
“Bola air ini sanggup untuk menghancurkan hutan ini, jika dalam waktu setengah jam kalian tidak mampu untuk membunuhku. Maka, aku akan melepaskannya.” Theon tersenyum mengangkat ujung bibirnya. Menatap bola air yang tadi seukuran matahari, kini berubah drastis menjadi seukuran mobil.
Kemampuan memadatkan elemental, itu merupakan kemampuan yang tidak manusia ketahui. Lebih tepatnya, bola elemen yang dikeluarkan, akan dipadatkan menjadi lebih keras. Kekuatannya juga lebih kuat dibandingkan dengan tidak dipadatkan. Ibarat saja, seperti sebuah gumpalan tanah yang lunak, ketika dilemparkan maka tidak akan menghasilkan sebuah kerusakan.
Berbeda apabila gumpalan tanah itu ketika dipadatkan seperti dikepalkan, menghasilkan sebuah gumpalan tanah yang jauh lebih kecil namun memiliki kepadatan yang cukup keras. Sehingga, apabila dilemparkan, itu tentu sanggup untuk membuat kepala bisa terluka.
Pada dasanrya, ibaratnya memang seperti itu, tapi bedanya ini adalah air. Kemungkinan juga tidak masuk akal, manusia modern tidak akan sanggup untuk melakukannya menggunakan penelitian mereka. Hanya orang yang memiliki kemampuan elemental dan tahu caranya yang bisa melakukannya seperti Theon tadi.
Jika bola air yang ukurannya seperti kepala manusia, kemudian di padatkan menjadi seukuran bola baseball. Itu sanggup untuk menghancurkan sebuah batang pohon ketika dibenturkan. Apalagi, bola air yang ukurannya berasal dari air bah di hutan ini, kemudian dikumpulkan menjadi seukuran benda yang sanggup memenuhi langit sejauh mereka pandang, kini dipadatkan menjadi seukuran mobil. Tak bisa dibayangkan, berapa kerusakan apabila dibenturkan di bumi.
Sebenarnya Theon bisa memadatkannya menjadi seukuran bola baseball, tapi dia tidak ingin menghancurkan seluruh pulau ini dengan cukup mudah. Masih banyak entitas manusia baik dan tidak bersalah yang mana mereka tidak cocok menerima balasan atas perbuatan big three. Melakukan hal ini saja, membuat Theon merasa sedikit bersalah dengan kondisi alam.
Apalagi kondisi hutan sudah tak layak lagi disebut hutan, pepohonan terbakar dan tumbang dengan puluhan mayat membanjiri semuanya. Kondisi yang sebelumnya benar-benar sangat indah berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Kini hanya beberapa mafia yang masih hidup, bahkan bisa dihitung dengan mata.
Dan kebanyakan yang masih bertahan adalah murid-murid Luis. Memang, mereka bukan mafia, tapi kemampuan menghindari semua serangan Theon benar-benar cukup baik. Kemampuan bela diri menurut Theon juga bisa dibilang juga di atas rata-rata. Sayangnya, itu masih sangat rendahan dibandingkan dengan Theon.
Kemudian, tatapan Luis tampak begitu kelelahan. Dia melayang menggunakan kemampuan angin menghindari sebuah bencana yang dilakukan oleh Theon. Begitupun dengan yang lainnya melindungi diri mereka sendiri dengan sebuah kekuatan elemental.
Tatapan Starllet juga benar-benar sayu, merasakan sebuah kengerian yang dilakukan oleh Theon. Membantai ratusan orang dalam waktu hitungan menit merupakan sesuatu hal yang mustahil dilakukan oleh manusia biasa. Napasnya terengah-engah dengan menatap bola air yang melayang dan belum dijatuhkan oleh Theon.
“Apa yang harus ditakutkan dari kematian? Bukankah itu akan di dapatkan pada semua manusia? ayolah, kalian yang memulainya, kalian juga harus berani melanjutkannya sampai tahap akhir. Bukankah tahap akhir adalah membunuhku?” Theon berdiri di atas tanah dengan menatap mereka semua yang seolah masih mengumpulkan sebuah mental dan keberanian untuk melawan Theon.
“Satu menit berjalan. Kalian menyia-nyiakan waktu dengan berdiri mematung dan tidak melakukan apa-apa.” Rena menambahkan sebuah perkataan untuk memanaskan suasana.
Yosef dan Harry, dia langsung bergerak secepat petir untuk membunuh Theon. Karena pada dasarnya, mereka sama sekali belum melakukan apa-apa. Kemudian, ketika mereka sudah berhenti di depan Theon, mereka berdua langsung mengeluarkan sebuah elemen petir. Elemen petir dari jarak yang sangat dekat, sehingga bisa dikatakan benar-benar sangat berbahaya.
Seimbang? Tentu saja, Theon tanpa mengotot sekalipun, dengan mengeluarkan elemental petir secara terus menerus dalam satu tangan, sanggup membuat Yosef dan Harry terdorong ke belakang meskipun tidak secara langsung. Suara khas dari dua elemental petir melawan satu petir juga keluar.
Starllet, dia yang memiliki elemental petir, tidak ikut beradu dengan ayah dan teman ayahnya. Melainkan dia melompat dan mengayunkan tangannya seolah menyambar Theon dari atas.
Hanya saja, petir Theon berubah menjadi merah, membuat sebuah ledakan yang cukup besar dan membuat Yosef dan Harry terlempar sejauh beberapa meter ke bawah. Kemudian, Theon menangkap elemental petir milik Starllet dengan cukup mudah dan melemparkannya ke arah lain.
Bersamaan dengan itu, Rena melayang dan mencekik leher Starlelt, membantingnya di atas permukaan tanah yang membuat Starllet sendiri berteriak kesakitan. Yosef yang melihat hal itu ketika dia berdiri, langsung beranjak untuk menyerang Rena yang membuatnya benar-benar sangat kesal.
Hanya saja, Theon langsung mengeluarkan sebuah kobaran api, membuat Yosef melompat ke belakang karena benar-benar tidak sanggup. Kemudian, Theon kembali bergerak ke arah mereka berdua. Atau lebih tepatnya tiga karena Luis datang sambil mengeluarkan sebuah dinding tanah untuk menahan Theon.
Sedangkan Rena sendiri, dengan terpaksa dia tidak hanya berhadapan dengan Starllet, melainkan juga dengan Vynh. Serta para anggota mafia dan perguruan milik Luis yang kemudian kembali menyerang untuk berhadapan dengan Rena. Tidak berpikiran untuk kalah, Rena hanya berusaha untuk mengimbanginya saja.
Kini, Theon muncul dari dinding tanah setelah dia menghancurkannya, namun dari balik tersebut muncul Luis yang juga mengayunkan pedangnya tepat ketika Theon muncul. Sedangkan Yoseff sendiri, dia juga langsung mengeluarkan bongkahan tanah untuk menahan Theon agar tidak bergerak.
Tidak hanya Luis yang menyerang, melainkan Harry juga mundur beberapa langkah sembari mengeluarkan sebuah tusukan berapi dan petir secara bersamaan.
Mereka berpikir, dengan seperti itu akan membuat Theon kehilangan nyawanya. Tapi, siapa yang menyangka, semua elemen yang dikeluarkan Harry mengalami sebuah belokan diluar kendali Harry sendiri. Lebih tepatnya elemen api dan dan petir itu justru mengarah pada Luis dan juga Yoseff secara berturut-turut. Yang membuat mereka bertiga gagal menjalankan rencana singkat mereka.
Yang pasti dari akibat tersebut, membuat Yosef dan Luis mendapatkan sebuah rasa sakit yang sangat luar biasa. Apalagi Luis, yang mana beberapa anggota badannya melepuh terkena api milik Harry, bahkan bajunya terpaksa harus dia lepas karena terbakar. Tidak jauh berbeda dengan Luis, Yosef mengalami tegangan yang cukup tinggi dari Harry. Hanya saja, dia masih sanggup untuk bertahan.
Mereka bertiga tentu merasa ada yang aneh, mengapa Harry Skelet gagal melepaskan kekuatan elementalnya ke arah Theon? Padahal, bisa dibilang Harry hanya tinggal melepaskannya secara lurus agar terkena secara tepat sasaran.
Theon mengeluarkan elemen petir di sekujur tubuhnya guna melepaskan diri dari cengkraman tanah. Kemudian, dia bisa melihat bahwa ketiga orang tua di sekitarnya bergerak untuk menghadapi Theon secara langsung.