhenti ketika ada sebuah energi yang cukup kuat. Gelombang energi yang rasanya cukup panas yang membuat kulitnya sendiri mengering.
Dia tidak bertahan begitu saja, dia mengeluarkan sebuah dinding es untuk memblokir sebuah serangan sebuah gelombang panas. Kemudian, dari dinding yang perlahan meleleh itu, mengeluarkan sebuah kristal es yang menembaki Theon Alzma dengan sangat banyak.