
Dan yang benar saja, semakin mereka masuk ke dalam, semakin tak adanya sebuah jalan aspal. Mobil itu berhenti di depan sebuah semak-semak, namun hanya ada jalan setapak yang kemungkinan ada beberapa orang yang baru saja melewatinya.
Mafia kah? Itulah yang dipikirkan oleh Theon, pasalnya bekas tapak kaki terlihat tidak hanya satu orang, mungkin juga banyak. Bahkan sebelumnya, Theon juga bisa melihat bekas ban mobil di sekitar sini. Semak-semak juga benar-benar rusak menandakan bahwa ada terlalu banyak orang.
Tapi Theon tidak terlalu banyak bertanya, dia mengikuti permainan yang diberikan big Three kepadanya. Apapun konsekuensinya, entah itu para penembak di setiap sudut pohon, atau mungkin big three yang sudah menunggu di ujung sana. Tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi sebuah pertarungan besar yang mana Theon akan duo bersama Rena. Seolah memainkan sebuah game battleroyal.
Beberapa pengawal di belakang Theon yang kemungkinan bermuka dua juga memasang wajah datar, kemungkinan saja dia juga bisa menyerang dari belakang menggunakan sebuah senjata. Intinya, Theon dan Rena sendiri memasang sebuah kewaspadaan agar dirinya tidak teledor yang menjadi sebuah akibat yang sangat buruk.
Meski begitu, Theon benar-benar sangat menikmati vibe hutan tropis yang sangat alamiah. Kicauan burung pada siang menjelang sore membuat Theon benar-benar sangat senang. Hutan lebat yang terdapat sebuah sungai, membuat Theon ingin mandi di sana. Benar-benar sangat jernih, seolah seperti di alam dewa tanpa adanya sebuah industri dan pabrik yang menghancurkan keindahan sebuah sungai.
Suasana juga benar-benar sejuk mesipun ini pada siang hari, keheningan membuat suara binatang bernyanyi dengan sangat merdu membuat Theon ingin tinggal di hutan ini selamanya. Jauh lebih indah, lebih indah dibandingkan dengan yang ada di alam dewa.
Bagaimana tidak? Di alam dewa, hewan-hewan jauh lebih mengerikan. Bahkan rusa sekalipun. Mereka bukanlah hewan biasa yang terdapat sebuah rantai puncak makanan sebagai singa sebagai predator utama. Meski sebenarnya hewannya sama, tapi bisa saja rusa itu menjadi pembunuh paling puncak. Hewan-hewan di alam dewa memiliki kemampuan elemental.
Atau lebih tepatnya disebut elemental beast, yang kemungkinan bisa menjadi peliharaan para dewa tingkat rendah. Serta, di hutan-hutan seperti itu, tidak ada yang namanya sebuah ketenangan. Karena sifat hewan baik karnivora maupun herbivora tidak jauh berbeda, pertarungan adalah setiap harinya untuk menunjukkan sebagai puncak pembunuh di hutan tersebut.
Tapi tidak menutup kemungkinan setiap hewan di alam dewa memiliki sifat alamiah yaitu menciptakan sebuah koloni. Seperti serigala yang pasti memiliki serigala alfa sebagai sebuah pemimpin. Tidak menutup kemungkinan pula serigala alfa tidak hanya memiliki anak buah serigala pula, melainkan hewan lain.
Ketika Theon menikmati sebuah perjalanan, Roney yang berdiri paling depan dia tiba-tiba berhenti, begitupun dengan anggota mafia lainnya yang juga berhenti dengan bernapas lega karena rencana mereka berjalan dengan sangat matang yaitu menggiring Theon menuju tengah hutan.
Padahal, sebenarnya Theon mengetahui rencana mereka dan mengikuti permainan itu sendiri. Bahkan, Theon masih bersikap benar-benar sangat tenang padahal menurut mereka atau anggota mafia, Theon dan Rena nyawanya berada di ujung tanduk.
Dan yang benar saja, ratusan orang dari kedua mafia keluar dari persembunyian mereka. Baik berasal dari mafia Gaia milik Scott, ataupun anggota mafia Skeleton milik Skelet. Tatapan mereka benar-benar sumringah karena harus menghadapi dua orang saja, sedangkan di sisinya terdapat ratusan orang.
Meski tahu seperti itu, Theon mengangkat kepalanya, mengeluarkan siulan merdu menirukan beberapa burung yang dia temui tadi. Bahkan tatapannya benar-benar sangat tenang ketika dia tahu bahwa akibatnya memang begini. Hanya saja, apa yang dia sesali di awal yaitu tentang hutan ini yang kemungkinan akan hancur lebur padahal menjadi sebuah habitat para hewan.
Tentang Rena, faktanya dia masih sangat tenang, dia bahkan tersenyum mengangkat ujung bibirnya ketika dia mengangkat jarinya yang dihinggapi oleh beberapa burung. Burung yang muncul karena siulan Theon barusan. Dia juga tahu, bahwa sekelilingnya adalah anggota mafia. Tapi, dia memiliki Theon yang kekuatannya benar-benar tidak umum.
“Bodoh, sangat bodoh. Bahkan seharusnya anjing sekalipun tahu bahwa ini adalah sebuah jebakan.”
Theon menatap ke depan, melihat Starllet yang berjalan dengan Vynh yang ada di sampingnya. Kemudian, dirinya juga bisa melihat dua orang pria paruh baya yang memiliki luka di sekujur tubuh mereka. Sehingga, Theon dapat berspekulasi bahwa mereka adalah tuan Scott dan tuan Skelet dengan tatapan kebencian.
“Hai tuan Luis. Sayang sekali kami tidak membawa bintang neutron itu.” Sapa Theon melambaikan tangannya saat melihat Luis dan anggota perguruannya muncul secara menyusul. Dia terlihat sedang menarik janggutnya dengan pedang panjang yang ada di tangan kirinya.
Berbicara tentang bintang neutron yang Theon tidak membawanya, Theon berbohong. Bintang neutron berada di cincin ruang dengan keamanan yang sangat tinggi. Karena di dunia ini tidak ada yang tahu menahu tentang konsep cincin ruang. Mereka mungkin tidak akan percaya ketika Theon memunculkan sesuatu secara ajaib.
Luis menggertakkan giginya. Mungkin tidak hanya Luis, melainkan semua orang yang benar-benar jengkel ketika melihat Theon tidak memiliki ketakutan apapun. Padahal, mereka berharap bahwa dengan seperti ini, mereka bisa mengacaukan mental Theon dan Rena terlebih dahulu.
Tapi nyatanya? Mental Luis benar-benar kacau, meskipun tatapannya penuh dengan aura membunuh, tapi dia benar-benar ragu untuk mengalahkan Theon yang diibaratkan dewa kematian olehnya. Bahkan, Luis sendiri tidak bisa melupakan tentang ilusi neraka yang terus menghantuinya akhir-akhir ini.
Dia meyakinkan diri, dia tidak sendirian. Muridnya kini siap mati untuknya, Yoseff memiliki anggota mafia serta Harry sekalipun. Apa yang harus dia takutkan? Padahal Theon hanya berdua dengan persentase kematian jauh lebih besar. Itu menurut mereka.
“Nak, apakah menurutmu dengan dirimu yang telah membunuh anakku. Kau bisa tenang? Aku akan mencincangmu seperti yang ada di foto itu.” Harry dengan penuh emosi, dia mengeluarkan sebuah elemental api pada tangan kanannya. Kemudian, dia pukulkan hal itu pada sebuah pohon di sebelahnya yang membuat pohon tersebut hampir tumbang dengan batangnya yang terbakar.
Theon membungkukkan badannya sambil menyentuh kedua lututnya, apa yang dia lakukan adalah memutar tulang punggungnya sedikit ke kanan dan ke kiri hingga memunculkan sebuah bunyi tulang. Tatapannya benar-benar seperti bercanda dan tidak memiliki ketakutan dalam wajahnya. Meski sebenarnya, dalam hati Theon benar-benar sangat serius, setidaknya ini akan menjadi sangat menarik karena akan terjadi sebuah pembantaian besar-besaran.
“Berarti itu artinya, Anda siap untuk menyusul. Aku benarkan, tuan Harry Skelet?” Kata Theon kembali berdiri tegak, dia menatap Rena yang juga sudah bersiap dengan jubah kegelapannya bagai seorang penyihir jahat mengerikan.
“Ayo kita mulai permainan yang kalian buat. Sangat tidak baik ketika aku tidak menghargai perjuangan kalian yang berusaha sebaik mungkin untuk menjebakku.” Theon memasang kuda-kuda, kedua tangannya sudah dia angkat ke depan memposisikan gaya orang yang hendak bertarung.
“Serang!”