
"Tuan labirin?" Theon mengangkat alisnya. Dia tidak menyangka bahwa sosok di hadapannya adalah pemilik labirin Millie Mundi keluarga Zuan. Dia pikir, pemilik labirin ini juga keluarga Zuan sendiri, rupanya ada sosok yang menjaga labirin sekaligus bintang neutron.
Tanpa berbicara, tuan labirin menggenggam bintang neutron. Yang mana apabila dipegang, bintang neutron akan terus mengeluarkan cahaya berwarna biru tanpa henti. Bahkan Theon saja sempat menutup matanya secara remang-remang karena benar-benar silau.
Tapi, Theon ingin merebutnya, sehingga apa yang dia lakukan adalah meloncat sambil mengeluarkan semburan api dari tangannya ke arah tuan labirin. Memang terlihat tergesa-gesa, namun yang dia pikirkan bahwa dirinya tidak akan memberikan waktu untuk tuan labirin.
Tuan labirin menghilangkan bintang neutron dari tangannya. Kemudian, dia melepaskan sebuah tebasan ke arah Theon. Tidak hanya tebasan biasa, melainkan sebuah tebasan cahaya yang menyala berbentuk bulan sabit.
Tentu itu membuat Theon mengangkat alisnya dan terkejut. Tampaknya yang dia hadapi memiliki kekuatan elemental cahaya. Padahal Rena berkata bahwa kekuatan elemental cahaya tidak dimiliki oleh elementalist siapapun di dunia ini. Itu artinya, tuan labirin bukan berasal dari dunia ini.
Tidak, sambil menebaskan Fire Sword yang baru saja dia keluarkan dari cincin ruang guna menahan tebasan cahaya milik tuan Labirin, Theon sempat berpikir bahwa memang labirin ini memang bukan dari bumi. Ini adalah dunia lain yang terhubung dengan dimensi putar tadi. Sehingga mengeluarkan elemental cahaya tampaknya adalah hal yang wajar.
Theon bergerak dengan cepat ke arah tuan labirin yang ada di depannya, bertujuan memainkan pedangnya secara langsung untuk menghadapi tuan labirin. Sayangnya, tuan labirin terus menerus menebaskan pedangnya yang membuat Theon sendiri benar-benar kewalahan dan harus menghindar.
Dia berhenti sejenak, mengayunkan tangannya ke atas dengan cepat ketika dia dihadapkan sebuah tembakan cahaya yang melesat ke arahnya. Dan, ayunan tangan itu memunculkan sebuh air dari permukaan tempat ini dengan cukup tebal. Setidaknya dapat menahan tembakan cahaya di depannya.
Hanya saja, tembakan cahaya itu terlalu kuat, sehingga mampu menembus aliran air milik Theon. Tapi tentunya kekuatannya juga lemah setelah menembus aliran air milik Theon. Sehingga Theon hanya sedikit terlempar dengan luka kecil di perutnya. Hanya luka kecil, mungkin sedikit memar yang akan sembuh selama beberapa hari.
Dia mengangkat ujung bibirnya dan meludah di tempat. “Sialan, andai aku juga memiliki sebuah elemental cahaya.” Theon membatin sembari berdiri kembali sambil menebaskan pedangnya kembali untuk mengeluarkan sebuah tebasan api berbentuk bulan sabit. Mungkin tidak hanya api, bahkan dia juga mengeluarkan kemampuan elemen air secara brutal tanpa henti.
“Sebaiknya kau menyerah.” Sang penjaga labirin melepaskan pedangnya. Melepaskan dalam arti pedang tersebut masih dalam kondisi melayang di depannya. Kemudian, pedang itu berputar secara horizontal dengan begitu cepat bagaikan sebuah kincir angin. “Elemental blast! Ledakan cahaya!”
“Bumm!” Di pusat pedang yang berputar itu, mengeluarkan sebuah ledakan cahaya yang cukup kuat. Menembak tepat pada puluhan serangan milik Theon yang sudah semakin mendekat. Hanya saja, saking banyaknya serangan, penjaga labirin tidak mampu untuk melihat keberadaan Theon ada di mana.
Theon tau persis, dia kemudian mengeluarkan sebuah rantai berapi dari tangan kirinya ketika ledakan cahaya itu menembus semua serangan dan tentunya menghancurkannya. Namun, dengan begitu cepat, Theon langsung melemparkan ujung rantai berapi tepat kepada sang penjaga labirin yang berjarak beberapa meter di hadapannya.
“Sialan!” Tuan labirin berteriak, sebelah tangannya tiba-tiba keluar dari ikatan rantai. Sehingga, tak mau kalah, dia menahan kakinya dan langsung menarik rantai tersebut yang mana terhubung dengan Theon. Tak peduli apakah rantai itu terbuat dari api yang menyebabkan melepuh di tangan.
Theon ikut tertarik, membuat dia berhenti mengeluarkan kobaran api, sedangkan ledakan cahaya juga meledak karena kekuatannya sudah di ambang batas untuk meledak. Membuat Theon yang tertarik karena sebuah rantai terlempar dalam posisi masih memegang rantai yang dia ciptakan.
Dalam posisi terjatuh, Theon melepaskan rantainya, sehingga sudah tak lagi yang namanya tarik-menarik. Tampaknya, menghadapi elemental cahaya memang merepotkan, karena daya serang kekuatan cahaya cukup memberikan kerusakan yang begitu fatal, tidak heran jika di dunia elementalist manusia, elemental cahaya merupakan elemental terkuat. Tapi, tak berlaku di alam dewa.
“Sudah ku bilang, kau hanyalah manusia biasa yang hidup di bumi. Jadi, kekuatanmu bukanlah apa-apa, bahkan sepertinya kau pun juga baru mengetahui elemental yang ku miliki.” Kata tuan labirin sambil menggerakkan pedang yang masih melayang untuk memotong rantai yang diciptakan Theon.
Theon berdiri sambil melemaskan lehernya hingga berbunyi, tatapannya begitu tajam meskipun dalam hatinya ingin sekali untuk tertawa. Bagaimana tidak? Elemental cahaya seolah sudah menjadi makanan bagi Theon di alam dewa. Bahkan dia mungkin sudah melihat kekuatan elemental hampir puluhan ribu kali.
“Oke baiklah aku benar-benar serius kali ini.” Theon mengangkat pedangnya dengan memasang kuda-kuda untuk bersiap melakukan sebuah serangan untuk ke sekian kalinya. “Aku akan melepaskan helm kesatria hingga aku dapat menusuk wajahmu.”
“Kata orang yang berada di ambang kekalahan. Kau tahu? Aku hidup selama ribuan tahun, dan sebelum aku menjadi penjaga labirin, aku sudah mendengar selama ratusan kali tentang keseriusan. Aku benar-benar muak.” Kata penjaga labirin dengan suara yang menggelegar.
“Aku tidak bercanda. Jadi, jangan salahkan aku bahwa kehidupanmu selama ribuan tahun diakhiri dengan kematian yang begitu sia-sia.” Theon menghela napas dan mengangkat kepalanya. Kemudian, dia bergerak bagaikan sebuah kobaran api yang melintas dengan sangat cepat, bahkan Theon sendiri meninggalkan jejak api. “Aku maafkan, jika kau memberikan bintang neutron itu.” Katanya tepat di hadapan sang penjaga labirin.
Penjaga labirin benar-benar terkejut karena tiba-tiba Theon sudah berada di depannya. Namun, dia tidak mau kalah dan langsung mengangkat pedangnya untuk menahan serangan Theon yang mana Fire Swordnya berubah menjadi api.
“Tang!” Suara pedang berbenturan, dan apa yang membuat Theon begitu terkejut bahwa pedang milik sang tuan labirin tidak patah. Hanya saja, tuan labirin sendiri sedikit terdorong ke belakang karena adu pedang.
Tak berhenti, Theon langsung menarik Fire Sword dan menebaskannya kembali, mengakibatkan sebuah adu pedang menjadi tampilan pertarungan saat ini. Mungkin karena Fire Sword yang terbakar, membuat kemanapun pedang tersebut di ayunkan, juga akan meninggalkan jejak api sementara.
“Pedangmu cukup hebat, tidak heran karena kau melapisinya dengan elemental cahaya.”