
“Lord Unknown memiliki sihir cahaya? Jika caranya seperti ini, sudah jelas-jelas para Eternal kalah. Bagaimana bisa kita minim informasi seperti ini? jika tahu seperti itu, kita bisa melengkapi tidak hanya dengan jetpack kecil, melainkan senjata lainnya yang memadai.” Zero menggertakkan giginya. Dia melihat rekaman langsung, yang mana itu direkam menggunakan drone pengintai dan di sebar melalui televisi.
Dia menggertakkan giginya sebab Lord Unknown jauh lebih kuat. Mega ice area bulan lalu bukanlah apa-apanya dibandingkan denan sihir cahaya. Jika caranya seperti itu, siapapun yang berhadapan dengannya pasti akan kalah.
Eternal yang memiliki tujuan untuk menyebarkan paham buruk bahwa penyihir adalah entitas yang tidak cocok di dunia ini, mungkin baginya berhasil. Tapi bagi Zero dan Bihazaed, Eternal sebenarnya digunakan untuk menangkap Dark Witch dan Lord Unknown untuk meneliti tentang sihir mereka yang kemudian akan.
“Ini benar-benar cukup menarik. Lord Unknown akan menjadi subyek penelitian yang akan dilakukan untuk memecahkan teori yang mana belum ada sebuah pengamatan secara langsung. Kau tahu? Teori tentang menuju ke masa depan menggunakan kecepatan cahaya.” Kata Professor Tomy sambil bersedakap.
“Professor, Strega ....” Tanya agent Zero, dia tidak tahu mengapa Tony tidak menyuruh Strega sekarang juga? akan tetapi, ketika dia menoleh ke belakang, Strega yang sebelumnya duduk bagaikan seorang perempuan, telah beranjak pergi seolah menghilang.
“Dia sudah tau tugasnya. Jadi tidak perlu untuk dipermasalahkan. Meski Strega tidak memiliki kecepatan cahaya, tapi dia mampu menembakkan laser yang tak kalah hebat dari cahaya pula. Kita tunggu, apakah dengan akal pikirannya mampu menangkap hidup-hidup mereka?” Kata Tony meyakinkan mereka semua.
Mereka semua, lebih tepatnya tidak hanya agent Zero, Jenderal Zurof Bihazaed. Tapi mungkin ada banyak orang yang terdiri dari beberapa orang yang menggunakan penutup wajah yang diyakini merupakan petinggi negara. Kemudian, beberapa pekerja yang memasang chip pada penyihir, dan beberapa orang penting lainnya.
Bahkan, berdiri juga seorang presiden New Santara, yaitu seorang wanita yang bersedakap memandang serangan itu berlangsung. Sehingga, bisa dibilang perisitiwa ini presiden juga turun tangan dan ikut campur karena ingin menghapuskan penyihir di New Santara ini. Karena, apa yang ditakutkan, bahwa sebenarnya apa yang diucapkan Eternal, tentang paham pedang dan sihir sudah akan dilaksakan.
Memang terlihat begitu kejam, tapi apabila tidak menggunakan cara politik seperti ini. Maka New Santara kemungkinan akan hancur, dia tidak ingin negara dengan kemajuan yang berlimpah harus mengalami kemunduran hanya karena sebuah pedang dan sihir.
......
Theon menghela napas lega, kerusakan cukup parah ketika dia melihat sekelilingnya. Dia pasti sudah menebak bahwa keberadaan penyihir pasti akan sangat buruk, tidak peduli itu penyihir baik atau jahat sekalipun.
Tidak ada orang di sini, semua orang tengah pergi dengan dibantu oleh aparat. Tapi apa yang Theon pikirkan dengan cukup keras, mengapa tidak ada aparat yang melawan para penyihir itu? Hanya saja, dia tidak memiliki waktu, dia harus segera mencari kemana Lesha dengan pergi ke rumahnya terlebih dahulu. Karena menurut Ali sendiri, Lesha sama sekali tidak mengikuti wisuda, yang membuat Theon sedikit jengkel.
“Rena, ayo pergi ke rumah Lesha sekarang juga. Ali katakan, bahwa dia tidak ikut wisuda, yang membuat aku benar-benar cukup curiga.”Kata Theon kepada Rena yang tengah melahap beberapa mayat menggunakan unsur kegalapan miliknya.
Rena yang mendengar hal itu, dia menghentikan apa yang dia lakukan. “Jadi, apakah prespektif kita sebenarnya benar, bahwa Lesha adalah, ‘Avatar dewi rembulan’ generasis ke lima belas?”
“Mungkin saja, dan entah kenapa ini memiliki keterkaitan dengan organisasi yang menyerang Eternal secara tiba-tiba.”
“Tidak, sebenarnya Eternal merupakan instansi dibawah pemerintahan yang digunakan untuk menyebarkan pehaman buruk kepada penyihir. Dan, aku muncul setelah mereka kalah.”
Terlebih lagi, robot itu mengatakan sesuatu yang membuat Theon sendiri cukup terkejut dan heran. Pasalnya, robot dengan kecerdasan buatan itu mengatakan bahwa Eternal memang organisasi yang disengaja dan dibuat oleh pemerintah. Tetapi, robot itu cukup bodoh, karena menurut Theon dia mengatakan secara jujur.
Bahkan dalam markas sekalipun, semua orang terdiam dan memandang Tony. Sehingga, membuat Tony berkeringat dingin karena mendengar robot Strega berkata secara jujur. Padahal, seharusnya rencana itu bersifat begitu rahasia. Hanya saja, robot itu memiliki kecerdasan sendiri dan pemikiran sendiri, sehingga dia tidak bisa mengaturnya ulang.
“Apa maksdumu besi tua?” Tegas Theon sambil mengeluarkan bola cahaya yang muncul dari telapak tangannya.
“Besi tua? Maaf, itu unsur logam yang tidak selevel denganku. Aku berasal dari logam paling kuat, yaitu titanium.”
“Aku adalah Strage, robot yang memiliki kecerdasan semuat tentang data-data dan informasi yang dunia miliki. Bahkan, aku mengetahui siapa kau, Lord Unknown dan Dark Witch.” Kata Strega dengan suara robotnya yang begitu khas. Robot berwarna hitam legam, dengan matanya yang berwarna biru. Kemudian ada sesuatu yang cukup menarik yaitu memiliki tulang rahang buatan yang tidak tertutup sama sekali.
Tak menunggu lama, Theon menembakkan cahaya yang berasal dari tangannya. Dengan kekuatan yang cukup besar, kemungkinan apabila itu manusia biasa, maka manusia tersebut tidak akan bertahan. Bahkan elementalist sekalipun memiliki persentase yang cukup rendah untuk mengimbang kekuatannya.
Akan tetapi, Theon membuka mulut dan matanya lebar-lebar. Dia benar-benar ternganga saat Strega sama sekali tidak hancur meskipun terkena ledakan cahaya sekalipun. Bahkan, dia hanya mengulurkan tangannya dan memunculkan semacam shield buatan yang mampu untuk menahan tembakan cahaya milik Theon.
“Aku katakan Lord Unknown. Meskipun kau penyihir, yaitu entitas terkuat dengan menyebarkan paham pedang dan sihir, kau akan tetap kalah dengan kemajuan yang akan dikembangkan oleh robot itu sendiri.” Kata Strega dengan mengulurkan tangannya.
Apa yang Theon perhatikan, bahwa telapak tangan Strage memunculkan sebuah caaya. Sehingga dia dapat menyimpulkan, bahwa Strega hendak mengeluarkan tembakan laser. Yang mana kurang lebih konsepnya sama seperti tembakan cahaya itu sendiri.
“Aku sama sekali tidak mengatakan bahwa aku menyebarkan paham pedang dan sihir. Justru Eternal lah yang mengatakannya seperti itu. Kau lihat? Mereka semua sudah mati.”
Tapi Strega sama sekali tidak menjawab apa yang Theon katakan. Dia yang melayang menembakkan sebuah laser kepada Theon tanpa berpikir panjang lagi.
Melihat hal tersebut, Theon dan juga Rena, mereka mengeluarkan tembakan cahaya dan kegelapan pula untuk menahan laser yang ditembakkan pada Strega. Bersamaan dengan itu, Theon berniat untuk mengendalikan laser milik Strega, karena bisa dibilang itu adalah unsur cahaya yan dapat digerakkan sesuai dengan kemauan Theon.
Laser sama sekali tidak berhenti, justru tetap bertahan dari dua serangan milik Lord Unknown dan Dark Witch. Tentu hal tersebut membuat Theon cukup terkejut.
“Tidak bisa, itu adalah kekuatan buatan. Prinsip sang penguasa hanya bisa menggerakkan segala elemental alam dan kekuatan alamnya sekalipun. Jika sudah buatan seperti ini, maka sepertinya akan sulit.” Rena mencoba untuk menjelaskan, dia masih mendorong kekuatannya agar bisa menembus tembakan milik Strega.